Minggu, 15 Mei 2011

Demam Boyband

Belum sembuh demam boyband SM*SH, kali ini dunia permusikan tanah air kembali disajikan kelompok band cowok lainnya seperti NSG Star, 3in1, Max5 dan boyband lainnya.

Lantas, apakah demam boyband ini bakal sesukses SM*SH di awal kemunculannya? Ataukah ini hanya pengisi waktu luang saat masyarakat jenuh dengan suguhan musik melayu ala Kangen Band, ST12, DBagindaz atau lainnya?

Semua boyband biasanya lahir dari kontes dancing yang menekankan koreografi unik. Bukan disebut boyband, jika tidak bisa bergoyang ala street dance.

Plus, wajah ganteng, terutama bermuka oriental akan menjadi nilai tambah (value) yang bakal bikin cewek-cewek jejeritan.

Sayangnya, anggota boyband kurang dipoles soal kualitas suara. Bahkan bisa dihitung, dari seluruh anggotanya yang memiliki kualitas suara di atas rata-rata.

Boyband pengekor SM*SH antara lain NSG Star. Band ini lahir dari tangan Nutyas Surya Gumilang (NSG), pemain musik yang menimba ilmu di London,Inggris. Band yang digawangi oleh Anggara Purnama Hadiansyah (Anggara), Gregorius Garo Helan (Gege), Novriansyah (Rian) dan Surya Atmaja (Surya Lee) ini memakai masuk dapur rekaman melalui label indie Good Sign yang sebelumnya bernama NSG Music Indonesia.

Tak berbeda dengan SM*SH, NSG Star juga lahir dari Youtube yang dipoles oleh Erma, koreografer asal Belanda yang sudah berkiprak di Jakarta dan menangani street dancer PeaceMakers. Sebagai fashion stylist, NSG Star memboyong Nicholas Saputra. Woww!!!


Personil NSG Star:

Anggara
“Life must go on, bagaimanapun keadaannya”
Sempat masuk dalam 50 besar Indonesia Idol 2007, si hitam manis yang pernah bernyanyi duet dengan Miss Universe di Kampung Sampireun ini membuat NSG memilihnya berkat karakternya yang kuat, range vokalnya yang lebar, dan suaranya yang merdu. Penggemar traveling kelahiran Garut, 5 Desember 1988 ini beberapa kali bermain dalam FTV dan merupakan mantan presenter acara Orkestra di TVRI.

Gege
“Ikuti arus yang mengalir dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”
Dia adalah “the joker and bad boy” di NSG Star. Namun kemampuannya menari hip hop membuat NSG “jatuh cinta” dan memilihnya. Pria kelahiran Larantuka, Flores Timur, 25 Juni 1986 ini adalah alumni IKJS – Jurusan Tari dan telah memiliki banyak pengalaman menari di berbagai panggung seni, termasuk di Singapore Art Festival, Esplanade bersama seniman tari asal Papua, Jacko Siompo. Namun sebagai penari yang handal, penggemar Michael Jackson ini juga memiliki vokal yang khas dan melengkapi karakter musik NSG Star.

Rian
“Jangan pernah berkaca di kaca yang sudah retak.”
Rian adalah anggota termuda di NSG Star. Usianya baru 19 tahun, namun talentanya sangat mengagumkan. NSG menyebutnya sebagai pemilik “soft voice and rounded tone”, dan itulah alasannya memilih Rian sebagai salah satu anggota NSG Star. Lahir di Jakarta, 14 November 1991, Fresh Boy Majalah Kawanku 2010 ini memiliki pribadi yang lucu namun lembut.

Surya Lee
“Life doesn’t always go on our way, but we should be strong to overcome it.”
Lahir di Medan, 27 Agustus 1985, pemilik wajah oriental ini pernah menjuarai ajang Let’s Dance Competition di Global TV pada tahun 2004. NSG menyukai pemuda berbakat ini karena kemampuan dance dan aktingnya. Sarjana Ekonomi dari Universitas Sanata Dharma Jogjakarta yang memiliki banyak hobi olahraga ini sangat yakin pada NSG Star yang akan bersinar di dunia musik Indonesia.

# Twitter : Follow @pangeran229 @GegeNSGstar @suryaleeNSGstar @RyanNSGstar @AnggaraNSGstar @nsgstarmusic
# udahenry di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4745152
# EMAIL – nsgstarmusic@gmail.com
# MYSPACE – http://www.myspace.com/nsgstarmusic
# BLOGGER – http://nsgstar.blogspot.com/
# FACEBOOK – http://www.facebook.com/nsgstar
# nsgmusic untuk http://www.youtube.com/

Ada lagi boyband MAX5 yang digawangi oleh Ficky, Bayu, Fendi, Reggie dan Taufik. Beda dengan NSG Star, Max5 melibatkan salah satu pentolan grup Pasto sebagai pembina kualitas vokalnya.


Ingin berbeda lagi, ada boyband 3in1 yang mencoba menyatukan 3 komunitas dalam 1 visi dan misi bermusik. Band ini diisi oleh Volland Humonggio dengan basic Martial Arts yang dalam hal ini adalah Capoera sehingga ketika mereka ngedance nampak banget kayak orang lagi bela diri, ada lagi Kris Hasibuan yang mempunyai latar belakang Bboy'in atau breakdance, serta Stenley Mambrasar dengan basic Hip Hop Dance.


Yang unik adalah Volland Humanggio yang berhasil menyabet penghargaan sebagai Aktor Pendatang Baru Terfavorit versi Indonesian Movie Award 2008 (IMA 2008). Cowok yang lahir 23 Juli 1981 ini pernah berperan dalam film Sang Dewi pada 2007 lalu.


Selain sebagai seorang model, penyanyi R&B, dia juga dikenal sebagai atlet beladiri taekwondo dan capoera. Bahkan karirnya ini dimulai dari hanya sebagai pelayan di sebuah hotel di Mangga Dua Jakarta.

Di dunia maya, ketiga band ini juga ramai diperbincangkan. Tapi saya tidak akan menambah rusuh perbincangan itu karena ini adalah opini pribadi. Mereka pun sah-sah saja mencoba peruntungan di dunia musik dengan gaya masing-masing.

Cuma, kunci sukses menurut Motivator Termuda Asia Bong Chandra adalah harus menjadi yang Ter...(entah terunik, terganteng, tergila, tergokil dst). Kalau tidak bisa harus menjadi yang pertama, atau paling tidak menjadi yang terunik dari yang pernah ada. Kita lihat saja, siapa yang akan bertahan dan tumbang!!

Sabtu, 14 Mei 2011

Menggugah Semangat Belajar Mahasiswa

"Berikan aku 10 pemuda maka akan ku ajak mengguncang dunia." Begitulah pesan Presiden Bung Karno menyemangati pemuda dalam membela bangsa.

Hanya dengan 10 orang saja, orang nomor satu di tanah air ini berharap bisa mendidiknya hingga mampu menggerakkan seluruh bangsa di tanah air.

Bung Karno melontarkan pernyataan tersebut hanyalah sebuah perumpaan. Untuk membangun sebuah bangsa diperlukan ketangguhan dari masing-masing individu dulu, baru akan mengubah masyarakat sekitarnya.

Memang untuk kondisi saat ini, mahasiswa tidak perlu pergi berperang melawan penjahat. Tapi yang diperlukan adalah membangun kompetensi diri agar bisa bersaing dengan lainnya. Kalau perlu, bisa bersaing dengan mahasiswa dari negara lain.

Begitu juga mahasiswa yang sampai saat ini masih dianggap sebagai agen perubahan di masyarakat. Tentunya agen perubahan menuju masyarakat yang lebih baik.

Sayangnya, mahasiswa saat ini mulai kehilangan ketangguhannya. Menjadi mahasiswa hanya dijadikan status di masyarakat bahwa ia bisa melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi, bukan mencari ilmu demi kehidupannya lebih baik.

Ada media yang menangkap tindakan mahasiswa sedang tawuran antarkampus hingga hura-hura di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan malam. Belum lagi kabar pembunuhan, jual beli skripsi hingga tindakan asusila yang mengakibatkan kehilangan nyawa. Tragis.

Memang tindakan itu tidak dilakukan oleh mayoritas mahasiswa saat ini. Tapi itulah bukti bahwa sistem pendidikan di tingkat mahasiswa belum menyentuh pendidikan nurani yang mengharuskan mahasiswa bisa melihat sebab akibat dari segala sesuatu yang dilakukannya.

Bahkan Presiden Direktur Entrepreneur College Khoirussalim* pernah bilang sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan nasional hanya menyiapkan lulusannya siap bekerja sebagai karyawan, bukan sebagai wirausaha.

"Mentalnya hanya dididik sebagai buruh, bukan menjadi seorang pemimpin," ujarnya.

Padahal, sarjana-sarjana ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja agar ikut andil dalam menekan pengangguran. Misalnya, bisa dimulai dengan wirausaha bermodal kecil seperti reparasi komputer, jasa pengetikan, jual beli perangkat keras (hardware) dan lunak (software) atau apapun sesuai minatnya. Atau bisa dimulai dari seminar-seminar bisnis, motivasi atau pelatihan yang memungkinkan naluri bisnis mahasiswa terasah.

Dalam penelitiannya di tahun lalu, sekitar 89,3% dari lulusan D3 dan 83,1% lulusan S1 seluruh Indonesia memilih untuk menjadi karyawan. Hanya sekitar 5% saja yang berminat berwirausaha.

Khoirussalim justru bangga terhadap sekitar 21% lulusan jenjang pendidikan SLTP yang lebih berminat menjadi wirausaha.

Motivator termuda nomor satu di Asia Bong Chandra** juga menekankan pentingnya menjadi wirausaha. Masalahnya, sekitar 95% orang yang memilih menjadi karyawan akan hidup bagaikan dalam penjara. Lho??

Bagaimana tidak, mereka akan terpenjara oleh rutinitas pekerjaan mereka. Bangun pukul 6 pagi, berangkat pukul 7 pagi, pulang pukul 5 sore, belum lagi kalau ada lembur hingga harus menembus kemacetan kota. Mereka akan menekuni rutinitas itu setiap hari, kecuali hari libur kerja.

Bong menyebut orang yang dalam kondisi itu menjadi golongan 13 P (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan, Pantat Pegal-pegal, Pala pusing-pusing). Ahh..nasib!!

Hidup itu pilihan. Makanya Bung Karno hanya memilih orang-orang terpilih untuk bisa berjuang dengannya. Namun perjuangannya tersebut bukan melawan penjajahan lagi, tapi lebih kepada bisa menjadi manusia yang bebas menentukan kekayaannya sendiri.

Dan kekayaan itu bisa dimulai dari sekarang, dari hal kecil dan dari diri sendiri!!

Sumber:
* Harian Warta Kota,Rabu 13 April 2011
** Chandra, Bong. 2011. Unlimited Wealth. Jakarta:Elex Media Komputindo

Kamis, 05 Mei 2011

Cinta Ala Gnomeo Juliet

Apakah kalian sudah pernah membaca roman "Romeo & Juliet" karya sastrawan dunia William Shakespeare? Atau minimal kalian sudah pernah melihat filmnya yang sudah diadaptasi di berbagai negara?

Ya, roman tersebut mengisahkan perjalanan cinta antara dua manusia yang terhalang oleh restu orang tua. Daripada menikah dengan orang yang tidak dicintai,Juliet sampai rela minum racun hingga mati. Akhirnya Romeo pun mengikuti langkah yang sama dengan Juliet.

Tak jauh beda dengan versi aslinya, film animasi Gnomeo Juliet juga mengisahkan tema yang sama. Cuma tokoh yang dimainkan berganti dengan gnomeo (patung keramik) dan dibikin secara animasi.
Uniknya, akhir cerita film ini dibikin happy ending yaitu Gnomeo dan Juliet bisa menikah.

Sebenarnya, film ini biasa aja,hanya mengubah ending cerita yang selalu sama dari yang empunya cerita. Lepas dari itu, film ini sebenarnya menceritakan tentang pentingnya persahabatan antar tetangga (masalahnya di film ini ada permusuhan antara keramik merah dan biru), ketulusan cinta dan pentingnya komunikasi antara anak dan orang tua.

Biar tambah segar, film ini dikasih lelucon ringan. Seperti laptop merk Apple yang diganti dengan logo pisang. Lalu tingkah boneka keramik dan seluruh isi taman yang selalu mengocok perut.

Akhir pekan lalu, ketiga temanku curhat tentang masalah cintanya. Ada yang Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), gemes dengan teror sms seorang cowok (tampaknya lagi kasmaran dan ingin menembak cewek) hingga konflik cinta segitiga plus pacaran beda agama.

Ah, cinta memang warna-warni. Membuat pelakunya selalu salah tingkah dan bingung mengambil sikap.
Belajar dari Gnomeo dan Juliet, kita harus mengejar cinta kita dengan cara-cara positif dan menghindari hal ceroboh agar pasangan tidak ilfeel.

Kata motivator Mario Teguh,"Jodoh itu memang di tangan Tuhan. Tapi jodoh itu tetap akan di tangan Tuhan,jika kita tidak mengambil dan menjemputnya."

Lalu bagaimana caranya?? Cukup tiga langkah saja: Ikhtiar (dicari sendiri,minta dikenalkan teman,ikut biro jodoh dsb), Doa (memohon petunjuk keyakinan hati terhadap calon yang dipilih) dan akhirnya Pasrah (kepada Tuhan).