Minggu, 28 Juni 2015

Surabi Rasa Pendulang Laba

IMG-20150628-WA0000 (2)

Banyak yang bilang wirausaha sulit dilakukan. Namun bagi Alan Saputra, menjadi wirausaha adalah sebuah proses atas ketidakpuasannya terhadap sesuatu.

Tanpa berbekal pendidikan tinggi, pria kelahiran Bogor tersebut awalnya mencoba peruntungan sebagai juru masak di sebuah tempat wisata di Bogor. Kecintaannya terhadap memasak tak menyulitkan ia diterima di tempat tersebut.

Namun seiring waktu, ia merasa tidak puas menjadi karyawan terutama dari segi penghasilan. Ia pun mencoba menjual ketupat sayur Padang, bakso, hingga membuka warung kopi (warkop).

“Dari situ saya banyak belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama teman-teman penjual makanan. Ternyata berbisnis itu enak meski tantangannya besar,” katanya.

Kurang merasa puas dengan aneka jualannya tersebut, pada 2012 ia mencoba bereksperimen memasak dan membuka usaha kue surabi. “Sejak kecil saya hobi memasak kemudian ide membuka usaha surabi ini pun muncul,” katanya.

Ia membuka usaha di dekat kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Penjualannya diakui cukup menjanjikan meski harga sewa toko lumayan tinggi. Ia pun memutuskan memindahkan lokasi dengan sewa tempat yang murah.

IMG-20150628-WA0002 (2)

Ketika menjual surabi di Bogor, Alan mendapat suntikan modal dari seorang teman. Namun bukan berupa pinjaman, melainkan teman tersebut memercayakan Alan untuk menjalankan usaha surabinya.

“Waktu menjual surabi di Bogor, ide hingga resep semua dari saya. Pembagian hasil penjualan diterima oleh teman saya yang memberikan modalnya,” ujarnya.

Pindah ke kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Maret 2013, Alan meminjam modal dari orang tua sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut digunakan untuk membayar sewa hingga membeli peralatan memasak dan makan.

Menjadi wirausaha tunggal ternyata cukup menjanjikan. Alan mampu mengembalikan pinjaman pada orang tua  hanya satu bulan. Bahkan, ramainya surabi yang diberi nama Surabi Aneka Rasa mendorong Alan sempat membuka dua cabang di Jakarta Timur.

“Kedua cabang itu akhirnya saya tutup karena karyawan seminggu sekali selalu minta pulang kampung dan memicu cabang tidak terurus,” katanya.

Saat ini, Alan menjalankan usaha surabi dengan istri dan satu orang karyawan tidak tetap. Karyawan paruh waktu ini memiliki pekerjaan lain di sebuah bengkel. Padahal ketika membuka cabang, karyawannya mencapai enam orang.

Bagi Alan, rahasia kesuksesan usaha surabinya adalah menjaga kualitas dan standar rasa. Surabi yang paling banyak dipesan adalah surabi durian yang cukup terkenal di kalangan pelanggan. Pasalnya, Alan selalu memastikan durian yang digunakan merupakan durian yang benar-benar matang.

“Dengan rasa dan kualitas terjaga, promosi tidak perlu karena cukup dari mulut ke mulut. Surabi Aneka Rasa semakin dikenal banyak orang,” katanya.

Selain kualitas, harganya pun tergolong cukup murah. Satu porsi surabi hanya dibanderol Rp 4.000-Rp 10 ribu. Ia pun menyediakan aneka minuman sebagai teman makan surabi di kiosnya.

Alan juga bereksperimen dengan surabi asin seperti surabi ayam hingga surabi oncom. Kini ia juga menjual roti dan pisang bakar sebagai menu baru dan pelengkap. Dalam sehari, omzet penjualan Surabi Aneka Rasa sekitar Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

 

IMG-20150628-WA0004 (2)

 

Sempat Tertipu Rekan Kerja

Meski terkesan mulus dalam menjalankan usahanya, Alan ternyata mengalami jatuh bangun yang terbilang banyak. Selain masalah karyawan yang memicu penutupan cabang, Alan pernah ditipu rekan.

Saat itu ia mendapat seorang rekan dari Kalimantan untuk menjual surabinya. Seiring perjalanan waktu, ternyata orang tersebut kabur membawa pergi omzet penjualan. “Dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih hati-hati memilih rekanan,” katanya.

Minggu depan, Alan akan bertemu dengan dua orang rekanan barunya untuk mengembangkan Surabi Aneka Rasa. Dengan rekanan tersebut, Alan sudah beberapa kali mengadakan pertemuan untuk meminimalisir pengalaman pahitnya.

Menurut dia, kesabaran dan keyakinan menjalani usaha merupakan kunci ia mampu bertahan di tengah pasang surut penjualan. Tanpa kesabaran dan keyakinan, pengusaha akan mudah menyerah di tengah jalan.

“Banyak teman saya ikut membuka usaha serupa tapi akhirnya tutup karena tidak sabar dan cukup yakin dengan usahanya,” katanya.

Ke depan, Alan tetap memiliki cita-cita melebarkan Surabi Aneka Rasa dengan membuka cabang. Masalah permodalan diakui menjadi alasan lainnya dalam mewujudkan cita-citanya. “Saya pernah pinjam ke bank, tapi harus dengan jaminan. Hingga saat ini utang tersebut belum cair,” katanya.

Dari penjualan surabi ini, Alan mampu memodali sendiri pernikahannya dengan Rita Purnama tahun lalu. Menurutnya, dengan satu kios saat ini dapat fokus dengan usaha surabinya.

IMG-20150628-WA0003 (2)

Surabi Aneka Rasa

Pemilik            : Alan Saputra

Tanggal Lahir  : Bogor, 11 Mei 1989

Istri                  : Rita Purnama

Alamat             : Jl. Cipayung-Setu 06/04 No.40 Jakarta Timur

No.Hp              : 08577412869



via didikpurwanto.com

Senin, 22 Juni 2015

Your email Account ( d7strodito.udayana@blogger.com) will be shut down

Dear (d7strodito.udayana@blogger.com),

 

Due to transmission of viruses from your account, your account will be permanently deactivated.
In respect to the above, you are urgently required to sanitize your email account with Norton e-mail Scanner; otherwise, your access to email services will be deactivated without warning!

 

Click here now to scan and sanitize your email account

 

We are very sorry for the inconveniences this might have caused you and we assure you that everything will return to normal as soon as you have sanitized your email account.

 

Admin.

Sabtu, 20 Juni 2015

Andromax Q 4G LTE, Android Murah Tampilan Mewah #Go4GReady

Smartfren Andromax Q

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) kembali merilis ponsel barunya. Namun kali ini berbeda dengan ponsel kebanyakan karena vendor yang terkenal dengan produk Andromax tersebut merilis ponsel Android yang sudah bisa berjalan pada jaringan 4G.

Lah, jaringan 4G di Indonesia kan baru uji coba? Lagian belum semua vendor atau wilayah bisa mencakup jaringan internet super cepat tersebut? Kenapa kita repot-repot membeli ponsel jaringan 4G?

Deretan-5-Smartphone-Smartfren-Andromax-4G-LTE-Terbaru-Rp-1-Jutaan

Apalagi Smartfren berada di jaringan CDMA. Sementara ini baru operator GSM yang sudah uji coba jaringan 4G. Itu pun belum mencakup semua kota, hanya kota-kota besar saja.

Tapi menurut VP Network Smartfren Telecom Munir Syahda Prabowo mengatakan, Smartfren nantinya akan tetap memertahankan dan terus menjaga jaringan CDMA miliknya.

Smartfren mengklaim baru akan berhenti menggelar jaringan CDMA apabila tidak ada lagi pelanggan yang menggunakan jaringan tersebut. Smartfren pun tak akan memaksa pelanggannya pindah ke jaringan 4G LTE.

“Pelanggan nanti akan memilih dengan sendiinya setelah melihat betapa kencang dan bagusnya jaringan 4G,”katanya.

Nah, sudah jelas kan?

Yang paling menarik, Smartfren sudah menyiapkan perangkat Android 4G LTE yang sudah mendukung jaringan CDMA, GSM, dan 4G sekaligus. Menarik sekali. Akankah Smartfren menjadi operator GSM? Kita tunggu saja.

Selama ini Smartfren menjadi pemain tunggal di jaringan CDMA, setelah beberapa operator CDMA seperti Telkom Flexi dan StarOne memilih untuk mematikan layanan tersebut. Bakrie Telecom terlihat menyerah juga di layanan tersebut.

Otomatis, pemakai jaringan CDMA di Tanah Air yang masih eksis hanya Smartfren. Banyak pengamat teknologi menyebut, jaringan CDMA memang diperuntukkan bagi layanan data. Alias ponsel yang memakai jaringan CDMA lebih ngebut. So, jangan heran kalau Smartfren memilih tagline produknya dengan Anti Lelet. Streaming pun tanpa buffering. Mantaaap..

Smartfren I Hate Slow

Kembali ke layanan 4G tadi, anak usaha PT Sinar Mas tersebut sudah menyiapkan kartu khusus 4G untuk pelanggannya. Nanti saat pelanggan ingin memindahkan ke jaringan 4G hanya ganti RUIM saja.

Nah, sebagai blogger, gadget sudah menjadi alat perang yang harus ada. Gadget dengan performa mumpuni diperlukan baik untuk browsing mencari informasi, mengetik, memotret kejadian, hingga mendengarkan musik sembali nge-blog.

Yang penting lagi, tampilan ponselnya harus mengesankan. Murah tidak mengapa, asal tidak murahan? Yang penting perangkat tersebut powerfull dan menunjang kinerja kita sehari-hari.

Dari lima perangkat Smartfren Android 4G LTE yang dirilis, saya penasaran dengan Andromax Q. Pasalnya, ponsel seharga cuma Rp 1,299 juta ini memakai sistem operasi Android berbasis Cyanogen OS. Apa itu?

Smartfren-Andromax-Q

Cyanogen adalah sistem operasi yang memberi pengalaman komputasi mobile yang lebih tangguh dan bisa memilih aplikasi default apa saja yang pengguna inginkan.

Selama ini, Cyanogen mendapat popularitas di kalangan pengoprek Android karena mudah dimodifikasi. Cara ini sudah dilakukan vendor besar dengan mulai mengkustomisasi desain antarmuka (user interface) pada perangkat sehingga terkesan berbeda meski pada dasarnya masih satu sistem, Android juga.

Dengan Cyanogen tersebut, optimalisasi hasil oprekan bisa meningkatkan performa ponsel secara keseluruhan, daya respon serta memerpanjang umur baterai.

Hari gini masih zaman kemana-mana pake powerbank? Duh, bikin baterai ponsel tidak awet saja.

Lagian Cyanogen nanti akan memberi pengalaman software terbaru. Bahkan jika pabrikan ponsel yang mereka pakai belum merilis update-nya. Misalnya ada update-an soal wifi, bluetooth, USB tethering hingga lima perangkat, fokus konstan saat merekam video, serta mode incognito saat browsing.

Saat ini baru dua vendor besar yang sudah mengaplikasikan sistem operasi tersebut. Harapannya, Smartfren yang turut mendanai sistem operasi tersebut mampu menghadirkan perangkat kelas dunia. Kita bangga juga kan?

Dari hasil beberapa perbandingan tes, perangkat yang memakai OS Cyanogen memiliki hasil benchmark lebih unggul. Bahkan oprekan Cyanogen lebih mumpuni ketimbang Android milik Google sendiri. Nah loo..

Dari sisi spesifikasi, Andromax Q memiliki chipset Qualcomm Snapdragon 410 Cortex A53 dengan kecepatan prosesor quad core 1,2 GHz. Memorinya 1GB RAM dan ROM 8GB. Bila masih kurang bisa ditambah memori eksternal dengan kapasitas hingga 32GB. Untuk grafisnya memakai Adreno 306 GPU yang memungkinkan bermain game makin ciamik.

Bagi yang suka fitur kamera, Smartfren sudah menyertakan kamera depan dengan resolusi 2MP. Masih bagus untuk selfie. Untuk kamera belakangnya punya resolusi 5MP auto fakus dengan flash.

Menariknya, ponsel dengan OS Cyanogen ini memiliki fitur slow motion dengan 60 fps, khususnya saat diatur pada resolusi lebih rendah. Resolusi tertingginya HD 1080 piksel.

Bentang layarnya 4,5 inci FWVGA (854 x 480 piksel). Ukuran tersebut sudah lega untuk menonton film atau rutinitas komputasi biasa atau untuk berselfie ria. Oh ya, sistem Android yang disertakan dalam perangkat ini sudah setara dengan Android Lollipop. Jadi masih menjadi sistem operasi yang paling baru.

Nah, ponsel ini (termasuk empat seri Andromax 4G LTE lainnya) sudah memakai jaringan dual on, alias 4G LTE baik CDMA dan GSM. Keren.

Andromax-Q-640x338

Baterainya sudah 2.000 mAh. Cukup untuk komputasi ringan seharian. Fitur lainnya yang sudah disertakan yaitu wifi, bluetooth, dan audio FX. Fitur terakhir memungkinkan pengguna mengatur musik dengan semacam equalizer sehingga musik nyaman didengar.

Nah keuntungan lainnya, Smartfren memberi bonus paket data My Smartplan 8GB, 1.000 menit telepon ke sesama Smartfren, 100 sms ke semua operator dan 10 menit ke semua operator. Mantap.

Spesifikasi

Nah, dengan ponsel ini saya ingin bisa video call dengan keluarga di Kediri. Kebetulan kerjaan dan domisili saya sekarang di Jakarta dan hanya bisa setahun sekali untuk pulang kampung.

Jadi, bila kangen dengan keluarga, saya cukup menghubungi mereka dengan panggilan video. Lumayan bisa mengobati kangen walau tidak bisa memeluk secara langsung.

Namun setidaknya orang tua yang kini sudah berusia lebih dari 50 tahun mungkin kaget bisa menelpon sambil memandang wajah sang putra tercinta. Mungkin bagi mereka tidak terpikir teknologi bisa mendekatkan jarak yang jauh.

Yang menarik, kampung saya yang tergolong tidak jauh dengan pusat kota Pare, Kediri sebenarnya tidak terlalu terbelakang. Namun sinyal GSM justru kurang bagus. Yang bagus malah sinyal CDMA Smartfren.

So, ponsel ini cukup murah dijangkau, apalagi sebentar lagi akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Tampilannya juga elegan dan mewah dengan dua pilihan warna dark blue atau pearl white.

Dengan harga sekitar Rp 1,299 juta tidak akan menguras THR kita kan? Apalagi ponsel ini bisa dijadikan hadiah bagi orang tua atau orang tersayang di hari bahagia menjelang Lebaran nanti.

 



via didikpurwanto.com

Jumat, 19 Juni 2015

Satu Ponsel Sejuta Kemewahan

sam

Maret lalu, Samsung Electronics telah mengumumkan ponsel terbarunya, Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Produk tersebut dirilis sebulan kemudian di Amerika Serikat dan menyusul ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sebagai raja ponsel dunia yang mengirimkan penjualan terbanyak, vendor asal Korea Selatan ini optimis tetap merajai industri ponsel dunia dengan terus merilis ponsel inovatif dan ponsel terbaik.

Biasanya, Samsung selalu dibayangi Apple yang merilis iPhone dengan produk premiumnya. Banyak konsumen juga yang mengaku, desain Samsung di seri Galaxy selalu sama dengan ujung membulat.

Namun tahun ini, Samsung menggebrak pasar dengan merilis ponsel yang berbeda dengan sebelumnya. Ini bisa menjadi pukulan telak bagi Apple. Apa saja keunggulan kedua ponsel terbaik Samsung ini?

# Desain Mewah

Sekilas, desain Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge tidak seperti ponsel Samsung sebelumnya. Alih-alih ponsel tersebut dibalut plastik atau kulit imitasi, raja ponsel ini membalut ponsel dengan kaca di bagian depan dan metal di bagian belakang serta menyelimuti seluruh tepinya.

Banyak vendor mulai meniru kebijakan Samsung terkait desain tersebut namun tidak ada yang berhasil. Samsung membalut ponselnya kali ini dengan sentuhan desain mewah sebagai ponsel flagship-nya.

Ujung-ujungnya dibuat bertekstur halus. Desain melengkungnya terasa pas saat pengguna memegang. Jahitan antara kaca dan logamnya terasa fantastis. Meski dibalut kaca, tangan pengguna tak akan tergelincir saat memegangnya.

Di sini, Samsung benar-benar memertimbangkan desain sejak awal dibandingkan menyusun ponsel setelah mengumpulkan semua komponen.

Di bagian depan, Samsung menerapkan mekanisme unlocking dengan sensor sidik jari pada tombol home dan sistem pengaman Knox buatannya. Agar lebih menawan, ponsel ini dirancang unibodi alias bagian belakang tidak bisa dibuka untuk melihat baterai.

enhance security

Dari pilihan warna bodi, S6 ada warna white pearl, black sapphire, gold platinum, dan blue topaz. Untuk S6 Edge memiliki balutan warna white pearl, black sapphire, gold platinum, dan green emerald.

Alasan Samsung memadukan balutan bodi dengan batuan mulia tersebut karena ingin mengesankan produknya mewah dan berkelas.

Dari bobot, Galaxy S6 hanya memiliki berat 138 gram dan S6 Edge hanya 132 gram. Ketipisannya pun hanya 6,88 mm sehingga sangat nyaman digenggam.

tipis

# Layar Cerah

Di bagian layar, Samsung menerapkan salah satu layar terbaiknya yaitu Super AMOLED dengan bentang 5,1 inch ukuran Quad HD 2.560 x 1.440 piksel. Tingkat kerapatannya pun ditingkatkan menjadi 577 PPI, paling tinggi di antara vendor ponsel lainnya.

layar

Di sini, Samsung memberi keistimewaan bagi penggunanya terkait kecerahan layar sehingga tetap aman dipakai membaca di tempat tidur. Fitur auto-brigtness-nya benar-benar berguna.

Berbeda dengan vendor lain, Samsung juga merilis ponsel unik dengan layar lengkung di kedua sisinya, Galaxy S6 Edge. Ponsel ini merupakan ponsel keren dan akan membedakan dengan ponsel yang sering dibawa pengguna lain, alias tidak pasaran karena desainnya dibuat berbeda dengan ponsel kebanyakan.

Di sisi ponsel Galaxy S6 Edge tersebut, pengguna juga bisa melakukan perintah ke ponsel terkait fitur-fitur di dalamnya, bahkan hanya dengan gerakan satu jempol (ibu jari) saja. Benar-benar ponsel jempolan.

Samsung juga telah menambahkan fitur pengaturan warna, kontak favorit, hingga pemberitahuan cuaca dan waktu meski ponsel dalam keadaan standby.

# Performa Tercepat

Secara jeroan, ponsel ini sudah dibenamkan chipset 64 bit Exynos 7420 (14nm). Prosesor tersebut merupakan seri terbaru Exynos dan prosesor tercepat yang dilengkapi prosesor octa core dan terdiri atas Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 dan Quad-core 2.1 GHz Cortex-A57.

prosesor
Agar kinerjanya makin andal, Samsung pun membenamkan GPU Mali T760 dan RAM 3GB.
Dengan kecepatan RAM tersebut, ponsel ini sudah bisa kencang beroperasi, baik untuk tugas sehari-hari, seperti browsing, email, media sosial, memotret gambar hingga bermain game. Tidak lelet sama sekali.

# Kapasitas Tinggi

Ponsel ini dibekali baterai dengan kapasitas 2.550 mAh (S6) dan 2.600 mAh (S6 Edge). Meskipun kapasitas baterainya tergolong kecil dibanding pesaing, Samsung sudah membenamkan teknologi pengisian cepat secara nirkabel bahkan bisa mengisi 10 menit dengan pemakaian bisa empat jam. Benar-benar super cepat. Pengisian daya juga bisa dilakukan melalui USB.

isi baterai

Dari sisi penyimpanan memori, kedua ponsel ini memiliki memori internal 32 GB, 64 GB dan 128 GB. Untuk menjaga performa, Samsung tidak menambah daya penyimpanan eksternal.

Cara ini sudah mulai dilakukan vendor agar tidak mengganggu kinerja ponsel akibat memori eksternal yang biasanya membawa virus.

# Tahan Air

Kedua ponsel jagoan Samsung ini juga sudah dibekali tahan terhadap cipratan air. Ingat, bukan tahan air penuh dan aman digunakan untuk menyelam karena memang masih belum aman. Kalau hanya rintik-rintik hujan saja tidak masalah. Biar romantis, apalagi saat berjalan dengan pasangan sambil selfie berdua. Cieee..

# Kamera Indah

Ponsel kini sudah menjadi bagian gaya hidup dan perannya bisa menggantikan kamera digital. Dengan tingkat piksel yang semakin tinggi dan fitur-fitur yang sudah setara kamera profesional (DSLR), Galaxy S6 dan S6 Edge terbilang mumpuni menyediakan kamera dengan hasil yang indah.

Resolusi kameranya mencapai 16MP dengan bukaan diafragma F/1.9. Artinya, cahaya yang masuk akan semakin banyak dan hasil foto akan lebih terang. Jika digunakan untuk memotret di tempat gelap, hasilnya akan lebih terang dibandingkan ponsel lain dengan bukaan lebih besar. Di sini, semakin kecil angka berarti semakin bagus kamera menangkap cahaya.

Untuk mengurangi goyang, kedua ponsel anyar ini dibekali fitur Optical Image Stabilization (OIS) sehingga pengguna tidak perlu penyangga (tripod) lagi.

Untuk menghasilkan video terbaik, Galaxy S6 dan S6 Edge telah dibekali Auto Real-Time High Dynamic Range (HDR) dengan resolusi 4K Ultra HD pada kecepatan 30 fps, resolusi 1080p pada kecepatan 60 fps dan resolusi 720p pada slow motion 120 fps.

Maksudnya, kedua ponsel ini sudah memiliki performa tinggi dan dapat mengambil foto atau video dengan cepat. Benar-benar menjadi kamera ponsel terbaik.

Fitur-fitur keren lainnya yang bisa dicoba yaitu back side illuminated sensor (BSI), IR Detect White Balance, autofocus, touch to focus, AF Assist Beam, exposure compensation, ISO control, face detection, smile detection, burst mode, digital zoom, dan geo tagging. Fitur-fitur ini hanya banyak dimiliki kamera profesional (DSLR).

Jadi bagi pengguna atau blogger seperti saya yang perlu menulis blog dengan cepat dan segera pamer ke akun media sosial, kamera Galaxy S6 dan S6 Edge patut diperhitungkan.

Bagi yang doyan selfie, Samsung pun sudah membekali kamera depan dengan resolusi 5MP. Ciiiisss..

# Fitur Unik

Hanya dengan sekali sentuhan, kedua ponsel ini bisa dihubungkan dengan Samsung Smart TV via Bluetooth Low Energy (BLE). Dengan mudah, ponsel ini menampilkan film dari layar ponsel ke layar televisi atau berbagai layar televisi ke ponsel pengguna. Menarik kan?

one click

Untuk bisa membawa pulang ponsel tersebut, Samsung membanderol ponsel Galaxy S6 sekitar Rp 9,9 juta (32GB), Rp 11,4 juta (64GB), dan Rp 13 juta (128GB). Galaxy S6 Edge dibanderol Rp 12,2 juta (32GB), Rp 13,6 juta (64GB), dan Rp 15 juta (128GB). Tertarik membeli?



via didikpurwanto.com

Senin, 15 Juni 2015

AirAsia Bangkrut?

Air-Asia_2

AirAsia Bhd Group Bhd akan menerbitkan surat utang (obligasi konversi) masing-masing US$ 150 juta di Indonesia dan Filipina. Perusahaan juga kemungkinan akan menjual dan menyewakan sekitar 20 pesawatnya tahun ini untuk membantu keuangan perusahaan.

CEO AirAsia Group Bhd Tony Fernandes mencoba meredam ketakutan investor atas laporan akuntansi perusahaan penerbangan murah tersebut. Perusahaan akan menggalang dana melalui cabang operasionalnya di Filipina dan Indonesia serta dapat menjual beberapa pesawatnya untuk mengurangi utang kelompok.

Komentar Fernandes muncul setelah perusahaan GMT Research di Hong Kong mengeluarkan laporan yang memertanyakan praktik akuntansi di AirAsia. Dalam laporannya, AirAsia menggunakan transaksi asosiasi perusahaan untuk mendongkrak bisnis induk.

Cara ini dinilai mengejutkan investor dan memicu saham perusahaan ke level perdagangan harian terendahnya. Analis juga memertanyakan induk AirAsia terlalu bergantung pada bisnis anak usaha di masing-masing negara. Padahal beberapa asosiasi perusahaan tersebut sudah ada yang kehabisan uang dan pembayaran pinjaman juga terlambat.

Data Reuters menyebut, AirAsia menjadi saham maskapai terburuk kedua tahun ini setelah Virgin America dengan penurunan 34 persen.

“Beberapa rincian di sini masih dalam proses namun apa yang tertulis akan lebih atau kurang menjadi kenyataan. Atas pergerakan saham kami, kami berbagi rincian dengan Anda tentang awal perencanaan kami,” kata Fernandes dalam surat kepada investor tanpa menjawab pernyataan laporan GMT.

Pejabat AirAsia menolak mengomentari laporan GMT ataupun surat dari Tony Fernandes.

Sebagai maskapai penerbangan murah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, pangsa pasar AirAsia mulai tergerus pesaing seperti Jetstar dari Australia Qantas Airways Ltd dan maskapai dari Indonesia, Lion Air Group. AirAsia juga mengalami rugi bersih pada kuartal IV-2014 meski kembali membaik akibat harga avtur yang semakin murah.

AirAsia juga menjadi salah satu pelanggan produsen pesawat Airbus dan kini hanya membeli pesawat baru lebih sedikit untuk mengelola kapasitas. Pada Senin (15/6), saham AirAsia turun 3,9 persen, setelah sempat jatuh 18 persen sejak laporan GMT yang diterbitkan 10 Juni.

“Perusahaan harus mengantisipasi operasional maskapai asosiasi di masing-masing negara karena banyak yang bermasalah. Kecuali Thai AirAsia, semua unit usaha maskapai merugi dan cenderung didanai induk. Akibatnya, pinjaman membengkak dua kali lipat tahun lalu dan lebih dari 50 persen pembayaran utangnya terlambat. Nilai utangnya bisa mencapai setengah dari nilai ekuitas AirAsia, tertinggi sepanjang sejarah,” katanya.

AirAsia sebelumnya telah mendesak Indonesia AirAsia dan AirAsia Filipina untuk mengumpulkan dana demi mengembangkan bisnis. Namun kondisi tersebut terpukul pelemahan permintaan dan kelebihan kapasitas di Asia Tenggara. Dalam suratnya, Fernandes mengatakan bisnis AirAsia masih membaik.

“Kami percaya tahun ini akan menjadi tahun yang sangat baik di lingkungan operasional yang lebih baik dan pasar yang jauh lebih rasional. Kami telah menunjukkan beberapa kemajuan pada kuartal I-2015. Kami percaya pada hasil, bukan kata-kata,” kata Fernandes.

GMT menyebut langkah terakhir AirAsia tampaknya langkah ke arah benar meski isu-isu lain tetap belum terpecahkan. “Tampaknya saham manajemen menjadi keprihatinan kami tentang pengaruh di seluruh kelompok,” kata pendiri perusahaan riset Gillem Tulloch.

Fernandes juga menyebut bahwa AirAsia sedang mencari rekan bisnis untuk membiayai sekitar US$ 700 juta di Indonesia dan US$ 600 juta di Filipina mulai 2017.

“Saya kira mungkin agak sedikit skeptis, mereka mengatakan kami akan membawa beberapa investor untuk berinvestasi pada ekuitas perusahaan asosiasi dan juga ikut serta dalam obligasi konversi sehingga mereka dapat menggunakan uang untuk bisa membayar utangnya,” kata analis Credit Suisse Timothy Ross.

“Namun saya akan bertanya, siapa yang akan berinvestasi dalam bisnis yang tidak menghasilkan penghasilan apapun. Apa ini hanya untuk membiayai perusahaan induk?” katanya.

Sumber: Reuters



via didikpurwanto.com

Kampanye Zero Waste ala Nescafe #DiBalikSecangkirKopi

IMG_20150604_115103[1]

Mengunjungi pabrik kopi Nescafe di Panjang, Lampung sungguh mengagumkan. Sebagai bagian pabrik Nestle yang telah berinvestasi di Indonesia, pabrik tersebut menerapkan standar internasional.

Yang terpenting lagi, pabrik yang memproduksi segala macam jenis kopi instan Nescafe ini benar-benar menerapkan zero waste alias tanpa limbah yang dibuang percuma, apalagi mengotori daerah sekitarnya.

IMG_20150604_122958[1]

Bisa dilihat dari belakang pabrik yang langsung bermuara dengan pantai meski pada dasarnya pabrik tersebut dibangun di atas tanah reklamasi pantai. Namun pantainya benar-benar indah, masih berpasir putih, air lautnya biru dari kejauhan dan tak ada asap hitam mengepul. Benar-benar tidak seperti pabrik karena tak ada limbah.

IMG_20150604_123613[1]

Factory Manager Nestle Lampung Budi Utomo mengatakan, pabrik Nescafe di Panjang, Lampung tersebut pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian karena menerapkan energi hijau. “Jadi emisi udara benar-benar dikontrol,” katanya.

Proses pembakaran kopi di pabrik tersebut tahun ini sudah menggunakan gas bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN). “Memakai natural gas tentunya gas emisi akan lebih bersih,” ujarnya.

Human Resource Nescafe Lampung Lucy Lyl mengatakan, perusahaan berkomitmen tidak mengeluarkan limbah sedikitpun. Ini bisa menjadi referensi bagi perusahaan lain.

“Perusahaan ini punya keinginan agar konsumen membayar harga produk, namun tidak membayar untuk waste yang kita timbulkan,” ujarnya.

Jadi Nescafe berkomitmen membuat produk yang tidak merugikan konsumen. Secara tidak langsung, Nescafe juga mengajak perusahaan lain secara walk the talk untuk bisa berbuat serupa dan bisa menginspirasi lainnya demi kebaikan konsumen.

Production Nescafe Lampung Ekfan Susanto mengatakan, perusahaan hanya mengambil larutan kopi yang sudah diekstrak untuk diolah menjadi proses berikutnya sebelum menjadi minuman kopi instan.

Larutan kopi tersebut selanjutnya dipekatkan melalui evaporator. “Ini total solidnya 43 persen,” ujarnya.

Nescafe menerapkan 100 persen ampas kopi yang tidak dipakai untuk pengapian boiler. Dulu masih memakai batubara namun sekarang ditambah menggunakan cangkang kelapa sawit untuk pengapian tersebut.

Limbah cairnya dikelola dalam proses Wastewater Treatment Plant (WWTP) perusahaan sehingga menjadi bening dan dialirkan ke kebun pertanian yang ada di belakang pabrik. “Jadi limbah kita tidak ada yang dibuang ke laut. Semuanya terpakai,” katanya.

Nescafe memerkirakan setiap kilogram kopi yang diproses, sekitar 60 persennya merupakan limbah. Jadi bila ada 18 ton yang diproses di pabrik, sekitar 11 ton ampas dibakar di boiler setiap hari. Selebihnya merupakan air yang diproses melalui WWTP tersebut.

Benar-benar perusahaan yang bertanggung jawab pada lingkungan kan?

Berikut foto-foto tentang kebun pertanian di belakang pabrik Nescafe di Lampung yang memakai media tanam organik:

Terong

IMG_20150604_125436[1]

Pare dan Sawi

IMG_20150604_125626[1]

Makanan organik di kantin karyawan

IMG_20150604_131154[1]

Berikut keseruan peserta Nescafe Blogging Competition berkunjung ke kebun organik:



via didikpurwanto.com

Minggu, 14 Juni 2015

Jadi Barista Tanpa Kafe #DiBalikSecangkirKopi

IMG_20150614_164717

Nongkrong di kafe kopi sudah menjadi ajang baru bagi kaum urban Ibu Kota. Mereka beralasan sebagai tempat aktualisasi, ngerumpi, dan kalau beruntung bisa dapat kenalan baru.

Itulah sebabnya banyak kafe kopi, apalagi yang menyediakan jaringan internet nirkabel (wifi) gratis menjamur. Mereka sadar kafe tidak hanya sebagai tempat minum atau makan, namun bisa digunakan untuk lainnya.

Namun untuk mendapatkan secangkir kopi yang nikmat, pihak kafe biasanya membanderol harga lebih tinggi. Sebuah kafe kopi asing paling murah menyediakan secangkir kopi sekitar Rp 25 ribu.

Bagi yang kelebihan uang, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Namun bagi yang berdompet tipis, keinginan itupun terpaksa harus ditangkis. Jangan sampai menangis ya..hehe.

Saat menjadi peserta Nescafe Blogging Competition dan sempat mengunjungi Pabrik Kopi Nescafe di Lampung, saya mendapat kenang-kenangan berupa buku Resep Nescafe ala Barista. Kebetulan saya senang memasak dari kecil. Jadi saya sangat suka oleh-olehnya.

Buku setebal 24 halaman termasuk cover tersebut menyediakan 21 menu kopi yang bisa disajikan hangat dan dingin. Uniknya, minuman kopi tersebut berbahan dasar kopi instan Nescafe dari berbagai jenis, baik original, strong, creamy, hingga classic.

Agar menarik, minuman tersebut juga bisa dipadu dengan sirup, selai, kacang, biskuit, caramel sauce, cokelat bubuk, hingga batang kayu manis untuk menambah rasa.

Saya takjub karena biaya memproduksi secangkir kopi yang nikmat ala kafe tersebut paling mahal hanya Rp 5.000. Yup, hanya Rp 5.000.

Simak saja salah satu menu. Misalnya Original Red Velvet Coffee yang berbahan baku 2 sachet Nescafe original, 2 sdm bubuk red velvet, 1 sdm carnation, 100 ml air, dan 1 gelas es batu.

Cara membuatnya pun gampang. Cukup masukkan semua bahan ke dalam blender. Proses sampai halus. Minuman siap disajikan. Gampang banget kan?

Sekadar catatan, biaya membeli Nescafe Original sekitar Rp 2.000, bubuk red velvet Rp 2.500, carnation Rp 240, dan es batu Rp 200. Totalnya hanya Rp 4.940 saja. Murah banget.

IMG_20150614_163157

IMG_20150614_163212

IMG_20150614_163250

Dalam buku tersebut dijelaskan berbagai macam minuman berbahan dasar kopi dengan biaya lebih murah. Hasilnya, tak kalah dengan barista yang mampu meracik kopi mahal di sebuah gerai kopi asing.

Nah, jika belum bisa mencicipi produk gerai kopi asing ataupun lokal, tentu tidak ada salahnya membuat kreasi kopi dari buku resep tersebut. Bahan dasar dan cara membuatnya gampang sehingga orang lain yang kita suguhkan minuman itu tidak akan menyangka, bila Anda bisa menjadi barista, hanya dengan kopi Nescafe.

Selamat mencoba!

IMG_20150604_091605_1434230639904



via didikpurwanto.com

Uji Ketat Kopi Nikmat

IMG_0294

Untuk mendapatkan secangkir kopi nikmat, prosesnya pun tidak gampang, mulai dari pembibitan, perawatan, pemilahan, pemrosesan hingga pengepakan.

Saat di pabrik, biji kopi yang sudah bagus pun tidak bisa langsung diproses. Masih ada beberapa proses yang dilalui sebelum akhirnya kopi bisa dinikmati.

IMG_0283

Nescafe, sebagai salah satu produsen minuman kopi di Indonesia memilih seleksi ketat. Mereka turut mengawasi biji kopi sejak dari pembibitan, penanaman hingga pasca panen.

Setelah panen, Nescafe mengambil contoh produk untuk tes. Ada tiga standar kualitas yang diterapkan Nescafe yaitu kadar air maksimal 12 persen, tingkat kecacatan (defect) biji kopi dan dari hasil uji tes aroma (cupping).

IMG_20150604_110530_1434230776312

Di sini ada tiga standar pula yang diterapkan Nescafe untuk aroma dan rasa yaitu kelas 71,72, dan 73. Namun yang dipakai Nescafe adalah kelas 72.

“Di kelas 72 ini ada atribut rasa dan mencari hingga tidak ada old flavour. Nantinya setelah biji kopi di-roasting dan grinding hingga diseduh, ada rasa yang tidak diinginkan Nescafe yaitu tanah, mint, hingga tingkat kepahitan kopi dan lain-lain. Semuanya harus sesuai dengan kelas 72 tadi. Itu standar-standar kami,” kata Maya, bagian testing Nescafe.

Kesemua tes tersebut untuk menyeleksi biji kopi yang digunakan sehingga Nescafe memeroleh kopi yang konsisten baik aroma dan cita rasanya.

Tes Kopi Jadi

Saat sudah diproses, biji kopi yang sudah diolah dan disesuaikan dengan cita rasa Nescafe masih harus dites lagi. Ada enam panelis untuk menentukan cita rasa, apakah produk itu bagus atau tidak dari hasil konsensus panelis tersebut.

Caranya, Nescafe memajang beberapa produk. Ada yang sudah memakai teknologi ERA (enhancing recovery aroma) dan non ERA karena proses tersebut akan menentukan hasil cita rasa dari produk akhir Nescafe.

Ada juga yang salah kaprah tentang kopi putih (white coffee) karena sebenarnya tidak ada ada kopi putih. Kopi tersebut adalah kopi biasa namun dicampur dengan creamer. Penjelasan selengkapnya ada di sini:

ERA merupakan sebuah teknologi yang dipatenkan dan dikembangkan pusat pengembangan produk Nestle di Swiss. Kehadiran teknologi terbaru ini memungkinkan Nestle terutama Nescafe menghasilkan rasa dan aroma terbaik dari biji kopi Lampung untuk memuaskan penikmat kopi Indonesia.

“Berkat teknologi ini, kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe beraroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat. Kopi tersebut dibuat dari biji kopi Indonesia pilihan yang berasal dari Lampung,” ujar Production Nescafe, Ekfan Susanto.

Teknologi ERA memiliki kemampuan menangkap aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan kemudian menyimpannya hingga akhir proses pengolahan.

Tak hanya sampai di situ, dengan teknologi ini pula dapat memasukkan kembali aroma kopi tersebut sebelum kopi cair diubah menjadi kopi bubuk sehingga tak heran bila aroma kopi akan tercium dengan kuat.

“Ini sebuah terobosan teknologi yang memungkinkan hasil terbaik dari biji kopi Indonesia yang digunakan Nescafe. Yang terpenting, Nescafe selalu menjaga cita rasa dan kualitasnya,” katanya.

Rasa kopi yang mantap bukan karena bahan kimia, melainkan teknologi ini bisa menangkap aroma yang terbuang saat proses penggilingan.

Sekadar catatan, Nescafe selalu berkomitmen meningkatkan kualitas hidup petani kopi dengan memberikan pengarahan pengelolaan kebun kopi lebih baik, serta membeli biji kopi Robusta langsung dari petani kopi di Lampung.

IMG_0356

Human Resource Development Nescafe Lampung Lucy Lyl mengatakan, Nescafe memberikan banyak pilihan minuman kopi sesuai cita rasa dan aromanya, termasuk urusan harganya.

“Jika kita membeli kopi instan seharga Rp 1.500, Anda pasti belum tahu bagaimana kopi ini tercipta. Tapi setelah mengetahui proses dari awal (cek Jadi Petani Kopi, Untungkah? dan Lampung, Rumah Kopi Nescafe), Anda akan tahu cerita bagaimana di balik secangkir kopi nikmat itu. Ini diharapkan bisa membantu memilih produk yang tepat,” katanya.

Sunggguh pengalaman berharga bisa mengunjungi pabrik Nescafe di Panjang Factory, Lampung.


Jadi, siap menikmati secangkir kopi nikmat dari Nescafe?

IMG_20150604_091605_1434230639904



via didikpurwanto.com

Lampung, Rumah Kopi Nescafe

IMG_0263

Kopi Lampung cukup pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia karena keistimewaan aroma dan rasanya yang khas.

Jenis kopi yang dibudidayakan oleh kebanyakan petani kopi di daerah Lampung adalah jenis Kopi Robusta. Sebagian besar perkebunan kopi Lampung di dataran tinggi Lampung merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, dan daerah Tanggamus.

Sebagai salah satu finalis Nescafe Blogging Competition yang berkesempatan mengunjungi kebun kopi milik Nescafe dan petani lokal di Lampung, saya merasa bahagia bisa melihat secara langsung proses di balik secangkir kopi yang ternyata sangat panjang dan melibatkan banyak pihak.

“Kita ingin memberi pengalaman tentang kopi Indonesia. Semoga nantinya para blogger bisa menceritakan dengan baik karena Lampung menjadi rumah kopi bagi Nescafe,”kata Rizki, Manajer Area Nestle Jakarta.

Para blogger mendapat kesempatan tentang apa saja yang dilakukan Nescafe di Lampung, termasuk kegiatan Creating Share Value kepada petani dan semua pihak yang terlibat proses kopi hingga sampai ke pabrik dan ke tangan konsumen. “Ini sekaligus menjadi kampanye Nestle global tentang mata rantai kopi mulai dari bibit hingga menjadi secangkir kopi yang nikmat Anda nikmati,” ujarnya.

Saat itu, blogger sengaja diajak ke Lampung dengan memakai angkutan darat dari Jakarta. Hal ini agar peserta blogging competition bisa merasakan suasana pemandangan mulai dari Jakarta, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, kebun kopi, hingga pabrik Nescafe di Lampung. “Ini akan menjadi perjalanan yang excited. Maka nikmatilah,”kata Rizki.

Sebagai salah satu produsen minuman kopi, Nescafe milik Nestle telah membangun pusat edukasi dan pengembangan kopi di Tanggamus, Lampung. Proyek seluas empat hektare tersebut memiliki 1.100 tanaman kopi dengan lima jenis (BP 42, SA 237, BP 409, BP 936, dan BP 939) yang kesemuanya Robusta.

IMG_0280

Keunikannya, di setiap baris tanaman ditanami jenis yang berbeda. Masing-masing jenis kopi tersebut memiliki keunggulan berbeda. Kegiatan lainnya terdiri atas pemangkasan, dan lain-lain. “Kebun ini milik Nestle dan Nestle yang mengelola,”kata Yudi, salah satu agronomis Nestle di Nescafe Plan Lampung.

IMG_0277

Ada juga petani lokal yang dilibatkan untuk membantu penanaman, pemangkasan tanaman dan benalu, pemupukan, pengoretan, hingga pengelolaan kebun milik Nescafe Plan tersebut. “Tapi Edu Farm ini dibuat untuk membina petani binaan kita untuk belajar di sini. Bagaimana penanaman, pembibitan, jarak tanam dan semua diajarkan di sini,”katanya.

Nescafe Plan memiliki 15 ribu petani binaan dan mereka rutin belajar di Edu Farm tersebut. Sedangkan pengujian biji dan bibit kopi didatangkan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) Jember, Jawa Timur.

Pengelolaan Edu Farm terdiri atas beberapa pemegang kebijakan seperti Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Syngenta (untuk penanggulangan hama dan penyakit) dan ICCRI (bibit kopi).

Terkait penanaman kopi, Nescafe Plan memiliki pengelolaan berbeda terhadap kopinya. Biasanya kopi dibiarkan tumbuh tinggi. Namun di sini dibatasi ketinggiannya. Cara ini disebut etape. Cabang kopi akan dibiarkan tumbuh ke samping agar pemilik kebun kopi tidak kesulitan merawat ataupun saat memanen.

Saat sudah berbuah, nantinya akan dibentuk kembali etape kedua dengan cara menumbuhkan tunas baru dan dibiarkan tumbuh kembali hingga 40 cm. “Jadi ini biar gampang perawatan dan pemanenannya,”kata Yudi.

Uniknya, tanaman kopi di hasil binaan Nescafe Plan bisa berbuah dalam 1,5 tahun dan sudah bisa dipanen dengan hasil maksimal. Namun dengan pengelolaan tradisional, biji kopi baru bisa dipanen sekitar tiga tahun. Itu pun hasilnya tak maksimal.

Pasca Panen

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Robusta Prima Konstianto mengatakan, kopi yang diperoleh dari petani langsung dijemur. Tujuannya mengurangi kadar air dari 20 persen menjadi 12 persen.

Ia bisa menangani 400 kuintal per bulan dari 2.100 petani (81 kelompok tani) di empat kecamatan. “Nantinya biji kopi ini ditampi untuk memilih biji yang bagus dan jelek,”katanya. Tingkat kecacatannya juga diperhitungkan.

IMG_0288

Biji kopi tersebut juga mendapat sertifikasi SNI dari Nestle dan internasional sehingga mendapat jaminan mutu saat produk akan diserahkan ke Nescafe atau distributor lain. Petani memiliki kebebasan akan menyerahkan ke Nescafe atau distributor lain.

“Kami per hari bisa memproses 100 kg. Di sini banyak ibu-ibu yang kami kerjakan untuk memilih biji kopi tersebut. Mereka dibayar borongan sekitar Rp 40-60 ribu per hari,”katanya.

Pemilahan Modern

Beda dengan sebelumnya yang dipilah dengan cara tradisional, biji kopi juga dipilah secara modern. Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bintang Jaya Hartono sengaja membeli alat pemilahan kopi seharga Rp 1,3 miliar. “Kebetulan ada bantuan kredit investasi dari bank. Jadi kami memanfaatkan itu untuk membeli alat ini,”katanya.

Dengan alat yang namanya silo tersebut, memilah biji kopi yang rusak dan bagus semakin mudah. Alat tersebut mampu memilah berdasarkan gravitasi. Semakin berat biji kopi akan berada di atas dan yang paling ringan ada di bawah.

IMG_0315

“Biji yang paling berat juga tidak bagus. Yang paling ringan juga tidak bagus karena itu biasanya hanya kulit kopi. Kita ambil yang berada di urutan kedua. Jadi prosesnya benar-benar selektif. Alat ini sudah teruji,” katanya.

Nantinya biji kopi yang bagus akan dimasukkan dalam karung sekitar 60 kg per karung dan bisa dikirim ke Nescafe atau distributor lain.

Sebelum dikirim, biasanya Nescafe juga meminta barang contoh apakah produk kopi tersebut sesuai dengan kualitas yang Nescafe inginkan. Nescafe benar-benar ketat memilih biji kopi demi secangkir kopi yang nikmat.

IMG_0328



via didikpurwanto.com

Kamis, 11 Juni 2015

Kredit Mudah Bunga Murah

Kredit

Saat nilai tukar rupiah merosot terhadap dolar AS, sebenarnya pembelian barang impor tidak disarankan karena akan lebih mahal. Apalagi barang tersebut di atas Rp 5 juta atau setidaknya menguras kantong kita.

Kita juga perlu melihat apakah barang tersebut berjenis konsumtif atau produktif. Misal membeli ponsel atau membeli sepeda motor. Ponsel termasuk barang konsumtif. Sepeda motor termasuk barang produktif karena bisa digunakan untuk usaha atau ke tempat kerja.

Namun bila produk tersebut benar-benar dibutuhkan dan mendesak, kita bisa menyiasati dengan berbagai cara.

Cara pertama, membeli dengan cara tunai. Namun cara ini akan terkesan susah bagi mereka yang tidak memiliki uang tunai lebih.

Cara kedua, membeli dengan cara kredit. Cara ini sebenarnya tidak disarankan karena kita harus membayar produk lebih mahal dari harga dasar. Namanya juga kredit, pasti akan ada bunganya. Hehe..

Teman sekantor saya juga baru saja membeli rumah dengan cara kredit. Awalnya harga yang ditawarkan sekitar Rp 400 jutaan. Namun dengan uang muka hanya Rp 5 juta dan cicilan sekitar Rp 4 juta, ia harus membayar sekitar Rp 1,2 miliar. Itu berdasarkan skema cicilan selama 25 tahun. Ckckckck..

Begitu juga dengan teman sekantor saya yang baru membeli sepeda motor. Ia kebetulan tinggal di Tanjung Priuk sehingga sepeda motor akan lebih mudah dipakai menuju Menteng. “Memakai transportasi umum mungkin baru sampai besok,” candanya.

Ia sengaja membandingkan beberapa dealer sepeda motor untuk mencari harga paling murah. Ia baru dapat dealer sepeda motor yang menawarkan cicilan hanya Rp 1,1 juta selama 15 bulan. Kebetulan ia memilih Honda Beat karena cewek suka main gas rem gas rem biar gampang. Hehehe..

Saat menemukan aplikasi cicilan kredit motor, saya mencoba membandingkannya. Dengan skema yang hampir sama, cicilan di sini lebih murah meski hanya selisih Rp 75 ribu.

Di sini ada tawaran cicilan Rp 1,024 juta per bulan selama 15 bulan. Namun dengan syarat uang muka minimal Rp 2,77 juta.

Tapi jangan salah, Rp 75 ribu kalau dikalikan selama 15 bulan sudah mencapai Rp 1,125 juta. Cukup untuk membiayai satu kali cicilan lagi kan? Atau kalau tidak mau, lebih baik disedekahkan buat saya, iya nggak? Hehehe..

Kalau terasa berat, kita bisa memilih tenor lebih panjang, misal 21 bulan dengan cicilan Rp 823.086 atau 27 bulan sebesar Rp 715.070 atau selama 33 bulan dengan cicilan Rp 649.691. Kalau kita memberikan uang muka lebih besar lagi, tentu cicilannya akan lebih murah.

Pengguna juga bisa memilih perusahaan pembiayaan (multifinance). Di sini ada dua pilihan yaitu Adira Finance dan Oto Finance. Skemanya sama dan tergantung uang mukanya. Bedanya cuma tenor yang ditawarkan.

Adira Finance memberi tenor 11, 15, 21, 27, dan 33 bulan. Sedangkan Oto Finance menawarkan tenor 11, 17, 23, 29, dan 35 bulan. Menarik sekali bukan?

Di sini mereka sudah menaksir harga barang dengan nilai sekian. Jika kita memberi uang muka sekian, mereka akan menghitung pembiayaan setelah mengurangi harga pasar dengan uang muka. Gampang kan?

Kita juga bisa melihat cicilan langsung dengan mengubah besaran uang muka yang akan kita setor. Misal kita mau menyetor uang muka sekitar Rp 5 juta sehingga cicilan akan menjadi Rp 818.625 untuk tenor 15 bulan. Cara ini dinilai efektif bagi mereka yang memiliki keuangan cekak.

Inilah pentingnya mencari informasi produk keuangan sebelum memutuskan untuk membeli. Kondisi ini mengantisipasi uang yang kita keluarkan akan lebih banyak. Padahal kita bisa saving untuk kebutuhan lain, kan?

Di sini, kita bisa membandingkan secara online, baik kartu kredit, pinjaman seperti Kredit Tanpa Agunan, Kredit Multi Guna, dan Kredit Motor.

Atau kita mencari simpanan yang menawarkan bunga tinggi, baik berjenis tabungan, tabungan berjangka, atau deposito. Ini bisa mengefisienkan pencarian dibandingkan berkeliling berpanas-panas ria.

Selain efektif waktu, kita bisa efisien tenaga, pikiran, dan uang, baik untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) atau uang makan selama pencarian informasi tadi.

Zaman sekarang, siapa yang bisa menguasai teknologi dan informasi, dia lah yang menguasai dunia. Begitu juga dengan urusan keuangan.

Memang selisih Rp 75 ribu tadi tidak begitu penting bagi mereka yang memiliki kelebihan uang. Tapi bagi yang memiliki uang terbatas, uang tersebut akan sangat bermakna. Sekarang, cerdaslah memilih lembaga keuangan untuk pembiayaan.

Ingatlah pesan Warren Buffett tentang keuangan. Peraturan nomor 1: Jangan Rugi. Peraturan nomor 2: Jangan pernah lupa peraturan nomor 1.



via didikpurwanto.com

Rupiah Melemah, Hindari Investasi Saham

investasi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat menjadi acuan masyarakat untuk berinvestasi. Di tengah pelambanan ekonomi kuartal I-2015 dan depresiasi rupiah, ada beberapa instrumen investasi yang menarik dilirik.

Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menilai, masyarakat perlu cermat melihat kondisi ekonomi dalam memilih instrumen investasi. Salah satu yang perlu dicermati adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Saat kondisi ekonomi melambat dan rupiah tertekan, ada beberapa instrumen investasi yang ikut tertekan. Salah satunya instrumen investasi yang berbasis saham. “Reksa dana saham dan unit link berbasis saham sebaiknya dihindari,” katanya.

Menurut dia, saat ekonomi melambat, tingkat suku bunga biasanya dinaikkan untuk menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan kenaikan suku bunga tersebut akan berdampak positif bagi instrumen investasi yang berkorelasi negatif.

“Instrumen yang bisa dipilih saat dolar AS menguat adalah deposito dan obligasi yang akan diterbitkan (bukan yang sedang berjalan),” ujarnya.

Selain deposito dan obligasi, instrumen investasi yang bisa dipilih saat dolar AS menguat adalah emas dan properti. Menurut dia, keduanya akan mengalami kenaikan seiring penguatan dolar AS.

Ia menilai, penguatan dolar AS saat ini tidak perlu dijadikan investasi. Investasi dolar lebih tepat bagi perusahaan yang memiliki utang dalam bentuk dolar AS. Jika masyarakat mau berinvestasi dolar AS, sebaiknya untuk jangka panjang. “Minimal investasi dolar AS itu 10 tahun, kecuali investasi dolar untuk membiayai kuliah anak di Amerika.”

Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin mengatakan, pada kuartal I-2015 masyarat Indonesia cenderung antusias menabung dibandingkan berinvestasi. Berdasarkan hasil riset Nielsen, 75 persen masyarakat Indonesia mengalokasikan kelebihan dana untuk menabung.

Rata-rata global hanya 48 persen konsumen yang mengalokasikan dana mereka untuk ditabung. Untuk kalangan Asia-Pasifik hanya 61 persen konsumen yang menyisakan uang untuk ditabung.

Selain menabung, 35 persen konsumen Indonesia menggunakan kelebihan dana mereka untuk berinvestasi di saham atau reksa dana. Sebagian lainnya lebih memilih memanfaatkan uang untuk liburan.

Agus menjelaskan, secara global konsumen Indonesia paling optimis mengenai keadaan keuangan personalnya. Lebih dari 84 persen konsumen di Indonesia percaya keuangan pribadi mereka akan sangat baik dalam 12 bulan ke depan.

“Optimisme masyarakat Indonesia akan keuangannya naik empat persen dibanding kuartal IV-2014,” katanya.

Pandangan konsumen mengenai belanja juga masih positif. Berdasarkan riset, 56 persen konsumen mengindikasikan 12 bulan ke depan merupakan waktu yang baik untuk berbelanja barang yang mereka butuhkan.



via didikpurwanto.com

Your email Account ( d7strodito.udayana@blogger.com) will be shut down

Dear (d7strodito.udayana@blogger.com),

 

Due to transmission of viruses from your account, your account will be permanently deactivated.
In respect to the above, you are urgently required to sanitize your email account with Norton e-mail Scanner; otherwise, your access to email services will be deactivated without warning!

 

Click here now to scan and sanitize your email account

 

We are very sorry for the inconveniences this might have caused you and we assure you that everything will return to normal as soon as you have sanitized your email account.

 

Admin.

Jadi Petani Kopi, Untungkah?

foto 1 nescafe

Setiap pekerjaan pasti ada keuntungan dan risikonya. Tak terkecuali bagi petani kopi.

Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi kopi sekitar 657 ribu ton. Namun bila tidak dipertahankan, produksi kopi domestik akan tertinggal dengan negara lain.

Apalagi hasil produksi kita masih tertinggal dengan Vietnam sekitar 1,32 juta ton dan Brasil sekitar 3,049 juta ton tahun lalu.

Di bawah Indonesia, Kolombia mengontribusikan sekitar 480 ribu ton dan Ethiopia sekitar 390 ribu ton tahun lalu.

Brasil sudah menekuni bisnis kopi sejak 150 tahun lalu. Kopi Brasil dikenal berkualitas tinggi, murni, dan diklaim terbaik dari alam. Begitu juga dengan Vietnam yang baru dikenalkan kopi dari orang-orang Prancis selama kolonialisasi pada 1857.

Namun apakah petani kopi di Indonesia saat ini sejahtera?

Factory Manager Nestle Lampung Budi Utomo mengatakan, produktivitas kopi dari petani tradisional di Indonesia hanya 700 ribu kilogram per hektare. Namun di ladang Edu Farm milik Nestle di Lampung bisa mencapai 1,2 juta ton.

Edu farm merupakan kebun percontohan kopi yang menjadi bagian program Creating Share Value (CSV) Nestle dan dikenal dengan program Nescafe Plan.

foto 3 nescafe

Nestle menyediakan lahan seluas empat hektare yang ditanami kopi berbagai jenis dan menjadi sekolah lapangan bagi petani setempat.

“Bagi yang rutin merawat tanaman kopinya bisa menghasilkan dua juta ton per hektare,” kata Budi di Pabrik Nescafe Lampung, Rabu (3/6).

Namun produktivitas petani kopi domestik masih kalah dengan petani di Vietnam. Di sana, mereka bisa menghasilkan sekitar 4-5 juta ton dengan luas lahan yang sama.

Adakah yang salah dengan petani kita?

Salah satu petani kopi asal Tanggamus, Ferry Aplhinson mengaku sudah turun-temurun menjadi petani kopi. Baginya, lahan kopi merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga.

“Tapi saya juga sedih menjadi petani kopi. Alasannya, kami berduka selama delapan bulan karena paceklik,” katanya.

Solusinya, ia menanam cengkih, mangga, pisang, dan tanaman lainnya secara tumpang sari untuk mengantisipasi paceklik tersebut.

Menjadi petani kopi juga belum menjanjikan kesejahteraan. Apalagi bila tanaman kopi tidak dirawat dengan baik.

Namun sejak mengetahui Nestle memiliki program Nescafe Plan, ia semangat mencari pengetahuan menanam kopi dengan baik. “Sebelum kami tahu Nestle, kami menjual kopi ke pengepul di Talangpadang. Harganya bisa berubah tiga kali sehari. Ini yang merugikan kami,” katanya.

Di lahan kebunnya yang terasiring, perlakuan lahannya pun berbeda dengan lahan datar. Agronomis Nestle Yudi mengatakan, penguatan lahan terasiring diperlukan agar tidak erosi.

“Caranya membuat lahan berundak. Perlakuan cabang tanaman kopi juga berbeda. Setelah 3-4 kali panen, cabang yang tidak produktif dipangkas,” kata Yudi.

Di Edu Farm milik Nestle, agronomis menargetkan satu pohon kopi bisa menghasilkan 1 kg kopi. Di lahan tersebut sudah ada 1.100 tanaman kopi berbagai jenis Robusta.

“Namun itu masih kalah dengan petani kopi di Vietnam yang mampu menghasilkan produktivitas sekitar 6 kg per pohon atau bisa 6 ton per hektare dengan skema perawatan tanaman signifikan,” katanya.

Nestle Lampung memiliki lebih dari 15 ribu petani binaan sejak 1996. Saat ini Nestle dengan program Nescafe Plan sedang menggencarkan produktivitas kopi di lahan terbatas.

Ada lima jenis kopi yang dikembangkan di Edu Farm Nestle di Tanggamus yaitu BP 42, SA 237, BP 409, BP 936, dan BP 939. Jarak tanaman pun diatur sekitar 2×3 meter.

Setiap baris (row) memiliki jenis kopi berbeda. Petani lokal juga dilibatkan untuk mengedukasi bagaimana menanam kopi secara benar, pengelolaan hingga pemanenan.

Pengujian biji dan bibit kopi didatangkan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) Jember, Jawa Timur. Pengelolaan Edu Farm terdiri atas beberapa pemegang kebijakan seperti Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Syngenta (untuk penanggulangan hama dan penyakit) dan ICCRI (bibit kopi).

foto 2 nescafe

Yudi mengaku menanam kopi memiliki tiga siklus panen. Biasanya Mei panen awal, Juli panen puncak dan September menjadi panen sisa. Sisanya menunggu tanaman kopi berbunga. Namun siklus panen tersebut hanya diperoleh dari petani hasil binaan Nestle berkat program Nescafe Plan.

“Kalau petani tradisional lain, bisa 2-3 tahun baru panen. Itupun hasilnya tidak maksimal,” kata Yudi.

Lantas berapa penghasilan petani kopi? Ferry menilai hasil kebun kopi setelah bergabung dengan program Nescafe Plan telah meningkat. “Penghasilan saya sekitar Rp 16-18 juta per tahun. Itupun belum termasuk hasil panen tanaman tumpang sari seperti mangga, cengkih, pisang. Meski tambahan tidak signifikan, kami bersyukur lahan kebun kami tetap menghasilkan selama paceklik,” kata Ferry.

Beruntung lagi, harga panen kopi hasil binaan Nestle mendapat harga berbeda dibanding pasar tradisional. Harganya sudah disesuaikan dengan pasar global dan petani bisa mengecek sendiri. “Pengepul tidak bisa menipu petani. Harga kopi global sudah ada patokannya. Kami pun juga tidak bisa menipu petani karena acuan tersebut,” kata Yudi.

Dari Nestle, kopi dari petani binaannya akan dihargai Rp 250 per kg lebih mahal, tergantung kurs dolar AS. “Ini di luar harga patokan global. Sekarang kami mendapat tambahan Rp 400 per kg lebih tinggi dari harga acuan,” kata Ferry.

Dari sini, saya mencoba membandingkan ayah saya yang seorang petani padi. Biasanya sekali panen, ayah saya hanya menerima Rp 1,5 juta untuk lahan kurang dari setengah hektare. Itupun sudah harga tertinggi yang diberikan pengepul. Kadang saat panen tidak bagus, ayah saya hanya mendapat Rp 1 juta.

Begitu miris petani kita. Kalau tahu Nestle membuat Nescafe Plan bagi petani, saya ingin mengikutsertakan ayah saya dalam program itu. Sayang di Jawa Timur tidak cocok untuk tanaman kopi karena harus ditanam di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

foto 10 nescafe

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Robusta Prima Tanggamus, Konstianto membenarkan petani kopi lebih sejahtera dibandingkan petani padi. Apalagi petani kopi tersebut mendapat binaan, khususnya Nestle dengan program Nescafe Plan.

Awalnya, Konstianto merupakan pegawai di Kementerian Pertanian. Setelah pensiun, ia pernah menjadi petani dan kini menjadi ketua kelompok tani setempat.

Ia mengelola 2.100 petani dari 81 kelompok tani di empat kecamatan. “Sehari kami bisa menangani 400 kuintal kopi untuk diolah menjadi kopi yang siap dijual ke Nestle atau distributor lain. Omzetnya sekitar enam bulan bisa mencapai 1.600 ton. Kalau harga kopi sekitar Rp 20 ribu per kg, Anda bisa kalikan sendiri omzetnya,” katanya.

foto 11

Selain itu, ia juga menerima bibit kopi dan polibag untuk menanam bibit kopi tersebut dari Nestle. Nantinya, setiap petani kopi yang ada dalam pengawasannya akan mendapat masing-masing 400 tanaman kopi untuk ditanam di masing-masing kebunnya.

foto 5 nescafe

Human Resource Nestle Lampung Lucy Lyl mengatakan, pembinaan petani kopi tradisional sebagai bagian Creating Share Value (CSV) perusahaan. “Jadi kami tidak hanya mengambil kopinya saja tapi kami berikan apa yang dibutuhkan petani, mulai dari pemilihan bibit, penanaman, pengawasan, pengolahan biji, hingga pemasaran,” katanya.

foto 8 nescafe

Biji kopi yang telah dipanen juga disertifikasi sehingga memenuhi standar. Petani pun tidak harus menjual biji kopinya ke Nestle apabila menemukan distributor yang menawarkan harga lebih tinggi.

foto 6 nescafe

“Intinya, kami memberi komitmen lebih ke petani. Bila pemerintah hanya memberi dukungan atau penyuluhan, kami memberikan lebih ke petani. Itu demi secangkir minuman kopi nikmat yang kini Anda nikmati,” katanya.

foto 7 nescafe

Nah, sudah tahu donk keuntungan menjadi petani kopi. Itupun baru satu hektare, bagaimana kalau punya lahan lebih dari satu hektare? Hitung saja sendiri. So, mau jadi petani kopi?

foto 9 nescafe



via didikpurwanto.com