Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Investor Asing Tunggu Jokowi

Investor asing siap masuk untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini investor tersebut masih menunggu hasil pemilihan umum (pemilu) April dan Juli mendatang, terutama menunggu pemimpin baru Indonesia.

Managing Director of Global Market HSBC Ali Setiawan mengatakan, salah satu investor asing yang menunggu hasil pemilu Indonesia adalah Jepang. “Tapi selain itu, banyak investor asing yang mempertanyakan bagaimana sosok Joko Widodo (Jokowi), apakah dia benar-benar bersih dari hal-hal seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” kata Ali di Jakarta, Kamis (20/3).

Ia menilai, sosok Jokowi yang saat ini dicalonkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditunggu pasar. Selama kepemimpinan di Solo, pelaku pasar sudah mencermati rekam jejak Jokowi sebagai salah satu wali kota terbaik dunia. “Jokowi hingga saat ini memang dinilai positif, namun pengaruh positifnya akan pudar jika hal-hal yang dikhawatirkan pasar terjadi,” tuturnya.

Ali menganggap masyarakat Indonesia menaruh harapan besar terkait pencapresan Jokowi. Masyarakat menilai sosok Jokowi akan bisa memberikan warna baru bagi perekonomian Indonesia.
“Baik masyarakat umum ataupun pebisnis pada intinya menaruh harapan, apakah dia mampu memimpin 250 juta jiwa. Ini tantangan Jokowi.  Padahal, banyak yang mempertanyakan kesanggupannya memimpin Jakarta,” tuturnya.

Perbaiki Masalah

Head of Global Trade and Receivable Finance HSBC Indonesia Nirmala Salli mengatakan, pemerintahan yang baru diharapkan memiliki kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satunya mendorong pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan.

“Investor sangat ingin investasi di sini karena jumlah penduduk kita terbesar keempat menjadi daya tarik bagi para investor. Tapi investor asing juga mencermati masalah infrastruktur, tarif dasar listrik (TDL) dan upah minimum regional (UMR),” katanya.

Masalah itu, kata Nirmala, menjadi pertimbangan para pebisnis dan investor karena TDL dan UMR sering naik setiap tahun. Belum lagi buruh yang sering melakukan demo dan mogok kerja untuk meminta kenaikan UMR. “Perlu ada ketetapan untuk kedua tarif ini,” katanya.

Tertinggal dari Timor Leste

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, Indonesia perlu pemimpin tegas terutama dalam hal perekonomian. Saat ini, perekonomian Indonesia mulai tertinggal dari Timor Leste. Padahal negara itu pernah menjadi bagian dari Indonesia. Pendapatan per kapita Timor Leste sudah sebesar US$ 3.620 sejak tahun 2012. Indonesia baru mencapai US$ 3.420.

“Timor Leste menduduki peringkat 133 sebagai negara lower middle income. Indonesia hanya di posisi 137. Hal itu menunjukkan Timor Leste memiliki tingkat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih cepat dari Indonesia. Kita sudah 60 tahun lebih merdeka begini-begini saja. Ada yang salah dengan kinerja pemerintah kita,” kata Faisal.

Akar permasalahan dari tersainginya perekonomian dalam negeri terhadap Timor Leste disebabkan tidak berdaulatnya pemimpin negara. Hal itu dapat terlihat dengan seringnya terjadi asinkronisasi kebijakan dalam tubuh pemerintah itu sendiri. Rencana pembangunan selalu banyak hambatan.

“Semua punya kepentingannya masing-masing dan tidak ada yang bawa kepentingan rakyat. Tidak jelas arah pembangunan kita. Nanti mau hemat BBM tapi juga mau jual mobil murah. Kacau koordinasinya,” tutur Faisal.

Salah Kebijakan

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melihat penguasa saat ini kerap menyulitkan rakyat. Hal itu dapat dilihat dari kebijakan perekonomian seperti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Padahal dampaknya bisa ke kenaikan bunga pinjaman dan investasi menurun.

“Jangan heran kalau pengusaha dalam negeri ramai-ramai cari pinjaman modal di Singapura. Tingkat suku bunga di sana rendah, tidak lebih dari 2 persen. Bank sentral di sini justru menaikkan. Itu malapraktik,” kata JK.

JK menilai salah besar jika pemerintah mau mengendalikan inflasi namun tetap menaikkan suku bunga acuan. “Itu namanya lagi usaha turunkan inflasi dengan cara menambah inflasi. BI rate naik ya bunga pinjaman naik. Akhirnya pengusaha menaikkan harga produksinya,” katanya.

Mengenai Pilpres 2014, JK mengimbau agar masyarakat memilih pemimpin yang cepat tanggap terhadap persoalan ekonomi dalam negeri. Terlebih pada 2015 akan dibuka perdagangan bebas sesama negara ASEAN.

“Jika pemerintah yang berkuasa selanjutnya tidak cepat tanggap, perdagangan domestik akan babak belur,” kata JK.

Minggu, 16 Maret 2014

Kebijakan Ekonomi Jokowi Dinanti



Pencapresan Joko Widodo(Jokowi) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai positif oleh pasar. Namun tanpa program kebijakan yang jelas terutama kebijakan ekonomi hanya akan membuat Jokowi kalah dalam pencapresan pemilu mendatang.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier mengatakan, untuk maju menjadi calon presiden (capres), Jokowi perlu memiliki visi-misi yang jelas agar Indonesia bisa keluar dari masalah ekonomi yang selama ini mendera Indonesia.

Fuad menilai, Jokowi masih di bawah bayang-bayang bendera partai sehingga belum dapat merumuskan sendiri visi-misinya untuk membawa Indonesia ke arah mana. Sementara, Megawati, yang notabenenya sebagai pemimpin PDIP lebih memiliki visi-misi yang jelas untuk Indonesia.

“Kinerja dia (Jokowi) sebagai walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta biasa saja. Program-programnya juga belum diketahui, masih belum ada konsep yang jelas untuk menjadi presiden. Sementara Megawati dan Prabowo Subianto lebih terlihat mau ke mana,” kata Fuad di Jakarta, Minggu (16/3).

Fuad menilai, masalah di Indonesia cukup kompleks, khususnya masalah ekonomi. Untuk keluar dari masalah ekonomi yang ada, Indonesia perlu pemimpin yang mampu menekan konsumsi Indonesia. Selain itu, nantinya dibutuhkan pemimpin yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Seharusnya pertumbuhan bukan didominasi oleh konsumsi tetapi investasi dan sektor formal seperti industri jika mau keluar dari jebakan ini. Konsumsi kita tiap tahun kian bertambah tapi tidak dibarengi dengan investasi yang melonjak signifikan,” ungkapnya.

Fuad berharap pemerintahan yang baru mampu mengubah anggaran APBN untuk infrastruktur. Anggaran yang sifatnya hanya untuk birokrasi dan kepentingan politik bisa ditekan. Selain itu, pelayanan publik juga perlu ditingkatkan, hal ini semata-mata untuk mendorong ekonomi Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Kompetensi Kabinet

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha mengatakan, jika nantinya Jokowi memenangi pemilu 2014, belum tentu dapat membawa Indonesia keluar dari masalah ekonomi atau masalah lain yang menjadi kelemahan Indonesia.

Eugenia menilai, calon presiden nanti juga harus memiliki struktur kabinet yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. “Tidak masalah jika PDIP mendominasi kabinetnya. Asalkan sesuai antara jabatan dan latar belakang pendidikan. Jangan seperti kabinet SBY, didominasi partainya tetapi tidak sesuai kompetensi seperti Roy Suryo yang menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga,” ungkapnya.

Eugenia menganggap, menteri dalam kabinet yang dibutuhkan untuk Indonesia adalah sosok yang tidak takut terhadap pihak asing. Salah satu penyebab Indonesia masih berada dalam jajaran negara berkembang adalah ketidakberanian pemerintah menolak asing.

“Asing terus mengulurkan hutang pada kita, sehingga membuat kita terus berhutang seperti pada Jepang membuat kita terus menerima produk dari negara lain dan mematikan potensi kita,” jelasnya.
Dia berharap pemerintahan yang baru tidak mengubah drastis arah pembangunan yang sudah ada sekarang. Menurut Eugenia, sebaiknya pemerintahan yang baru melanjutkan pembangunan yang sudah ada sehingga Indonesia tidak banyak mengulang segala sesuatunya dari awal.

Penyebab utama Indonesia yang masih belum bisa keluar dari negara berkembang ada dua. Pertama, besaran hutang Indonesia yang terus bertambah dan justru mendukung pertumbuhan ekonomi. Kedua, sektor konsumsi yang menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomi.

“Hal ini membuat pendapatan kita tidak ada yang disimpan, kondisi ini sangat berbahaya kecuali pemerintah mampu tekan konsumsi,” katanya.

Selain itu, impor bahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar dan anggaran infrastruktur masih minim. “Jika serius dan memang pemerintahan yang baru berpihak kepada rakyat kecil, dalam 10 tahun kita bisa keluar dari kondisi ini,” ujarnya.

Minggu, 09 Maret 2014

Malaysia Airline Terindikasi Dibajak


Para pejabat Malaysia sedang meneliti rekaman CCTV dan mempertanyakan petugas imigrasi dan penjaga Bandara Internasional Kuala Lumpur. Mereka khawatir pelanggaran keamanan ini dihubungkan dengan hilangnya Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH370.


Kecurigaan ini terkait kemungkinan pesawat dibajak atau dibom, setelah ada indikasi dua penumpang yang diketahui menggunakan paspor curian. Meski pejabat Malaysia menegaskan sedang mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi.

Peneliti Malaysia, yang dibantu FBI sedang menyelidiki empat penumpang yang terindikasi dalam kasus tersebut. Keempat wisatawan itu berasal dari Eropa dengan kemungkinan dari Ukraina serta dari Austria dan Italia. 

"Kami telah mengerahkan para peneliti untuk melihat semua rekaman kamera. Kami juga mewawancara pejabat imigrasi yang membiarkan penipu itu bisa lolos. Indikasi awal menunjukkan celah keamanan, tapi saya tidak bisa mengatakan lebih jauh sekarang," kata pejabat terkait penyelidikan yang dikutip Reuters.

Menteri Transportasi Malaysia Hishamuddin Hussein mengatakan, penyidik sedang melihat empat penumpang yang terindikasi pemalsuan paspor. Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia juga telah mengidentifikasi keempat penumpang masuk dengan aman ke bagian check-in dan melewati bagian imigrasi.

Juru bicara Bandara Malaysia Holdings menolak berkomentar terkait hal ini. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, protokol keamanan bandara negara sedang ditinjau. "Apakah ada indikasi (pembajakan), ini masih terlalu dini. Siapa yang tahu apa yang terjadi di pesawat. Tapi kami menerima dengan pikiran terbuka," katanya seperti dikutip surat kabar The Star.
 
Seminggu sebelum kejadian ini, sekelompok penyerang menewaskan 29 orang di sebuah stasiun kereta api di kota barat daya Kunming China. Hal ini menimbulkan spekulasi militan muslim China Uighur terlibat.

Pejabat Malaysia tidak mengenyampingkan keterlibatan Uighur di insiden pesawat tersebut. Orang Uighur dideportasi dari Malaysia ke China pada 2011 dan 2012 dan banyak memakai paspor palsu.
"Ini tidak dikesampingkan. Kami telah mengirim kembali Uighur yang memiliki paspor palsu. Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini ada hubungannya," kata pejabat tersebut.

Malaysia, sebagai salah satu negara mayoritas muslim memiliki keterdekatan erat dengan Beijing beberapa tahun terakhir. Malaysia baru saja mendeportasi 11 orang Uighur pada 2011 karena terlibat sindikat penyelundupan manusia.

Gubernur Provinsi Yunnan, Li Jiheng mengatakan, saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan hubungan serangan pisau di Kunming dengan pesawat yang hilang. 

Direktur Operasi Malaysia Airlines Hugh Dunleavy mengatakan, mereka menyadari bahwa ada pencurian paspor. "Sejauh yang kami tahu, setiap salah satu orang di pesawat memiliki Visa pergi ke China. Tapi itu tidak berarti mereka menggunakan paspor tidak palsu. Ada kemungkinan, tapi peluangnya kecil," katanya.

BBC melaporkan orang-orang yang menggunakan paspor curian telah membeli tiket bersama-sama dan terbang ke Eropa. "Orang-orang dengan paspor palsu memang bermasalah dengan keamanan. Tapi saya percaya mereka akan melakukan sesuatu di pesawat yang kemungkinan berakhir dengan pesawat hilang," kata ahli keamanan di Universitas Lanzhou China Yang Shu.

Sabtu, 08 Maret 2014

Penjualan Tablet Lampaui PC


Pengiriman komputer pribadi (PC) baru-baru ini telah menurun signifikan. Padahal industri PC selama ini stagnan.


Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), penjualan tablet akan melampaui PC, terutama pada 2015. Hal ini karena semakin banyaknya vendor yang merilis tablet dibanding PC. Prestasi tersebut merupakan pertama kalinya sepanjang sejarah.

Sejak Apple merilis iPad pada April 2010, industri komputer mengalami perubahan lanskap. Padahal Apple sempat diejek karena membuat perangkat yang disebut iPod Touch besar. 

Tablet telah mengubah cara kita berinteraksi dengan media, termasuk cara kita berbelanja dan banyak kasus menggantikan kinerja PC sebagai perangkat komputasi utama. Meski hanya tablet, tugas komputasi sederhana mampu dilakukan dan hal tersebut mengancam industri PC.

Tidak Ada Inovasi

Industri PC mulai ada tanda kejenuhan pada 2013 dengan mulai adanya penurunan pengiriman di kuartal IV-2013 sebesar 6,9 persen. Angka tersebut merupakan angka mengerikan bagi industri PC.
Konsumen PC di negara maju menunjukkan tanda-tanda kejenuhan yang kuat dibanding konsumen di negara berkembang. Namun masyarakat negara berkembang justru memiliki kontribusi kuat dalam penjualan tablet karena dinilai memiliki harga relatif lebih murah dibanding PC.

Sepanjang 2013, jumlah pengiriman PC di seluruh dunia mencapai 316 juta unit, namun jumlah tersebut ternyata mencapai level terendahnya sejak 2009. Lembaga survey Gartner yakin industri PC akan mengalami penurunan lebih lanjut, apalagi kurangnya inovasi dalam industri PC dan peningkatan daya saing tablet dalam hal kinerja.

Lembaga IDC merilis laporan, pengiriman PC di seluruh dunia pada 2013 mengalami penurunan 9,8 persen, sedikit lebih baik dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 10,1 persen. Namun IDC tetap menyebut penurunan tersebut merupakan yang terparah sepanjang industri PC.

IDC menganggap penjualan PC pada kuartal IV-2013 masih lebih baik dari yang diharapkan. Meski kondisi pengiriman PC di negara berkembang justru memburuk karena persaingan dari perangkat lain dan tekanan ekonomi yang meningkat.

Perangkat Lunak Mahal

Salah satu penyebab penurunan industri PC adalah mahalnya biaya perangkat lunak (software), terutama Windows XP. Microsoft memperkirakan penjualan software pada tahun ini menurun lebih dari dua persen dan tahun berikutnya akan diturunkan menjadi kurang dari satu persen. Ke depan, penjualan PC diperkirakan akan di bawah 300 juta unit.

"Pasar negara berkembang akan menjadi motor penggerak pasar PC, karena meningkatnya penetrasi di kalangan populasi besar akan mendorong pertumbuhan secara keseluruhan," kata Vice President PC Trackers Worldwide, Loren Loverde seperti dikutip Mashable.

Saat ini, pengiriman dan penjualan PC maupun perangkat digital lain akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat setempat dan prioritas kebutuhan masyarakat dalam memberi perangkat komputer.

"Kami harap ekonomi negara berkembang bisa segera pulih. Namun kami mengharapkan pertumbuhan (penjualan PC) tidak sampai mendekati nol persen," katanya.

Hadapi Tantangan

Tahun ini akan menjadi tahun tantangan bagi industri PC di Asia. Konsumen akan mengantisipasi risiko ekonomi global sehingga mereka akan lebih berhati-hati membelanjakan uangnya untuk beli perangkat komputer baru.

Pada saat yang sama, perubahan tektonik dalam politik akan mempengaruhi pengeluaran komersial di beberapa negara besar. "Seperti India, Indonesia dan Thailand yang akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) tahun ini," kata Research Manager for Client Devices IDC Asia Pacific Andi Handoko.

Penjualan Lambat

IDC juga menyebut penjualan pasar tablet di tahun ini hanya akan tumbuh 19,4 persen, turun dibanding tingkat pertumbuhan 51,6 persen pada 2013. 

IDC mengurangi perkiraan penjualan tablet tahun ini sebesar 3,6 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 260,9 juta unit. Penurunan penjualan tablet ini karena perlambatan perangkat keras (hardware). 

"Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan kiuat, kami berharap pasar tablet akan sedikit melambat tahun ini dan konsumen akan pindah ke perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi," kata Vice President Program, Devices and Displays IDC Tom Mainelli.

Sumber Tabel: Statista

Malaysia Airlines, Paling Aman atau Mematikan?

Maskapai Malaysia Airlines memiliki rekam jejak sebagai salah satu maskapai paling aman di dunia. Namun dibaliknya, maskapai ini pernah menjadi yang terburuk karena mengalami kecelakaan terparah dan menelan banyak korban.
 
Terlepas dari masalah kinerja keuangan yang menurun pada 2013, Malaysia Airline kini bersaing ketat dengan AirAsia dan AirAsia X serta Emirates Airline, Singapore Airlines, Thai Airways dan Cathay Pacific pada penerbangan rute internasional. Maskapai penerbangan itu juga bagian dari aliansi Oneworld yang mencakup British Airways dan Qantas.

Malaysia Airline memiliki 88 armada pesawat, termasuk Airbus A330 dan A380, serta Boeing 777-200 dan 737. Khusus jenis Boeing 777-200ERs yang saat ini mengalami kecelakaan, sebenarnya pesawat tersebut memang didesain untuk penerbangan jarak jauh dengan tujuan wilayah Asia Pasifik hingga Eropa.

Berdasarkan situs airfleets.com (situs resmi yang melacak armada maskapai), armada Boeing 777-200ERs sebetulnya memiliki usia rata-rata 14,2 tahun. Posisi tersebut membuat Boeing 777-200ERs sebagai salah satu armada tertua di dunia. Namun tidak jelas usia pesawat yang jatuh Sabtu (8/3) dini hari di wilayah Vietnam. 

Maskapai Malaysia Airline sebetulnya sudah mulai memesan Airbus A330 atau A350 untuk mengganti beberapa seri Boeing 777 dan akan mulai digunakan pada 2016. Manajemen sudah mengidentifikasi penggantian armada sebagai kunci utama untuk terhindar dari kerugian. Pasalnya, pada Februari 2014 Malaysia Airline melaporkan kerugian sebesar MYR 343,4 juta atau sekitar US$ 104 juta pada kuartal IV tahun 2013. Sepanjang 2012, pihak maskapai mencatat kerugian perusahaan sampai MYR1,17 miliar.

Insiden Fatal

Maskapai Malaysia Airlines pernah mencatat indiden fatal sepanjang penerbangannya. Pada 15 September 1995, pesawat Fokker 50 Malaysia Airline jatuh didekat Tawau, sebuah kota di negara bagian Malaysia Timur Sabah, 34 orang tewas.

Sebelumnya pada 1977 pernah terjadi pada Boeing 737-200 milik Malaysia Airlines yang jatuh di Tanjung Kupang, negara bagian Johor. Semua penumpang yang berjumlah 100 tewas. Ada penilaian kecelakaan Malaysia Airline itu sebagai yang paling mematikan sampai saat ini.

Pesawat jenis Boeing 777 adalah pesawat berbadan lebar buatan AS yang paling populer. Model pertamanya adalah Boeing 777-200 yang diproduksi pada tahun 1995 dan 777-200ER dua tahun kemudian. Selanjutnya ada 777-300 yang diproduksi pada tahun 1998. Boeing kemudian menghasilkan semakin banyak varian seperti  777-300ER pada tahun 2004 dan 777-200LR pada 2006.

 Boeing 777-200ER memiliki jangkauan 7.725 mil atau sekitar 14.305 km dengan kecepatan jelajah sebesar 0,84 mach atau sekitar 640 mil per jam. Sedangkan Boeing 777 tercatat sebagai pesawat dengan tingkat keselamatan terbaik dibanding pesawat komersial lainnya. Meskipun nyatanya, pernah ada insiden serius yang terjadi pertama kali pada Januari 2008. Saat itu British Airways 777-200ER mendarat dengan singkat dari bandara Heathrow, London dan melukai 45 orang. Pada Juli 2011, seorang warga Mesir menemukan api dalam kokpit pesawat 777-200ER saat diparkir di pintu gerbang di Kairo. Penumpang segera dievakuasi dan tidak ditemukan luka.

Terbaru, kecelakaan fatal yang juga memakai pesawat jenis Boeing 777-200Ers terjadi pada 6 Juli 2013. Saat itu Asiana Airlines mendarat darurat di San Francisco. Tiga orang tewas dan 180 lebih mengalami luka-luka.

Investigasi atas insiden pesawat Boeing tersebut masih terus dilakukan. Sejauh ini terlihat tidak ada kegagalan mesin sehingga ada sumsi kegagalan pilot. Anggapan tersebut diperinci dengan adanya pengakuan pesawat itu terbang terlalu rendah dan terlalu lambat saat mendekati landasan.

Senin, 03 Maret 2014

Subsidi BBM Sumber Kejahatan Ekonomi

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi sumber kejahatan ekonomi di masa mendatang. Dengan anggaran subsidi BBM yang lebih besar, anggaran untuk membenahi infrastruktur menjadi lebih sedikit.

Padahal untuk membeli BBM, Pemerintah juga harus rela berhutang dan menyebabkan defisit negara meningkat. Ia menganggap Pemerintah harus segera membenahi struktur anggaran agar lebih berkelanjutan di masa mendatang.

"Anggaran subsidi BBM itu sudah tidak masuk akal. Anggaran itu lebih besar dari subsidi infrastruktur. Itu sudah kejahatan ekonomi," kata Faisal di Jakarta, Minggu (2/3).

Ia menilai dengan minimnya anggaran infrastruktur, Pemerintah tidak bisa membenahi jalan rusak, pelabuhan yang sempit, membangun infrastruktur kereta api, jembatan dan sarana infrastruktur lain yang bisa menekan tingginya biaya barang.

"Ibaratnya, anggaran infrastruktur itu seperti vitamin. Sedangkan anggaran subsidi BBM itu racun. Ini malah anggaran untuk racun lebih besar dari pada anggaran vitamin. Subsidi BBM itu sableng," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran subsidi BBM per akhir 2013 sebesar Rp 210 triliun, naik 105,1 persen melampaui pagu APBN Perubahan 2013 sebesar Rp 199 triliun. Sedangkan anggaran infrastruktur tahun ini hanya Rp 188,7 triliun, naik 4,4 persen dibandingkan anggaran 2013.

Kenaikan Harga BBM

Salah satu cara untuk menekan angka anggaran subsidi BBM yang terus meningkat adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, Pemerintah saat ini dinilai tidak akan berani untuk menaikkan harga BBM karena akan mengganggu perekonomian, seperti risiko inflasi dan mengantisipasi kekisruhan menjelang pemilu.

"Partai politik (pemegang kekuasaan Pemerintah) saat ini tidak akan berani menaikkan harga BBM. Hampir mustahil kalau mereka mau (menaikkan harga BBM)," katanya.

Ia menilai menaikkan harga BBM menjelang pemilu adalah kecerobohan dan bisa berakibat partai penguasa Pemerintah menjadi bisa tidak dipilih kembali dalam pemilu mendatang. "Harga itu sensitif buat pemilu. Makanya harga di seluruh dinia menjelang pemilu akan distabilkan. Dengan harapan, mereka akan terpilih lagi," katanya.

Namun dengan besarnya volume impor BBM dan impor minyak mentah serta anggaran subsidi BBM seiring dengan lonjakan permintaan sepeda motor dan mobil tidak diimbangi dengan kebijakan Pemerintah membangun kilang minyak di dalam negeri atau segera menaikkan harga BBM bersubsidi. "Ini hanya menciptakan bom waktu buat pemimpin di masa mendatang," katanya.

Subsidi Tidak Jahat
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai langkah Pemerintah menghapus subsidi harga BBM tidak tepat. Sebab subsidi dinilai tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Direktur Investigasi Dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi mengatakan, subsidi adalah prinsip atau bagian tugas dari negara untuk membantu rakyat miskin. Siapapun yang punya kebijakan untuk menghapus subsidi bisa dinilai anti rakyat dan tidak memiliki rasa kemanusian.

"Subsidi tidak jahat, tidak mengerogoti APBN. Tetapi, diperuntukkan bagi peningkatan ekonomi rakyat. Dari pada korupsi yang pelan-pelan, pasti bisa menggerogoti APBN," katanya.

Namun ia mengingatkan ke Pemerintah agar memangkas mafia BBM sehingga publik akan percaya kenaikan harga BBM murni untuk menyehatkan APBN. Pemerintah dinilai juga harus mengetatkan anggaran agar kementerian tidak boros dan korupsi.

Minggu, 23 Februari 2014

Investor Menunggu Pemerintahan Baru

Investor asing sampai saat ini masih ancang-ancang untuk masuk ke Indonesia. Mereka masih menunggu pemerintahan baru selepas pemilihan umum (pemilu).


Ekonom Samuel Asset Managemen Lana Soelistianingsih mengatakan, investor asing belum melihat calon pemimpin kuat sebagai pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintah Indonesia 2014-2019.

"Betul, (investor) masih wait and see. Betul atau tidak sih, Joko Widodo (Jokowi) akan masuk menjadi calon presiden atau lainnya. Karena belum jelas, investor belum berani masuk masif," kata Lana di Bandung, Sabtu (22/2). 

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), dana asing yang masuk hingga saat ini mencapai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 15 triliun (ytd). Nilai tersebut sudah lebih tinggi dibanding 2013, meski belum bisa menyamai rekor sebelumnya di 2013 yang bisa menembus US$ 2,3 miliar.

"Itu pun data hingga Mei 2013, setelah itu langsung turun terus hingga US$ 3,5 miliar. Sepanjang 2013, dana investor asing yang masuk ke domestik malah turun, bahkan menggerus jatah di 2012 dan 2011," katanya.

Lana menilai investor asing saat ini sudah mulai percaya diri masuk meski masih menunggu hasil konfirmasi pemilu."Siapa yang akan dicalonkan pada pemilu nanti. Saat ini hingga April, investor masih melihat calon pemimpin masih by on rumour. Namun rumor pak Jokowi (jadi presiden) bisa jadi efek positif (bagi pasar)," katanya.

Dari data domestik, investor sudah melihat ada perbaikan data perekonomian baik berupa pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, defisit anggaran, defisit transaksi berjalan hingga defisit neraca pembayaran. "Namun mereka juga menunggu perbaikan data itu konsisten atau tidak ke depan," katanya.

Data dari perekonomian global, Indonesia juga terkerek dari perbaikan ekonomi AS, Eropa dan Jepang. Namun tidak dari perekonomian China yang masih mendatar. "China paling penting buat pasar Indonesia karena menjadi salah satu pasar ekspor kita. Biasanya kalau AS, Jepang dan Eropa sudah bagus, China juga akan terbawa. Cuma ada jeda waktu saja," katanya.

Jika Jokowi bisa menjadi Presiden Indonesia di tahun ini, Lana memprediksi rupiah akan menguat ke level di bawah Rp 11 ribu per dolar AS. "Asumsi saya rupiah bisa Rp 10.800 per dolar AS di 2014. Ini akan mendorong dana asing masuk," katanya.  

Rupiah Menguat
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, perekonomian Indonesia di kuartal I-2014 sudah mengalami kecenderungan menguat dengan ada penambahan dana asing yang masuk ke domestik.

"Pasar sudah kelihatan, perusahaan yang punya dolar AS sudah mulai melepas sehingga suplai dolar AS mulai bertambah. Ini positif. Ada potensi rupiah terapresiasi," kata Juda.

Ia menilai dolar AS sudah melemah sebesar 6 persen sejak awal tahun. Untuk menjaga stabilitas perekonomian, BI punya kebijakan menjadi rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. "Namun kami juga tidak ingin rupiah terlalu kuat melebihi fundamentalnya, nanti malah mendorong impor," katanya.

Tahun ini, BI akan fokus menata defisit transaksi berjalan serta mengelola kebijakan moneter dan makroprudensial. BI pun sudah menghitung dampak kenaikan harga elpiji 12 kg, tarif dasar listrik untuk industri, upah minimum provinsi hingga risiko bencana baik banjir maupun erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. 

"Dampak itu sudah kita hitung, termasuk ke pemilu nanti. Inflasi masih terjaga di level 4 plus minus 1 persen," katanya.