Tampilkan postingan dengan label Movie Muffin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie Muffin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

Walt Disney PHK Karyawan

Walt Disney, perusahaan hiburan terbesar di dunia memangkas 150 karyawannya. Hal itu dilakukan untuk memangkas biaya operasional perusahaan.

Seperti dikutip dari Bloomberg, pemecatan hubungan kerja tersebut hanya sekitar 2 persen dari total karyawan Walt Disney sekitar 7.000 orang. Namun sebenarnya jumlah tepat karyawan Walt Disney tidak dibeberkan secara terbuka.

Pemangkasan karyawan tersebut berasal dari divisi studio film, khususnya bagian operasional. Saat ini Disney lebih sedikit dalam memproduksi film layar lebar dan lebih sedikit lagi menjual film dalam format DVD.

Pemangkasan karyawan tersebut juga disebabkan saat ini Disney sudah kehilangan pasar dalam bisnis permainan berbasis konsol. Sebab, pasar tersebut kini telah digeser oleh permainan di ponsel atau tablet serta game mobile yang biasa ada di Facebook.

"Kami akui ini memang keputusan sulit bagi kami. Namun ini sudah dikaji lama demi struktur dan operasional studio yang sesuai dengan tuntutan pasar saat ini," kata pernyataan dari perusahaan.

Disney di tahun ini hanya akan merilis 10 film, turun dibanding 10 tahun lalu yang mampu memproduksi hingga 38 film. Sedangkan penjualan dari home entertain unit juga turun 9 persen menjadi 2,22 miliar dollar AS di 2012, namun turun 12 persen secara unit.

Meski memangkas karyawannya, saham perusahaan yang berbasis di Burbank California ini mencatatkan kenaikan tertinggi selama beberapa hari terakhir. Sahamnya naik 1,1 persen menjadi 59,8 dollar AS. Di tahun ini saja, saham Walt Disney sudah naik 19 persen.

Kamis, 21 Juli 2011

Bagaimanakah Cinta Pertamamu?

Cinta itu SEDERHANA. Semudah dirimu bisa SEDIH sekaligus juga SENANG. Maka tak heran, banyak orang menyatakan cinta kepada orang yang dicintainya, meski ada yang ditolak ataupun diterima.

Banyak banget cerita CINTA yang sudah ditayangkan di film, sinetron, cerpen, novel atau pun media lainnya. Semua bisa terinspirasi dari apa yang ditontonnya.

Misalkan saja kisah CINTA PERTAMA. Tentu sudah banyak dari kita yang memiliki kisah itu, mulai dari SD, SMP atau bahkan SMA.

"You'll never forget your first love. Begitulah pesan yang ingin disampaikan dari film "FLIPPED". Tema yang sederhana, namun mampu dikemas dalam gaya bercerita yang asyik khas anak muda.

Kisah film ini bercerita tentang Juli Baker (Madeline Carroll) yang yakin pada tiga hal. Pertama, Juli yakin kalau semua pohon adalah suci. Kedua, Juli juga yakin kalau telur-telur yang setiap hari ia kumpulkan dari belakang rumahnya sangat baik untuk kesehatan. Dan yang terakhir, Juli yakin kalau suatu hari nanti ia akan berhasil mencium Bryce Loski (Callan McAuliffe).

Sejak pertama kali melihat Bryce, Juli masih duduk di kelas dua SD, namun Juli yakin Bryce adalah cinta pertamanya. Selama enam tahun penuh Juli memegang teguh apa yang ia yakini namun Bryce tak juga melirik.

Buat Bryce, Juli adalah cewek yang aneh. Bagaimana tidak, cewek mana yang suka duduk di atas pohon dan memelihara ayam. Selama enam tahun pula Bryce berusaha keras untuk menjaga jarak meski itu bukanlah usaha yang mudah karena mereka bersekolah di tempat yang sama dan rumah mereka pun berseberangan.

Enam tahun lewat dan tiba-tiba saja semuanya berubah. Bryce mulai bisa melihat Juli sebagai sosok yang menarik sementara sebaliknya, Juli mulai berpikir kalau sebenarnya tak ada yang menarik dari Bryce. Di titik akhir, Juli dan Bryce akhirnya menyadari siapa diri mereka dan apa yang selama ini mereka cari.

Kamis, 05 Mei 2011

Cinta Ala Gnomeo Juliet

Apakah kalian sudah pernah membaca roman "Romeo & Juliet" karya sastrawan dunia William Shakespeare? Atau minimal kalian sudah pernah melihat filmnya yang sudah diadaptasi di berbagai negara?

Ya, roman tersebut mengisahkan perjalanan cinta antara dua manusia yang terhalang oleh restu orang tua. Daripada menikah dengan orang yang tidak dicintai,Juliet sampai rela minum racun hingga mati. Akhirnya Romeo pun mengikuti langkah yang sama dengan Juliet.

Tak jauh beda dengan versi aslinya, film animasi Gnomeo Juliet juga mengisahkan tema yang sama. Cuma tokoh yang dimainkan berganti dengan gnomeo (patung keramik) dan dibikin secara animasi.
Uniknya, akhir cerita film ini dibikin happy ending yaitu Gnomeo dan Juliet bisa menikah.

Sebenarnya, film ini biasa aja,hanya mengubah ending cerita yang selalu sama dari yang empunya cerita. Lepas dari itu, film ini sebenarnya menceritakan tentang pentingnya persahabatan antar tetangga (masalahnya di film ini ada permusuhan antara keramik merah dan biru), ketulusan cinta dan pentingnya komunikasi antara anak dan orang tua.

Biar tambah segar, film ini dikasih lelucon ringan. Seperti laptop merk Apple yang diganti dengan logo pisang. Lalu tingkah boneka keramik dan seluruh isi taman yang selalu mengocok perut.

Akhir pekan lalu, ketiga temanku curhat tentang masalah cintanya. Ada yang Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), gemes dengan teror sms seorang cowok (tampaknya lagi kasmaran dan ingin menembak cewek) hingga konflik cinta segitiga plus pacaran beda agama.

Ah, cinta memang warna-warni. Membuat pelakunya selalu salah tingkah dan bingung mengambil sikap.
Belajar dari Gnomeo dan Juliet, kita harus mengejar cinta kita dengan cara-cara positif dan menghindari hal ceroboh agar pasangan tidak ilfeel.

Kata motivator Mario Teguh,"Jodoh itu memang di tangan Tuhan. Tapi jodoh itu tetap akan di tangan Tuhan,jika kita tidak mengambil dan menjemputnya."

Lalu bagaimana caranya?? Cukup tiga langkah saja: Ikhtiar (dicari sendiri,minta dikenalkan teman,ikut biro jodoh dsb), Doa (memohon petunjuk keyakinan hati terhadap calon yang dipilih) dan akhirnya Pasrah (kepada Tuhan).

Kamis, 07 April 2011

"?" Menyisakan Tanda Tanya

"Manusia tidak hidup sendirian di bumi ini...
tapi di jalan setapaknya masing-masing..
semua jalan setapak itu berbeda-beda...
namun menuju ke arah yang sama..
mencari satu hal yang sama...
dengan tujuan yang sama....
yaitu TUHAN"


Begitulah cuplikan prolog dalam thriller film "?" karya Hanung Bramantyo. Sekilas memang akan meneduhkan suasana dan membenarkan bahwa semua agama muaranya sama yaitu beribadah kepada Tuhan.

Lantas, apakah konsep yang dimaknai masing-masing agama itu sudah benar hingga saat ini? Mengapa Hanung memakai nama "Tuhan", bukan "Allah" atau "Yesus"?

Saya mengutip hasil studi Qosim Nursheha Dzulhadi, alumnus Al-Azhar University (Cairo-Egypt) jurusan Tafsir & ‘Ulumu’l-Qur’an. Beliau mengutip pernyataan Dr. Jerald F. Dirk dalam bukunya “Salib di Bulan Sabit” (Serambi, 2006), Mantan diaken di ‘Gereja Metodis Bersatu’ ini mencatat bahwa “penggunaan kata Allah sering kali terdengar aneh, esoterik, dan asing bagi telinga orang Barat yang notabene mayoritas non muslim apalagi bagi orang Islam sendiri yang berpengetahuan dangkal.

Padahal Allah adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari pemadatan al dan Ilah. Ia berarti Tuhan atau menyiratkan Satu Tuhan. Secara linguistik, bahasa Ibrani dan bahasa Arab terkait dengan bahasa-bahasa semitik, dan istilah Arab Allah atau al-Ilah terkait dengan El dalam bahasa Ibrani, yang berarti “Tuhan”.

El-Elohim berarti Tuhannya para tuhan atau sang Tuhan. Ia adalah kata Ibrani yang dalam Perjanjian Lama diterjemahkan Tuhan. Karena itu, menurutnya, kita bisa memahami bahwa penggunaan kata Allah adalah konsisten, bukan hanya dengan al-Qur’an dan tradisi Islam, tetapi juga dengan tradisi-tradisi biblikal tertua.

Tapi dalam kacamata Islam, terutama pembahasan ilmu Tauhid menjelaskan "Laa ilaaha illa Allah" (Tidak ada seorang tuhanpun yang berhak “diibadahi” secara benar (mutlak), kecuali hanya Allah saja.

Ini tentu berbeda dengan kata El dalam bahasa Ibrani, yang kemudian bisa menjadi El-Elohim, yang diartikan sebagai “Tuhannya para tuhan”. Berarti ada tuhan selain tuhan yang disebut El-Elohim itu.

Sementara dalam Islam, Allah atau Ilah hanya satu. Apalagi jika ditelusuri konsep Tuhan dalam agama Yahudi, yang banyak menyiratkan bahwa “Tuhan” Yahudi adalah ‘Tuhan nasionalistik’, atau private God bagi Yahudi. Di luar Yahudi Tuhannya berbeda.


Di agama Kristen, konsep Tuhan juga berbeda karena masih menganut konsep Trinitas yang sampai saat ini masih menjadi teka teki yang tidak berujung (Bapa, Tuhan dan Roh Kudus).

Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. Satu esensi tetapi tiga oknum. Dan oknum-oknum itu bersatu, tidak terpisah, namun berbeda antara satu dengan lainnya – bersatu dalam ketuhanan (al-lahut) dan dalam sifat-sifat ilahiyah, tetapi berbeda dalam pekerjaan mereka. (Lihat, Nasyid Hana, Khamsu Haqâ’iq ‘an Allah, cet. II, 1999: 25-26).

Satu dalam sifat-sifat Ilahiyyah, tetapi berbeda dalam pekerjaan atau tugas adalah konsep yang “membingungkan”. Inilah yang masih diperdebatkan oleh kalangan kaum kristen.

Padahal dalam Islam sendiri sudah jelas. Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam QS. Al-Anbiya ayat 92.

Ayat tersebut diatas memberi petunjuk kepada manusia bahwa seharusnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang. Melalui rasul-rasul-Nya, Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya, yang dibawa para rasul, Adam sebagai rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir.

Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu, yaitu agama Tauhid. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama, tetapi mereka telah berpecah belah.

Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan manusia. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya, merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar.

Kemudian dalam QS. Al-Maidah ayat 72 dijelaskan Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti mengharamkan kepadanya surga, dan tempat mereka adalah neraka.

Dan QS. Al-Ikhlas ayat 1-4 yang menyatakan “Katakanlah, Dia-lah: Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Dari ungkapan ayat-ayat tersebut, jelas bahwa Tuhan adalah Allah. Tuhan yang haq dalam konsep Al-Qur’an adalah Allah. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62, surat Shad ayat 35 dan 65, surat Muhammad ayat 19.

Dalam Al-Qur’an diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan diberikan kepada para nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga.

Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas, maka menurut informasi Al-Qur’an, sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”, dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Nabi Adam di muka bumi. Esa menurut Al-Qur’an adalah esa yang sebenar-benarnya esa, yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian.

Jadi, ide besar yang diusung Hanung ini memang sangat berani, menawarkan ide pluralisme yang selama ini diusung oleh tokoh-tokoh sebelumnya.

Padahal “Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (QS. Al Imran: 19). “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al Imran: 85)

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. Al-Mujadalah: 22)

Perbedaan memang suatu rahmat. Namun film yang berjudul "?" ini akan menyisakan tanda tanya besar. Siapa yang mendorong film ini keluar? siapa tokoh besar yang ada di belakangnya? Itu akan menjadi "?"

Nusron Wahid, anggota komisi XI DPR RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor yang membawahi Banser ini bilang film "?" ini memang mengusung tema bagus dan berani yaitu mengusung kebhinekaan. Ide ini tidak ada yang berani mengambil setelah Gus Dur selaku bapak pluralisme wafat.

Dalam sebuah diskusi kecil dengan teman-teman saya, ada yang menyeletuk,"Saya kok jadi takut. Jangan-jangan ini film proyek ya?"

Maklum Hanung sukses menyutradarai "Ayat-Ayat Cinta" yang mengusung poligami dan banyak didukung oleh barisan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Lantas film "Sang Pencerah" yang mengusung nama besar KH Ahmad Dahlan sebagai sosok yang divisualisasikan dan tentu saja menguntungkan kelompok Muhammadiyah atau basis kaum Partai Amanat Nasional (PAN).

Kali ini, film "?" mengusung kebhinekaan dan pluralisme. Sesuatu yang didengungkan oleh kelompok Gus Dur atau basis massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau bahkan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Ah, semoga lelucon temanku itu salah.

Minggu, 20 Maret 2011

Komitmen CINTA

Remaja masa kini merasa gampang sekali untuk bicara masalah cinta, apalagi untuk mengungkapkan cinta. Namun apakah kalian sadar,setelah Anda mengucapkan kalimat CINTA kepada seseorang, maka akan ada konsekuensi yang harus dijalankan. Itulah komitmen cinta.


Berkaca pada film “No Strings Attached” yang diperankan Natalie Portman (Emma Franklin) dan Ashton Kutcher (Adam Kurtzman), film tersebut menceritakan Adam dan Emma yang memang tak ingin menjalin hubungan asmara. Pelan tapi pasti hubungan persahabatan ini mulai bergerak lebih jauh.

Di titik ini, pun Adam dan Emma masih tetap yakin kalau cinta bukanlah jalan keluar. Mereka berdua tak ingin ada rasa cemburu, saling mengikat, kewajiban dan lain sebagainya yang memang datang seiring dengan cinta itu sendiri. Keputusan paling singkat: hubungan yang dijalin murni karena seks dan bukannya cinta.

Awalnya semua berjalan lancar namun seiring waktu, sesuatu mulai berubah. Kalau sebelumnya hubungan mereka memang murni karena seks, lambat laun rasa cemburu dan ingin memiliki pun mulai tumbuh. Pada akhirnya mereka berdua pun sadar kalau tak mungkin bisa melakukan hubungan seks tanpa didasari rasa cinta, meskipun kadang cinta itu sendiri selalu membingungkan.

Begitulah CINTA. Selalu saja ada konflik yang harus makin mendewasakan pemainnya. Hanya manusia terpilih lah yang bisa melewati segala komitmen yang harus dilakukannnya. Sehingga tak heran, bagi yang gagal menjalaninya, pemainnya tersebut akan menyerah dan memilih pasrah.

Akibatnya, banyak yang patah hati, putus cinta hingga perceraian. Itulah perbuatan yang halal, namun diharamkan oleh Tuhan. Maka, untuk mencegah itu, pacaran memang bukan menjadi satu-satunya jalan untuk bisa mengetahui karakter seseorang.

Sepertinya, pacaran kok hanya dijadikan jembatan untuk mencicipi manisnya seseorang. Kalau ketahuan pahitnya, maka ditinggalkan. Padahal Komitmen CINTA mengharuskan kita untuk bisa menerima pahit manis CINTA.

Selasa, 05 Oktober 2010

Semua Karena Uang

Semua yang ada di dunia ini memang bisa dibeli dengan uang. Kecuali satu yang tidak bisa dibeli yaitu kebahagiaan.

Barusan gw nonton film "Wall Street" yang diproduseri oleh Oliver Stone, Edward R. Pressman dan Michael Douglas bareng jurnalis dari Kementerian Keuangan.

Yups..biasalah, jurnalis dari Kementerian Keuangan ini memang ingin selalu menonton yang berbau tidak jauh dari tugasnya, yaitu uang.

Mengutip sinopsis dari 21cineplex.com, film yang dibintangi oleh Michael Douglas, Shia Labeouf, Josh Brolin dan Carey Mulligan ini menceritakan tentang Gordon Gekko (Michael Douglas) setelah dibebaskan dari penjara. Meskipun upayanya untuk memperingatkan Wall Street dari penurunan ekonomi di masa datang dan jatuhnya harga pasar saham, tak seorang pun di dunia keuangan percaya padanya karena kejahatan keuangan yang dilakukannya.

Gekko memutuskan untuk memusatkan perhatian untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya, Winnie, yang menyalahkan Gekko atas kematian kakaknya, Rudy. Pada saat yang sama, pedagang saham muda di Wall Street, Jacob (Shia LaBeouf) kehilangan mentornya yang meninggal secara mendadak dan Jacob yakin keterlibatan pelaku bisnis lainnya atas kematian tersebut.

Jacob, tunangan Winnie, berusaha membalas dendam dan Gekko setuju untuk membantunya, sebagai imbalan Jacob membantu hubungan Gekko dengan Winnie.

Di sini betapa uang menjadi dewa bagi semua hal, bahkan mengalahkan kebahagiaan keluarga. Konflik memuncak saat Gekko ternyata mengincar deposito yang telah dikumpulkan untuk anaknya, sejak Winnie berusia 14 tahun. Nilainya mencapai USD100 juta.

Padahal rencananya uang ini akan dicairkan dan digunakan untuk keperluan keluarga Winnie dengan Jacob serta anak yang masih dikandungnya. Ah, telat sudah. Ternyata sang bokap malah ngembat hak milik anaknya ini dan digunakan untuk kepentingan bisnisnya.

"Uang itu bagaikan wanita sundal yang menunggumu di kamar tidur sambil memicingkan mata. Sekali kau tidak mengambilnya, maka uang itu akan lenyap."


Hmmm..Wall Street ini memang mengangkat isu yang berat. Sebagai bursa terbesar di Amerika Serikat dan mempengaruhi bursa di semua negara, Wall Street ini memang menceritakan bukan hanya uang, tapi soal permainan dengan orang, tentunya masih berkaitan dengan uang.

Selain itu, film ini juga menceritakan tentang betapa besar pengaruh isu dalam mempermainkan harga saham di pasar modal. Sedikit saja ada isu negatif maka nilai saham pun bisa anjlok. Fiuuuhhh..hal itulah yang terjadi dengan saham Bank Mandiri akhir pekan lalu yang turun 4%, hanya karena right issue-nya dilaksanakan setelah BNI.

Usai nonton Wall Street, gw pun pulang dan mulai menyalakan televisi. Biasalah, gw nonton Film Televisi (FTV) di SCTV. Judulnya, I Wanted Pacar Ganteng dan Kaya.

Ah, ceritanya tidak jauh beda dengan Wall Street, masih berkutat dengan uang. Cuma gaya berceritanya disesuaikan dengan anak muda. Intinya, ada seorang cewek yang suka dengan cowok kaya dan ganteng. Akhirnya mereka pun berpacaran.

Naasnya, keluarga cowok ini bangkrut dan cowok ini kembali miskin. Tapi, ternyata namanya sudah kepelet cinta. Hubungan mereka pun tidak terpengaruh oleh kekayaan, meski orang tua cewek ini melarang berhubungan dengan cowok kere ini dan menyuruhnya untuk mencari cowok kaya lain.

"Ahhh..kekayaan itu tidak akan menjamin kebahagiaan. Bukankah hidup itu masih bisa indah meski tidak bergelimpangan harta."

Akhirnya, Yovie and Nuno pun hanya bisa bersenandung "Manusia Biasa".

Aku memang manusia biasa..
Yang tak sempurna dan kadang salah..
Namun di hatiku hanya satu..
Cinta untukmu luar biasa..

Rabu, 07 Juli 2010

Ketika Cinta Harus Memilih


Ketika cinta datang, tak ada yang dapat menolaknya. Apalagi cinta yang datang tidak hanya satu, tapi dua. So, itulah cinta segitiga yang mau tak mau harus dipilih salah satu agar tidak menyakiti lainnya.

Itulah pesan sekilas dari kisah novel "Eclipse" dari Trilogi Twillight. Dalam film ketiga hasil karangan Stephanie Meyer ini tampaknya ingin mengulangi kesuksesan dua film sebelumnya yaitu Twillight dan New Moon.

Saking penasarannya, gw selalu menyempatkan nonton film ini tanpa menyentuh satu bukunya sekalipun. Jadi, gw ingin bebas melihat penafsiran dari sang sutradara dalam alih dunia tulisan ke dunia gambar.

Alhasil, dalam penilaian sementara setelah menonton film tersebut, gw merasa kecewa. Memang, film ketiga ini berbeda sutradara dibandingkan film pendahulunya.

Ialah David Slave (yang telah menyutradarai 30 Days of Night) yang berusaha memvisualkan drama cinta segitiga antara Kristen Steward, Robert Pattinson dan Taylor Lautner. Kisah cinta segitiga inilah yang berusaha mengaduk emosi para penonton.



Sayangnya, gw merasa "ilfill" saat harus menyaksikan adegan "cipokan" berulang-ulang. Bukannya gw ga suka adegan itu, tapi karena terlalu sering, justru filmnya terasa hambar. Gw ke bioskop bukan cari adegan ciuman mulu coyyy..

Gw di sini mungkin tidak akan memberikan sinopsis seluruhnya, karena gw yakin kalian sudah tahu terhadap cerita novel itu. Beberapa yang gw catat dari film ini adalah gw salut ama pesan dari Robert Pattinson yang ogah memerawani (halah, bahasanya kok ribet amat yak) Kristen Steward alias Bella.

Si Vampire ganteng ini bakal hanya menyetubuhi (vulgar banget ya) si Bella setelah menikah. Hmmmm..ternyata Vampire ini masih punya hati nurani. Di tengah pemberitaan yang lagi seru, soal kasus video hot Ariel Peterporn dan Luna Maya sekaligus Cut Tari yang menyebabkan kasus ini banyak ditiru oleh anak sekolahan, ternyata film ini menyiratkan hal penting.

Ah, semoga yang menonton film itu mau mengambil hikmah yang ini, bukan adegan cipokan yang sering banget itu. Maklum, tadi pas nonton di bioskop rata-rata ditonton bersama pasangannya.Naasnya, pasangan ini selalu bergelayut mesra saat menonton. Apalagi saat adegan Bella dipeluk ama Jacob yang bertelanjang dana, wowwwww...."kenapa kamu tidak melepaskan bajumu biar hangat sekalian," ajak Jacob.

Waduuuhh..nih anak bandel banget ya..orang lagi kedinginan malah nekat mau ******* (sensor). Padahal, di situ juga ada Edward yang notabene adalah pacar si Bella. Tentu aja, membuat Vampire ini berang. Tapi karena Edward orangnya cool and charming, maka dia mengatasi dan menenangkan suasananya.

Sayang, adegan perang antara Vampire melawan serigala atau vampire jadi-jadian itu tidak seseru di film yang pertama. Memang ada sih sekilas adegan yang memperlihatkan pertarungan itu. Namun tidak banyak. Film sepanjang hampir dua jam ini terlalu dipenuhi oleh dialog percintaan antara Edward, Jacob dan Bella. Atau menceritakan sejarah saudara-saudara Edward yang dahulu sebelum menjadi vampire, atau sejarah keluarga serigala versi ayah Jacob.

Alurnya pun dibuat naik turun. Kisah puncak hanyalah kematian Victoria yang akan balas dendam terhadap kematian pacarnya dulu (di film New Moon dan Twilight). Itupun juga dikalahkan dengan mudah oleh Edward. Yaaahhh..mungkin ini soal pertarungan antargender kali ya..so, cewek harus kalah.

Nah, ending story ini pun sudah bisa ditebak karena sejak awal Bella sudah meyakinkan kepada Edward untuk mau menjadi pasangan hidupnya kelak, meski berbeda dunia (antara vampire dan manusia). Dan senangnya, kelompok serigala dan vampire dalam film ini bisa bersatu dan hidup damai karena muncul tokoh antagonis lain yang akan menyerang dua kubu ini.



Selebihnya, Anda boleh jejeritan melihat bodi Jacob yang super seksi (always bertelanjang dada dengan sixpack pada otot perutnya) atau si vampire ganteng yang makin cute dan super charming. Tapi, gw juga agak ilfill terhadap Bella yang kelihatannya nafsu banget ama Edward untuk mengajak ML. Fiuuuhhhh..kenapa film ini berbau ranjang semua sih???? jadi muak..

Rabu, 17 Februari 2010

Were The World Mine



During the past couple of weeks, I wanted to find a few films with a good LGBT angle. I watched Eternal Summer and Brokeback Mountain last year, and I absolutely loved it. Last week, I watched Tom Gustafson's as a director which title "Were The World Mine". Here's my short reviews for both films, but I''ll tell you right now that they are wonderfully awesome.

Were the World Mine (2008)
This was a pretty good gay-themed movie. Inspired by William Shakespeare's "A Midsummer Night's Dream" and directed by Tom Gustafson, the plot focuses on a young gay boy living in a homophobic town while attending an all-boy's school.
Soon after, he''s cast in the play and turns everyone gay with the help of a magical plant. Conflicts erupts between his jock crush, his best friends, and his mother. The play is set in motion, but everyone now feels what's it's like to be gay.

The music is sort of like a musical, but meshes the song as part of the plot with the songs very sensual.
The actors are cute (Tanner Cohen and Nathaniel David Becker), and the movie ends with a surprise twist. The movie won many awards in film festivals, including Grand Jury Award for Outstanding U.S. Dramatic Feature at Outfest 2008.

Semoga kagak bingung dengan bahasa Inggris sederhana itu. Sebenarnya minggu lalu gw iseng sepulang kerja trus mampir ke toko vcd bajakan di depan Terminal Senen.
Intinya gw mo cari Ghost Writer, tapi sayang belum ada bajakannya. Kalaupun ada, gambarnya belum bagus. Alhasil, setelah bongkar-bongkar tumpukan vcd, gw menemukan sebuah film dengan gambar menggoda. Ahaaa..

Bener seperti sinopsis di atas, casting pemainnya keren (dan sampulnya bergambar cowok topless). Loh? Santai aja bos! Gw masih normal kok, cuma lagi kepingin melihat cerita dari angle lain soal LGBT (Lesbian, Gay, Bisex and Transexual).

Setelah lihat gambar, gw baca sinopsisnya. Keren juga sih!
Intinya, ada cowok bernama Timothy yang akan segera lulus SMU. Nah, sebagai tanda perpisahan ada pementasan karya Shakespeare "A Midsummer Nights Dream". Sang guru (yang menurut gw aneh) membujuk Timothy untuk ikutan casting. Kayaknya sih dia udah punya feeling pake peran Timothy.
Nah, untuk bisa menjadi tokoh utama, dia harus membaca script dan novel Shakespeare. Di situ, dia juga disuruh membuat ramuan cinta. Alhasil, ramuan itu jadi dan berbentuk bunga.

Anehnya, bunga berwarna ungu itu mampu menyemprotkan percikan air dan orang yang terkena percikan itu langsung menjadi Lesbi atau Gay! Wow!! Bayangkan aja, kalo lu cowok dan menyemprotkan bunga itu ke cowok juga. So, lelaki segarang apapun akan takluk dengan lu. Begitu juga dengan sesama cewek. Kayak semacam pelet lah! (tapi ini tidak bisa digunakan untuk lain jenis).

So, seluruh sekolah berubah jadi gay dan lesbi. Bahkan guru Baseball pun harus rela menunggu semalaman suntuk di depan rumah Kepala Sekolah untuk menyatakan cinta! Begitu juga dengan ibunya Timothy yang dikejar istri Kepala Sekolah tersebut.

Nah, Timothy ini sebenarnya juga sudah mengetahui kalo dirinya seorang gay. Nah, dia juga menyemprotkan ke cowok idamannya yaitu Nathaniel David. Dia juga sempat "bercinta" di bawah temaram bulan purnama di sebuah hutan yang jauh dari rumah. Romantis!!!

Endingnya sang guru casting (guru drama itu) melihat kekacauan di sekolah. Ibunya Timothy minta untuk segera mengakhiri keanehan ini. Akhirnya, suasana kembali normal. Namun, akankah Timothy dan David ini sadar dan kembali normal? Ahhh..lihat aja sendiri :)

Jumat, 12 Desember 2008

Cinta Terlarang Vampire Manusia

Kenalkah Anda dengan foto di atas? Dia adalah penulis novel Twilight, New Moon, Breaking Down dan deretannya. Kata beberapa media asing, dia adalah "The Next JK Rowling", penulis kaya raya berkat novel Harry Potter. Berarti dia adalah orang kaya setelah JK Rolling donk?? may be.

Gw kagum aja dengan beliau yang memiliki ide brilian tentang kisah percintaan terlarang antara vampire dengan manusia. JikaWilliam Shakespeare hanya menceritakan kisah terlarang antara dua insan, Romeo dan Juliet, Stephanie berhasil merayu penikmat film seantero negeri berkat ide gilanya tersebut.

Sebenarnya, kisah percintaan itu menceritakan:
Isabella Swan murid pindahan dari SMA Phoenix, Arizona yang pindah ke Forks,Washinton. Ia pindah karena ibunya menikah lagi dengan pria yang berkerja sebagai pemain baseball. Ibunya dan sang suami harus selalu berpergian. Di Fork, Bella bertemu dengan Edward Cullen saat praktik biologi di dalam kelas. Ketika Bella terkena kipas angin dan baunya tercium pun Edward. Edward langsung menutup hidungnya. Setelah kejadian itu Edward tidak keliatan selama beberapa minggu.

Setelah berapa minggu, Edward kembali muncul dan berlaga akrab dengan Bella. Padahal Edward sebelumnya selalu menampik semua cewek dengan kasar. Namun ternyata Edward itu vampire vegetarian. Berbeda dengan vampire lain, Edward minum darah hewan.

Setelah beberapa kali bertemu, Bella akhirnya menyukai Edward. Edward pun juga menyukai bella. Namun cinta itu sebetulnya terlarang. Hingga akhirnya datanglah James. James mengincar darah bella karena darah perempuan adalah darah yang sangat khas.

Karena tidak ingin terbelenggu oleh novel ataupun filmnya, gw pun sampai sekarang belum membaca novel-novel tersebut. Tapi dari film bajakan yang kubeli di Pasar Senen, film ini memang mantabbbbss, two thumbs up buat dia.

Berikut adalah petikan tulisan dari teman saya tentang profil Stephanie Meyer.
STEPHENIE MEYER
Ciptakan Tokoh Imajiner yang Bermoral

Stephenie Meyer,35, dinobatkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia 2008 versi majalah TIME. NOVEL-novel karyanya laris di seluruh penjuru dunia sehingga dia dianggap sangat mewarnai dunia sastra. Meyer sejajar dengan tokohtokoh paling berpengaruh lain seperti presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama maupun Hillary Clinton. 
 
Karyanya yang paling laris ialah serial novel Meyer’s Twilight. Dalam novel tersebut,Meyer bercerita tentang vampir bernama Edward yang tidak ingin membunuh manusia dan enggan menggigit pacarnya yang seorang manusia,Bella Swan. ”Lima tahun silam, pada 1 Juni 2003, saya memiliki mimpi: seorang gadis muda berbicara kepada seorang pria yang kulitnya berkilauan diterpa sinar matahari. Pria itu seorang vampir dan mereka jatuh cinta,”kata Meyer menceritakan sumber ide ceritanya belum lama ini. 
 
Meyer sama sekali tidak berpikir untuk menulis mimpinya menjadi novel. Saat itu dia malah sibuk meng- kliping koran dan membuat berbagai kostum Halloween di toko kreatifnya.Namun,mimpi itu terus mengganggunya.Mimpi itu seakan hidup dan memaksanya untuk menuliskan cerita tentang vampir tersebut.

Dia lantas menulis cerita yang sepertinya terus mengalir di pikirannya, dari awal hingga akhir.Novel pun selesai. Tidak hanya satu novel, tapi menjadi serial, yakni Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn. Tidak pernah diduga, novelnya terjual lebih dari 5,3 juta eksemplar di AS. Karya Meyer menjadi fenomena. 


Novel tersebut menempati daftar best seller versi New York Times selama 143 pekan berturut-turut. Saat Eclipse dirilis pada Agustus silam, novel itu berhasil mengalahkan seri terakhir novel Harry Potter dalam daftar best seller hanya dalam beberapa pekan berikutnya. Novel pertama Meyer telah diangkat ke layar lebar dengan judul Twilight. 
 
Seperti novelnya, film itu bercerita tentang seorang cewek, Bella Swan, yang hidup dalam rumah tangga yang tidak harmonis. Ayah ibunya bercerai. Bella harus tinggal dengan ayahnya di kota kecil yang penuh dengan hutan dan pepohonan. 
 
Diapun dekat dengan Edward, vampir yang tidak minum darah manusia dan hanya minum darah binatang. Gaya ceritanya merupakan perpaduan antara romantisme dan thriller.Yang ingin disampaikan Meyer adalah kisah cinta terlarang lantaran pasangan itu berasal dari dunia berbeda. Seperti kisah terlarang lainnya,cinta ini tak mengenal jalan kembali, yang ada adalah hidup dan mati bersama. 
 
”Saya benar-benar berpikir bahwa tokoh vampir itu merupakan metafora.Tidak masalah di mana Anda saat ini hidup atau apa yang Anda pikirkan, Anda selalu dapat memilih sesuatu yang lain.Itu menjadi jalan yang berbeda,” ujar Meyer. Yang paling menarik, Meyer memasukkan unsur religi dalam novel tersebut. Misalnya dalam Twilight, Bella dan Edward tidak minum alkohol. 
 
Bahkan Bella dan Edward tidak melakukan adegan hubungan seksual seperti film atau cerita cinta lain.Mereka hanya berciuman, tidak lebih dari itu.”Saya mendapat tekanan untuk memasukkan adegan seks.Tapi Anda dapat mencari tayangan seks di mana saja Anda ingin. Memang sangat sulit untuk menunjukkan romantisme hanya dengan bergandengan tangan.Padahal, saat saya berusia 16 tahun,bergandengan tangan itu rasanya sudah wow,”papar Meyer. 
 
Setelah meluncurkan novel pertamanya,Twilight,dan menjadi buku terlaris,Meyer lantas disebut sebagai salah satu penulis paling berbakat pada 2005 versi Publishers Weekly. Ketenaran Meyer tidak hanya sebagai penulis buku terlaris. Orang-orang mulai meniru gaya berpakaian dan karakternya. Publik pun menulis berbagai cerita tentang Meyer dan menampilkannya di internet. 
 
Saat Meyer tampil di sebuah toko buku, 3.000 orang sudah datang berjejalan untuk menemuinya. Namun cerita fantastis yang ditampilkan Meyer tidak seperti cerita hidupnya.Kisah hidup Meyer seperti warga kelas menengah lain. Dalam situs resminya,stepheniemeyer. com,Meyer bercerita tentang kehidupannya. 

Dia lahir di Phoenix, Connecticut, pada 1973 dan merupakan putri petinggi di sebuah perusahaan kontraktor.Meyer hidup normal sebagai seorang gadis kecil,tumbuh dewasa,mengenyam pendidikan tinggi, dan menjadi ibu rumah tangga. Dia merupakan alumnus Brigham Young University di bidang Sastra Inggris.

Saat kuliah di Brigham Young University, dia bertemu pria yang kini menjadi suaminya, seorang akuntan.Meyer menikah saat berusia 21 tahun dan kini memiliki tiga putra. Dia tinggal bersama suami dan tiga putranya di Phoenix,Arizona,AS. Sebagai pengikut kepercayaan Mormon,Meyer tidak minum alkohol, tidak menonton film porno, dan antinarkoba. 

 
”Ini tentang menjaga dirimu bebas dari kecanduan.Kita memiliki keinginan bebas dengan semua pemberian dari Tuhan.Jika Anda mengaitkan diri dengan sesuatu semisal kokain, Anda sebenarnya sudah tidak memiliki banyak kebebasan,”papar Meyer. 
 
Meyer mengidolakan beberapa penulis ternama,mulai dari Orson Scott Card, Jane Austen,William LM Montgomery, Louisa May Alcott,Eva Ibbotson, William Goldman, Douglas Adams hingga Janet Evanovich. Lagu-lagu Linkin Park,My Chemical Romance, Coldplay, U2, dan Kasabian juga selalu menemaninya saat menulis novel. (andika hendra mustaqim)

Kamis, 11 Desember 2008

Petualangan Cinta

Judul Film : Journey to the Center of the Earth
Sutradara : Eric Brevig
Pemain : Brendan Fraser, Josh Hutcherson, Anita Briem, Garth Gilker, Giancarlo Caltabiano
Genre : Aksi, Petualangan
Produksi : New Line Cinema, Walden Media
foto-foto : New Line Cinema, Walden Media



Tumben-tumbenan dapat gratisan nonton bareng selepas liputan. Hari ini selepas liputan peluncuran Notebook terbaru Dell yang tahan debu, air hingga api di Blitz Megaplex Grand Indonesia, kita (media) diberi kesempatan nonton (entah perdana atau ga) nonton film.

Pertama sih agak ogah, secara acara baru kelar jam 12.30. Film itu baru diputar selepas makan siang jam 1 teng. Waduuuhh..mana aku ada janji liputan di Grand Odiseus Fitness & Spa Hotel Nikko jam2 pas!!Jadi bingung mau liputan dulu atau nonton dulu? secara kalo nonton pasti kelas jam14.30 lebih. Tapi aku nekat aja dan pilih kursi nomor 18. Paling pinggir tapi tidak terlalu di depan. Supaya bisa ngacir duluan kalo filmnya jelek. He..he..Padahal di belakang gw ada Adhi, PR Dell dari Lucidcomm yang aku kenal. Ga enak donk kalo kabur duluan...
 
Saat film baru dimulai, aku langsung sms si Akung, fotograferku untuk datang duluan ke Nikko. Dia minta pemotretan jam13.30. Soalnya dia ada jadwal pemotretan di Pelangi (Plaza Semanggi). Y udah, aku kasih kontak orang yang incharge di sana. Bilang aja, aku masih ada acara di Blitz, ntar aku menyusul.He..he.. (padahal pingin nonton)...
 
Nih aku comotin sinopsis film tersebut:
Para petualang sedang memasuki perut bumi. “Journey to the Center of the Earth” merupakan sebuah film yang diangkat dari novel klasik fiksi karya Jules Verne, dengan judul yang sama. Film ini menceritakan perjalanan menuju pusat perut bumi, yang sebelumnya pada 1959 dibintangi oleh James Mason dan Pat Boone.

Sutradara Eric Brevig yang mengadopsi cerita dari novel terbitan 1864 adalah pemenang Academy Award untuk efek visual Total Recall dan Pearl Harbour yang memesona penonton dengan efek spesialnya. Sekarang dengan tiga dimensi (3D) yang spektakuler, film versi 2008 ini adalah sebuah tontonan petualangan yang menakjubkan.
 
Film ini dibintangi aktor papan atas AS, Brendan Fraser, yang terkenal dengan aktingnya sebagai Rick O’Connell dalam seri film The Mummy. Fraser memang layak menyandang predikat raja pembantai monster di layar lebar. Dari The Mummy sampai The Mummy Returns yang sukses hingga film terbarunya, Journey to the Center of the Earth. Aktor berusia 39 tahun itu mengatakan bahwa film tersebut menggunakan teknologi 3D versi baru, untuk memukau para penontonnya.

Profesor Trevor Anderson (Brendan Fraser) adalah sosok ilmuwan yang lain dari biasanya. Ia bagian dari sekelompok orang yang mempercayai buku Verne bukanlah sebuah fiksi spekulatif, tetapi fakta ilmu pengetahuan. Profesor Trevor menjadi bahan tertawaan komunitas ilmuwan, saat berencana mengadakan perjalanan menuju pusat perut bumi.

Ia mempercayai sebuah hasil kopian novel Verne dari saudaranya, yang telah menghilang dengan rumusan atau persamaan-persamaan matematika dan simbol-simbol tersembunyi di setiap halamannya. Di situ diungkapkan sebuah jalan bertebing gunung berapi di pegunungan Eslandia, yang akan membuka perjalanan menuju pusat bumi. Untuk itu, ia berniat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saudaranya yang hilang, saat mengadakan penelitian yang sama.

Profesor Trevor melakukan perjalanannya ke Eslandia bersama keponakannya, Sean (Josh Hutcherson), dalam 10 hari ekspedisi pengetahuan. Sebenarnya, Sean meragukan teori mustahil pamannya, tetapi pada akhirnya ia turut dalam perjalanan yang tidak masuk akal tersebut. Untuk melancarkan perjalanan mustahil ini, Trevor membayar Hannah (Anita Briem) untuk menjadi pemandu jalan yang ditemuinya di kawasan pegunungan lokal.

Mereka bertiga akhirnya berhasil menemukan jalan yang telah ditinggalkan saudaranya, yaitu sebuah jalan kecil menuju pusat perut bumi, sesuai dengan buku. Kemudian, mereka mengambil keputusan untuk menyelidiki gua tersebut. Trevor bersama Sean dan pemandu jalan itu, menemukan sebuah kota aneh di dalam perut bumi. Namun, perjalanan ini akhirnya menjadi petualangan paling menegangkan yang mereka alami.

Berbagai fosil binatang purba menambah pemandangan di dalam perut bumi mencekam. Teknologi “RealD” Efek tiga dimensi pada film ini sangat luar biasa. Ketika adegan pertama dimulai saat Professor Trevor menggosok gigi, mendesir, dan meludah seakan mengarah kepada penonton. Ada pula adegan yang melewati banyak ledakan, air liur T Rex raksasa, menaiki roller coaster sepanjang jalur pertambangan tua yang berbahaya (ala film Indiana Jones), bisbol ikan terbang, dan burung-burung yang terbang seperti lampu neon berterbangan.

Film ini sangat cocok untuk segala lapisan umur dan keluarga. Banyak efek-efek yang keluar dari layar dengan begitu realistisnya. Kaca-kaca 3D spesialnya mungkin terlihat aneh, namun hal itu tidak menjadi masalah dengan efek spesial yang ada. Film ini penuh dengan aksi petualangan dan merupakan momen yang menakutkan. Banyak adegan aksi seru dan menakjubkan serta makhluk-makhluk aneh di perut bumi.

Film ini menjadi catatan menarik bahwa Hollywood dapat membuat tontonan film aksi yang begitu hidup, bagi seluruh lapisan umur untuk bisa dinikmati. Hal itu telah membawakan dimensi baru kepada seni 3D dalam layar lebar. Film 3D ini seluruhnya digital, sehingga memberikan fokus yang lebih tajam, warna lebih terang dan pengalaman seperti terjadi sebenarnya. Seluruh fitur ini merupakan daya jual utama teknologi 3D.

“Ini tidak seperti yang pernah kau lihat sebelumnya. 3D hanya digunakan sebagai alat. Tetapi, film ini menggunakan efek visual yang terbaik yang kami punya. Sistem ini namanya RealD, semuanya digital. Film 3D baru seluruhnya digital,” kata Fraser.

Teknologi RealD ini pernah digunakan dalam film animasi, seperti Chicken Little dan Meet the Robinson. Journey to the Center of the Earth adalah film action pertama yang menggunakan teknologi ini. Film ini juga menandai debut penyutradaraan film feature Eric Brevig yang dikenal karena pengalamannya selama 20 tahun sebagai supervisor efek visual.

Pada film tersebut, Fraser mencoba menjadi seorang eksekutif produser untuk pertama kalinya. Ia mengaku merasa agak ketakutan dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Namun, Fraser merasa setelah 15 tahun berlalu, telah beranjak tua dan merasa mampu melakukannya.


“Aku telah mempelajari semuanya yang ada di sini. Aku cinta film ini. Aku suka melihat orang yang mau menonton film ini. Tentunya para penonton pasti mau membayar dengan harga lebih tinggi, bila kami memberi mereka pengalaman yang sangat bermutu,” tambahnya. 
 
Jujur saja, aku belum pernah melihat sinopsis ini sebelumnya. Namun, pribadi saat menonton film tersebut, terasa ketegangan di sepanjang perjalanan film. Baru setengah bisa bernafas lega, sudah deg-degan lagi. Untung aja di sampingku tidak ada orang lain. Jadi aku bebas mau ngapain aja (aku kemarin sampai menendang kursi di depan dan tidak terasa kakiku naik karena saking serunya).
 
Selama 1,5 jam, aku tidak bisa berhenti mengagumi efek 3D itu. Seandainya nyata, begitu besar ciptaan-Nya. Sepanjang film juga dijelaskan istilah ilmiah dalam dunia vulkanologi. Di situ ada jamur raksasa, Muskovit (batu tipis) mirip lantai (bisa ditemui seperti kaca di lantai FX Senayan), trilobita (serangga purba), mata angin yang terbalik (U jadi S, S jadi U), ikan terbang bergerigi, burung bercahaya yang selalu menemani Sean menemukan jalan keluar, fosil binatang purba hingga diamond (permata).

"Seandainya aku baca buku itu (Journey to the center of the earth) sebelum berpetualang, tentu aku tidak tersesat seperti ini," ucap Sean menyesali diri saat tersesat terpisah dari Trevor dan Hannah. Akhirnya dari petualangan ini, mereka dipersatukan oleh cinta. Sean yang sudah menduda, ketemu Hannah yang masih perawan. Kebetulan si Trevor ini sudah klik juga dengan Hannah. So???

Tapi, sekarang kalian sudah baca resensi ini dan tentu saja ingin menontonnya bukan? Tentu saja bagi penyuka film adventure tak akan melewatkan film ini. Selamat menonton dan berpetualang!!

Jumat, 23 Mei 2008

Melawan Lupa Tragedi Mei

Film menjadi media paling efektif untuk mengingat kembali apa yang telah berlalu. Termasuk kenangan tragis yang terjadi 10 tahun lalu di Indonesia, tragedi Mei 1998, Semanggi I dan Semanggi II. Rangkaian film pendek yang dibuat oleh 10 pekerja film dari beragam latar belakang (dokumenter, feature,film pendek, dll), musisi dan pekerja seni lainnya ini bergabung secara swadaya untuk memeringati satu dekade reformasi (1998-2008).

10 film pendek yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Mei ’98 ini ditujukan sebagai upaya membuka dialog terutama dengan kalangan muda (pelajar/mahasiswa, umum) mengenai penolakan untuk melupakan sejarah serta pemberdayaan masyarakat untuk menyampaikan sesuatu (dalam hal ini melalui medium audio visual).

“Dalam rekaman film ini kita dapat melihat dampak dari gerakan sosial demonstrasi mahasiswa, kerusuhan, penjarahan serta pembakaran ibu kota serta pelengseran mantan Presiden Soeharto tentang penuntutan reformasi di mana-mana. Ada orang yang cuek terhadap tragedi tersebut dan ada pula yang tidak ingin melupakannya,” ungkap Prima Rusdi, penggagas film pendek bersama tentang jejak reformasi 9808 di Kineforum, Studio 1 Teater Ismail Marzuki, (13/5).

Lanjut penulis skenario Garasi (2006), Banyubiru (2005), Eliana-Eliana (2002) dan salah satu penulis cerita “Ada Apa Dengan Cinta”(2002) ini berinisiatif untuk mengumpulkan pekerja film dalam kompilasi program 9808 yang secara khusus menceritakan kembali tentang peristiwa Mei 1998. Terlebih banyak di antara mereka yang baru pertama kali melakukan pemutaran bersama dan bertema sosial. Apalagi rangkaian film ini akan diputar di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang dan Kuala Lumpur.

Anggun Priambodo, lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2002, jurusan Desain Interior ini menyuguhkan “Sedang Apa Saya Saat Itu?”. Pembuat klip musik Nidji “Arti Sahabat” tersebut menelusuri kisah sejumlah “orang biasa” setelah satu dekade reformasi berlalu. Ia bertutur melalui foto-foto mereka saat sedang berada dalam beragam kegiatan saat Mei 1998. Ariani Halim, lulusan School of the Art Institute of Chicago dengan latar belakang arsitektur dan seni murni ini banyak menyoroti tentang arti sebuah nama. Identitas Ariani yang keturunan Cina memberi cara pandang lain terhadap makna sebuah nama Cina. Dahulu presiden Suharto mengeluarkan Keppres nomor 127/U/Kep/1996 yang mewajibkan WNI etnis Cina untuk mengadopsi nama bernada Indonesia, misalnya Liem menjadi Halim dan Lo, Loe atau Liok menjadi Lukito. Ariani yang banyak berpartisipasi di dalam sejumlah festival seni maupun film di Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Australia tersebut memberikan film kocak namun penuh kontradiksi. Lewat film “Sugiharto Halim”, Ariani menceritakan perlukah seseorang memakai nama “asli”, bisa “dijual” serta menyamarkan identitas di balik sebuah nama.

Masih dengan nada “Cina”, Lucky Kuswandi mengajak penonton dengan tradisi imlek yang sempat dilarang di Indonesia. Dengan gaya bercerita dialog tanpa banyak gambar, Lucky yang sudah memutar film-film pendeknya di sekitar 30 film festival di manca negara seperti 59th Cannes Film Festival (Short Film Corner) dan 32nd Seattle International Film Festival  tersebut banyak mengingatkan tentang perjalanan personal keunikan tradisi imlek baik jeruk mandarin, barongsai serta “tanggal merah” yang selama ini dinantikan. Film “A Letter of Unprotected Memories” ini membidik Imlek yang sempat 33 tahun dilarang oleh pemerintah dan hingga kini malah menjadi salah satu hari libur nasional.

Ucu Agustin, lulusan IAIN Jakarta yang saat ini mengelola sebuah komunitas audio visual “GambarBergerak” menjadi salah satu pembuat film yang langsung bersinggungan dengan keluarga korban tragedi Mei 1998. Film “Yang Belum Usai” banyak mengangkat tentang kesibukan keluarga Wawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya yang tewas dalam penembakan tragedy Semanggi Mei 1998. Ucu berhasil menangkap perjuangan Ibu Sri Sumarsih, ibunda Wawan yang hingga saat ini terus menuntut keadilan dan terus bertekad melanjutkan perjuangan putranya demi supremasi hukum di negeri ini. Bahkan tanpa diduga, Arif Triadi, ayah Wawan sempat menyaksikan film tersebut.

Selain itu, masih ada Wisnu Suryapratama dengan “Kucing 9808, Catatan (Mantan) Demonstran”, Herman Kumala Panca dengan “Televisi”, “Kemarin” karya Otty Widasari, “Huan Chen Guang” dari Ifa Isfansyah, “Bertemu Jen” oleh Hafiz, “Trip To The Wound” garapan Edwin serta “Sekolah Kami, Hidup Kamii” tentang pembongkaran kasus korupsi yang dilakukan oleh pihak sekolah di sebuah SMA di Solo oleh murid-murid kelas tiganya.

“Dengan film ini, kita tidak hanya merawat ingatan akan kejadian-kejadian itu, tapi bisa juga menimbang ulang apa yang bisa kita perbuat dalam kerangka gagasan yang serupa,” sambut Lisabona Rahman, manajer program Kineforum.

Rabu, 23 April 2008

Kun Fayakun

Kopdar kemarin, minggu (20/4) aku ama Syaamil ditraktir nonton Film Kun Fayakun oleh Aal. Sebenarnya Al mo lihat Jet Li (lupa judulnya) tp dia tahu diri (secara gitu, gw kan g suka film begituan walau sebenarnya gpp).

Datang jam 1 siang habis hunting ke Kwitang, makan ketoprak & denger ceramah di masjid Al A'raf, kita bertiga datang ke Atrium jalan kaki. Kalo dari kosku (kenari, Salemba) kita bertiga naik bajaj (habis ga ada ojek yg bs buat ber 4). Seru tuh, Aal sampe menjerit-jerit kegirangan. "Seru aja, takutnya malah jomplang (balik ke belakang, gara2 badan Aal gede)," kata Aal sembari mengabadikan momen kita di bajaj dengan E90-nya.

Untung aja fil diputar pukul 13.30 wib, jd ga nunggu lama. Ada behind the scene-nya loohh:
Thanks buat Al yg udah nraktir Pak De ama Om Syaamil. Smg Allah membalas kebaikanmu berkali-kali lipat.

Film "Kun Fayaakun"
( Insya Allah mulai tayang di bioskop tgl 17 April 2008 )
 
INSPIRING THE MIRACLE
H.Yusuf Mansyur
 
Kalau Allah SWT sudah berkata "Kun Fayakuun"……
Maha Suci Allah atas segala kekuasaan-Nya, ditangan-Nya dan
kepada-Nya segala urusan dikembalikan.
 
Dari Ibnu Abbas berkata, bahwa dia pernah berada di belakang untanya Rasulullah SAW. Dan berkata Rasulullah kepadanya, "Wahai anakku, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa Kalimat : jagalah Allah, maka Allah akan menjaga kamu. Jika akan meminta, mintalah hanya kepada Allah. Kita disuruh untuk meminta kepada Allah, Maka Allah akan kabulkan. "
 
Film ini berkisah tentang perjalanan Doa dari seorang manusia yang percaya bahwa kekuasaan Allah di atas Segalanya. Sebenarnya cerita ini klise dari seorang tukang kaca yang berusaha menghidupi keluarga. Beragam cobaan mulai dari tidak laku, diterpa hujan, hingga saat mau laku ternyata pecah oleh hantaman batu dari anak-anak tawuran. Kesal dengan anak tawuran itu, Agus Kuncoro langsung ikut memukul gerombolan tersebut. Karena sedang puasa, Agus malah babak belur dihantam & dipukul oleh anak2 sma. Untung aja ada ustadz / pria mushola yg menolongnya. Walau sempat
menolak untuk dikasih makan (karena puasa, walau keadaan babak belur & lemah), akhirnya Agus membatalkan karena itu merupakan rezeki dari Allah. Orang mushola tersebut sempat memberi uang 5000 sebagai bekal di jalan.

Uang tersebut disedekahkan dan akhirnya bisa mendatangkan rejeki 50 juta. Sungguh rejeki yg datang tanpa diduga2. Saat kita bersedekah, emang akan dilipatgandakan oleh Allah 10 kali lipat lebih.

Film ini juga memakai endorser (artis pendukung) seperti Desi Ratnasari (jadi istri Agus Kuncoro yang kesulitan memerankan orang miskin), Opik, Zaskia Adya Mecca, Andre Stinky, Marini Zumarnis dan kayaknya ada Menpora (Adyaksa Dault) walau sekilas, itu kalo kagak salah lihat.

Cerita ini seru banget meski berjalan sangat datar. Kadang ada canda di sela dialog dan ada lantunan tilawah dari Ustadz Yusman, merdu & bikin merinding. Kalo tersentuh, malah bisa menangis.


Serba Serbi Film "Kun Fayakuun"

SERBA SERBI – BEHIND IN THE SCENE
 
Bermula dari keprihatinan H.Yusuf Mansyur terhadap tayangan-tayangan bioskop yang diwarnai dengan film-film yang kurang bertanggungjawab terhadap akhlak dan moral. Maka tercetuslah sebuah ide memproduksi film dengan tema lain,dengan harapan dapat menjadi tontonan alternatif sekaligus tuntunan.

Kenapa mengambil judul "Kun Fayakuun" ?
Ayat ini begitu popular,karena seringkali terucap dari bibir Seorang H.Yusuf Mansur dalam penayangan sinetron "Mahakasih". Sejak episode perdana, potongan ayat "Kun Fayakuun" ini begitu lekat dalam hati pemirsa. Sampai- sampai ingat "Kun Fayakun",ingat pula pada seorang Ustadz muda yang menjadi pengantar dan penutup tausiyah di sinetron "Mahakasih" (RCTI) dengan gaya melantunkan qira'ah-nya yang begitu fasih.
 
Suatu hari H.Yusuf Mansur berdiskusi dengan beberapa sahabatnya,H. Novaris dan H.Dhony,di sebuah majelis sebelah rumahnya. Darisana muncul ide cerita tentang seorang tukang kaca yang terinspirasi dari testimony seorang jemaah dari daerah di Banten.
 
Singkatnya,tersusunlah naskah dari ide cerita H.Yusuf Mansur. Sementara skenario ditulis H.Guntur Novaris. H.Yusuf Mansur menyiapkan sejumlah uang untuk produksi film tersebut. Sisi lain,dana yang dimiliki saat itu tidak mencukupi untuk produksi sebuah pementasan layar lebar. Sehingga uang yang dimiliki akhirnya disedekahkan dan mengundur waktu produksi. Subhanallah, di waktu yang deadline produksi film "Kun Fayakuun" mendapat pinjaman dari sebuah Bank terlebih jumlahnya melebihi dari yang ditargetkan.
 
SETENGAH HONOR AGUS UNTUK MEMBELI ANAK
Setelah proses casting berjalan,sangat sulit mencari tokoh utama pria untuk memerankan Pak Ardan,suatu hari disaat tim casting sudah buntu,H.Yusuf Mansur menelepon H.Dhony selaku produser pelaksana untuk memilih Agus Kuncoro saja sebagai pemeran Pak Ardan,dengan pertimbangan beliau Agus Kuncoro yang cocok untuk peran itu.
 
Suatu hari H.Yusuf Mansur berbincang dengan Agus Kuncoro, dari perbincangan itu Agus bercerita bahwa dirinya sudah tiga tahun menikah belum dikaruniai anak. Saat itu H.Yusuf Mansur dengan nada rendah dan tenang melontarkan kalimat, "Gus, kalau mau punya anak,honor kamu yang setengah jangan diambil dan usahakan untuk disedekahkan untuk membeli anak". Nampaknya kalimat pendek H.Yusuf Mansur itu membekas di hati Agus Kuncoro.
 
Perjalanan syuting satu bulan telah dilalui,Agus sebagai pemeran utama tampak lebih capek dibanding pemain lainya. Meskipun demikian Agus tidak melewatkan puasa Senin dan Kamis.
 
Di perjalanan satu bulan syuting itulah terkirim sebuah Short Message Service (SMS) 3 Minggu setelah syuting berakhir.kepada H.Yusuf Mansur "Alhamdulillah, istri saya sudah telat lima Minggu,positif hamil", Subhanallahu………..

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]