Investor asing siap masuk untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini investor tersebut masih menunggu hasil pemilihan umum (pemilu) April dan Juli mendatang, terutama menunggu pemimpin baru Indonesia.
Managing Director of Global Market HSBC Ali Setiawan mengatakan, salah satu investor asing yang menunggu hasil pemilu Indonesia adalah Jepang. “Tapi selain itu, banyak investor asing yang mempertanyakan bagaimana sosok Joko Widodo (Jokowi), apakah dia benar-benar bersih dari hal-hal seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” kata Ali di Jakarta, Kamis (20/3).
Ia menilai, sosok Jokowi yang saat ini dicalonkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditunggu pasar. Selama kepemimpinan di Solo, pelaku pasar sudah mencermati rekam jejak Jokowi sebagai salah satu wali kota terbaik dunia. “Jokowi hingga saat ini memang dinilai positif, namun pengaruh positifnya akan pudar jika hal-hal yang dikhawatirkan pasar terjadi,” tuturnya.
Ali menganggap masyarakat Indonesia menaruh harapan besar terkait pencapresan Jokowi. Masyarakat menilai sosok Jokowi akan bisa memberikan warna baru bagi perekonomian Indonesia.
“Baik masyarakat umum ataupun pebisnis pada intinya menaruh harapan, apakah dia mampu memimpin 250 juta jiwa. Ini tantangan Jokowi. Padahal, banyak yang mempertanyakan kesanggupannya memimpin Jakarta,” tuturnya.
Perbaiki Masalah
Head of Global Trade and Receivable Finance HSBC Indonesia Nirmala Salli mengatakan, pemerintahan yang baru diharapkan memiliki kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satunya mendorong pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan.
“Investor sangat ingin investasi di sini karena jumlah penduduk kita terbesar keempat menjadi daya tarik bagi para investor. Tapi investor asing juga mencermati masalah infrastruktur, tarif dasar listrik (TDL) dan upah minimum regional (UMR),” katanya.
Masalah itu, kata Nirmala, menjadi pertimbangan para pebisnis dan investor karena TDL dan UMR sering naik setiap tahun. Belum lagi buruh yang sering melakukan demo dan mogok kerja untuk meminta kenaikan UMR. “Perlu ada ketetapan untuk kedua tarif ini,” katanya.
Tertinggal dari Timor Leste
Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, Indonesia perlu pemimpin tegas terutama dalam hal perekonomian. Saat ini, perekonomian Indonesia mulai tertinggal dari Timor Leste. Padahal negara itu pernah menjadi bagian dari Indonesia. Pendapatan per kapita Timor Leste sudah sebesar US$ 3.620 sejak tahun 2012. Indonesia baru mencapai US$ 3.420.
“Timor Leste menduduki peringkat 133 sebagai negara lower middle income. Indonesia hanya di posisi 137. Hal itu menunjukkan Timor Leste memiliki tingkat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih cepat dari Indonesia. Kita sudah 60 tahun lebih merdeka begini-begini saja. Ada yang salah dengan kinerja pemerintah kita,” kata Faisal.
Akar permasalahan dari tersainginya perekonomian dalam negeri terhadap Timor Leste disebabkan tidak berdaulatnya pemimpin negara. Hal itu dapat terlihat dengan seringnya terjadi asinkronisasi kebijakan dalam tubuh pemerintah itu sendiri. Rencana pembangunan selalu banyak hambatan.
“Semua punya kepentingannya masing-masing dan tidak ada yang bawa kepentingan rakyat. Tidak jelas arah pembangunan kita. Nanti mau hemat BBM tapi juga mau jual mobil murah. Kacau koordinasinya,” tutur Faisal.
Salah Kebijakan
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melihat penguasa saat ini kerap menyulitkan rakyat. Hal itu dapat dilihat dari kebijakan perekonomian seperti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Padahal dampaknya bisa ke kenaikan bunga pinjaman dan investasi menurun.
“Jangan heran kalau pengusaha dalam negeri ramai-ramai cari pinjaman modal di Singapura. Tingkat suku bunga di sana rendah, tidak lebih dari 2 persen. Bank sentral di sini justru menaikkan. Itu malapraktik,” kata JK.
JK menilai salah besar jika pemerintah mau mengendalikan inflasi namun tetap menaikkan suku bunga acuan. “Itu namanya lagi usaha turunkan inflasi dengan cara menambah inflasi. BI rate naik ya bunga pinjaman naik. Akhirnya pengusaha menaikkan harga produksinya,” katanya.
Mengenai Pilpres 2014, JK mengimbau agar masyarakat memilih pemimpin yang cepat tanggap terhadap persoalan ekonomi dalam negeri. Terlebih pada 2015 akan dibuka perdagangan bebas sesama negara ASEAN.
“Jika pemerintah yang berkuasa selanjutnya tidak cepat tanggap, perdagangan domestik akan babak belur,” kata JK.
Kamis, 20 Maret 2014
Investor Asing Tunggu Jokowi
Minggu, 16 Maret 2014
Kebijakan Ekonomi Jokowi Dinanti
Pencapresan Joko Widodo(Jokowi) dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai positif oleh pasar. Namun tanpa program
kebijakan yang jelas terutama kebijakan ekonomi hanya akan membuat Jokowi kalah
dalam pencapresan pemilu mendatang.
Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier
mengatakan, untuk maju menjadi calon presiden (capres), Jokowi perlu memiliki
visi-misi yang jelas agar Indonesia bisa keluar dari masalah ekonomi yang
selama ini mendera Indonesia.
Fuad menilai, Jokowi masih di bawah bayang-bayang bendera
partai sehingga belum dapat merumuskan sendiri visi-misinya untuk membawa
Indonesia ke arah mana. Sementara, Megawati, yang notabenenya sebagai pemimpin
PDIP lebih memiliki visi-misi yang jelas untuk Indonesia.
“Kinerja dia (Jokowi) sebagai walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta biasa saja. Program-programnya juga belum diketahui, masih belum ada konsep yang jelas untuk menjadi presiden. Sementara Megawati dan Prabowo Subianto lebih terlihat mau ke mana,” kata Fuad di Jakarta, Minggu (16/3).
Fuad menilai, masalah di Indonesia cukup kompleks, khususnya
masalah ekonomi. Untuk keluar dari masalah ekonomi yang ada, Indonesia perlu pemimpin
yang mampu menekan konsumsi Indonesia. Selain itu, nantinya dibutuhkan pemimpin
yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Seharusnya pertumbuhan bukan didominasi oleh konsumsi tetapi investasi dan sektor formal seperti industri jika mau keluar dari jebakan ini. Konsumsi kita tiap tahun kian bertambah tapi tidak dibarengi dengan investasi yang melonjak signifikan,” ungkapnya.
Fuad berharap pemerintahan yang baru mampu mengubah anggaran
APBN untuk infrastruktur. Anggaran yang sifatnya hanya untuk birokrasi dan
kepentingan politik bisa ditekan. Selain itu, pelayanan publik juga perlu
ditingkatkan, hal ini semata-mata untuk mendorong ekonomi Indonesia menjadi
lebih baik lagi.
Kompetensi Kabinet
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha
mengatakan, jika nantinya Jokowi memenangi pemilu 2014, belum tentu dapat
membawa Indonesia keluar dari masalah ekonomi atau masalah lain yang menjadi
kelemahan Indonesia.
Eugenia menilai, calon presiden nanti juga harus memiliki
struktur kabinet yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. “Tidak
masalah jika PDIP mendominasi kabinetnya. Asalkan sesuai antara jabatan dan
latar belakang pendidikan. Jangan seperti kabinet SBY, didominasi partainya
tetapi tidak sesuai kompetensi seperti Roy Suryo yang menjadi Menteri Pemuda
dan Olahraga,” ungkapnya.
Eugenia menganggap, menteri dalam kabinet yang dibutuhkan
untuk Indonesia adalah sosok yang tidak takut terhadap pihak asing. Salah satu
penyebab Indonesia masih berada dalam jajaran negara berkembang adalah ketidakberanian
pemerintah menolak asing.
“Asing terus mengulurkan hutang pada kita, sehingga membuat kita terus berhutang seperti pada Jepang membuat kita terus menerima produk dari negara lain dan mematikan potensi kita,” jelasnya.
Dia berharap pemerintahan yang baru tidak mengubah drastis
arah pembangunan yang sudah ada sekarang. Menurut Eugenia, sebaiknya
pemerintahan yang baru melanjutkan pembangunan yang sudah ada sehingga
Indonesia tidak banyak mengulang segala sesuatunya dari awal.
Penyebab utama Indonesia yang masih belum bisa keluar dari negara
berkembang ada dua. Pertama, besaran hutang Indonesia yang terus bertambah dan
justru mendukung pertumbuhan ekonomi. Kedua, sektor konsumsi yang menjadi
pendukung utama pertumbuhan ekonomi.
“Hal ini membuat pendapatan kita tidak ada yang disimpan, kondisi ini sangat berbahaya kecuali pemerintah mampu tekan konsumsi,” katanya.
Selain itu, impor bahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar
dan anggaran infrastruktur masih minim. “Jika serius dan memang pemerintahan
yang baru berpihak kepada rakyat kecil, dalam 10 tahun kita bisa keluar dari
kondisi ini,” ujarnya.
Minggu, 09 Maret 2014
Malaysia Airline Terindikasi Dibajak
Para pejabat Malaysia sedang meneliti rekaman CCTV dan mempertanyakan petugas imigrasi dan penjaga Bandara Internasional Kuala Lumpur. Mereka khawatir pelanggaran keamanan ini dihubungkan dengan hilangnya Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH370.
Kecurigaan ini terkait kemungkinan pesawat dibajak atau
dibom, setelah ada indikasi dua penumpang yang diketahui menggunakan paspor
curian. Meski pejabat Malaysia menegaskan sedang mempertimbangkan segala
kemungkinan yang terjadi.
Peneliti Malaysia, yang dibantu FBI sedang menyelidiki empat
penumpang yang terindikasi dalam kasus tersebut. Keempat wisatawan itu berasal
dari Eropa dengan kemungkinan dari Ukraina serta dari Austria dan Italia.
"Kami telah mengerahkan para peneliti untuk melihat
semua rekaman kamera. Kami juga mewawancara pejabat imigrasi yang membiarkan
penipu itu bisa lolos. Indikasi awal menunjukkan celah keamanan, tapi saya
tidak bisa mengatakan lebih jauh sekarang," kata pejabat terkait
penyelidikan yang dikutip Reuters.
Menteri Transportasi Malaysia Hishamuddin Hussein
mengatakan, penyidik sedang melihat empat penumpang yang terindikasi pemalsuan
paspor. Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia juga telah mengidentifikasi
keempat penumpang masuk dengan aman ke bagian check-in dan melewati bagian imigrasi.
Juru bicara Bandara Malaysia Holdings menolak berkomentar
terkait hal ini. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, protokol
keamanan bandara negara sedang ditinjau. "Apakah ada indikasi
(pembajakan), ini masih terlalu dini. Siapa yang tahu apa yang terjadi di
pesawat. Tapi kami menerima dengan pikiran terbuka," katanya seperti
dikutip surat kabar The Star.
Seminggu sebelum kejadian ini, sekelompok penyerang
menewaskan 29 orang di sebuah stasiun kereta api di kota barat daya Kunming
China. Hal ini menimbulkan spekulasi militan muslim China Uighur terlibat.
Pejabat Malaysia tidak mengenyampingkan keterlibatan Uighur
di insiden pesawat tersebut. Orang Uighur dideportasi dari Malaysia ke China
pada 2011 dan 2012 dan banyak memakai paspor palsu.
"Ini tidak dikesampingkan. Kami telah mengirim kembali
Uighur yang memiliki paspor palsu. Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan
apakah ini ada hubungannya," kata pejabat tersebut.
Malaysia, sebagai salah satu negara mayoritas muslim
memiliki keterdekatan erat dengan Beijing beberapa tahun terakhir. Malaysia
baru saja mendeportasi 11 orang Uighur pada 2011 karena terlibat sindikat
penyelundupan manusia.
Gubernur Provinsi Yunnan, Li Jiheng mengatakan, saat ini
tidak ada informasi yang menunjukkan hubungan serangan pisau di Kunming dengan
pesawat yang hilang.
Direktur Operasi Malaysia Airlines Hugh Dunleavy mengatakan,
mereka menyadari bahwa ada pencurian paspor. "Sejauh yang kami tahu,
setiap salah satu orang di pesawat memiliki Visa pergi ke China. Tapi itu tidak
berarti mereka menggunakan paspor tidak palsu. Ada kemungkinan, tapi peluangnya
kecil," katanya.
BBC melaporkan orang-orang yang menggunakan paspor curian
telah membeli tiket bersama-sama dan terbang ke Eropa. "Orang-orang dengan
paspor palsu memang bermasalah dengan keamanan. Tapi saya percaya mereka akan
melakukan sesuatu di pesawat yang kemungkinan berakhir dengan pesawat
hilang," kata ahli keamanan di Universitas Lanzhou China Yang Shu.
Sabtu, 08 Maret 2014
Penjualan Tablet Lampaui PC
Pengiriman komputer pribadi (PC) baru-baru ini telah menurun signifikan. Padahal industri PC selama ini stagnan.
Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC),
penjualan tablet akan melampaui PC, terutama pada 2015. Hal ini karena semakin
banyaknya vendor yang merilis tablet dibanding PC. Prestasi tersebut merupakan
pertama kalinya sepanjang sejarah.
Sejak Apple merilis iPad pada April 2010, industri komputer
mengalami perubahan lanskap. Padahal Apple sempat diejek karena membuat
perangkat yang disebut iPod Touch besar.
Tablet telah mengubah cara kita berinteraksi dengan media,
termasuk cara kita berbelanja dan banyak kasus menggantikan kinerja PC sebagai
perangkat komputasi utama. Meski hanya tablet, tugas komputasi sederhana mampu
dilakukan dan hal tersebut mengancam industri PC.
Tidak Ada Inovasi
Industri PC mulai ada tanda kejenuhan pada 2013 dengan mulai
adanya penurunan pengiriman di kuartal IV-2013 sebesar 6,9 persen. Angka
tersebut merupakan angka mengerikan bagi industri PC.
Konsumen PC di negara maju menunjukkan tanda-tanda kejenuhan
yang kuat dibanding konsumen di negara berkembang. Namun masyarakat negara
berkembang justru memiliki kontribusi kuat dalam penjualan tablet karena
dinilai memiliki harga relatif lebih murah dibanding PC.
Sepanjang 2013, jumlah pengiriman PC di seluruh dunia
mencapai 316 juta unit, namun jumlah tersebut ternyata mencapai level
terendahnya sejak 2009. Lembaga survey Gartner yakin industri PC akan mengalami
penurunan lebih lanjut, apalagi kurangnya inovasi dalam industri PC dan
peningkatan daya saing tablet dalam hal kinerja.
Lembaga IDC merilis laporan, pengiriman PC di seluruh dunia
pada 2013 mengalami penurunan 9,8 persen, sedikit lebih baik dibanding proyeksi
sebelumnya sebesar 10,1 persen. Namun IDC tetap menyebut penurunan tersebut
merupakan yang terparah sepanjang industri PC.
IDC menganggap penjualan PC pada kuartal IV-2013 masih lebih
baik dari yang diharapkan. Meski kondisi pengiriman PC di negara berkembang
justru memburuk karena persaingan dari perangkat lain dan tekanan ekonomi yang
meningkat.
Perangkat Lunak Mahal
Salah satu penyebab penurunan industri PC adalah mahalnya
biaya perangkat lunak (software),
terutama Windows XP. Microsoft memperkirakan penjualan software pada tahun ini
menurun lebih dari dua persen dan tahun berikutnya akan diturunkan menjadi
kurang dari satu persen. Ke depan, penjualan PC diperkirakan akan di bawah 300
juta unit.
"Pasar negara berkembang akan menjadi motor penggerak
pasar PC, karena meningkatnya penetrasi di kalangan populasi besar akan
mendorong pertumbuhan secara keseluruhan," kata Vice President PC Trackers
Worldwide, Loren Loverde seperti dikutip Mashable.
Saat ini, pengiriman dan penjualan PC maupun perangkat
digital lain akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat setempat
dan prioritas kebutuhan masyarakat dalam memberi perangkat komputer.
"Kami harap ekonomi negara berkembang bisa segera
pulih. Namun kami mengharapkan pertumbuhan (penjualan PC) tidak sampai
mendekati nol persen," katanya.
Hadapi Tantangan
Tahun ini akan menjadi tahun tantangan bagi industri PC di
Asia. Konsumen akan mengantisipasi risiko ekonomi global sehingga mereka akan
lebih berhati-hati membelanjakan uangnya untuk beli perangkat komputer baru.
Pada saat yang sama, perubahan tektonik dalam politik akan
mempengaruhi pengeluaran komersial di beberapa negara besar. "Seperti
India, Indonesia dan Thailand yang akan menyelenggarakan pemilihan umum
(pemilu) tahun ini," kata Research Manager for Client Devices IDC Asia
Pacific Andi Handoko.
Penjualan Lambat
IDC juga menyebut penjualan pasar tablet di tahun ini hanya
akan tumbuh 19,4 persen, turun dibanding tingkat pertumbuhan 51,6 persen pada
2013.
IDC mengurangi perkiraan penjualan tablet tahun ini sebesar
3,6 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 260,9 juta unit. Penurunan
penjualan tablet ini karena perlambatan perangkat keras (hardware).
"Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan kiuat,
kami berharap pasar tablet akan sedikit melambat tahun ini dan konsumen akan
pindah ke perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi," kata Vice President
Program, Devices and Displays IDC Tom Mainelli.
Sumber Tabel: Statista
Sumber Tabel: Statista
Malaysia Airlines, Paling Aman atau Mematikan?
Maskapai Malaysia Airlines memiliki rekam jejak sebagai salah satu maskapai
paling aman di dunia. Namun dibaliknya, maskapai ini pernah menjadi yang
terburuk karena mengalami kecelakaan terparah dan menelan banyak korban.
Terlepas
dari masalah kinerja keuangan yang menurun pada 2013, Malaysia Airline kini
bersaing ketat dengan AirAsia dan AirAsia X serta Emirates Airline, Singapore
Airlines, Thai Airways dan Cathay Pacific pada penerbangan rute internasional.
Maskapai penerbangan itu juga bagian dari aliansi Oneworld yang mencakup
British Airways dan Qantas.
Malaysia
Airline memiliki 88 armada pesawat, termasuk Airbus A330 dan A380, serta Boeing
777-200 dan 737. Khusus jenis Boeing 777-200ERs yang saat ini mengalami
kecelakaan, sebenarnya pesawat tersebut memang didesain untuk penerbangan jarak
jauh dengan tujuan wilayah Asia Pasifik hingga Eropa.
Berdasarkan
situs airfleets.com (situs resmi yang melacak armada maskapai), armada Boeing 777-200ERs
sebetulnya memiliki usia rata-rata 14,2 tahun. Posisi tersebut membuat Boeing 777-200ERs
sebagai salah satu armada tertua di dunia. Namun tidak jelas usia pesawat yang
jatuh Sabtu (8/3) dini hari di wilayah Vietnam.
Maskapai Malaysia
Airline sebetulnya sudah mulai memesan Airbus A330 atau A350 untuk mengganti
beberapa seri Boeing 777 dan akan mulai digunakan pada 2016. Manajemen sudah
mengidentifikasi penggantian armada sebagai kunci utama untuk terhindar dari
kerugian. Pasalnya, pada Februari 2014 Malaysia Airline melaporkan kerugian
sebesar MYR 343,4 juta atau sekitar US$ 104 juta pada kuartal IV tahun 2013. Sepanjang
2012, pihak maskapai mencatat kerugian perusahaan sampai MYR1,17 miliar.
Insiden Fatal
Maskapai
Malaysia Airlines pernah mencatat indiden fatal sepanjang penerbangannya. Pada
15 September 1995, pesawat Fokker 50 Malaysia Airline jatuh didekat Tawau,
sebuah kota di negara bagian Malaysia Timur Sabah, 34 orang tewas.
Sebelumnya
pada 1977 pernah terjadi pada Boeing 737-200 milik Malaysia Airlines yang jatuh
di Tanjung Kupang, negara bagian Johor. Semua penumpang yang berjumlah 100
tewas. Ada penilaian kecelakaan Malaysia Airline itu sebagai yang paling
mematikan sampai saat ini.
Pesawat
jenis Boeing 777 adalah pesawat berbadan lebar buatan AS yang paling populer.
Model pertamanya adalah Boeing 777-200 yang diproduksi pada tahun 1995 dan
777-200ER dua tahun kemudian. Selanjutnya ada 777-300 yang diproduksi pada
tahun 1998. Boeing kemudian menghasilkan semakin banyak varian seperti 777-300ER
pada tahun 2004 dan 777-200LR pada 2006.
Boeing
777-200ER memiliki jangkauan 7.725 mil atau sekitar 14.305 km dengan kecepatan
jelajah sebesar 0,84 mach atau sekitar 640 mil per jam. Sedangkan Boeing 777
tercatat sebagai pesawat dengan tingkat keselamatan terbaik dibanding pesawat
komersial lainnya. Meskipun nyatanya, pernah ada insiden serius yang terjadi
pertama kali pada Januari 2008. Saat itu British Airways 777-200ER mendarat
dengan singkat dari bandara Heathrow, London dan melukai 45 orang. Pada Juli
2011, seorang warga Mesir menemukan api dalam kokpit pesawat 777-200ER saat
diparkir di pintu gerbang di Kairo. Penumpang segera dievakuasi dan tidak
ditemukan luka.
Terbaru,
kecelakaan fatal yang juga memakai pesawat jenis Boeing 777-200Ers terjadi pada
6 Juli 2013. Saat itu Asiana Airlines mendarat darurat di San Francisco. Tiga
orang tewas dan 180 lebih mengalami luka-luka.
Investigasi
atas insiden pesawat Boeing tersebut masih terus dilakukan. Sejauh ini terlihat
tidak ada kegagalan mesin sehingga ada sumsi kegagalan pilot. Anggapan tersebut
diperinci dengan adanya pengakuan pesawat itu terbang terlalu rendah dan
terlalu lambat saat mendekati landasan.
Senin, 03 Maret 2014
Subsidi BBM Sumber Kejahatan Ekonomi
Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, anggaran subsidi bahan
bakar minyak (BBM) menjadi sumber kejahatan ekonomi di masa mendatang.
Dengan anggaran subsidi BBM yang lebih besar, anggaran untuk membenahi
infrastruktur menjadi lebih sedikit.
Padahal untuk membeli BBM, Pemerintah juga harus rela berhutang dan menyebabkan defisit negara meningkat. Ia menganggap Pemerintah harus segera membenahi struktur anggaran agar lebih berkelanjutan di masa mendatang.
"Anggaran subsidi BBM itu sudah tidak masuk akal. Anggaran itu lebih besar dari subsidi infrastruktur. Itu sudah kejahatan ekonomi," kata Faisal di Jakarta, Minggu (2/3).
Ia menilai dengan minimnya anggaran infrastruktur, Pemerintah tidak bisa membenahi jalan rusak, pelabuhan yang sempit, membangun infrastruktur kereta api, jembatan dan sarana infrastruktur lain yang bisa menekan tingginya biaya barang.
"Ibaratnya, anggaran infrastruktur itu seperti vitamin. Sedangkan anggaran subsidi BBM itu racun. Ini malah anggaran untuk racun lebih besar dari pada anggaran vitamin. Subsidi BBM itu sableng," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran subsidi BBM per akhir 2013 sebesar Rp 210 triliun, naik 105,1 persen melampaui pagu APBN Perubahan 2013 sebesar Rp 199 triliun. Sedangkan anggaran infrastruktur tahun ini hanya Rp 188,7 triliun, naik 4,4 persen dibandingkan anggaran 2013.
Kenaikan Harga BBM
Salah satu cara untuk menekan angka anggaran subsidi BBM yang terus meningkat adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, Pemerintah saat ini dinilai tidak akan berani untuk menaikkan harga BBM karena akan mengganggu perekonomian, seperti risiko inflasi dan mengantisipasi kekisruhan menjelang pemilu.
"Partai politik (pemegang kekuasaan Pemerintah) saat ini tidak akan berani menaikkan harga BBM. Hampir mustahil kalau mereka mau (menaikkan harga BBM)," katanya.
Ia menilai menaikkan harga BBM menjelang pemilu adalah kecerobohan dan bisa berakibat partai penguasa Pemerintah menjadi bisa tidak dipilih kembali dalam pemilu mendatang. "Harga itu sensitif buat pemilu. Makanya harga di seluruh dinia menjelang pemilu akan distabilkan. Dengan harapan, mereka akan terpilih lagi," katanya.
Namun dengan besarnya volume impor BBM dan impor minyak mentah serta anggaran subsidi BBM seiring dengan lonjakan permintaan sepeda motor dan mobil tidak diimbangi dengan kebijakan Pemerintah membangun kilang minyak di dalam negeri atau segera menaikkan harga BBM bersubsidi. "Ini hanya menciptakan bom waktu buat pemimpin di masa mendatang," katanya.
Subsidi Tidak Jahat
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai langkah Pemerintah menghapus subsidi harga BBM tidak tepat. Sebab subsidi dinilai tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Direktur Investigasi Dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi mengatakan, subsidi adalah prinsip atau bagian tugas dari negara untuk membantu rakyat miskin. Siapapun yang punya kebijakan untuk menghapus subsidi bisa dinilai anti rakyat dan tidak memiliki rasa kemanusian.
"Subsidi tidak jahat, tidak mengerogoti APBN. Tetapi, diperuntukkan bagi peningkatan ekonomi rakyat. Dari pada korupsi yang pelan-pelan, pasti bisa menggerogoti APBN," katanya.
Namun ia mengingatkan ke Pemerintah agar memangkas mafia BBM sehingga publik akan percaya kenaikan harga BBM murni untuk menyehatkan APBN. Pemerintah dinilai juga harus mengetatkan anggaran agar kementerian tidak boros dan korupsi.
Padahal untuk membeli BBM, Pemerintah juga harus rela berhutang dan menyebabkan defisit negara meningkat. Ia menganggap Pemerintah harus segera membenahi struktur anggaran agar lebih berkelanjutan di masa mendatang.
"Anggaran subsidi BBM itu sudah tidak masuk akal. Anggaran itu lebih besar dari subsidi infrastruktur. Itu sudah kejahatan ekonomi," kata Faisal di Jakarta, Minggu (2/3).
Ia menilai dengan minimnya anggaran infrastruktur, Pemerintah tidak bisa membenahi jalan rusak, pelabuhan yang sempit, membangun infrastruktur kereta api, jembatan dan sarana infrastruktur lain yang bisa menekan tingginya biaya barang.
"Ibaratnya, anggaran infrastruktur itu seperti vitamin. Sedangkan anggaran subsidi BBM itu racun. Ini malah anggaran untuk racun lebih besar dari pada anggaran vitamin. Subsidi BBM itu sableng," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran subsidi BBM per akhir 2013 sebesar Rp 210 triliun, naik 105,1 persen melampaui pagu APBN Perubahan 2013 sebesar Rp 199 triliun. Sedangkan anggaran infrastruktur tahun ini hanya Rp 188,7 triliun, naik 4,4 persen dibandingkan anggaran 2013.
Kenaikan Harga BBM
Salah satu cara untuk menekan angka anggaran subsidi BBM yang terus meningkat adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, Pemerintah saat ini dinilai tidak akan berani untuk menaikkan harga BBM karena akan mengganggu perekonomian, seperti risiko inflasi dan mengantisipasi kekisruhan menjelang pemilu.
"Partai politik (pemegang kekuasaan Pemerintah) saat ini tidak akan berani menaikkan harga BBM. Hampir mustahil kalau mereka mau (menaikkan harga BBM)," katanya.
Ia menilai menaikkan harga BBM menjelang pemilu adalah kecerobohan dan bisa berakibat partai penguasa Pemerintah menjadi bisa tidak dipilih kembali dalam pemilu mendatang. "Harga itu sensitif buat pemilu. Makanya harga di seluruh dinia menjelang pemilu akan distabilkan. Dengan harapan, mereka akan terpilih lagi," katanya.
Namun dengan besarnya volume impor BBM dan impor minyak mentah serta anggaran subsidi BBM seiring dengan lonjakan permintaan sepeda motor dan mobil tidak diimbangi dengan kebijakan Pemerintah membangun kilang minyak di dalam negeri atau segera menaikkan harga BBM bersubsidi. "Ini hanya menciptakan bom waktu buat pemimpin di masa mendatang," katanya.
Subsidi Tidak Jahat
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai langkah Pemerintah menghapus subsidi harga BBM tidak tepat. Sebab subsidi dinilai tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Direktur Investigasi Dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi mengatakan, subsidi adalah prinsip atau bagian tugas dari negara untuk membantu rakyat miskin. Siapapun yang punya kebijakan untuk menghapus subsidi bisa dinilai anti rakyat dan tidak memiliki rasa kemanusian.
"Subsidi tidak jahat, tidak mengerogoti APBN. Tetapi, diperuntukkan bagi peningkatan ekonomi rakyat. Dari pada korupsi yang pelan-pelan, pasti bisa menggerogoti APBN," katanya.
Namun ia mengingatkan ke Pemerintah agar memangkas mafia BBM sehingga publik akan percaya kenaikan harga BBM murni untuk menyehatkan APBN. Pemerintah dinilai juga harus mengetatkan anggaran agar kementerian tidak boros dan korupsi.
Minggu, 02 Maret 2014
BlackBerry, Bertahan atau Hilang?
BlackBerry Ltd kembali meluncurkan ponsel cerdas terbarunya di ajang Mobile World Congress Barcelona, Spanyol (25/2). Langkah tersebut dinilai ingin mengembalikan kejayaan BlackBerry serta membendung kerugian yang selama ini terjadi.
CEO BlackBerry John Chen berusaha membuat strategi agar kejayaan BlackBerry kembali terulang. Di ajang itu, produsen asal Kanada ini merilis ponsel cerdas Z3 dan diberi nama kode Jakarta. Ponsel ini akan dijual di bawah harga US$ 200 atau sekitar Rp 2,4 juta.
Rencana ini sempat melambungkan harga saham BlackBerry lebih dari 9 persen ke level US$ 10,78 per lembar saham. Apalagi BlackBerry juga akan menjalin kemitraan dengan FIH Mobile di Hongkong, unit usaha Foxconn Technology Co Ltd dari Taiwan.
Foxconn selama ini mengerjakan ponsel iPhone pesanan Apple. Tiap tahun, Foxconn memproduksi jutaan ponsel dari Apple, tentunya juga dari pesanan vendor asal China.
Foxconn juga berencana akan berinvestasi di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah menyiapkan lahan seluas 200 hektare, yang terletak di area industri dan Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Jokowi juga berencana membuat lahan reklamasi di wilayah pesisir tersebut, yang sebagian kemungkinan digunakan untuk pabrik Foxconn.
"Ini adalah ponsel 3G. Kami memiliki rencana untuk memperluas pasar ponsel cerdas di bagian Asia Tenggara, setelah Indonesia," kata Chen seperti dikutip Reuters.
Chen juga berencana membuat ponsel BlackBerry lebih cepat dengan membenamkan kecepatan Long Term Evolution (LTE) atau internet generasi keempat (4G) di masa mendatang. Strategi bos baru BlackBerry ini diperkirakan akan membawa angin segar di tengah serbuan ponsel cerdas dari Apple, Samsung atau Nokia yang kini sudah diakuisisi Microsoft.
Kembali ke Masa Depan
Bos baru BlackBerry John Chen saat di Mobile World Congress tampil bersama CEO Foxconn Terry Gou. Hal itu menambah hubungan antara BlackBerry dan Foxconn semakin harmonis serta diharapkan bisa membuat kepercayaan diri pemegang saham.
BlackBerry memilih membuat strategi kembali ke masa lalu namun untuk mewujudkan kejayaan BlackBerry di masa mendatang. Salah satu caranya yaitu mengembalikan ponsel dengan papan ketik QWERTY dan tombol menu, kembali (back), kirim (send) dan akhiri (end) serta trackpad.
Langkah itu tidak dilakukan pada bos BlackBerry sebelum kepemimpinan John Chen dan lebih fokus membesut sistem operasi BBX atau BlackBerry 10. Dari segi perangkat, BlackBerry lebih sering membuat ponsel dengan layar sentuh. Padahal di negara berkembang, ponsel dengan papan ketik QWERTY lebih disukai. Ini juga yang menjadi sebab produk BlackBerry Q10 (ponsel berlayar sentuh dengan OS BlackBerry 10) kurang diminati pasar.
Fokus Korporasi
Chen juga akan lebih fokus mengejar pasar korporasi, dibanding dulu yang lebih mengejar konsumer (konsumen perorangan). Langkah itu dianggap menguntungkan karena korporasi juga menjadi pelanggan BlackBerry dengan keuntungan lumayan.
Strateginya, memberikan harga lebih rendah dari pesaing sehingga korporasi akan lebih hemat dalam biaya operasional telekomunikasi di perusahaan besar.
"Kami akan fokus layanan BlackBerry korporasi dengan mengutamakan kekuatan sistem operasi yang lebih aman, baik digunakan di industri perbankan, telekomunikasi dan pemerintahan. Kami akan fokus pada 30 persen dari pasar perusahaan," kata Chen.
Ia optimistis pangsa pasarnya tidak akan hilang, meski saat ini sudah 1 persen dibanding sistem operasi lainnya (Android, iOS, Windows Phone dan lainnya).
"Kami tidak akan kehilangan seluruh pasar. Untuk 18 bulan ke depan, saya pikir Anda akan melihat kami sangat berniat untuk kembali dan memenangkan industri ini," katanya.
Keinginan bos baru BlackBerry ditanggapi pesimis oleh analis. BlackBerry tidak semudah itu membalikkan kejayaan bisnisnya.
"Dalam pandangan kami, BlackBerry belum membuktikan hal itu bisa menstabilkan struktur basis pelanggan dan bisa mengurangi biaya perusahaan, sebelum BlackBerry bisa memberikan keuntungan awal dan sedikit pertumbuhan bisnis," kata analis GMP Securities Deepak Kaushal.
Hindari Ponsel Murah
BlackBerry ke depan juga akan lebih fokus mengembangkan produk ponsel dengan harga menengah ke atas. Hal ini akan menjadi diferensiasi perusahaan di tengah vendor yang terus menggempur dengan strategi ponsel murah.
"Kita akan membangun ponsel yang kuat, namun dengan harga lebih miring dan cenderung ke arah menengah atas (high end). Kami tidak akan memproduksi ponsel dengan harga di bawah US$ 75 (di bawah Rp 1 juta). Itu bukan tempat kami," katanya.
BlackBerry Ltd menandatangani kontrak kerja sama dengan Foxconn selama lima tahun ke depan. Ia pun tidak perlu membayar di muka untuk suku cadang yang akan digunakan dalam perangkat BlackBerry.
Sebaliknya, Foxconn akan mengambil keuntungan pada setiap perangkat BlackBerry, setelah dikurangi keuntungan bagi BlackBerry sendiri. Foxconn nanti juga tidak hanya memproduksi ponsel saja, tapi juga mengembangkan dan mendesain ponsel BlackBerry. Akankah langkah ini bisa membuat BlackBerry sukses atau malah terpuruk? Kita tunggu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)







