Kamis, 13 Juni 2013

Akhirnya....iPhone 4S


Sebenarnya aku tidak menginginkan ponsel ini. Sebab tahu sendiri kalau ponsel besutan Apple ini terlalu ribet (buatku).

Bagaimana tidak, untuk memasukkan file apapun harus melalui iTunes. Ini yang aku anggap ribet. Belum lagi, hingga saat ini aku belum bisa membuat Apple ID, karena tidak memiliki kartu kredit. Duh..

Tapi, 9 Juni lalu aku ditawari oleh salah satu teman blog, Aal namanya. Kebetulan dia sedang mau menjual ponselnya, iPhone 4S. Dan menurutku, harganya cukup worthed lah (karena second) dan kayaknya dia mau ganti ponsel.

Kebetulan aku juga lagi cari ponsel, kalau bisa iPhone 4s atau seri galaxy dengan budget 3 jutaan. Akhirnya karena ada penawaran ini, aku ambil dulu deh.

Ponsel ini baru bisa aku peroleh pada Kamis 13 Januari 2013, tepat sebelum aku melaju ke kedutaan besar China untuk mengurus visa ke Shanghai.

Namun karena ponsel ini memakai mini sim card, aku harus bersabar untuk bisa memakai ponsel ini. Setelah beres mengurus visa, aku pun langsung bergegas ke Mall Ambassador, yang kebetulan bersebelahan dengan kedubes China tersebut.

Akhirnya aku beli aksesoris yaitu antiglare Rp 40.000, casing capdase Rp 100.000 dan sekalian nomor perdana Simpati Telkomsel. Menurut penjualnya, iPhone memang cocoknya dengan kartu SIM Telkomsel karena internetnya lebih stabil dan cepat. Akhirnya aku ambil nomor perdana 0812 1228 1261

Tidak ada arti khusus dengan nomor perdana itu. Tapi aku pikir, aku suka dengan angka 1 dan 2. Walaupun sebenarnya aku lebih suka dengan angka 7. Kalau angka 61, aku samakan dengan kartu IM3 yang aku benamkan di BlackBerry Bellagioku.

Semoga ponsel ini bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kinerjaku.


Minggu, 02 Juni 2013

2017, Miliarder Dunia Bergeser ke Asia

Selama ini, miliarder dari Amerika Serikat selalu menguasai dari hampir total kekayaan dunia. Namun ke depan tidak lagi, sebab akan ada pergeseran orang terkaya di dunia dari Amerika Serikat ke kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan laporan global dari Boston Consulting Group menyatakan kekayaan masyarakat swasta dinilai lebih baik dibanding kekayaan miliarder tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah rata-rata kenaikan jumlah kekayaan dari kedua hal itu.

Untuk kekayaan masyarakat swasta (di luar para miliarder dunia) sepanjang 2012 mengalami kenaikan rata-rata 7,8 persen. Sementara untuk tahun 2010 dan 2011 masing-masing meningkat 7,3 persen dan 3,6 persen.

Sedangkan total kekayaan miliarder dunia yang terdiri dari 1.426 orang, menurut catatan Forbes, hanya meningkat rata-rata 2,7 persen sepanjang 2012 lalu, dari 3,7 miliar dollar AS menjadi 3,8 miliar dollar AS. Namun secara total, jumlah kekayaan miliarder dunia tersebut mencapai 5,4 triliun dollar AS, naik dari tahun sebelumnya 4,6 triliun dollar AS.

"Hal ini menunjukkan meskipun kekayaan miliarder meningkat, tapi kenaikan rata-rata kekayaannya tidak lebih tinggi dibanding masyarakat swasta," tulis laporan tersebut.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa pendorong utama kekayaan masyarakat swasta adalah kenaikan kembali bursa saham di pasar ekuitas. Hal ini juga dibuktikan sekitar 3,9 triliun dollar AS dari 5,4 triliun dollar AS kekayaan miliarder dunia berasal dari apresiasi aset yang selama ini dimilikinya.

Sedangkan kenaikan rata-rata kekayaan masyarakat swasta disebabkan juga dari kenaikan jumlah tabungan serta pasar ekuitas yang melonjak 12,9 persen. Sementara tingkat pertumbuhan kekayaan pribadi total masyarakat dunia diprediksi naik 5,9 persen pada tahun 2013 ini.

Jika tren ini berlanjut, kawasan Asia Pasifik akan mengalami kenaikan jumlah kekayaan yang diperkirakan akan mencapai 48,1 triliun dollar AS pada tahun 2017. Sehingga kawasan ini akan menjadi penduduk dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.

Saat ini, Amerika Utara memegang gelar tersebut dengan total kekayaan 43,3 triliun dollar AS. Sementara Asia Pasifik hanya 15,3 triliun dollar AS. Namun dari perkembangan yang ada, kekayaan orang-orang yang ada di Amerika Utara diperkirakan hanya akan melonjak menjadi 48 triliun dollar AS pada 2017.

Untuk saat ini, Amerika Serikat masih memegang gelar dengan masyarakat yang memiliki kekayaan tertinggi di dunia, dengan jumlah 5.876.000 jutawan. Jepang berada di urutan kedua dengan jumlah jutawan mencapai 1,46 juta orang. Dan China di urutan ketiga dengan 1,304 juta orang.

Amerika Serikat juga masih memimpin gelar sebagai negara dengan jumlah kekayaan masyarakat secara individu rata-rata lebih dari 100 juta dollar AS, dengan jumlah jutawan mencapai 3.016 orang. Tempat kedua dipegang Inggris dengan 1.001 orang dan Cina dengan 851 orang.

Jika dunia barat terus bergantung pada aset yang ada untuk meningkatkan kekayaannya (hal yang sama juga dilakukan oleh dunia timur khususnya di Asia Pasifik), maka tidak akan lama lagi China akan menyalip dan memimpin dunia dengan jumlah kekayaan tertinggi di dunia.

Sumber: Forbes