Tampilkan postingan dengan label Sayur Socmed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayur Socmed. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Meneropong Arti Warna Logo Perusahaan


Mungkin menjadi pertanyaan klise, mengapa warna logo Facebook itu biru? Pertanyaan itu pernah dilontarkan media The New Yorker. Ternyata Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook hanya memberi alasan sederhana. Dia buta warna merah dan hijau, tapi Zuckerberg bisa melihat warna biru dengan baik.


Mungkin itu bukan jawaban ilmiah yang pernah dilontarkan pendiri Facebook. Namun pakar marketing dan desain merek Leo Widrich memberi alasan lebih ilmiah. Pemilihan warna yang tepat akan memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Bagaimana pun penglihatan merupakan cara pertama kali yang dilakukan konsumen saat membeli sesuatu. Jika warna cocok, konsumen bisa langsung melakukan pembelian atau menggunakan jasa tersebut. Sekitar 90 persen penglihatan konsumen tergantung dari warna produk.

Lantas bagaimana warna bisa memengaruhi konsumen dan ilmu apa yang bisa digunakan untuk menganalisa warna agar kita bisa memasarkan produk atau jasa kita dengan tepat?

Dalam sebuah percobaan, Leo Widrich mencoba responden dengan tes menebak nama perusahaan hanya berdasarkan warna. Namun apakah itu gampang? Widrich menganalisis dengan empat warna utama, mulai dari yang mudah hingga susah.

Ternyata konsumen tidak benar-benar bisa menebak warna logo perusahaan dengan tepat. Tapi ada juga konsumen yang secara jelas ingat, warna utama yang memperjelas karakter logo perusahaan.
Lantas Widrich mengelompokkan tiga warna utama yang mampu menunjukkan karakter dan kecocokan bagi perusahaan. Warna-warna tersebut yaitu:

Hitam
Karakter: pasti, kredibel, kuat, tangguh, berharga, profesional, akurasi
Cocok untuk perusahaan: konstruksi, korporasi, minyak, fesyen, manufaktur, kosmetik, pertambangan, pemasaran, perdagangan.

Hijau
Karakter: alami, organik, muda, mengayomi, instruksional, pendidikan, petualangan, ekologi atau lingkungan, teduh.
Cocok untuk perusahaan: obat, ilmu pengetahuan, pemerintahan, perekrutan, bisnis lingkungan, wisata dan sumber daya manusia (SDM).

Biru
Karakter: kredibel, teduh, bersih, fokus, mengobati, profesional, adil, kekuatan, dan bisnis.
Cocok untuk perusahaan: obat-obatan, ilmu pengetahuan, pemerintahan, perawatan kesehatan, teknologi, perekrutan, perdagangan, hukum, informasi dan teknologi, gigi, dan korporasi.

 
Dalam sebuah analisa, warna hijau keluar sebagai warna yang paling banyak dipilih karena lebih terkesan santai. Lantas warna hitam banyak digunakan oleh produk-produk yang berharga dan terkesan mewah. Berikut warna-warna yang menunjukkan kekuatan karakter:



Tingkatkan Pemasaran

Laporan KISSmetric menyebut warna bisa menentukan keputusan konsumen apakah akan membeli atau tidak terhadap produk atau jasa yang dilihatnya. Namun KISSmetric membagi dua bagian yaitu pasar wanita dan pria:

Jika kita akan membuat perusahaan dengan orientasi target pasar wanita, KISSmetric menyarankan agar logo perusahaan memakai warna biru, ungu, dan hijau. Wanita juga lebih membenci warna jingga, coklat, dan abu-abu.



Sedangkan jika perusahaan Anda akan menyasar kalangan pria, KISSmetric menyarankan agar logo perusahaan memakai warna hijau, biru, dan hitam. Pria juga membenci warna coklat, jingga dan ungu.


Warna hijau dan biru banyak dipakai perusahaan karena warna tersebut mencerminkan konotasi alami dan lebih sadar lingkungan. Dua warna itu lebih mencerminkan perusahaan yang maju.

Begitu juga dengan warna merah yang lebih mencerminkan kegembiraan, gairah, darah namun juga bisa berarti peringatan. Itulah sebabnya warna merah dipakai sebagai tanda peringatan di lampu lalu lintas. Warna merah juga terkesan lebih mencolok dan akan menarik mata memandang.

Namun saat media marketing HubSpot mencoba membuat sebuah tes, lebih banyak mana konsumen yang memilih warna merah dan hijau? Ternyata konsumen lebih memilih warna merah dengan mengungguli warna hijau sekitar 21 persen.

Mengapa Pranala Berwarna Biru?

Ini adalah sesuatu yang menarik. Namun pranala (hyperlink) yang menjadi penanda tautan ke pranala lain dengan warna dominan warna biru karena warna itu menawarkan kontras tertinggi terutama warna yang digunakan pada situs-situs awal.

Penemu World Wide Web, Tim Berners Lee memilih warna hyperlink berwarna biru karena warna paling gelap yang tidak tercampur dengan warna hitam adalah biru. Untuk membuat link terpisah dengan warna teks yang biasa memakai warna hitam, Tim memakai warna biru dengan alasan masih bisa dibaca. 

Lalu, apa warna yang sesuai dengan logo perusahaan Anda?

Rabu, 17 April 2013

Pendapatan Turun, Saham Yahoo Terjun


Yahoo baru saja merilis hasil kinerjanya pada kuartal I-2013. Karena hasilnya mengecewakan, saham Yahoo langsung turun.

Seperti dikutip dari Business Insider, masalah utama pendapatan Yahoo turun adalah lalu lintas (traffic) di Yahoo mengalami penurunan tajam. Hal ini juga menyebabkan pendapatan dari iklan juga menurun.

Sebenarnya dengan pengukuhan bos baru Yahoo, Marissa Mayer diharapkan mampu menyelamatkan kinerja Yahoo yang semakin memburuk. Namun ternyata hasilnya meleset dari perkiraan analis semula.

Dalam laporan keuangannya, laba per saham Yahoo turun menjadi 0,38 dollar AS per saham dibanding perkiraan analis semula 0,24 dollar AS per saham. Sedangkan pendapatan sebelum pajak sebesar 1,07 miliar dollar AS, dibandingkan konsesi analis 1,1 miliar dollar AS.

Pendapatan dari mesin pencari (search engine) 409 juta dollar AS, naik 6 persen (yoy). Namun nilai tersebut masih lebih rendah dari prediksi analis sebesar 432 juta dollar AS (berdasarkan JP Morgan.

Analis Bloomberg Jon Erlichman mengatakan pendapatan berbasis klik meningkat 16 persen, namun harga per klik turun 7 persen.

Di kuarta II-2013 ini, Yahoo memprediksi pendapatannya (sebelum pajak) akan menjadi sekitar 1,06-1,09 miliar dollar AS, lebih rendah dari estimasi konsensus 1,11 miliar dollar AS.

Atas kabar tersebut, saham Yahoo sempat anjlok 0,99 poin (4,16 persen) menjadi 22,8 dollar AS per saham pada perdagangan kemarin.

Minggu, 14 April 2013

10 Gangguan di Media Sosial


Bersosialisasi melalui media sosial itu memang menyenangkan. Namun bila ada pengikut (followers) yang rese terhadap akun kita, itu memang akan menyebalkan.

Berikut 10 gangguan yang ada di media sosial:

1. Minta retweet atau follback
Terkadang permintaan followers itu macam-macam. Ada yang minta retweet setiap kicauannya atau minta ingin diikuti balik (follow back). Yang lebih malas lagi, mereka ingin kita follow, tapi ternyata mereka malah tidak follow kita.

2. Foto-foto promosi
Salah satu hal yang tidak disukai adalah membanjirnya foto-foto yang tidak kita inginkan. Biasanya, cara ini diterapkan di media sosial seperti Facebook dengan men-tag nama kita untuk menjadi pelanggan barang atau jasa yang dipromosikannya.

3. Tidak aktif namun tetap update
Saat ini ada alat untuk membuat kita seakan terus update, meski kita sedang tidak aktif berkicau. Ini juga seakan menjadi kicauan sampah karena biasanya akun ini sering mempromosikan usaha.

Dengan kondisi seperti itu, orang akan lebih mudah untuk unfollow Anda.

4. Abaikan permintaan (ignoring request)
Jika media sosial Anda semakin terkenal, maka akan banyak permintaan untuk menjadi teman Anda. Tentu pemberitahuan (notification) di media sosial ini akan semakin mengganggu. Apalagi bila followers kita rese ingin difolbek atau di-approve sebagai teman.

Maka bila Anda memiliki waktu dan Anda harus meluangkan waktu untuk memilah mana saja teman yang Anda anggap layak untuk memang dijadikan teman atau rekan bisnis.

5. Like dan Shared

Biasanya banyak juga yang posting soal informasi penting atau hanya berbagi soal kompetisi (lomba). Tapi ada juga yang menyebar informasi sampah atau yang hanya ingin mencari "like" dari kita.

Sebenarnya ini merupakan hal yang menjengkelkan bagi pengikut sebuah akun. Maka hindarilah kicauan sampah yang akan membuat followers Anda marah.

6. Kebanyakan hashtag
Hashtag adalah cara pintar untuk mengkategorikan kicauan agar mudah dijangkau oleh followers. Masalahnya, bila hashtag cuma sebatas 2-4 hashtag sih tidak masalah. Namun bila lebih, hal itu hanya akan menjadi sampah di timeline.


7. Kebanyakan akun media sosial
Saat ini satu akun media sosial bisa dihubungkan dengan media sosial lain. Misalnya kita memiliki akun di Facebook, tapi juga bisa dibagi status kita ke Twitter, Foursquare, MySpace, Yelp atau lainnya.

Ini terkesan seperti orang yang kurang kerjaan dan hanya sekadar "nyampah" di timeline lagi.

Kecuali jika Anda mempu mengatur dan mengelola semua akun yang dimiliki dan benar-benar dibedakan statusnya.

8. Posting kilat

Gangguan ini mirip seperti gangguan nomor tujuh. Namun dengan cara itu, kita seakan dianggap malas mengelola akun karena kita menggunakan cara pintas dalam berkicau.

Sehingga hal ini akan mengotori timeline kita dan terkesan Anda tidak serius mengelola akun yang kita buat.

9. Link dalam tulisan
Saat ini ada beberapa akun media sosial yang mampu memperlihatkan gambar foto atau video dari kicauan yang kita buat, tanpa harus meng-klik link yang ada.

Namun masih ada akun sosial yang masih memperlihatkan cara kuno tadi. Jadi pengguna diharuskan meng-klik link agar kita mampu melihat foto atau gambar video yang dibagi.

10. Auto DM
Ada cara untuk menyambut semua pengikut baru dengan auto pesan langsung (direct message/DM). Hal ini akan menunjukkan bahwa kita tidak secara personal melayani semua followers kita.

Alangkah lebih baiknya kita mau melakukan DM dengan sopan dan lebih personal. Bagaimanapun, media sosial juga tidak ubahnya seperti di dunia nyata.

Sedikit saja Anda tersakiti di media sosial, maka Anda juga sama sakitnya seperti dilecehkan di dunia nyata. Hahaha....

Sumber : Business Insider

Sabtu, 20 Agustus 2011

Untuk Apa Facebook dan Twittermu?

Pembicara di Ajang Social Media 4 Business di IDS Episentrum Kuningan (Foto by:JakartaVenue)
Social media kini sudah membanjiri ranah dunia maya. Ada yang langsung tenar, diakuisisi perusahaan asing, hingga malah tersungkur akibat bangkrut.

Sebagai masyarakat sosial, manusia tidak lepas dari hubungan sosial baik di dunia nyata maupun dunia maya. Gadget canggih yang semakin murah memicu perubahan tingkah laku sosial dari dunia nyata ke dunia maya. Mulai dari surat elektronik, chatting, hingga sebut-sebutan di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Jika Anda sudah memiliki media sosial, lantas apa yang harus Anda lakukan untuk memaksimalkan kehidupan Anda?

Berdasarkan Kuliah Umum "Social Media for Business" yang diadakan International Design School, Sabtu (20/8) lalu, social media bisa digunakan untuk:
1. Mengekspresikan perasaan. Biasanya pengguna cenderung mengeluarkan uneg-uneg alias menyampah kata-kata di dunia maya
2. Gosip. Sudah menjadi tipe orang Indonesia untuk senang bergosip. Coba lihat salah satu akun media di twitter yang membuat tweet "Mention temen lo yang sahurnya paling banyak"
3. Lucu-lucuan. Biasanya pengguna media sosial paling senang dengan hal yang lucu, alay dan bicara yang tidak penting.
4. Jualan produk atau jasa
5. Ajang komunitas, misalnya @nulisbuku, @duniafitness dan lain-lain
6. Personal branding. Membuat orang dikenal sebagai seseorang di dunia maya. Biasanya mereka menyesuaiakan dengan profesi, misal @AidilAkbar, @IpphoRight, @BongChandra dsb
7. Layanan umum seperti @infojakarta, @jakartavenue, @kulinerbogor dsb
8. Dan apapun yang Anda mau

Tapi apapun yang Anda lakukan di media sosial,menurut Adez Aulia, Founder @kerjakreatif, prinsipnya hanyalah SATU. Manfaat apa yang akan Anda berikan ke pembaca. Jangan membuat tweet atau status sampah karena follower atau friendlist Anda akan meremove Anda sebagai daftar teman. Tentu Anda tidak mau bukan?

Untuk penyajiannya, kita bisa membuat seperti koran atau televisi yaitu dengan menyajikan tweet atau status yang bergantian, dari lucu, sedih, kata mutiara hingga diselingi jualan (kalau ingin jualan).

Bagaimanapun, follower ataupun friend list merupakan hal utama di dunia maya. Jika Anda tidak punya follower, untuk siapa Anda berkicau di dunia maya?

Peserta di Ajang Social Media 4 Business di IDS Episentrum Kuningan (Foto by:JakartaVenue)
Menurut Andi S Budiman, Chief Internet Officer Plasa.com, hal yang harus Anda lakukan untuk mencari atau menambah follower adalah memakai metode nyolong (mencuri) dan nodong (menodong).

1. Metode nyolong ini dalam artian positif yaitu saling kerjasama antara kedua akun media sosial untuk barter tweet. Bisa saling retweet (RT) atau rekomendasi akun.
Contoh: @NulisBuku Follow @Jakartavenue untuk mendpt rekomendasi tempat makanan favorit di Jakarta.

2. Metode Nodong yaitu membeli tweet kepada salah satu akun dan dibayar langsung. Misalkan kita ingin mendapat mention dari akun yang punya follower banyak. Dengan harapan, akun kita akan difollow oleh follower akun tadi. Akun yang cukup sukses dengan metode ini contohnya adalah @RadityaDika. Sekali tweet berbayar, dia bisa mendapat imbalan Rp 2 juta hanya untuk 140 karakter saja! WOW!

So, Anda manfaatkan untuk apa social media yang Anda miliki sekarang?

Jumat, 17 Desember 2010

Twitter Membosankan

Beberapa netizen (masyarakat pengguna internet) mengeluhkan kerumitan penggunaan jejaring sosial tersebut. Itulah sebabnya media yang oleh beberapa kalangan bukan dianggap sebagai situs jejaring sosial itu diprediksi akan mengalami kelambatan bisnisnya di masa mendatang.

Berulang kali teman-teman saya meminta saran bagaimana membuat akun, cara update status, upload foto dan sederet fitur-fitur untuk memuaskan hasrat narsisnya. Celakanya, mereka tidak mendapat kepuasan dari fitur-fiturnya itu.

Prediksi Mashable.com tentang dunia jejaring sosial terutama Twitter di tahun ini justru akan membosankan. Pasalnya, Twitter akan fokus pada platform iklan dan meluncurkan fitur-fitur yang hanya mendukung bisnisnya semata. Hal itulah yang dianggap akan menghambat pertumbuhan bisnisnya.

Kendati akan membosankan, ternyata Indonesia menjadi pasar terbesar pertama Twitter di Asia. Hingga pertengahan Desember 2010, jumlah pengguna Twitter di dunia sudah lebih dari 105 juta orang. Sementara jumlah pengguna Twitter di Indonesia sekitar 8 juta orang.

Indonesia sendiri terbilang negara dengan penetrasi Twitter yang tinggi, mengingat pelanggan internet cuma sekitar 30 juta orang. Angka pengguna Twitter itu kalah telak dengan pengguna Facebook di Indonesia yang mencapai 25 juta orang.

Twitter paling banyak digunakan untuk mengabarkan kehidupan personal atau pun aktivitas penggunanya (72 persen), berkaitan dengan pekerjaan (62 persen), dan mentautkan artikel berita (55 persen).

Kita tunggu kiprah Twitter di masa mendatang!

Rabu, 20 Oktober 2010

Facebook Fasilitasi Narsisme

Situs jejaring sosial sedang mewabah di tanah air. Namun ternyata situs pertemanan ini didominasi sebagai ajang narsisme. Beneran?

Mengutip kajian resmi yang dirilis Checkfacebook.com pada 18 Oktober 2010, facebooker atau pengguna situs jejaring sosial tersebut di Indonesia mencapai 27 juta orang, persisnya 27.953.340 anggota. Jumlah tersebut merupakan tertinggi kedua setelah Amerika Serikat.

Dari 526.324.680 pengguna Facebook di seluruh dunia, rangking pertama masih "dikuasai" Amerika Serikat dengan lebih dari 140 juta pengguna. Posisi ketiga ditempati Inggris dengan 27,8 juta orang, keempat Turki dengan 22,94 juta orang, kelima ditempati Perancis (19,378,200 pengguna), diikuti Italy (17,082,420), Kanada (16,958,800), Filipina (16,800,860), Meksiko (15,965,160) dan India (14,310,680).

Dari segi gender, 56,2% berkelamin perempuan dan sisanya 43,8% berkelamin laki-laki. Wow!

Menariknya, ada hasil penelitian dari Mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya), Yovita Maria yang menyimpulkan separuh lebih pengguna Facebook bersikap narsis. Dia menjelaskan tingkat narsisme pengguna Facebook mencapai 61,7% dan tergolong masih wajar.


Wajar di sini berarti pengguna situs jejaring sosial terutama Facebook hanya berganti foto diri dan memperbaharui status hingga beberapa kali dalam sehari. Hal itu disebabkan karena manusia cenderung membutuhkan ekspresi diri dan juga narsistik seperti itu.

Selain itu, imbuh Yovita, apa yang dilakukan tidak menghilangkan rasa sosial. Sebab, mereka masih mengomentari pendapat rekannya, meski komentar yang bersifat ringan. "Jadi, mereka masih memiliki empati kepada orang lain. Kalau mereka sampai begitu narsis, saya kira hal itu karena di Facebook memang lebih bebas. Kalau di majalah dinding mungkin akan ditertawakan orang lain.

Di sisi lain, Facebook juga dikambinghitamkan karena dianggap "oknum" untuk menculik orang. Walahhh..Di beberapa berita sebelumnya, Facebook disalahkan karena menjadi alat untuk menculik.

Biasanya, ada pasangan yang berkenalan melalui situs pertemanan ini. Lantas mereka bertemu dan kabur entah kemana.Si orang tua yang tidak mengetahui anaknya kabur, justru ikut menyalahkan juga. Padahal Facebook cuma media yang bisa membuat penggunanya bisa hepi atau bahkan sebaliknya, tergantung dari pengguna bisa memanfaatkan alat itu seperti apa.

Atau bisa saja karena media ini sebagai alat untuk narsisme, maka ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum tersebut. Alhasil, terjadilah transaksi dunia maya yang cenderung negatif dan konstruktif.

Jadi ini salah siapa?
Ga usah menyalahkan lah..
namanya juga alay..
masih belum memikirkan dampak positif dari sebuah situs pertemanan
Jadi, orang Indonesia alay gitu??
pikir aja sendiri..