Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, anggaran subsidi bahan
bakar minyak (BBM) menjadi sumber kejahatan ekonomi di masa mendatang.
Dengan anggaran subsidi BBM yang lebih besar, anggaran untuk membenahi
infrastruktur menjadi lebih sedikit.
Padahal untuk membeli BBM, Pemerintah juga harus rela berhutang dan
menyebabkan defisit negara meningkat. Ia menganggap Pemerintah harus
segera membenahi struktur anggaran agar lebih berkelanjutan di masa
mendatang.
"Anggaran subsidi BBM itu sudah tidak masuk akal. Anggaran itu lebih
besar dari subsidi infrastruktur. Itu sudah kejahatan ekonomi," kata
Faisal di Jakarta, Minggu (2/3).
Ia menilai dengan minimnya
anggaran infrastruktur, Pemerintah tidak bisa membenahi jalan rusak,
pelabuhan yang sempit, membangun infrastruktur kereta api, jembatan dan
sarana infrastruktur lain yang bisa menekan tingginya biaya barang.
"Ibaratnya, anggaran infrastruktur itu seperti vitamin. Sedangkan
anggaran subsidi BBM itu racun. Ini malah anggaran untuk racun lebih
besar dari pada anggaran vitamin. Subsidi BBM itu sableng," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran subsidi BBM per
akhir 2013 sebesar Rp 210 triliun, naik 105,1 persen melampaui pagu APBN
Perubahan 2013 sebesar Rp 199 triliun. Sedangkan anggaran infrastruktur
tahun ini hanya Rp 188,7 triliun, naik 4,4 persen dibandingkan anggaran
2013.
Kenaikan Harga BBM
Salah satu cara untuk menekan angka
anggaran subsidi BBM yang terus meningkat adalah menaikkan harga BBM
bersubsidi. Namun, Pemerintah saat ini dinilai tidak akan berani untuk
menaikkan harga BBM karena akan mengganggu perekonomian, seperti risiko
inflasi dan mengantisipasi kekisruhan menjelang pemilu.
"Partai politik (pemegang kekuasaan Pemerintah) saat ini tidak akan
berani menaikkan harga BBM. Hampir mustahil kalau mereka mau (menaikkan
harga BBM)," katanya.
Ia menilai menaikkan harga BBM menjelang
pemilu adalah kecerobohan dan bisa berakibat partai penguasa Pemerintah
menjadi bisa tidak dipilih kembali dalam pemilu mendatang. "Harga itu
sensitif buat pemilu. Makanya harga di seluruh dinia menjelang pemilu
akan distabilkan. Dengan harapan, mereka akan terpilih lagi," katanya.
Namun dengan besarnya volume impor BBM dan impor minyak mentah serta
anggaran subsidi BBM seiring dengan lonjakan permintaan sepeda motor
dan mobil tidak diimbangi dengan kebijakan Pemerintah membangun kilang
minyak di dalam negeri atau segera menaikkan harga BBM bersubsidi. "Ini
hanya menciptakan bom waktu buat pemimpin di masa mendatang," katanya.
Subsidi Tidak Jahat
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran
(FITRA) menilai langkah Pemerintah menghapus subsidi harga BBM tidak
tepat. Sebab subsidi dinilai tidak membebani Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN).
Menurut Direktur Investigasi Dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi
mengatakan, subsidi adalah prinsip atau bagian tugas dari negara untuk
membantu rakyat miskin. Siapapun yang punya kebijakan untuk menghapus
subsidi bisa dinilai anti rakyat dan tidak memiliki rasa kemanusian.
"Subsidi tidak jahat, tidak mengerogoti APBN. Tetapi, diperuntukkan
bagi peningkatan ekonomi rakyat. Dari pada korupsi yang pelan-pelan,
pasti bisa menggerogoti APBN," katanya.
Namun ia mengingatkan ke
Pemerintah agar memangkas mafia BBM sehingga publik akan percaya
kenaikan harga BBM murni untuk menyehatkan APBN. Pemerintah dinilai juga
harus mengetatkan anggaran agar kementerian tidak boros dan korupsi.
Tampilkan postingan dengan label Coffee Money. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coffee Money. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Maret 2014
Subsidi BBM Sumber Kejahatan Ekonomi
Minggu, 23 Februari 2014
Investor Menunggu Pemerintahan Baru
Investor asing sampai saat ini masih
ancang-ancang untuk masuk ke Indonesia. Mereka masih menunggu pemerintahan baru
selepas pemilihan umum (pemilu).
Ekonom Samuel Asset Managemen Lana Soelistianingsih
mengatakan, investor asing belum melihat calon pemimpin kuat sebagai pengganti
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintah Indonesia 2014-2019.
"Betul, (investor) masih wait and see. Betul atau tidak sih, Joko Widodo (Jokowi) akan masuk
menjadi calon presiden atau lainnya. Karena belum jelas, investor belum berani
masuk masif," kata Lana di Bandung, Sabtu (22/2).
Berdasarkan data Bank Indonesia
(BI), dana asing yang masuk hingga saat ini mencapai US$ 1,7 miliar atau
sekitar Rp 15 triliun (ytd). Nilai tersebut sudah lebih tinggi dibanding 2013,
meski belum bisa menyamai rekor sebelumnya di 2013 yang bisa menembus US$ 2,3
miliar.
"Itu pun data hingga Mei 2013, setelah itu langsung
turun terus hingga US$ 3,5 miliar. Sepanjang 2013, dana investor asing yang
masuk ke domestik malah turun, bahkan menggerus jatah di 2012 dan 2011,"
katanya.
Lana menilai investor asing saat ini sudah mulai percaya
diri masuk meski masih menunggu hasil konfirmasi pemilu."Siapa yang akan
dicalonkan pada pemilu nanti. Saat ini hingga April, investor masih melihat
calon pemimpin masih by on rumour.
Namun rumor pak Jokowi (jadi presiden) bisa jadi efek positif (bagi
pasar)," katanya.
Dari data domestik, investor sudah melihat ada perbaikan
data perekonomian baik berupa pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah,
defisit anggaran, defisit transaksi berjalan hingga defisit neraca pembayaran.
"Namun mereka juga menunggu perbaikan data itu konsisten atau tidak ke
depan," katanya.
Data dari perekonomian global, Indonesia juga terkerek dari
perbaikan ekonomi AS, Eropa dan Jepang. Namun tidak dari perekonomian China
yang masih mendatar. "China paling penting buat pasar Indonesia karena
menjadi salah satu pasar ekspor kita. Biasanya kalau AS, Jepang dan Eropa sudah
bagus, China juga akan terbawa. Cuma ada jeda waktu saja," katanya.
Jika Jokowi bisa menjadi Presiden Indonesia di tahun ini,
Lana memprediksi rupiah akan menguat ke level di bawah Rp 11 ribu per dolar AS.
"Asumsi saya rupiah bisa Rp 10.800 per dolar AS di 2014. Ini akan
mendorong dana asing masuk," katanya.
Rupiah Menguat
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan
Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, perekonomian Indonesia di
kuartal I-2014 sudah mengalami kecenderungan menguat dengan ada penambahan dana
asing yang masuk ke domestik.
"Pasar sudah kelihatan, perusahaan yang punya dolar AS
sudah mulai melepas sehingga suplai dolar AS mulai bertambah. Ini positif. Ada
potensi rupiah terapresiasi," kata Juda.
Ia menilai dolar AS sudah melemah sebesar 6 persen sejak
awal tahun. Untuk menjaga stabilitas perekonomian, BI punya kebijakan menjadi
rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. "Namun kami juga tidak ingin rupiah
terlalu kuat melebihi fundamentalnya, nanti malah mendorong impor,"
katanya.
Tahun ini, BI akan fokus menata defisit transaksi berjalan
serta mengelola kebijakan moneter dan makroprudensial. BI pun sudah menghitung
dampak kenaikan harga elpiji 12 kg, tarif dasar listrik untuk industri, upah
minimum provinsi hingga risiko bencana baik banjir maupun erupsi Gunung
Sinabung dan Gunung Kelud.
"Dampak itu sudah kita hitung, termasuk ke pemilu
nanti. Inflasi masih terjaga di level 4 plus minus 1 persen," katanya.
Akses Perbankan Masyarakat Rendah
Bank Indonesia (BI) menyatakan, akses perbankan masyarakat Indonesia masih rendah dibanding masyarakat di Asia. Indonesia bahkan masih kalah dibanding Vietnam.
Direktur Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM BI Yunita Resmi Sari mengatakan, akses perbankan tersebut dihitung dari rata-rata kepemilikan rekening di lembaga keuangan formal. “Masyarakat yang mampu mengakses perbankan hanya 20 persen dari total penduduk. Vietnam malah sudah 21,49 persen,” kata Yunita di Bandung, Sabtu (22/2).
Akses perbankan masyarakat tertinggi di Asia dimiliki oleh Malaysia dengan angka 66,79 persen. China berada di urutan di bawahnya dengan rasio 63,8 persen. Sedangkan India 35,2 persen dan Filipina 26,5 persen.
Dari jumlah tersebut, Yunita mengaku sekitar 68 persen dari masyarakat sudah sadar untuk menabung. Sekitar 48 persen dari jumlah itu sudah menabung di bank, lembaga keuangan nonbank (LKNB) dan non lembaga keuangan.
Dari sisi inklusivitas, sekitar 40 persen masyarakat tidak bisa meminjam dana di perbankan karena sejumlah alasan, teruma agunan. Sekitar 17 persen masyarakat sudah mendapat pembiayaan dari bank dan 36 persen meminjam dari lembaga informal.
“Mereka inilah yang meminjam di pegadaian hingga rentenir. Asal dana bisa cair, mereka akan menempuh segala cara dan belum di lembaga perbankan,” katanya.
Pengaruhi Kemiskinan
BI juga mencatat ada hubungan positif antara sektor keuangan dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga berpengaruh ke tingkat layanan bank dan angka kemiskinan di Indonesia. Hasilnya, semakin rendah akses keuangan masyarakat, semakin besar rentang kemiskinannya. “Semakin banyak jumlah bank di daerah tertentu, semakin kecil pula angka kemiskinannya,” kata Yunita.
Jika dilihat dari persentase penduduk miskin di suatu provinsi dengan rata-rata pengeluaran per bulan per kapita sebesar US$ 1,8, wilayah Jabodetabek mengalami angka terendah yaitu 3,7 persen. Yunita mengatakan, persentase angka Jabodetabek kecil karena sudah banyak lembaga keuangan baik bank maupun nonbank berada di wilayah ini. “Tidak heran, angka persentase kemiskinannya juga kecil,” katanya.
Berbeda dengan kondisi di Papua yang masih memiliki persentase 30,66 persen. Ini artinya, akses perbankan masyarakat Papua masih rendah dan angka kemiskinan di wilayah tersebut masih tinggi. “Tidak heran karena perbankan juga masih jarang berada di sana,” katanya.
Kepala Bank Indonesia (BI) wilayah Sumatera Utara Difi A Johansyah mengatakan, persentase angka ini bisa dilihat dari jumlah bank, jumlah masyarakat di wilayah tersebut, jumlah pegawai bank hingga jumlah fasilitas layanan perbankan di daerah tertentu.
“Wilayah Aceh masih memiliki angka 18,58 persen. Ke depan, kami akan berusaha menurunkan angka tersebut dengan memperbanyak akses masyarakat ke perbankan dengan sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Direktur Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM BI Yunita Resmi Sari mengatakan, akses perbankan tersebut dihitung dari rata-rata kepemilikan rekening di lembaga keuangan formal. “Masyarakat yang mampu mengakses perbankan hanya 20 persen dari total penduduk. Vietnam malah sudah 21,49 persen,” kata Yunita di Bandung, Sabtu (22/2).
Akses perbankan masyarakat tertinggi di Asia dimiliki oleh Malaysia dengan angka 66,79 persen. China berada di urutan di bawahnya dengan rasio 63,8 persen. Sedangkan India 35,2 persen dan Filipina 26,5 persen.
Dari jumlah tersebut, Yunita mengaku sekitar 68 persen dari masyarakat sudah sadar untuk menabung. Sekitar 48 persen dari jumlah itu sudah menabung di bank, lembaga keuangan nonbank (LKNB) dan non lembaga keuangan.
Dari sisi inklusivitas, sekitar 40 persen masyarakat tidak bisa meminjam dana di perbankan karena sejumlah alasan, teruma agunan. Sekitar 17 persen masyarakat sudah mendapat pembiayaan dari bank dan 36 persen meminjam dari lembaga informal.
“Mereka inilah yang meminjam di pegadaian hingga rentenir. Asal dana bisa cair, mereka akan menempuh segala cara dan belum di lembaga perbankan,” katanya.
Pengaruhi Kemiskinan
BI juga mencatat ada hubungan positif antara sektor keuangan dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga berpengaruh ke tingkat layanan bank dan angka kemiskinan di Indonesia. Hasilnya, semakin rendah akses keuangan masyarakat, semakin besar rentang kemiskinannya. “Semakin banyak jumlah bank di daerah tertentu, semakin kecil pula angka kemiskinannya,” kata Yunita.
Jika dilihat dari persentase penduduk miskin di suatu provinsi dengan rata-rata pengeluaran per bulan per kapita sebesar US$ 1,8, wilayah Jabodetabek mengalami angka terendah yaitu 3,7 persen. Yunita mengatakan, persentase angka Jabodetabek kecil karena sudah banyak lembaga keuangan baik bank maupun nonbank berada di wilayah ini. “Tidak heran, angka persentase kemiskinannya juga kecil,” katanya.
Berbeda dengan kondisi di Papua yang masih memiliki persentase 30,66 persen. Ini artinya, akses perbankan masyarakat Papua masih rendah dan angka kemiskinan di wilayah tersebut masih tinggi. “Tidak heran karena perbankan juga masih jarang berada di sana,” katanya.
Kepala Bank Indonesia (BI) wilayah Sumatera Utara Difi A Johansyah mengatakan, persentase angka ini bisa dilihat dari jumlah bank, jumlah masyarakat di wilayah tersebut, jumlah pegawai bank hingga jumlah fasilitas layanan perbankan di daerah tertentu.
“Wilayah Aceh masih memiliki angka 18,58 persen. Ke depan, kami akan berusaha menurunkan angka tersebut dengan memperbanyak akses masyarakat ke perbankan dengan sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Rabu, 27 November 2013
Telkom Akan Lepas Telkomsel
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana melepas sahamnya di PT
Telekomunikasi Selular (Telkomsel), baik melalui penawaran publik
perdana (initial public offering/IPO) maupun masuk melalui perusahaan terbuka lain (backdor listing).
Indra Utoyo, Direktur Inovasi dan Portofolio Strategis Telkom menyatakan rencana tersebut telah disetujui oleh pihak Singapore Telecomunications Limited (SingTel). Seperti diketahui, SingTel memiliki 35 persen saham di Telkomsel.
Namun demikian, dia tidak menjelaskan lebih lanjut waktu pelaksanaannya. "Nanti setelah Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) selesai penjualannya," tuturnya.
Langkah penjualan itu dilakukan dengan alasa untuk memaksimalkan potensi aset, khususnya menara. Saat ini, Telkomsel memiliki 14.000 unit menara.
Sementara itu, saat ini Telkom tengah memproses calon mitra Mitratel. Pilihannya, tinggal dua, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
TLKM akan menukar (swap) 49 persen saham Mitratel dengan saham calon mitra. Dengan begitu, keduanya bisa tumbuh secara bersama-sama. Saat ini, Mitratel memiliki 4.000 menara. Total aset Mitratel per akhir September 2013 sebesar Rp 4,93 triliun.
Sumber: Kompascom
Indra Utoyo, Direktur Inovasi dan Portofolio Strategis Telkom menyatakan rencana tersebut telah disetujui oleh pihak Singapore Telecomunications Limited (SingTel). Seperti diketahui, SingTel memiliki 35 persen saham di Telkomsel.
Namun demikian, dia tidak menjelaskan lebih lanjut waktu pelaksanaannya. "Nanti setelah Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) selesai penjualannya," tuturnya.
Langkah penjualan itu dilakukan dengan alasa untuk memaksimalkan potensi aset, khususnya menara. Saat ini, Telkomsel memiliki 14.000 unit menara.
Sementara itu, saat ini Telkom tengah memproses calon mitra Mitratel. Pilihannya, tinggal dua, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
TLKM akan menukar (swap) 49 persen saham Mitratel dengan saham calon mitra. Dengan begitu, keduanya bisa tumbuh secara bersama-sama. Saat ini, Mitratel memiliki 4.000 menara. Total aset Mitratel per akhir September 2013 sebesar Rp 4,93 triliun.
Sumber: Kompascom
Senin, 26 Agustus 2013
Urusan Cangkir, Dunkin Donut Akan Tiru Starbucks
Dunkin Donuts telah menjual lebih dari 1,7 miliar cangkir kopi di seluruh dunia setiap tahun. Namun tahukah Anda bahwa cangkir kopi tersebut terbuat dari busa dan saat ini akan dilarang pemakaiannya?
Sebenarnya, sejak tahun 2011 lalu, Dunkin Donuts telah mempertimbangkan untuk menggunakan bahan yang berbeda untuk cangkir tersebut. Juru bicara Dunkin Donuts Michelle King mengatakan, pihaknya sudah menguji cangkir kertas ganda di lima lokasi di Brookline, Massachusetts.
Salah satu alasan Dunkin Donuts mulai mengalihkan dari cangkir berbahan busa menjadi berbahan kertas adalah mulai 1 Desember mendatang, penggunaan busa untuk cangkir akan dilarang di Amerika Serikat. Pelarangan ini akan dimulai di kota New York, Baltimore, Cupertino, California, Portland dan Manhattan.
Dengan pengalihan jenis bahan untuk cangkir ini, Dunkin Donuts bisa dibilang meniru langkah Starbucks yang terlebih dahulu menggunakan cangkirnya berbahan kertas. Cara serupa juga diterapkan oleh restoran cepat saji McDonald yang sudah memulai proyek percontohannya sejak tahun lalu.
"Ini merupakan masalah penting dan rumit dan kami ingin mengambil setiap langkah untuk memastikan bahwa kami mendapat hak ini. Kami bersedia untuk membuat perubahan selama dapat memuaskan pelanggan dan pewaralaba apalagi bisa ramah lingkungan," kata King.
Fakta di lapangan, tidak ada cangkir kopi panas yang mampu dengan mudah untuk didaur ulang. Sebab, cangkir ini ada pelapis yang membuat kopi tetap panas namun tangan pembeli tidak merasa kepanasan saat memegang cangkir tersebut.
Saat ini, Dunkin Donuts sedang membuat proyek untuk membuat cangkir agar tangan pembeli tetap dingin, kopi tetap panas dan cangkir tersebut mudah untuk didaur ulang.
Padahal untuk bahan sebelumnya, cangkir milik Dunkin Donuts ini bisa didaur ulang dan digunakan untuk furnitur, gantungan baju dan casing disket. Masalahnya, tidak semua kota di Amerika Serikat atau bahkan dunia yang menyediakan pendaurulangan bahan dari busa.
Sumber: Businessweek
Sebenarnya, sejak tahun 2011 lalu, Dunkin Donuts telah mempertimbangkan untuk menggunakan bahan yang berbeda untuk cangkir tersebut. Juru bicara Dunkin Donuts Michelle King mengatakan, pihaknya sudah menguji cangkir kertas ganda di lima lokasi di Brookline, Massachusetts.
Salah satu alasan Dunkin Donuts mulai mengalihkan dari cangkir berbahan busa menjadi berbahan kertas adalah mulai 1 Desember mendatang, penggunaan busa untuk cangkir akan dilarang di Amerika Serikat. Pelarangan ini akan dimulai di kota New York, Baltimore, Cupertino, California, Portland dan Manhattan.
Dengan pengalihan jenis bahan untuk cangkir ini, Dunkin Donuts bisa dibilang meniru langkah Starbucks yang terlebih dahulu menggunakan cangkirnya berbahan kertas. Cara serupa juga diterapkan oleh restoran cepat saji McDonald yang sudah memulai proyek percontohannya sejak tahun lalu.
"Ini merupakan masalah penting dan rumit dan kami ingin mengambil setiap langkah untuk memastikan bahwa kami mendapat hak ini. Kami bersedia untuk membuat perubahan selama dapat memuaskan pelanggan dan pewaralaba apalagi bisa ramah lingkungan," kata King.
Fakta di lapangan, tidak ada cangkir kopi panas yang mampu dengan mudah untuk didaur ulang. Sebab, cangkir ini ada pelapis yang membuat kopi tetap panas namun tangan pembeli tidak merasa kepanasan saat memegang cangkir tersebut.
Saat ini, Dunkin Donuts sedang membuat proyek untuk membuat cangkir agar tangan pembeli tetap dingin, kopi tetap panas dan cangkir tersebut mudah untuk didaur ulang.
Padahal untuk bahan sebelumnya, cangkir milik Dunkin Donuts ini bisa didaur ulang dan digunakan untuk furnitur, gantungan baju dan casing disket. Masalahnya, tidak semua kota di Amerika Serikat atau bahkan dunia yang menyediakan pendaurulangan bahan dari busa.
Sumber: Businessweek
Minggu, 02 Juni 2013
2017, Miliarder Dunia Bergeser ke Asia
Selama ini, miliarder dari Amerika Serikat selalu menguasai dari hampir total kekayaan dunia. Namun ke depan tidak lagi, sebab akan ada pergeseran orang terkaya di dunia dari Amerika Serikat ke kawasan Asia Pasifik.
Berdasarkan laporan global dari Boston Consulting Group menyatakan kekayaan masyarakat swasta dinilai lebih baik dibanding kekayaan miliarder tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah rata-rata kenaikan jumlah kekayaan dari kedua hal itu.
Untuk kekayaan masyarakat swasta (di luar para miliarder dunia) sepanjang 2012 mengalami kenaikan rata-rata 7,8 persen. Sementara untuk tahun 2010 dan 2011 masing-masing meningkat 7,3 persen dan 3,6 persen.
Sedangkan total kekayaan miliarder dunia yang terdiri dari 1.426 orang, menurut catatan Forbes, hanya meningkat rata-rata 2,7 persen sepanjang 2012 lalu, dari 3,7 miliar dollar AS menjadi 3,8 miliar dollar AS. Namun secara total, jumlah kekayaan miliarder dunia tersebut mencapai 5,4 triliun dollar AS, naik dari tahun sebelumnya 4,6 triliun dollar AS.
"Hal ini menunjukkan meskipun kekayaan miliarder meningkat, tapi kenaikan rata-rata kekayaannya tidak lebih tinggi dibanding masyarakat swasta," tulis laporan tersebut.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa pendorong utama kekayaan masyarakat swasta adalah kenaikan kembali bursa saham di pasar ekuitas. Hal ini juga dibuktikan sekitar 3,9 triliun dollar AS dari 5,4 triliun dollar AS kekayaan miliarder dunia berasal dari apresiasi aset yang selama ini dimilikinya.
Sedangkan kenaikan rata-rata kekayaan masyarakat swasta disebabkan juga dari kenaikan jumlah tabungan serta pasar ekuitas yang melonjak 12,9 persen. Sementara tingkat pertumbuhan kekayaan pribadi total masyarakat dunia diprediksi naik 5,9 persen pada tahun 2013 ini.
Jika tren ini berlanjut, kawasan Asia Pasifik akan mengalami kenaikan jumlah kekayaan yang diperkirakan akan mencapai 48,1 triliun dollar AS pada tahun 2017. Sehingga kawasan ini akan menjadi penduduk dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.
Saat ini, Amerika Utara memegang gelar tersebut dengan total kekayaan 43,3 triliun dollar AS. Sementara Asia Pasifik hanya 15,3 triliun dollar AS. Namun dari perkembangan yang ada, kekayaan orang-orang yang ada di Amerika Utara diperkirakan hanya akan melonjak menjadi 48 triliun dollar AS pada 2017.
Untuk saat ini, Amerika Serikat masih memegang gelar dengan masyarakat yang memiliki kekayaan tertinggi di dunia, dengan jumlah 5.876.000 jutawan. Jepang berada di urutan kedua dengan jumlah jutawan mencapai 1,46 juta orang. Dan China di urutan ketiga dengan 1,304 juta orang.
Amerika Serikat juga masih memimpin gelar sebagai negara dengan jumlah kekayaan masyarakat secara individu rata-rata lebih dari 100 juta dollar AS, dengan jumlah jutawan mencapai 3.016 orang. Tempat kedua dipegang Inggris dengan 1.001 orang dan Cina dengan 851 orang.
Jika dunia barat terus bergantung pada aset yang ada untuk meningkatkan kekayaannya (hal yang sama juga dilakukan oleh dunia timur khususnya di Asia Pasifik), maka tidak akan lama lagi China akan menyalip dan memimpin dunia dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.
Sumber: Forbes
Berdasarkan laporan global dari Boston Consulting Group menyatakan kekayaan masyarakat swasta dinilai lebih baik dibanding kekayaan miliarder tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah rata-rata kenaikan jumlah kekayaan dari kedua hal itu.
Untuk kekayaan masyarakat swasta (di luar para miliarder dunia) sepanjang 2012 mengalami kenaikan rata-rata 7,8 persen. Sementara untuk tahun 2010 dan 2011 masing-masing meningkat 7,3 persen dan 3,6 persen.
Sedangkan total kekayaan miliarder dunia yang terdiri dari 1.426 orang, menurut catatan Forbes, hanya meningkat rata-rata 2,7 persen sepanjang 2012 lalu, dari 3,7 miliar dollar AS menjadi 3,8 miliar dollar AS. Namun secara total, jumlah kekayaan miliarder dunia tersebut mencapai 5,4 triliun dollar AS, naik dari tahun sebelumnya 4,6 triliun dollar AS.
"Hal ini menunjukkan meskipun kekayaan miliarder meningkat, tapi kenaikan rata-rata kekayaannya tidak lebih tinggi dibanding masyarakat swasta," tulis laporan tersebut.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa pendorong utama kekayaan masyarakat swasta adalah kenaikan kembali bursa saham di pasar ekuitas. Hal ini juga dibuktikan sekitar 3,9 triliun dollar AS dari 5,4 triliun dollar AS kekayaan miliarder dunia berasal dari apresiasi aset yang selama ini dimilikinya.
Sedangkan kenaikan rata-rata kekayaan masyarakat swasta disebabkan juga dari kenaikan jumlah tabungan serta pasar ekuitas yang melonjak 12,9 persen. Sementara tingkat pertumbuhan kekayaan pribadi total masyarakat dunia diprediksi naik 5,9 persen pada tahun 2013 ini.
Jika tren ini berlanjut, kawasan Asia Pasifik akan mengalami kenaikan jumlah kekayaan yang diperkirakan akan mencapai 48,1 triliun dollar AS pada tahun 2017. Sehingga kawasan ini akan menjadi penduduk dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.
Saat ini, Amerika Utara memegang gelar tersebut dengan total kekayaan 43,3 triliun dollar AS. Sementara Asia Pasifik hanya 15,3 triliun dollar AS. Namun dari perkembangan yang ada, kekayaan orang-orang yang ada di Amerika Utara diperkirakan hanya akan melonjak menjadi 48 triliun dollar AS pada 2017.
Untuk saat ini, Amerika Serikat masih memegang gelar dengan masyarakat yang memiliki kekayaan tertinggi di dunia, dengan jumlah 5.876.000 jutawan. Jepang berada di urutan kedua dengan jumlah jutawan mencapai 1,46 juta orang. Dan China di urutan ketiga dengan 1,304 juta orang.
Amerika Serikat juga masih memimpin gelar sebagai negara dengan jumlah kekayaan masyarakat secara individu rata-rata lebih dari 100 juta dollar AS, dengan jumlah jutawan mencapai 3.016 orang. Tempat kedua dipegang Inggris dengan 1.001 orang dan Cina dengan 851 orang.
Jika dunia barat terus bergantung pada aset yang ada untuk meningkatkan kekayaannya (hal yang sama juga dilakukan oleh dunia timur khususnya di Asia Pasifik), maka tidak akan lama lagi China akan menyalip dan memimpin dunia dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.
Sumber: Forbes
Rabu, 17 April 2013
Ini Sebab Harga Emas Anjlok
Harga emas telah mengalami penurunan signifikan, khususnya di tahun ini. Bahkan penurunan harga emas yang terjadi pada 11 April lalu sebesar 13 persen merupakan penurunan kedua terbesar sejak tahun 1980.
Dengan penurunan harga emas saat ini, untuk harga pengiriman emas berjangka pada Juni mendatang ditutup 1.361 dollar AS per ounce di Comex New York kemarin. Bahkan harga tersebut sudah menurun 200 dollar AS dalam dua sesi perdagangan.
Lantas apa penyebab harga emas terus turun? Faktor yang paling penting adalah nilai inflasi global yang terus menurun dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan investor yang memegang emas untuk melindungi asetnya ikut menjual harga emasnya karena harga terus turun.
JP Morgan Chase telah melakukan survey pada 30 negara di dunia yang mewakili hampir 90 persen dari perekonomian dunia menjelaskan bahwa inflasi global sebesar 4 persen sebenarnya telah memuncak pada 2011 lalu. Setiap tahun, nilai inflasi terus turun dan pada Februari 2013 ini hanya sekitar 2,5 persen.
Artinya, perekonomian global sudah mengindikasikan pemulihan. Sehingga hal tersebut membuat anomali bagi harga emas. Di saat perekonomian dunia membaik, maka harga emas turun. Sebaliknya, bila perekonomian dunia memburuk, harga emas cenderung melesat.
Bahkan JP Morgan juga memprediksi bahwa dengan mulai pulihnya perekonomian dunia ini maka inflasi di paruh kedua tahun 2013 ini akan hanya sekitar 2 persen.
JP Morgan menilai penurunan inflasi ini disebabkan karena sudah mulai terselesaikannya masalah pasokan barang. Harga-harga barang khususnya komoditas yang biasanya mengontribusikan inflasi tinggi sudah relatif lebih murah dibanding sebelumnya, sehingga tidak mengerek inflasi.
Sumber : Businessweek
Dengan penurunan harga emas saat ini, untuk harga pengiriman emas berjangka pada Juni mendatang ditutup 1.361 dollar AS per ounce di Comex New York kemarin. Bahkan harga tersebut sudah menurun 200 dollar AS dalam dua sesi perdagangan.
Lantas apa penyebab harga emas terus turun? Faktor yang paling penting adalah nilai inflasi global yang terus menurun dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan investor yang memegang emas untuk melindungi asetnya ikut menjual harga emasnya karena harga terus turun.
JP Morgan Chase telah melakukan survey pada 30 negara di dunia yang mewakili hampir 90 persen dari perekonomian dunia menjelaskan bahwa inflasi global sebesar 4 persen sebenarnya telah memuncak pada 2011 lalu. Setiap tahun, nilai inflasi terus turun dan pada Februari 2013 ini hanya sekitar 2,5 persen.
Artinya, perekonomian global sudah mengindikasikan pemulihan. Sehingga hal tersebut membuat anomali bagi harga emas. Di saat perekonomian dunia membaik, maka harga emas turun. Sebaliknya, bila perekonomian dunia memburuk, harga emas cenderung melesat.
Bahkan JP Morgan juga memprediksi bahwa dengan mulai pulihnya perekonomian dunia ini maka inflasi di paruh kedua tahun 2013 ini akan hanya sekitar 2 persen.
JP Morgan menilai penurunan inflasi ini disebabkan karena sudah mulai terselesaikannya masalah pasokan barang. Harga-harga barang khususnya komoditas yang biasanya mengontribusikan inflasi tinggi sudah relatif lebih murah dibanding sebelumnya, sehingga tidak mengerek inflasi.
Sumber : Businessweek
Langganan:
Postingan (Atom)





