Tampilkan postingan dengan label Girls Puccino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Girls Puccino. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2011

Sedekah Cinta

Tadi pagi aku dapat pesan Blackberry Messenger dari teman. Biasanya dia hanya menyapa atau hanya kasih info singkat tentang hal terbaru yang baru saja terjadi. Tapi kali ini dia kirim sebuah cerita yang sangat menginspirasiku dan kalian semua. Semoga. Simak ya…

Suatu hari,sepasang suami istri sedang makan di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu,si istri merasa terharu dan bermaksud memberikan sesuatu.
Tapi sebagai seorang wanita baik dan patuh pada suaminya,ia meminta izin terlebih dahulu. “Suamiku,bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?”

Rupanya sang suami memiliki karakter yang berbeda dengan wanita ini. Dengan suara lantang dan kasar,ia menjawab, “Jangan! Usir saja, dan tutup pintu!” Wanita berhati baik ini terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada si pengemis tadi.


Seiring berjalannya waktu,lelaki ini bangkrut,kekayaannya habsi,dan ia menanggung banyak hutang. Selain itu,karena ketidaksesuaian sifat dengan istrinya, rumah tangganya tidak aman dan diakhiri dengan perceraian.
Beberapa tahun kemudian bekas istri lelaki bangkrut itu menikah lagi dengan seorang saudagar di kota dan hidup berbahagia.

Pada suatu hari,ketika wanita itu sedang makan dengan suami barunya, tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintu dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah pengemis yang keadaanya membuat hati wanita tadi terharu. Ia pun berkata kepada suaminya. “Suamiku bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?”

“Ya, beri pengemis itu makan sayang!”
Setelah memberi makanan kepada pengemis itu, istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Dengan rasa heran suaminya bertanya, “Mengapa kau menangis? Apakah karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam pada pengemis itu?”

Wanita itu menggeleng lemah, lalu berkata dengan sedih. “Suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama.”

Mendengar keterangan ini, sang suami sedikit terkejut, tapi segera balik bertanya, “Tahukah kau siapakah aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!!

Senin, 18 April 2011

Ibuku Kartiniku

Ibuku bukan orang terkenal. Ibuku juga tidak memiliki harta seperti Malinda Dee senilai Rp 17 miliar. Namun Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga di sebuah kampung di lereng Gunung Wilis Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Selain mengurus suami, di usianya yang kini 45 tahun tetap bekerja mengurus sawah milik keluarga, peninggalan nenek tercinta yang telah meninggal 14 tahun lalu.

Sebenarnya sawah kami ada dua petak yang berukuran kurang dari seperempat hektare. Namun, pada tahun 2002 setengah dari ukuran sawah tersebut terpaksa dijual untuk membiayai kuliahku.

Yang membuat aku sedih, orang tuaku menjual sawah warisan itu tanpa sepengetahuanku. Padahal, aku dulu dilarang kuliah karena tidak memiliki biaya sepeserpun. Kalau bisa, anak-anak langsung bekerja sehingga tidak membebani orang tua. Tapi orang tuaku saat itu berprinsip kedua anaknya kelak harus lebih baik dari orang tuanya.

"Bapak dan ibu dulu tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Tapi kamu harus lebih baik dari kami," itulah wejangan Ibu yang selalu diberikan kepada kedua anak tercintanya.

Di sela mengurus sawah yang cuma sepetak, Ibu pun membantu tugas bapak sebagai abdi negara, seorang Kepala Rukun Tetangga (RT). Meski tidak mendapat gaji, ibu pun mengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari hanya 30 ibu rumah tangga yang ada di RT kami.

Setiap hari ibuku datang ke masing-masing rumah untuk memberikan kabar terbaru program pemerintah dan mengajak ibu-ibu lainnya datang ke Balai Desa. Meski sudah memasuki era milenium (era tahun 2000-an), penduduk di desa kami belum memiliki pesawat telepon. Yang punya saat itu, hanya kepala desa. Itupun ditaruh di kantor balai desa. Kalau ada kabar apapun, pengumuman akan langsung disiarkan melalui speaker di masjid desa. Untungnya, jumlah warganya sedikit, kurang dari 1.000 warga dan bisa mendengar pengumuman ala masjid itu.

Saat ku berada di Bali untuk melanjutkan kuliah, aku sempatkan bekerja untuk menutup biaya sehari-hari. Waktu itu, tahun 2002 Bali sedang diguncang oleh bom. Keluarga di rumah pun kaget dan bingung harus bagaimana.

Yang ku ingat, orang tuaku lari ke Balai Desa dan meminjam pesawat telepon untuk menelponku, menanyakan tentang kabarku. Untungnya, jarak dari rumah ke Balai Desa hanya sekitar 1 km, jadi tidak repot. Untuk menyiasati agar tidak tekor, untuk menelpon itu dilakukan jam lima shubuh, saat pulsa menelpon masih murah. Dan mereka hanya menelpon sekitar 10 menit, karena uangnya kurang.

Aku berpikir, orang tuaku akan terus kesulitan untuk menghubungiku. Baru sekitar tahun 2004, aku bisa membelikan mereka sebuah telepon seluler seharga Rp 750 ribu. Itu sebuah telepon seluler termahal yang pernah kubeli karena aku hanya memakai telepon seluler seharga Rp 350 ribu. Itupun bekas. Tapi tak apalah, yang penting bisa komunikasi dengan keluarga.

Biar sama-sama murah, aku pun memaksa ibuku untuk memakai kartu telepon yang sama denganku. Hehehe..

Saat aku menyelesaikan tugas kuliahku tahun 2007, aku pun sempat pulang kampung untuk menengok keadaan keluarga. Saat ini ibu sudah tidak perlu repot lagi datang ke rumah-rumah menghubungi ibu rumah tangga yang lain untuk ikut kegiatan di Balai Desa.

Ibuku bisa seketika menelpon atau hanya mengirim pesan singkat, walau masih salah pencet huruf, ke masing-masing ibu lainnya. Tapi karena masih ada yang belum memiliki telepon seluler, ibuku tetap mengunjungi rumah-rumah sekalian silaturahmi.

Aku bangga pada ibuku. Walau bukan setenar Inul Daratista, sekaya Malinda Dee, secantik Luna Maya atau sebahenol Julia Perez, ibuku adalah Kartiniku.

Aku sadar, menjadi wanita memang tidak gampang. Banyak peran yang harus dijalankan untuk dirinya maupun untuk suaminya. Bagiku, #KartiniDigital bukan selalu wanita yang memanjakan dengan perangkat gadget terbaru. Tapi, #KartiniDigital adalah wanita yang mampu memanfaatkan perangkat digital untuk kemaslahatan sekitarnya,baik untuk diri, keluarga ataupun bangsa.

Ibuku terus memberikan semangat kepada satu anaknya yang kini bekerja di Jakarta dan satu lagi sedang kuliah di Jember, Jawa Timur. Dalam setiap panggilan teleponnya tiap Minggu, ibuku selalu berpesan kepada dua anaknya ini untuk selalu ingat kepada Tuhan dalam setiap tindakan, bersedekah dan membantu sesama. Itu saja cukup.
(Hadiah lomba dari XL berupa HP Nokia dan kaos khusus XL Kartini Digital 2011)

Tulisan ini telah memenangkan lomba dari XL. Aku berhasil mendapat juara terpilih. Semoga ke depan bisa meningkat lagi. 

Rabu, 13 April 2011

Kasih Ibu Terhadap Anak

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga. Si ibu bertanya,”Itu burung apa yang berdiri di sana ??”

“Bangau mama,” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
Sedikit kesal anaknya menjawab,”Ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya,”Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang…
Dengan nada kesal si anak menjawab,”Ya bangau mama. Kan sama saja!..Emangnya mama gak lihat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 28 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentakku 2 kali..”

Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh karena surga berada di telapak kaki Ibu.
Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.
*Pernah kita ngomelin dia ?
*Pernah kita cuekin dia ?
*Pernah kita memikirkan apa yang dia pikirkan?’
*Sebenarnya apa yang dia fikirkan ?
‘Takut’:( ??
-takut ga bisa lihat kita senyum , nangis atau ketawa lagi.
- takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu dia singkat..
Saat mama/papa menutup mata , Ga akan lagi ada yang cerewet.:(
Saat kita menangis memanggil-manggil dia , apa yg dia balas?
‘Dia cuma diam’:(
Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata,”Anakku jangan menangis,mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu.”:(
Sayangilah mereka sebelum waktunya habis.
Thanks bagi yang sudah mengirimkan cerita ini lewat BBM saya. Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda!!!

Selasa, 12 April 2011

Mahar Nikah Itu Ringan

Beberapa hari lalu gw diminta menemani sohib untuk membeli mahar pernikahannya. Rencananya dia ingin membelikan emas buat calon istrinya tersebut. Sebelumnya, dia juga tanya ke teman-teman yang lain, di mana membeli emas yang murah. Maklumlah, duit yang disiapkannya terbatas, sementara emas yang akan dibelinya cukup banyak dan unik,sekitar 15,7 gram. Anehnya, untuk membeli mahar ini, dia sampe pinjem duit ke orang tua, untungnya bukan rentenir!

Sebelum gw ke TKP, gw juga tanya-tanya ke teman gw yang sudah nikah, di mana tempat membeli emas tersebut. Teman-teman gw ini menyarankan untuk membeli emas dengan kadar yang rendah, namun beratnya ditambah. Misalnya membeli emas dengan berat 20 gram, tapi dengan kadar hanya 20 atau 22 karat saja.
Dengan perbedaan kadar emas tersebut, akan berpengaruh pula terhadap harga emas tadi. Apalagi saat ijab kabul kan yang dibilang bukan kadarnya, tapi beratnya kan?

Nah, tibalah saat perburuan emas tadi. Akhirnya gw memilih berburu ke kawasan Pasar Minggu, dekat stasiun Pasar Minggu. Di sana, teman gw kebingungan untuk menimbang berat emas tadi, karena sangat sulit mencari angka emas yang pas berberat 15,7 gram. Setelah 1 jam menimbang, akhirnya dia menyerah juga dengan hasil akhir 15,8 gram.

“Nanti ditulis aja 15,7 gram. Kan beres bang,” ujar penjual emasnya.

Sebenarnya dalam Islam, kita diberikan kemudahan dala menjalankan perintah-Nya. Untuk urusan mahar ini Islam mengajarkan kepada umat muslimah untuk tidak meninggikan atau mensyaratkan mahar yang bernilai tinggi, yang akan berakibat menyulitkan pihak laki-laki atau pernikahan itu sendiri. Berikut sabda Rasulullah saw mengenai perintah untuk merendahkan nilai mahar kepada wanita.

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

Dalam hal ini, Allah swt juga telah berfirman, yang artinya:
“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

Tapi, bila sang calon mempelai pria sanggup untuk membelikan keinginan berupa mahar mahal dari calon istri maka sah-sah saja. Toh, yang nikah kan sampeyan, bukan saya!!Hehe…

Jumat, 01 April 2011

Kenali Pasangan Tanpa Pacaran

Kehidupan modern ini membuat semuanya serba instan. Tak terkecuali mencari jodoh alias pasangan. Beragam acara cari jodoh pun digelar contohnya Take Me (Him) Out Indonesia atau acara sejenis seperti Katakan Cinta, Cinta Monyet dan sebagainya.


Nah, dengan perkembangan teknologi, manusia semakin dipermudah seperti dengan adanya situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, Plurk, Koprol dan media lainnya yang memungkinkan hubungan dengan orang lain begitu dekat. Bahkan tidak ada lagi ruang privasi yang tersekat.

Dengan media jejaring sosial tersebut, kita pun bebas menentukan siapa yang akan menjadi teman atau bahkan lebih dari sekadar teman bagi kita. Bahkan beberapa waktu lalu, Facebook menjadi kambing hitam atas pelarian seorang wanita yang dikira diculik oleh cowok, teman mayanya itu di situs jejaring sosial.
Padahal, kita pun memiliki tuntunan untuk mencari jodoh. Untuk mengenal calon tanpa pacaran dapat kita ketahui melalui cara-cara yang efektif, yaitu :

1. Bertanyalah kepada orang yang dianggap paling dekat dengan calon tersebut yang dapat dipercaya sehingga Insya Allah informasi yang kita dapatkan cukup objektif. Dari sinilah kita dapat mengenali sifat-sifat yang tidak nampak dalam tampil sekejap dan sifat-sifat ini penting bagi yang ingin membangun rumah tangga bersama.

Dalam sebuah syair diungkapkan:
“Jika kamu ingin bertanya tentang seseorang tanyalah kepada orang terpercaya yang paling dekat dengan orang tersebut (sahabat), karena orang yang saling bersahabat itu saling mempengaruhi.”
Namun untuk mengetahui penampilan/fisiknya tentu dengan melihat dan cara melihatnya tanpa sepengatahuannya.

2. Untuk mendapatkan kemantapan, lakukanlah sholat istikharah dan mohonlah kepada Allah karena Dia yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. Rasulullah saw bersabda :
Kalau Anda menginginkan sesuatu maka lakukan salat dua rakaat, rakaat awal setelah membaca al-Fatihah membaca al-Kafirun dan pada rakaat kedua surat al-ikhlas lalu berdoa….. ( doa istiharah).

3. Setelah memiliki kecenderungan yang kuat untuk mempersunting maka langkah selanjutnya adalah perkenalan (ta’aruf) antar keduanya secara lebih dekat yaitu secara langsung, namun tetap menjaga norma-norma Islam.

4. Setelah itu, maka diteruskan dengan proses berikutnya sampai akad nikah. Tentu dalam hal ini kedua keluarga memiliki kontibusi yang sangat dominan. Karena keterangan no 1-3 baru menjelaskan bagaimana mengenali sang calon tanpa pacaran.

5. Kenapa untuk mengenali sifat-sifat calon tidak melalui pacaran terlebih dahulu ? Karena Pernikahan yang diawali dengan pacaran dapat diibaratkan membeli buku yang dijadikan contoh(sample) dari jenis buku yang mahal.

Umumnya buku yang seperti ini di toko-toko buku dibungkus dengan plastik rapat disertai peringatan yang bertuliskan “Membuka berarti membeli” sehingga bagi para pembeli untuk mengenali buku tersebut secara terperinci ada dua pilihan, yaitu pertama, dengan membuka buku tersebut dan membacanya, akibatnya buku tersebut sangat lecek dan makin lusuh bila semakin banyak orang yang membacanya. Akhirnya hampir semua pembeli menolak untuk menerimanya sebagai barang beliannya kecuali sangat memaksa. Membeli buku seperti inilah ibarat pernikahan yang diawali dengan pacaran.

Pilihan kedua, karena buku tersebut mahal terbungkus rapi dan membukanya adalah berarti membeli maka untuk mengetahui isinya sang pembeli bertanya kepada petugas melalui katalog komputer atau terlebih dahulu bertanya kepada orang yang telah memiliki dan membacanya sehingga dia memperoleh buku yang benar-benar baru, belum pernah disentuh oleh siapapun termasuk pembelinya. Inilah ibarat orang yang menikah dengan tidak proses pacaran tadi.

Pada interval menanti hingga akad nikah nanti memang sering terjadi rindu kangen dan seterusnya. Rindu yang seperti ini merupakan kerinduan yang menjadi kesempurnaan sifat manusia. Kerinduan yang tidak mampu di tolak oleh manusia itu sendiri.

Imam Ibnu Qoyyim mengkategorikan sebagai rindu yang sah-sah saja terjadi pada setiap manusia dan manusia tidak mampu memilikinya dan menolaknya, sepanjang tidak dibawa oleh kerinduan tersebut kepada ma’siat kepada Allah bahkan kita bersabar untuk menahannya maka hal itu tidak apa-apa dan itulah rindu yang karena Allah. Tetapi jika rindu tersebut justru yang membawa kita ke jalan hawa nafsu itulah rindu karena hawa nafsu bukan karena Allah.
Wallahu’alam.

Rabu, 30 Maret 2011

Sarjana Mencari Cinta


Di..
Hari ini aku kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Aku terbukti melakukan kesalahan yang mungkin sebenarnya bisa dimaafkan oleh pimpinan perusahaan.

Tapi sejak awal, aku sudah menandatangani kontrak kerja tiga bulan. Jika hasilnya memuaskan, maka kontrak kerja akan diperpanjang sesuai kesepakatan.

Pas sekali kesalahan yang ku buat terjadi mendekati masa akhir kontrak kerja. Malang tidak bisa ditolak, aku pun diberhentikan kerja berbarengan dengan kontrak yang sudah habis.

Jika aku boleh membela diri, sebenarnya pimpinan perusahaan sudah memaafkan kesalahan yang ku buat. Bahkan dalam penilaian seminggu sebelum kontrak berakhir, bos masih memberiku nilai di atas rata-rata. Tapi apa bisa di kata, nasi sudah menjadi bubur. Omongan bos sudah tidak bisa ditarik dan aku menjadi pengangguran sekarang.

Di..
Mencari kerja ternyata juga tidak gampang. Hampir selama sebulan ini aku bolak balik kirim lamaran kerja lagi, tapi hasilnya nihil. Tawaran dari teman pun sudah ku coba, tapi hasilnya pun sama.

Aku pikir dulu, selama memiliki ijazah Sarjana dari perguruan tinggi negeri akan gampang mencati kerja. Ternyata bayanganku salah, cari kerja itu susah susah gampang. Kebanyakan susahnya daripada gampangnya.

Di...
Apakah salah kalau aku terlalu memilih-milih pekerjaan? Bukankah kalau mencari pekerjaan harus disesuaikan dengan latar belakang pendidikannya ya? Misalnya kalau kita kuliah di Ekonomi Akuntansi, maka kita bekerja di bidang akuntan. Kalau kita belajar sastra, kita bisa bekerja di penerbitan, menjadi penerjemah, editor atau hal-hal yang berhubungan dengan bahasa. Tapi entahlah Di..sepertinya aku sudah putus asa mencari kerja.

Di...
Apakah benar kalau sistem pendidikan nasional hanya menyiapkan lulusan yang siap bekerja sebagai karyawan, dibandingkan seorang wirausaha?
Tapi kalau berdasarkan pengalaman yang ku alami, aku juga tidak kunjung mendapatkan kerja, apalagi menjadi wirausaha. Aneh..

Di...
Kemarin aku bertemu dengan Presiden Direktur Entrepreneur College Khoirussalim. Beliau sangat prihatin dengan kondisi sistem pendidikan nasional di tanah air. Bagaimana tidak Di..minat lulusan perguruan tinggi untuk menjadi wirausaha masih minim.

Dari catatannya, sekitar 89,3% dari lulusan Diploma 3 lebih memilih untuk menjadi karyawan. Makanya sekarang banyak berdiri lembaga pendidikan Diploma yang menjanjikan pasti kerja selepas kuliah. Bahkan sebelum lulus pun, sudah ditawari kerja. Entah kerjanya sebagai apa..


Tidak jauh dari angka itu, sekitar 83,1% dari lulusan Sarjana (S1) juga memikirkan hal yang sama, menjadi karyawan. Mirisnya, cuma 5% dari total mahasiswa lulusan seluruh perguruan tinggi di tanah air tahun lalu yang berminat menjadi pengusaha.

Dari data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2010 lalu mencatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,32 juta orang atau 7,14% dari 116,53 juta orang angkatan kerja. Jumlah itu menandakan jumlah penduduk yang cukup besar, terbatasnya peluang kesempatan kerja di sektor formal dan potensi sumber daya alam yang belum dapat dimanfaatkan optimal.

Tapi aku juga tidak tahu Di..jumlah pengangguran yang biasa dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) itu apakah benar atau salah. Masalahnya, persepsi pengambilan contoh oleh pemerintah dengan versi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) berbeda, terutama standar upah minimum per hari yang diterima masyarakat.

Ah, itu mah tugas negara ya Di..
Alhamdulillah, aku masih bisa makan nasi Di..
Bayangkan di pnggir jalan masih ada saudara kita yang belum bisa makan nasi, atau ada juga yang terpaksa makan nasi basi yang dikeringkan (nasi aking) atau bahkan yang tidur bersama di kandang kambing.

Tapi aku juga bingung Di..aku sekarang harus bagaimana??kerja di-PHK. Lamaran kerja tak kunjung diterima. Kalaupun diterima, itupun berbeda jurusan dengan kuliah yang aku ambil.

Namun yang membuatku salut Di...keinginan menjadi wirausaha justru muncul dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Prosentasenya hampir mencapai 21% dari seluruh lulusan SMP di tanah air. Apalagi mereka adalah notabene yang tidak mampu untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Ah..ngga tahu laahhh..tambah pusing.

Di..
Aku ingat sejak kecil, terutama pas di Taman Kanak-Kanak (TK) dulu, aku selalu diajari menyanyi. Misalnya,"Naik-naik ke puncak gunung. Tinggi-tinggi sekali. Kiri-kanan kulihat saja banyak pohon cemara..
Kamu masih ingat lagu itu Di??
Jujur aku bingung dengan lagu itu. Dari awal kita sudah diajak untuk semangat dan penuh motivasu untuk mencapai puncak. Tapi tiba-tiba kita seakan kehilangan konsentrasi. Setelah melewati jalan yang tajam dan mendaki, lalu bingung mau ke mana, kita mau ngapain dan terpaksa deh kita hanya bisa menoleh ke kanan dan ke kiri aja alias ngga maju-maju! Aneh ya??

Atau kamu masih ingat Di..dengan lagu," Naik kereta api..Tut..Tut..Tut..siapa hendak turut. Ke Bandung Surabaya. Bolehlah naik dengan percuma. Ayo kawanku lekas naik. Keretaku tak berhenti lama."

Sekilas memang tidak ada masalah dengan lagu itu ya Di..
Tapi ternyata kita sudah diajari sejak kecil dengan sikap tangan di bawah alias gratis melulu. Pantesan Perusahaan Jawatan Kereta Api rugi terus karena penumpangnya tidak pernah bayar.

Sudahlah Di..
Aku pasrah aja.
Untuk mempertahankan hidup, aku harus rela banting stir. Mau kotor-kotor dan tidak terlalu pilih-pilih pekerjaan. Ada pepatah yang bilang, kalau mau jadi wirausaha, harus berani "kotor-kotor" dulu. Alias mau bekerja keras, pantang menyerah dan tekun.

Aku kemarin juga baru saja ketemu dengan Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil yang menjelaskan jumlah wirausaha di Indonesia kalah jauh dengan negara di kawasan Asia seperti Korea, Jepang atau bahkan hanya dengan Filipina.

Di Korea rasio pengusaha dibanding populasi penduduk sudah mencapai 1:20. Di Jepang sudah mencapai 1:23. Filipina sudah 1:63. Sementara Indonesia masih 1:83.

Di...
Sebenarnya, Tuhan sudah memberikan kita sebuah otak yang supercanggih dibandingkan seluruh komputer yang ada di dunia. Masalahnya, kita tidak tahu di mana tombol ENTER-nya untuk segera mulai menjadi wirausaha. Yang ada, cuma tombol ENTAR-ENTAR..

Di...
Hidup itu ada di antara "B" dan "D". Yaitu "Birth" dan "Death". Di antara "B" dan "D" ada "C".
"C" di sini berarti "Choice". Jadi Hidup adalah sebuah Pilihan. Pilihan untuk menjadi pekerja atau wirausaha.
Jika tidak siap menjadi LEADER, maka kita harus siap menjadi FOLLOWER.


Di...
Aku sudah siap dengan apa yang terjadi di depan. Meski belum menampakkan hasil, aku mantabkan langkahku berwirausaha kecil-kecilan. Toh, kalau aku gagal, setidaknya aku jatuhnya ke depan alias sudah setahap menjadi wirausaha, bukan menjadi pekerja.


Di...
Aku mantabkan langkahku menjadi wirausaha agar segera dapat menjemput bidadari impianku yang sudah disiapkan oleh Tuhan di sana. Di mana??? entah..aku sampai sekarang juga masih mencarinya...^_*

Selasa, 22 Maret 2011

Ungkapkan Cinta Tanpa Kata

Bagi Anda yang sedang kasmaran dan sedang ingin mengungkapkan perasaan Cinta kepada pasangan, Anda boleh mencoba tips ini. Daripada dibilang sok ngegombal, kita bisa menyatakan rasa Cinta tersebut dengan tanpa kata-kata. Kok bisa?


Pakar hubungan Kristin Booker menyatakan tak selamanya pria (kebanyakan yang menyatakan rasa adalah pria) mengucapkan kata cinta di hadapan Anda. Kerap pria menyatakan rasa sayang dengan cara-cara lain.

1. Dia ingat hal-hal kecil
Meskipun tidak romantis atau tidak terlalu menunjukkan perhatian lewat bahasa tubuh alias cuek, dia ingat hal-hal kecil mengenai pasangan. Warna favorit, makanan kesukaan atau yang Anda benci dan teman-teman Anda menandakan ia menempatkan Anda sebagai seseorang yang spesial.

2. Kejutan kecil
Sesekali si dia memberi kejutan kecil dengan buket bunga favorit atau menawarkan diri menjaga hewan kesayangan saat Anda sedang lembur. Atau, dia rela mengantarkan makan malam favorit Anda meski saat hujan lebat. Ini bukti bahwa ia sangat memperhatikan Anda.

3. Dia ada saat dibutuhkan
Saat Anda tergesa-gesa akan melakukan pertemuan bisnis ia akan dengan senang hati mengantarkan Anda. Makan malam bersama orangtua Anda atau memesan tiket penerbangan di akhir pekan yang sibuk adalah bukti dia sangat memperhatikan Anda.

4. Dia berkompromi
Karena tahu Anda tidak menyukai sebuah benda, ia rela melepasnya dari dinding apartemennya. Atau, mengurangi hobi mengoleksinya karena Anda tak begitu suka. Dia pun senang hati mengantar Anda berbelanja pakaian, atau mengurangi jadwal bermain poker bersama teman-temannya hanya demi bersama Anda.

5. Tindakan lebih jelas daripada kata-kata
Wanita sangat alergi pada pria yang suka telat, lupa menelepon, orang yang tidak muncul pada waktunya, membatalkan janji pada menit terakhir, atau lupa informasi mengenai Anda. Pria yang menyayangi Anda akan menepati kata-katanya dan memperhatikan hal-hal sepele yang berhubungan dengan Anda.
Jadi, bila ia tak juga mengucapkan ‘aku cinta kamu’ bukan berarti ia mempermainkan Anda. Terimalah sebagai bagian dari dirinya. Pada suatu saat, ia akan menunjukkan semua yang Anda harapkan.

Kamis, 10 Maret 2011

Adakah Cinta Sejati

Apakah Anda percaya ada cinta sejati di hidup Anda? Bagaimana caranya menemukan cinta sejati? Apakah cowok/cewek yang selama ini menjadi pasangan kita merupakan cinta sejati kita?

Pada suatu hari Aristoteles bertanya pada Gurunya : “Apakah Cinta Sejati itu?”
Guru: Berjalanlah lurus di taman bunga yang luas, Petiklah satu bunga yang terindah menurutmu. Dan jangan pernah berbalik ke belakang!

Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan kembali dengan tangan hampa..
Guru: mana Bunganya?
Aristotles menjawab: Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tapi aku berfikir, di depan ada yang LEBIH bagus lagi….ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yang aku temui pertama tadi adalah yang terbaik, tapi aku.tidak bisa kembali lagi ke belakang…

Guru: seperti itulah Cinta Sejati,semakin kau mencari yang terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya..Jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah mahligai perkawinan, ‎​janganlah sekali-sekali mencoba tuk berpaling ke lain hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.

Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih, hanya karena pesona cinta semu di sekitarmu, karena itu hanya dipermukaan saja yang kau lihat.

Perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi dari cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali sebuah perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu.
Jangan pernah sia-siakan cinta yg pernah tumbuh dihatimu..Karena waktu tidak akan pernah berputar dan kembali..

Senin, 21 Februari 2011

Mengapa (Masih) Enggan Menikah

Beberapa anak muda saat ini (termasuk saya) masih enggan memikirkan sebuah ikatan suci yang disebut pernikahan. Mereka masing-masing melontarkan alasan yang (mungkin) dianggapnya beralasan.

Lantas, kalau tidak memikirkan pernikahan saat ini, apa yang mereka cari sebenarnya? Menurut Alon Gratch, Ph.D., psikolog klinis sekaligus penulis buku If Men Could Talk, ada beberapa faktor utama yang menjadi pertimbangan lelaki sebelum memutuskan untuk mengarungi kehidupan berumah tangga.

1. Kesiapan
Sebanyak 49% lelaki menolak menikah karena merasa belum menemukan pasangan yang tepat, sementara sisanya merasa belum siap berkomitmen. Tapi kata motivator Mario Teguh, jodoh itu memang di tangan Tuhan. Tapi jodoh akan tetap di tangan Tuhan, selama kita tidak mau menjemputnya. Hehehe..
Kesiapan di sini juga bisa berarti kesiapan materi. Apalagi untuk mengadakan prosesi pernikahan juga memerlukan biaya, walau sebenarnya bisa juga disederhanakan. Termasuk pula, mempersiapkan mahar dan tanggal pernikahan.

2. Kesempurnaan
Untuk berkomitmen dalam suatu hubungan memang diperlukan kedewasaan berpikir. Itulah alasan kenapa muda-mudi saat ini melegalkan yang namanya pacaran. Dengan pacaran, kata mereka, bisa mencari kecocokan atau tidaknya sebuah hubungan. Padahal, itu bukan satu-satunya jalan untuk mengetahui karakter pasangan,kan? Intinya, kesempurnaan memang sesuatu yang mustahil ditemukan.

3. Karir
Bagi sebagian orang, karir terutama jabatan masih menjadi acuan dan pertimbangan bagi orang tua untuk menerima pinangan. Bagaimana bisa menghidupi pasangan kalau dia tidak bisa menghidupi diri sendiri? Baik orang tua, terutama pasangan perempuan akan memikirkan dan selalu mencari pasangan mapan, sebagai jaminan hidupnya kelak. Alhasil, bagi lelaki akan berusaha mati-matian mencari karirnya.

Uniknya, ada survei National Marriage Project, sebanyak 47 % lelaki setuju tidak akan menikah sebelum sanggup memiliki rumah sendiri, dan sebanyak 40% lelaki ingin bisa melangsungkan pesta pernikahan yang indah.

Kalau Anda, kena masalah yang mana?
Intinya, kita harus ikhtiar (berusaha), berdoa dan terus action action action! cari tambahan dana, banyak kenalan dan banyak-banyak minta dikenalkan orang tentang pasangan.

Agar menambah keyakinan, Allah swt telah memberikan pedoman di surat An Nuur (24) ayat 32:
“Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah yang akan memampukan (menkayakan) mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui.“

Atas janji tersebut, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu menafsirkan Allah yang menguasai hajat hidup umat manusia memberikan jalan keindahan, kemudahan dan keberkahan bagi mereka yang memilih menyempurnakan dien-nya dengan menikah.

”Carilah kekayaan dengan menikah!” Kata Ibnu Mas’ud RA.
Rasul juga bersabda, “Nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka”.

Selain itu, “Ada 3 golongan orang-orang yang dijanjikan pertolongan Allah. (salah satunya) seorang yang menikah karena ingin menyucikan dirinya.” Jadi, bila ingin menjemput pertolongan Allah yang tak terhitung keAgungan dan keberkahanya. Menikahlah!!!

Senin, 14 Februari 2011

Perlukah Valentine Day?

VALENTINE’S DAYS atau hari kasih sayang adalah sebuah tradisi bagi kaum muda mudi yang biasa diperingati setiap tanggal 14 Februari di berbagai negara yang secara realitanya bukan hanya remaja dan ABG (Anak Baru Gede) saja, tapi mereka yang sudah berkeluarga pun ikut memeriahkannya dengan berbagai cara serta keunikan tersendiri dalam mengungkapkan sebuah arti kasih sayang.

Dengan berlabelkan Cinta, Valentine’s Days (baca VD) kian membudaya di Indonesia entah sejak kapan asal muasal VD datang dan dimeriahkan di negeri ini, yang jelas VD adalah sebuah prodak Eropa beberapa abad lalu yang kemudian diikuti oleh sebagian rakyat Indonesia.

Banyak versi yang menerangkan asal muasal VD. Versi Pertama, VD adalah sebuah tanggal untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santa Valentine yang tewas sebagai martir, ia hukum mati dengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270 M oleh Kaisar Romawi yaitu Raja Cladius II (268-270). Versi Kedua, VD adalah sebuah tanggal untuk untuk menghormati Dewi Juno yang dikenal dengan Dewi perempuan dan perkawinan, adalah suatu kepercaayaan bangsa Romawi Kuno bahwa Dewi Juno adalah Ratu dari Dewa dan Dewi bangsa Romawi. Kemudian diikuti oleh hari sesudahnya yaitu tanggal 15 Februari sebagai Perayaan Lupercalia yakni sebuah upacara pensucian serta memohon perlindungan kepada Dewa Lupercalia dari gangguan Srigala dan ganguan-ganguan lainnya. Versi Ketiga, Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christian Observe It?” mengatakan bahwa kata “Valentine” adalah berasal dari kata Latin yang memiliki arti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa” yang ditujukan kepada Tuhan orang Romawi yaitu Nimrod dan Lupercus.

Nah sekarang coba Anda fikirkan apabila Anda mengatakan “to be my Valentine” ini berarti anda memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa” sesuatu yang sangat berlebihan sekali.

Apabila kita perhatikan beberapa versi di atas, sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan hari kasih sayang, namun hanya sebagai penghormatan belaka. Apalagi di zaman sekarang dengan datangnya VD banyak orang yang memanfaatkannya dengan membuat produk-produk yang bernuansa Valentine, sebagai tanda kasih sayang yang dipersembahkan kepada sang kekasih, teman dan sebagainya, yang mengekor budaya barat dan tidak tahu asal muasalnya.

Umumnya mereka saling mengucapkan “Selamat Hari Valentine”, mengirim bunga dan kartu Valentine’s Days, ada juga yang saling mencurahkan isi hati, bahkan menyatakan cinta dan kasih sayangnya yang mereka anggap “Inilah Hari Kasih Sayang”. Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (H.R. Tirmidzi)

Kasih Sayang dalam Islam
Firman Allah swt.: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paing bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. al-Hujurat:13).

Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi Saw., bersabda : “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari).

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari” HR. Muslim.

Di sini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan. Dalam hadits Nabi saw.: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin). HR. Muslim.

Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang”, jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek.

Dengan datangnya Valentine’s Day dikhawatirkan bagi kaum muda-mudi yang tidak mengerti akan mampu terjerumus dalam hal-hal negatif dengan mentafsirkan kasih sayang di hari yang special ini. Firman Allah swt: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. al-Israa’:32), yakni perbuatan yang dilarang oleh agama baik secara terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu kita mesti sadar apa arti yang sesungguhnya sebuah kasih sayang.

Selain itu pula dijelaskan dalam perkara mencintai seseorang tidaklah boleh untuk berlebihan yang akan mengakibatkan penyesalan dan sia-sia belaka, sebagai etika untuk seorang muslim Rasulullah saw bersabda : “Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu di suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu.” (H.R. Turmidzi).

Dan masih banyak lagi di antara hadits Nabi saw. yang menerangkan tentang kasih sayang yang membawa kebaikan bagi umat manusia. Dengan demikian marilah kita mencontoh budi pekerti Nabi besar Muhammad saw, yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits sebagai jalan untuk kebaikan untuk di dunia dan hari kemudian.

Masih perlukah merayakan valentine’s day sekarang?

Kamis, 03 Februari 2011

Harta Yang Paling Berharga

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah .. hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga.
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,  nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu  dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,  tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain… tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kita.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.  Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu kita susah. Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Kamis, 02 September 2010

Cek Cok Pernikahan

Berulang kali gw mendapat curhatan dari seorang cewek yang mengalami cek-cok menjelang pernikahannya. Mulai dari masalah persiapan pernikahan hingga masalah ketidakpahaman antarpasangan.

Konflik kecil ini,jika tidak bisa diatur dan diminimalisir akan berpotensi menjadi masalah besar dan bisa saja akan menggoyahkan pernikahan yang sudah di depan mata.

Barusan gw dapat ocehan (tweet) dari motivator Mario Teguh. Isinya "Rusaknya banyak pernikahan dimulai dari kecenderungan untuk menyalahkan satu sama lain."

Ya, begitulah konflik menjelang rumah tangga. Biasanya, pasangan saling menyalahkan atas kejadian-kejadian kecil yang dialaminya. Yang dibutuhkan di saat kondisi tersebut adalah saling mengerti antarpasangan. Biasanya pula, harus ada yang mengalah dan bisa memadamkan situasi saat tegang begitu.

Membawa hubungan cinta Anda ke jenjang yang lebih serius memang tidak mudah. Anda harus membuat pondasi kuat sejak dini, agar pernikahan yang akan dijalani sukses. Berikut beberapa tips yang bisa menguatkan pondasi hubungan sejak dini.

1. Jujur
Awalilah hubungan dengan kejujuran. Sesuatu yang dimulai dengan hal yang benar, maka akan berjalan dengan baik pula. Sebaliknya, jika pondasi yang Anda bangun diawali dengan kebohongan, maka pernikahan Anda akan rapuh dan mudah runtuh saat diterpa badai.

2. Bersabar
Memojokkan pasangan untuk buru-buru menikahi Anda juga bukan hal yang disarankan. Jalankan hubungan dengan santai. Gunakan waktu Anda untuk mengenal pasangan. Jangan sampai target menikah yang telah ditentukan justru mendorong Anda memilih pasangan yang tidak tepat.

3. Mementingkan kepuasan pribadi
Di awal hubungan, biasanya seseorang akan fokus pada kepentingan pasangan ketimbang kepentingannya sendiri. Hingga secara tidak sadar, ia tak lagi mengerti apa yang menjadi kesenangannya. Alhasil, saat hubungan mulai berjalan lama, kebosanan mulai datang. Anda tak lagi merasakan kebahagiaan. Yang terasa hanya rasa hambar.

Oleh karena itu, dalam setiap hubungan, Anda juga perlu menemukan kebahagiaan pribadi. Terus eksplorasi hal-hal dalam hubungan dan pasangan yang bisa membahagiakan Anda.


4. Menjaga keintiman
Lamanya umur hubungan bukan alasan bagi Anda dan pasangan untuk kehilangan keintiman. Jaga terus kebersamaan, dan keharmonisan Anda demi pondasi rumah tangga yang utuh. Jangan sampai hilangnya keintiman menjadi titik awal keruntuhan hubungan yang telah dibangun.

5. Jadikan pasangan sebagai teman baik
Pasangan bukan hanya berperan sebagai kekasih semata. Jadiakan juga ia teman baik Anda. Tempat mencurahkan isi hati atau berbagi pengalaman baru. Ingat, jika Anda memang ingin menjadikannya suami, maka Anda harus siap menjalankan seluruh hidup dengannya. Pasangan yang berperan sebagai teman baik akan menjadi pasangan yang paling pas untuk menemani Anda seumur hidup.

Selasa, 04 Maret 2008

Tutup Tahun Ala Clubbers Transeksual (1)

Kuta diguyur hujan lebat dan angin kencang menjelang perayaan malam pergantian tahun. Suasana jalan Imam Bonjol menuju Kuta terlihat sedikit lengang meski ada rombongan remaja sambil mengendarai motor dan membunyikan terompet.

Hujan yang mengguyur kota sejak pukul 11 malam baru bisa berhenti sekitar pukul 01.30 wita. Pertigaan jalan Patih Jelantik – Legian menuju Ground Zero terpaksa ditutup oleh dua sepeda motor polisi. Sebagian pengunjung yang ingin merayakan sisa tahun baru di Kuta memberanikan diri memecah jalan yang ditutup tersebut di tengah banjir setinggi mata kaki. Pengguna jalan banyak yang menyerobot balik arah ke utara karena banjir makin tinggi. “Saya sedang menunggu teman. Jalan menuju Ground Zero banjir setinggi lutut. Saya terpaksa naik di trotoar jalan menuju ke sini. Di trotoar saja air masih setiggi setengah lutut. Untung polisi diam saja meski saya melawan arus jalan,”kata Yanuar (22) asal Jakarta.

Hujan sedikit reda menjelang pukul dua pagi. Ditemani seorang gay, Inank (bukan nama sebenarnya, 24 tahun), menemani saya makan malam di Mc Donald Kuta. Hanya mengambil paket panas seharga Rp 17.000, cowok yang sudah melakukan profesi ini sejak 2003 lalu bercerita tentang masa lalunya.

Akhir 2003 menjadi sejarah tak terlupakan bagi Inank. Akibat diajak teman kuliah tiap malam minggu ke Kudos (pusat hiburan kaum gay di jalan Abimanyu Seminyak), Inank malah ketagihan main ke situ. Awalnya sempat risih tatkala harus dikuntit oleh bule dan warga lokal menuju ke toilet. Bule dan warga lokal yang gay tersebut menepuk pantat, memegang puting susu, memegang area Mr P seraya memeluk dari belakang dan memegang leher. “Karena saya tolak, dua orang itu pun langsung pergi,”kenangnya.

Untuk memasuki pusat hiburan kaum gay ini pengunjung akan dikenakan tarif Rp 30.000. Jika ada kegiatan atau party khusus, harga tiket masuk bisa melonjak Rp 60.000 hingga Rp 100.000. Karena tidak membawa kartu VIP Kudos, saya batal diajak memasuki pusat “jajanan” kaum lelaki transeksual tersebut.

Ngobrol santai dilakukan di dekat Circle K 56. Jalan Abimanyu masih disesaki pengunjung yang habis party, entah di Kudos, Q Bar, Bahiana atau pusat hiburan lain di kawasan tersebut. Inank mulai menceritakan ciri-ciri kaum transeksual itu. “Ciri utamanya ada tindik di telinga sebelah kiri, kaos warna hitam putih atau warna menyolok, modis dan biasa berpegangan tangan atau jalan beriringan (untuk pasangan gay atau biasa disebut couple),”ujarnya sembari menunjuk seseorang sebagai contoh.

Waktu telah menunjukkan pukul empat pagi. Suasana Kudos sudah mulai terlihat lengang. Hanya tinggal beberapa orang yang sedang dugem ditemani musik disko dan lampu warna-warni.  Setiap hari bahkan akhir pekan atau malam liburan, Kudos dijadikan tempat pertemuan para kucing (istilah bagi para kaum gay untuk menyebut pasangannya).

Tak jarang beberapa kucing ini melakukan ciuman, pegang-pegangan bahkan seks di tengah temaram ruangan Kudos. Di toilet Kudos, pengelola biasa menyediakan kondom beragam merek. Terlebih jika ada kegiatan atau pesta besar (akhir pekan, liburan tahun baru atau liburan nasional lainnya) atau saat ada sponsor kondom. “Di toilet ini banyak juga kucing yang making love (ML) dengan pasangannya,”katanya.

Beragam kegiatan juga marak digelar oleh Kudos. Tarian striptease cowok bahkan hampir selalu digelar tiap malam minggu. Cowok-cowok judi (jual diri) ini sengaja hanya memakai G string tipis atau bahkan tanpa sehelai kain apapun alias bugil. Bak seorang penari Ledek, cowok “judi” tersebut menanti saweran minimal Rp 50.000 yang biasa diselipkan di G String-nya atau dengan sambutan tangannya.

Tatkala libur panjang seperti malam tahun baru, Kudos juga ramai oleh pengusaha, kaum eksekutif bahkan artis ibu kota untuk menghabiskan masa liburannya di sini. Bahkan Ivan Gunawan, Oscar Lawalata, dan desainer terkemuka ibu kota lainnya sengaja membuat disain busana khusus bagi kaum gay atau waria di sini.

Selepas mengadakan kesepakatan transaksi atau pertemuan singkat dengan tarif Rp 200.000 ke atas untuk sekali main, kaum kucing ini lantas langsung pergi ke Double Six Club di jalan Pantai Double Six untuk mengadakan pesta selanjutnya. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan dugem  karena musik di tempat tersebut sangat cocok dengan jiwa para kucing ini. Karakteristik house musik diiringi disc jockey (dj) akan membuat  prestice kaum kucing terangkat. Karena yang bisa memasuki Double Six Club hanyalah orang borjuis atau dengan kantong tebal. Apalagi ditambah permainan bungy jumping yang turut menyemarakkan arena. “Saat saya masih punya kucing bule, dompet saya selalu terisi penuh. Kiriman paling tinggi yang pernah saya terima adalah Rp 5 juta,”jelasnya yang selalu habis untuk clubbing.

Sabtu, 19 Januari 2008

Salsa Tari Seksi Bukan Kemayu

Bagi orang awam, tari Salsa terkesan kemayu bila dilakukan oleh wanita apalagi pria. Namun di negeri asalnya, Amerika Latin, Salsa malah disebut tarian seksi. Bukan hanya bagi wanita saja, namun sebutan itu juga bagi kaum pria.

Bagi pelatih Salsa, Ni Komang Yuli Rahayu (30) asal Denpasar ini mengatakan bahwa tarian Salsa sangat familiar di kalangan generasi muda. Tarian ini menggabungkan tempo lagu, jiwa dan tubuh dalam gerakan santai namun energetik.

Dalam perjalanan karir Yuli di bidang tari, tarian Salsa ditekuninya selama lima tahun. Berawal dari hobi menari yang dipaksakan oleh ibundanya, sejak SD hingga SMP Yuli masih menggeluti dunia tari terutama tari tradisional dan tari modern. Darah seni ini mengalir kuat ke sanubari Yuli karena ibu dan ayahnya juga berjiwa seni. Orang tua yang ada di Denpasar ini dahulu berprofesi sebagai penari desa. Meski gaji yang tidak mencukupi selama menjadi penari desa, keluarga ini tetap setia melestarikan kesenian tradisional warisan nenek moyang.

Selepas SMP, wanita kelahiran 31 Juli 1978 ini malah banting stir menjadi atlit lari. Sempat menerima prestasi di bidang atletik, lantas orang tua pun tidak menukai hobi anak wanitanya ini. “Biar tidak terkesan cowok, kamu latihan tari saja seperti dulu,” ujar Yuli yang menirukan ucapan ibunya.

Salsa juga memiliki gaya beragam dalam penyajiannya. Di antaranya Los Angeles Style (LA Style) yang menunjukkan kombinasi satu garis akrobatik sesama penari Salsa. Cuba Style cenderung memberi kesan harus ada putaran dalam gerakan penari. Dan Colombia Style lebih mengungkapkan gerakan maju mundur. Dalam dunia kompetisi Salsa, LA Style dan Cuba Style sering dipakai.

Dalam teknik, Salsa terbagi menjadi basic (dasar), intermediate (menengah) dan advance (lanjut). Teknik dasar hanya mengajarkan langkah maju mundur dan teknik memutar. Teknik menengah mengajarkan kombinasi gerakan dengan musik. Dan teknik lanjut menekankan improvisasi bagi Salsa Lovers untuk menunjukkan kreasinya. “Cowok sangat memegang peranan dalam Tari Salsa ini. Saat tangan kanan ditarik berarti kaki juga harus melangkah. Begitu pula dengan tangan kiri cowok yang memegang pinggang cewek berarti harus ada teknik memutar atau bahkan kaki diayunkan ke belakang,” jelas Yuli.

Ketekunan berlatih selama lima tahun itupun membuahkan hasil. Juara I Salsa Change Partner di Jakarta (2004), Juara I Salsa Open Instructure di Jakarta (2004), dan juara I Salsa tingkat ASEAN di Singapura (2007) pun disabet oleh putri Denpasar ini.

Karena dalam tari Salsa tiap tahun ada perubahan, Yuli bersama Salsa Lovers juga terus menambah dan mengasah kemampuan tariannya. Salah satunya dengan terus berlatih dan saling tukar menukar informasi dari Salsa Lovers di luar negeri melalui video.

Usia juga ada batasnya. Begitu juga bagi Yuli yang akan pension dini di dunia tari saat usianya menginjak 35 tahun. Saat ini, suami dari Koming Masdiasa yang menjadi vokalis Dewata Band ini telah mendirikan sekolah Salsa bernama R&B Studio yang ada di jalan Kediri 41 Tuban Kuta. Salsa Lovers bisa memerolah pelatihan kelas maupun privat di hari Selasa hingga Minggu pukul 10 pagi hingga lima sore. Tarif yang diberlakukan adalah Rp 30.000 /orang per jam untuk kelas. Dan Rp 700.000 untuk enam kali pertemuan satu jam sehari bagi yang menginginkan privasi. “Saya harus digantikan oleh penari muda yang lebih energetik untuk melanjutkan tongkat estafet penari Salsa,” katanya.

Senada dengan Yuli, bagi Dewa Nyoman Kandel Eka Putra (26) yang sering menjadi partner Yuli dalam berkompetisi di dunia Salsa ini justru menganggap penari Salsa adalah orang yang seksi. “Tak hanya wanita saja yang seksi tapi pria penari Salsa juga bisa dibilang seksi,” ucap Dewa yang baru dua tahun menyelami dunia Salsa.

Dari keisengan main ke klub dan bar Salsa, cowok asal Batuan Gianyar ini malah keranjingan dengan dunia Salsa. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh kesukaan Dewa dalam menari tradisional sejak masih kecil. “Tari Salsa itu tidak cuma menari saja. Sangat diperlukan kekompakan antar penari meski hanya dengan tatapan mata,” jelas Dewa yang menyandang status mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Semester akhir di Universitas Udayana ini.

Lanjutnya, di dunia hiburan semisal Salsa ini tak cuma fun yang ingin dicari. Tari Salsa juga sangat menambah pengetahuan dan menambah pergaulan serta relasi. Cowok kelahiran 29 Mei 1982 tersebut malah sudah menyabet juara I Salsa Ballroom IODI (Ikatan Organisasi Dansa Indonesia) di Yogyakarta (2006) berpasangan dengan Yuli. Begitu pula prestasi luar biasa di mata ASEAN di Singapura yang juga ditoreh bersama Yuli. “Ke depan aku ingin menjalani apa adanya saja dulu. Tari ya, jadi dokter hewan juga ya. Apalagi menyanyi,” canda Dewa yang pernah menjadi enam besar kompetisi Bintang Radio dan Televisi 2006 di stasiun televisi lokal Bali ini.

Di Bali khususnya di Sector Bar dan Restoran cuma ada empat instruktur yaitu Yuli, Dewa, Franky dan Heni. Begitu juga dengan suhu (guru instruktur) yang cuma ada tiga yaitu Yuli, Made Alfa dan made Beta. Jika ingin melihat profil Yuli bisa dilihat pada website www.julisalsa.com.