Kamis, 31 Maret 2016

Streaming Kuasai Industri Musik

Berbagai layanan streaming musik. Sumber: http://ift.tt/1MW95Aa

Berbagai layanan streaming musik. Sumber: http://ift.tt/1MW95Aa

Bisnis streaming musik pertama kalinya melampaui penjualan keping disket (CD) meski harus berjuang di tengah peningkatan musik unduhan (download).

Data Asosiasi Industri Rekaman Amerika Serikat tahun lalu menyebut, bisnis streaming meraup lebih dari US$ 2 miliar yang dimotori langganan layanan seperti Spotify.

Di tengah pesaing baru seperti Apple Music dan Tidal, pendapatan langganan berbayar, khususnya kenaikan langganan unlimited hingga layanan on-demand naik lebih dari 50 persen.

Bisnis streaming menyumbang 34,3 persen dari pendapatan keseluruhan pasar musik terbesar di dunia, tak jauh berbeda dengan bisnis unduhan digital pada platform seperti iTunes.

Meski bisnis streaming musik tumbuh cepat, pendapatan industri secara keseluruhan tahun lalu hanya naik 0,9 persen menjadi US$ 7 miliar.

Penjualan CD dan unduhan digital turun 17 persen. Asosiasi memuji kenaikan bisnis streaming sebagai kompensasi penurunan bisnis CD dan di tengah unduhan musik ilegal.

Kelompok industri menuduh YouTube dan layanan Spotify cukup tertekan karena banyak artis memasukkan musiknya ke layanan tersebut dan mendapatkan iklan.

“Kami dan begitu banyak saudara-saudara komunitas musik merasa beberapa raksasa teknologi telah memerkaya diri sendiri dengan mengorbankan orang-orang yang benar-benar membuat musik,” kata Presiden Asosiasi Industri Rekaman Amerika Serikat Cary Sherman.

“Kami menyebutnya mereka mengambil industri kami karena beberapa perusahaan tersebut mengambil keuntungan dari kami. Saat ini banyak aturan pemerintah mendistorsi pasar dan mereka menjual di bawah harga pasar,” katanya.

Asosiasi memerkirakan jumlah langganan musik streaming berbayar mencapai 10,8 juta di Amerika Serikat. Bisnis streaming masih memiliki banyak ruang untuk tumbuh.

Di sisi lain, bisnis lain yang meningkat adalah vinyl. Penjualannya naik hampir sepertiga di tengah lonjakan kolektor. Kondisi ini mirip pada 1988 sebelum bisnis keping CD muncul.

Vinyl masih memiliki pangsa pasar yang kecil namun mampu mengambil seperempat dari pangsa CD tahun lalu. Popularitas vinyl naik setiap tahun karena pengecer merilis rutin ke seluruh dunia, khususnya demi penggemar setianya. Industri musik belum merilis angka penjualan vinyl secara global tahun lalu.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com

Selasa, 29 Maret 2016

40 Investor Minati Yahoo

yahoo-logo

Yahoo memberi tenggang waktu hingga 11 April bagi investor terkait penawaran awal beberapa asetnya.

Wall Street Journal melaporkan, Yahoo akan bernegosiasi dengan investor terkait aset yang akan ditawarkan, bagaimana mereka akan membiayai akuisisi, dan apa yang harus dipenuhi terkait persyaratan teknisnya.

Beberapa investor kemungkinan tertarik membeli bisnis inti Yahoo atau bagian dari itu. Lainnya justru meminati tawaran saham Yahoo di Alibaba atau kepemilikan Yahoo di Jepang.

CEO Yahoo Marissa Mayer yang memimpin perusahaan sejak 2012 dinilai gagal mendorong pertumbuhan bisnis. Posisinya semakin sulit karena dianggap gagal menunjukkan kemajuan perusahaan.

Yahoo menjadi salah satu perusahaan internet terkenal di dunia. Meski penggunanya mencapai satu miliar orang, posisinya masih di bawah Google dalam bisnis mesin pencari di internet dan terus kehilangan pendapatan iklan online.

Ironisnya, Mayer bergabung dengan Yahoo sebagai Kepala Eksekutif dari Google yang menjadi pesaingnya. Mayer mengklaim sudah mengerahkan semua kemampuannya dalam memimpin perusahaan.

Namun keuangan perusahaan belum melonjak karena bisnis inti belum menunjukkan perbaikan. Saat ini valuasi perusahaan masih ditopang kepemilikan sahamnya di Alibaba dan Yahoo Jepang.

Februari lalu, Yahoo telah memangkas sekitar 15 persen tenaga kerjanya dan memersempit fokus karena mengeksplorasi strategi alternatif.

Yahoo dalam laporan kuartalan ke depan akan mengumumkan rencana penjualan bisnisnya atau merger setelah bertahun-tahun berjuang mendapatkan kejayaan kembali.

Yahoo melaporkan kerugian US$ 4,43 miliar pada kuartal IV-2015. Semua unit bisnisnya mengalami penurunan, termasuk Tumblr. Bisnis di berbagai wilayah, seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, hingga Amerika Latin merosot.

Wall Street Journal melaporkan, sekitar 40 perusahaan berpotensi tertarik terhadap bisnis Yahoo dan telah menandatangani perjanjian non-disclosure dalam beberapa pekan terakhir namun Yahoo ingin memersempit jumlah investor. Yahoo tidak berkomentar terkait laporan Wall Street Journal.

Sumber: Wall Street Journal, AFP



via didikpurwanto.com

Rabu, 09 Maret 2016

Sambut #WonderfulEclipse dengan Mimpi

Foto gerhana matahari total yang diambil bos saya di Bangka. Foto: Dok. MakhfudSappe

Foto gerhana matahari total yang diambil bos saya di Bangka. Foto: Dok. MakhfudSappe

Gerhana Matahari Total menjadi fenomena langka. Apalagi tidak setiap tahun terjadi, khususnya di Indonesia.

Selama saya hidup, saya pernah merasakan Gerhana Matahari Total pada 1983. Saat itu, seluruh masyarakat membawa keluarganya menginap di rumah kepala dusun yang notabene memiliki areal luas.

Tidak ada kegiatan apapun di dalam rumah kepala dusun, melainkan hanya diam. Aku yang saat itu berumur setahun masih ingat benar pengalaman tersebut.

Sebelum pergi ke rumah kepala dusun, bapak pun memukul pohon kelapa di pekarangan rumah. Kebetulan kami memiliki empat pohon.

Harapannya, pohon kelapa tidak busuk dan bisa berbuah sebagaimana mestinya. Ada mitos juga, bila ada buah kelapa yang jatuh dari pohon harus diwaspadai.

“Takutnya itu glundung plecek atau pecek (sejenis makhluk halus yang hanya kepala saja. Saat kita memegang buah kelapa tersebut akan muncul wajah jelek dan menjulurkan lidah),” kata bapakku.

Saya pun hanya terdiam saat itu karena tidak mengerti apa-apa. Saya hanya berharap keluarga aman dan tidak ada bencana.

Tak hanya itu, ibuku pun mengandangkan ayam dan sapi. Kebetulan suara hewan tersebut bersaut-sautan jelang gerhana. Saya pun tidak mengerti bahasa hewan sehingga tak mengetahui maksud saut-sautan suara mereka.

Suasanya pun aman selepas gerhana matahari kembali normal. Namun bapak kembali memeriksa hewan peliharaan kami, apakah masih genap ataukah ada yang berkurang.

Begitu juga dengan buah kelapa. Bila ada buah kelapa yang jatuh tak jauh dari pohon akan berusaha dilihat bukan sebagai glundung plecek seperti yang disampaikan tadi.

Caranya, bapak membawa sebilah kayu dan memukulkan kepada buah kelapa yang jatuh hingga berguling-guling. Bapak memastikan agar tidak ada wajah dalam buah kelapa tersebut.

Saat saya tanya kembali mengenai ritual tersebut pada gerhana matahari total tahun ini, bapak pun enggan melakukan hal serupa. “Dulu bapak dibodohi karena masyarakat lain juga melakukan itu. Daripada nanti bapak dikucilkan masyarakat,” kata bapak.

Tahun ini, setelah 33 tahun saya lahir, gerhana matahari total kembali terjadi. Awalnya saya sudah siap-siap ikut lomba agar bisa menang dan berkesempatan melihat gerhana langsung di berbagai daerah. Kebetulan ada lomba dengan hadiah traveling ke lokasi yang dilewati gerhana.

Namun dua bulan menjelang deadline tulisan, kerjaan kantor begitu menyibukkan aktivitasku. Tak satupun tulisan berhasil saya buat. Pasrah. Peluang tersebut pun hangus.

Saya pun berharap bisa melakukan pemantauan dari Planetarium yang ada di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat untuk gerhana tahun ini. Setiap ada fenomena terkait gerhana, Planetarium selalu membuka kesempatan kepada warga setempat untuk melihat langsung.

Tahun lalu saya berkesempatan melihat fenomena tersebut dan berbincang dengan komunitas astronomi setempat.

Namun karena jumlah teropong terbatas, masyarakat pun bergantian melihat fenomena gerhana melalui teropong. Jika tidak kebagian, masyarakat bisa menonton bersama melalui sebuah layar besar.

Namun lagi-lagi masyarakat tidak tertib untuk menonton. Semua berdiri melihat di depan layar besar. Bagi masyarakat yang pendek, jangan harap bisa melihat meski dari jarak dekat.

Alhasil, banyak masyarakat menunggu bila ada yang keluar dari ruang utama atau teropong utama.

Masyarakat Bangka antusias menanti fenomena gerhana matahari total untuk mengabadikannya. Foto: Dok. MakhfudSappe

Masyarakat Bangka antusias menanti fenomena gerhana matahari total untuk mengabadikannya. Foto: Dok. MakhfudSappe

Tahun ini sebenarnya saya sudah menyiapkan peralatan untuk mendapatkan foto fenomena gerhana matahari meski tidak 100 persen terlihat dari Jakarta.

Namun sejak Senin malam, kondisi badan rasanya tidak memungkinkan bergerak. “Makan saja susah, selalu muntah. Belum lagi badan panas dingin,” kataku.

Kebetulan kantorku meliburkan karyawan sehari sebelum tanggal merah. Ini saya gunakan untuk beristirahat total agar keesokan paginya bisa melihat gerhana matahari total.

Namun pukul 02.00 WIB dini hari pada Rabu (9/3), kondisi badan sudah tidak bisa ditolerir. Tidur susah, makan pun tak bisa. Akhirnya saya pergi ke apotek dan membeli obat. Alhamdulillah, obat manjur dan saya terlelap tidur.

Saat bangun, saya kaget bukan kepalang. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB dan sinar matahari yang menembus jendela sudah terang benderang. Artinya, saya ketinggalan momen langka tersebut.

Nasi sudah menjadi bubur, biar enak tinggal ditambah kerupuk. Tidak dapat melihat gerhana matahari total secara langsung, masih ada linimasa yang mampu menyajikannya dari seluruh Indonesia, khususnya #GMT2016 atau #WonderfulEclipse.

Gerhana merupakan fenomena langka dan kesehatan merupakan hal utama dalam hidup. Bagi saya, tidur lebih baik dibandingkan melihat desakan masyarakat mencari foto gerhana. Nanti kondisi badan saya malah drop dan tidak bisa mengikuti lomba ini. Hehehe..

Selamat tidur. Semoga bermimpi melihat Gerhana Matahari Total lagi.

 



via didikpurwanto.com

Senin, 07 Maret 2016

Kado Valentine dari Newmont

Ban dari haul truck yang dijadikan monumen Newmont di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB. Foto: Dok.pri

Ban dari haul truck yang dijadikan monumen Newmont di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB. Foto: Dok.pri

14 Februari dijuluki sebagai Hari Kasih Sayang. Berhubung masih single (ngakunya..), jadi tidak ada yang memberi kasih sayang entah berupa bunga, coklat atau ciuman.
Namun kasih sayang, bagiku, bukan melulu dari seorang pacar. Kita bisa mendapatkannya dan membagikannya kepada orang terkasih di dekat kita, misalnya orang tua, guru, pimpinan, hingga teman-teman.
Valentine tahun ini juga makin spesial karena ada perusahaan spesial yang memberikan bukti kasih sayang. Kadonya tidak tanggung-tanggung, liburan ke tambang Batu Hijau milik Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Kecamatan Sekongkang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 14-22 Februari 2016.
IMG_20160214_082114

Tiket penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Praya Lombok. Foto: Dok.pri

Malam sebelum berangkat, saya terbiasa tidak tidur untuk mengantisipasi tertinggal pesawat terbang. Saya hampir pernah tertinggal penerbangan pesawat saat traveling ke Malang lima tahun lalu hanya gara-gara ketiduran. Saat itu penerbangan jam 07.00 WIB tapi saya baru berangkat dari kosan di Salemba Jakarta Pusat pukul 06.00 WIB.
Meski saya bekerja di salah satu maskapai penerbangan, bukan berarti saya akan dianakemaskan. Penumpang tetap penumpang. Anda telat check-in, siap-siap tertinggal pesawat.
Saya pun begadang semalaman meski pesawat dijadwalkan terbang pukul 08.20 WIB. Panitia #NewmontBootcamp meminta peserta, khususnya dari Jabodetabek dan Bandung kumpul di Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.00 WIB.
Peserta dari Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Lombok berangkat lebih awal dan telah menunggu di Lombok.
Dengan mata setengah watt, kami akhirnya bisa bertemu dan siap-siap terbang ke Lombok, sebelum akhirnya ke Sumbawa mengikuti #NewmontBootcamp.
Cumi Lebay, blogger terkenal asal Jakarta membagikan luggage tags ke peserta NewmontBootcamp di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (14/2). Foto: Dok.pri

Cumi Lebay, blogger terkenal asal Jakarta membagikan luggage tags ke peserta NewmontBootcamp di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (14/2). Foto: Dok.pri

Keseruan sudah terjadi mulai dari check-in hingga diajak sarapan pagi di sebuah restoran di Terminal 1C. Saat itu saya makan rawon meski harganya sekitar Rp 50 ribu seporsi. Cukup mahal untuk hanya sepiring rawon. Tapi tenang saja, kali ini Newmont Nusa Tenggara mentraktir kita semua sebagai kado valentine.
Soto Rawon di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok.pri

Soto Rawon di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok.pri

Di atas pesawat, kebetulan pesawat yang kami tumpangi sepi penumpang. Kami yang sudah ditata sedemikian rupa oleh maskapai, tiba-tiba langsung berhamburan mendekati jendela pesawat, demi mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan dari balik jendela pesawat.
Pemandangan Gunung Agung Bali dilihat dari ketinggian pesawat. Foto: Dok.pri

Pemandangan Gunung Agung Bali dilihat dari ketinggian pesawat. Foto: Dok.pri

Tiba di Bandara Praya, Lombok, kami pun disuguhi pemandangan luar biasa dari penduduk sekitar. Mereka berkerumun di depan pintu kedatangan demi menyaksikan penumpang pesawat.
Selidik punya selidik, kehadiran bandara baru ini menghebohkan masyarakat sekitar. Penduduk hingga rela bermalam demi menyaksikan penumpang dan hilir mudik pesawat landing dan take off.
Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Notohadinegoro Jember. Anak-anak taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) rela menunggu di balik pagar hingga menyaksikan pesawat take off. Saat pesawat take off, masyarakat sekitar pun melambaikan tangan sambil teriak..woiiii kapal njaluk duite (Hai pesawat terbang, minta duitnya). Hayooo…siapa yang masa kecilnya kayak gitu dulu?
Di Lombok, kami bertemu dengan External Relations PT NNT Arie Burhanuddin. Beliau lah yang akan menjadi pemandu kami selama berada di Batu Hijau, lokasi penambangan PT NNT.
Pak Arie Burhanuddin ditemani Mas Irsyad, perwakilan Edelman Indonesia. Foto: Dok. pri

Pak Arie Burhanuddin ditemani Mas Irsyad, perwakilan Edelman Indonesia. Foto: Dok. pri

Dari Bandara Praya, kami naik bus pariwisata menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur sekitar 1,5 jam. Di pelabuhan tersebut, ada dua pintu masuk berbeda. Satu untuk pelabuhan umum dengan kapal ferry yang siap menyeberangkan penumpang dan satu bagian lagi khusus untuk karyawan Newmont.
Namun lagi-lagi Newmont memberi kado. Pelabuhan khusus tersebut tak hanya khusus bagi karyawan Newmont. Bagi pemilik KTP Sumbawa Barat hanya dikenakan tiket Rp 75 ribu. Di luar itu harus membayar Rp 150 ribu per orang.
Saya berpikir bus pariwisata yang kami tumpangi tadi akan masuk ke kapal Ferry tersebut, selayaknya Pelabuhan Bakauheni, Gilimanuk, atau pun Lembar. Ternyata kami berhenti di pelabuhan khusus tersebut.
Masyarakat Lombok menyaksikan kapal ferry di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Foto: Dok.pri

Masyarakat Lombok menyaksikan kapal ferry di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Foto: Dok.pri

Saat itu saya baru merasakan pemeriksaan ketat di Pelabuhan Kayangan, khususnya pelabuhan khusus bagi Newmont itu. Ada pemeriksaan x-ray (namun kebetulan saat itu tidak dioperasikan) sehingga kami hanya digeledah masing-masing tas yang kami bawa. Pemeriksaannya sudah seperti di bandara.
Sambil menunggu kapal datang, kami duduk di ruang tunggu yang telah disediakan sambil menungu peserta dari Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Lombok. Kami juga dibagikan tanda pengenal khusus sebagai tanda masuk pelabuhan.
Boarding Pass Pelabuhan Kayangan. Foto: Dok.pri

Boarding Pass Pelabuhan Kayangan. Foto: Dok.pri

Di Pelabuhan Kayangan hanya ada dua kali pelayaran yakni pagi dan sore hari. Bila ingin ke Sumbawa langsung melalui travel bisa memakai bus khusus dari Mataram. Tentunya tetap memakai jasa kapal Ferry sebagai media penyeberangannya.
Kapal penyeberangannya pun datang. Kami bersiap naik kapal melalui jembatan khusus dengan pemandangan alam menakjubkan di Lombok Timur.
Kapal Nusa Tenggara Satu siap membawa peserta #NewmontBootcamp menuju Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat dengan perjalanan 1,5 jam. Kapal ini termasuk mewah meski bukan sekelas kapal pesiar.
Saat itu cuaca cerah sehingga ombak pun bersahabat. Akibat semalam belum tidur, saya pun akhirnya terlelap di antara teman-teman yang sibuk selfie dan mengabadikan keindahan alam dari atas kapal.
Akhirnya saya menginjakkan kaki di Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat untuk pertama kalinya.
Sore itu kami disambut jelang matahari tenggelam dengan pemandangan eksotis Benete. Ini seolah menghilangkan penat sejenak dari rutinitas kantor.
Jelang matahari terbenam di Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat. Foto: Dok.pri

Jelang matahari terbenam di Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat. Foto: Dok.pri

Meski saya sudah terbiasa ke luar negeri, belum puas rasanya bila tidak menginjakkan kaki di Tanah Air sendiri, khususnya di kepulauan-kepulauan Indonesia.
Di #NewmontBootcamp ini saya merasa bisa belajar banyak hal tentang apapun. Dalai Lama pernah mengatakan, once a year go some place you’ve never been before.
#NewmontBootcamp memberi kesempatan bagi masyarakat umum meski tidak mengetahui seluk beluk tambang sekalipun.
Ban dari haul truck yang dijadikan monumen Newmont di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB. Foto: Dok.pri

Ban dari haul truck yang dijadikan monumen Newmont di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB. Foto: Dok.pri

#NewmontBootcamp pula jadi kado terbaik valentine tahun ini yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Semoga tahun depan Newmont Nusa Tenggara masih memberikan kado ini lagi. Amin.


via didikpurwanto.com

Jumat, 04 Maret 2016

Bank (tak) Capek Antre

Siapa yang tidak kenal Bank Central Asia (BCA). Salah satu bank swasta terbesar di Indonesia ini selalu diserbu nasabah setiap hari untuk melakukan transaksi keuangan.

Akibat nasabahnya banyak, nasabah pun menjuluki bank tersebut dengan Bank Capek Antre yang notabene juga akronim dari BCA.

Setiap hari antrean pun mengular, baik untuk setoran, pengambilan tunai dengan jumlah transaksi besar hingga transaksi perbankan lainnya.

Untuk menekan antrean, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama perbankan, khususnya BCA merilis Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif atau disingkat LAKU PANDAI.

Layanan tersebut merupakan program penyediaan layanan perbankan dan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung penggunaan sarana teknologi informasi.

Untuk melaksanakan LAKU Pandai, BCA bekerja sama dengan Indepay, sebuah perusahaan teknologi asal Singapura yang sebelumnya sudah sukses menerapkan teknologi tersebut di India.

BCA bekerja sama dengan Indepay karena sistemnya terbukti sukses. India dan Indonesia memiliki karakter masyarakat yang mirip sehingga penerapannya diprediksi sukses.

CEO Indepay Rajib Saha mengatakan, Laku Pandai memiliki konsep yang menabung seperti biasa namun bukan di kantor cabang perbankan. Nasabah bisa membuka, menyetor, dan tarik tunai di agen yang sudah bekerja sama dengan BCA.

“LAKU ini memberi solusi menabung dengan cara gampang semudah senyum. Menabung kini bukan proses yang rumit dan menyita waktu. Bahkan tidak perlu memiliki buku tabungan karena sistem tabungan tercatat di BCA,”kata Rajib.

Menurut dia, karakter wilayah Indonesia yang terdiri atas kepulauan memicu masyarakatnya kesulitan mencari kantor bank, apalagi di daerah pelosok.

Biasanya, masyarakat juga enggan menabung di bank karena lokasi bank yang jauh atau takut biaya dan persyaratan perbankan yang memberatkan. Alhasil, masyarakat lebih senang menyimpan uang di bawah bantal.

Untuk bisa menabung melalui layanan LAKU ini, nasabah bisa melakukan dengan cara:

CARA DAFTAR:
- Datang ke agen terdekat. Agen merupakan perseorangan atau kelompok yang sudah ditunjuk atau mengajukan diri ke BCA. Agen memiliki usaha setidaknya berusia dua tahun dan memiliki wilayah yang tetap. Untuk menjadi agen hanya disyaratkan membayar deposit Rp 500 ribu dan akan mendapatkan peralatan khusus sebagai agen.
- Isi formulir, membawa KTP, dan menyiapkan ponsel Anda.
- Nasabah akan menerima kartu LAKU dan pesan singkat berupa nomor rekening dan PIN.
- Kartu LAKU dapat digunakan di agen.

CARA SETOR UANG:
- Datang ke agen
- Masukkan kartu LAKU ke Micro ATM di tempat agen
- Masukkan jumlah uang yang ingin ditabung dan nomor PIN
- Nasabah akan dapat pesan singkat SMS yang berisi kode OTP (kata kunci satu kali pakai yang dikirim dari bank
- Masukkan kode OTP, tekan tombol lanjut
- Struk setoran akan tercetak
- Nasabah juga akan mendapat SMS bukti setoran

CARA TARIK UANG:
- Datang ke agen
- Masukkan kartu LAKU ke Micro ATM
- Masukkan jumlah uang yang ingin ditarik dan nomor PIN
- Nasabah akan dapat SMS yang berisi kode OTP
- Masukkan kode OTP, tekan tombol lanjut
- Struk penarikan akan tercetak
- Nasabah juga akan dapat SMS bukti penarikan
- Agen akan memberikan uang sesuai jumlah penarikan

CEK SALDO:
- Datang ke agen
- Masukkan kartu LAKU dan PIN ke Micro ATM
- Struk informasi saldo akan tercetak

TRANSAKSI VIA SMS BANKING:
- Akses via *141# pilih LAKU
- Pilih transaksi yang diinginkan. Khusus pengguna Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata
- Ketik SMS dan kirim ke 69888
- Untuk informasi SALDO ketik LAKU (spasi) SALDO (spasi) PIN. Contoh: LAKU SALDO 123456
- Untuk mutasi transaksi dengan mengetik LAKU (spasi) MUTASI (spasi) PIN. Contoh: LAKU MUTASI 123456

INFORMASI PENTING:
- Jumlah transaksi tabungan maksimal Rp 20 juta per bulan. Lebih dari itu, nasabah diminta menggunakan perbankan biasa
- Tarikan maksimal Rp 5 juta per bulan
- Biaya tarik uang dikenakan Rp 2.000 per transaksi
- Biaya SMS ditanggung nasabah sesuai tarif yang berlaku pada masing-masing operator telekomunikasi

Layanan perbankan LAKU Pandai ini sudah berlaku di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Ke depan, BCA menargetkan dapat memeroleh 1.000 agen di daerah, khususnya yang jauh dari kantor cabang BCA.

Nasabah juga bisa memilih layanan tabungannya yakni tabungan Simpel (khusus pelajar), BCA konvensional ataupun BCA Syariah. Besar bunga dalam LAKU Pandai sekitar satu persen per tahun.

Dengan menjadi agen LAKU dari BCA, masyarakat bisa mendapat peluang pendapatan tambahan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa menghubungi HALO LAKU melalui telepon 1500268.

Jadi tidak ada alasan ke bank hanya karena capek antre, kan?

Note: Artikel ini sudah ditayangkan di Kompasiana. Link di sini.



via didikpurwanto.com

Kamis, 03 Maret 2016

Aman Belanja Online via Ponsel

belanja-online

Hasil survei belanja bergerak (mobile survei shopping) yang dilakukan MasterCard di 14 negara Asia Pasifik menyebutkan, 55,5 persen penduduk Indonesia yang menggunakan telepon pintar melakukan belanja daring dari perangkat mereka (mobile) tahun lalu.

Indonesia masih berada di bawah Thailand (61,1 persen), Korea Selatan (62,0 persen), China (76,1 persen), dan India (76,4 persen) tetapi masih lebih tinggi dari Singapura (48,5 persen) dan Jepang (31,3 persen).

“Ini terjadi seiring semakin banyak aplikasi perangkat lunak yang menyediakan belanja dan jasa yang beredar di dunia maya dan berlomba memberikan keseimbangan, keamanan, dan kenyamanan terbaik,” ujar Group Head Digital Payment MasterCard Asia Pasifik Raj Dhamodharan di Jakarta, Rabu (2/3).

Ketergantungan yang tinggi terhadap perangkat mobile juga mendorong permintaan dompet digital semakin meningkat. Survei yang sama menyebutkan, 19,5 persen konsumen di Asia Pasifik telah menggunakan dompet digital dalam transaksi sehari-hari, meningkat dua kali lipat dari dua tahun lalu yaitu 9,7 persen.

Negara-negara dengan jumlah pengguna dompet digital tertinggi di Asia Pasifik adalah China (45 persen), India (36,7 persen), dan Singapura (23,3 persen). Hanya 11,1 persen penduduk Indonesia pengguna dompet digital.

Survei dilakukan dengan metode wawancara pada Oktober hingga Desember 2015 terhadap 8.500 responden berusia 18-64 tahun di 14 negara di Asia Pasifik.

Beberapa hasil lain yang diungkap survei ini adalah India merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi terkait pertumbuhan konsumen yang berbelanja melalui ponsel pintar dengan tingkat pertumbuhan 29,3 persen dibandingkan 2013 diikuti Vietnam (17,7 persen) dan Singapura (17,1 persen).

Kemudian, Australia (23,7persen) dan Selandia Baru (16,2 persen) merupakan negara yang penduduknya paling sedikit berbelanja online melalui ponsel mereka.

Selanjutnya, sebanyak 53,9 persen penduduk Asia Pasifik menyatakan kenyamanan kunci utama berbelanja melalui telepon pintar selain faktor mobilitas atau bisa belanja di mana saja (42,9 persen). Pertumbuhan aplikasi yang memermudah berbelanja online sekitar 41,4 persen.

Terakhir, survei memaparkan fakta pakaian dan aksesoris (35 persen) merupakan dua hal yang paling sering dibeli penduduk Asia Pasifik melalui belanja online melalui perangkat diikuti perawatan pribadi dan produk kecantikan (20,9 persen) serta membeli tiket nonton film (20,4 persen).

Sebanyak 46,4 persen konsumen di China, 42,5 persen di India, dan 42,1 persen di Korea Selatan (42,1 persen) berbelanja pakaian dan aksesoris melalui ponsel pintar mereka.



via didikpurwanto.com

Harta Orang Kaya Menyusut

Harta-Kekayaan

Pendiri Microsoft Bill Gates masih menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih diperkirakan US$ 75 miliar, menyusut US$ 4,2 miliar dibandingkan tahun lalu.

CEO Facebook Mark Zuckerberg memiliki jumlah kekayaan terbaik di dalam daftar orang terkaya versi Forbes dengan penambahan US$ 11,2 miliar ke kekayaannya.

Forbes menempatkan Zuckerberg di posisi enam orang terkaya dunia dengan kekayaan US$ 44,6 miliar, tepat di bawah bos Amazon Jeff Bezos dengan kekayaan US$ 45,2 miliar. Ini pertama kalinya kedua orang ini masuk daftar 10 besar orang terkaya dunia.

Menurut Forbes, jumlah kekayaan orang terkaya di dunia ini merosot menjadi 1.810 orang. Ada 16 orang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kekayaan bersih secara agregat mereka menyusut US$ 570 miliar menjadi US$ 6,48 triliun.

Ini menjadi penurunan kekayaan pertama kali sejak 2010 dengan penurunan rata-rata US$ 3,6 miliar dibandingkan US$ 300 juta tahun lalu.

Forbes menilai, penurunan kekayaan disebabkan pergolakan pasar saham dunia, harga minyak semakin murah, dan penguatan dolar AS.

Hanya dua orang yang memiliki kekayaan tetap dan semakin bertambah tahun ini yakni Bill Gates yang masih bertahan menjadi orang terkaya di dunia tiga tahun berturut-turut dan Warren Buffet yang menempati posisi ketiga.

Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim terpaksa turun ke posisi keempat dan menyerahkan posisi sebelumnya ke pengusaha Zara Amancio Ortega asal Spanyol di posisi kedua. Kekayaan Slim merosot dari US$ 77,1 miliar menjadi US$ 50 miliar.

Forbes menyatakan, 221 orang terlempar dari daftar dan digantikan 198 orang pendatang baru. Alexander Andresen menjadi miliarder termuda karena menjadi ahli waris Denmark berusia 19 tahun. Kakaknya, Katharina berusia 20 tahun menempati urutan kedua.

Dari daftar orang terkaya tersebut, sekitar 66 miliarder di bawah 40 tahun. Wanita terkaya dari 190 perempuan dalam daftar yakni Liliane Bettencourt asal Prancis yang kini menduduki posisi 11 dengan kekayaan US$ 36,1 miliar, turun dari US$ 40,1 miliar tahun lalu.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak (540 orang) diikuti China daratan (251 orang) dan Jerman (120 orang). Rusia memiliki 77 miliarder, Hong Kong 69 orang, dan Brazil 23 orang, turun dari 31 orang tahun lalu.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com