Tampilkan postingan dengan label Food Taste. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food Taste. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

Asupan Penting Saat Sahur dan Berbuka

Berbukalah dengan makanan tanpa minyak
Berikut adalah asupan makanan dan minuman yang bisa dipakai saat sahur dan berbuka. Beberapa menu tersebut sudah pernah dibagikan ke atlet dan klien penting.

1. Sahur
Paling penting adalah air, vitamin  DAN elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah TANPA gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus. Baru lanjut dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik.

Selain itu, karbohidrat kompleks, nasi merah, ubi, spaghetti, bubur kacang hijau dengan gula aren, adalah karbohidrat yang "tahan lama" dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik.

Serat, baik dari sayur atau buah, sangat bermanfaat untuk membersihkan usus. Sekalian. Serat adalah sapu alami yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus.

Berikan lemak sehat. Lemak atau minyak yang tidak digoreng, seperti olive oil, coconut oil, flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau yg masuk minyak gorengan, baik dari fast food ug dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng telur pago hari, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Maka manfaat puasa secara fisiologis berkurang.

Jadi contoh menu yang "oke" seperti:
- Nasi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun, cabe, bawang putih, kecap, buah pisang
- bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang, putih 3, kuning 1, buah jeruk
- bubur oatmeal dengan telur rebus dengan irisan tomat buah
- sandwich, roti gandum, dengan butter, selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.

Menu Berbuka puasa
- air putih.
- minum yang manis alami TANPA gula. Air kelapa, jus  buah melon atau semangka, TANPA gula,  dan buah  lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek  yoyo nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik
- karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20%

Contoh menu:
- Nasi merah dengan sate ayam, buah pisang
- nasi merah dengan soto ayam, buah jeruk
- spaghetti dengan saus tuna, dan salad buah

Pasca buka puasa
Minum lagi air. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter

Sehubungan dengan olahraga. Maka ada beberapa pertimbangan. Pilihlah yg terbaik pada kondisi Anda
- Waktu yg ada
Kadang waktu yg ada untuk anda adalah sebelum berbuka atau setelah berbuka. Apapun itu, ambillah. Olahraga membantu kesehatan, dan sebaiknya dilakukan. Tinggal sesuaikan intensitas dengan waktu yang ada
- Jenis olahraga yg dikerjakan
Kalau jenis aerobik, lari, sepeda, sebelum berbuka bisa dilakukan walau dengan konsekuensi tidak bisa berlatih keras. Kalau model latihan beban atau latihan intensitas tinggi, sebaiknya setelah berbuka. Isi dahulu dengan cairan, elektrolit, vitamin n mineral. Apabila susah makan besar, pisang adalah senjata untuk bisa berlatih agak keras.
- Intensitas
Di bulan puasa, intensitas tidak bisa tinggi. Tentunya krn kurangnya cadangan glikogen di tubuh.
- Kondisi fisik
Kalau anda merasa lemas, sebaiknya tidak usah dipaksakan. Kalau tubuh terasa biasa saja, silahkan lanjutkan.

Note, seandainya anda ngegym. Sebaiknya pilih jenis latihan yang bebannya terkontrol. Beban bebas seperti bench press, shoulder press, dll, bisa menjadi berbahaya sandainya kita "black out" akibat belum pulihnya tenaga di tubuh. Gunakan latihan mesin.

Semoga berkenan.. Selamat puasa. Thanks to Phaidon L Toruan, dr MM
@phaidontoruan di milis MensHealthIndonesia

Sabtu, 24 Mei 2008

Bebek Goreng Bali


BERKUNJUNG ke Bali, Anda harus mencoba hidangan khas daerah ini. Di Sanur,ada menu tradisional olahan koki asli pulau dewata, rasanya pasti "Mak Nyussss".

Bertempat di Sector Bar dan Restoran, kawasan Hotel Inna Grand Bali Beach di Sanur, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng, bubur ayam bali, ikan masak cabe hijau, dan jus buah naga.

Meski sangat diminati oleh warga lokal, bule-bule dan ekspatriat pun selalu ingin mencicipi makanan khas tersebut. Salah satu menunya bebek goreng akan terasa beda bila dibanding dengan tempat lain. Jika lainnya memakai bebek, Sector Bar memilih entok (dalam bahasa Bali disebut "kuwir" atau "dolong").

Alasan pemilihan entok lebih pada daging yang lunak, tidak terlalu menyerap minyak dan bumbu lebih banyak meresap. Menu yang baru diluncurkan sekitar satu tahun itu sangat dige- mari pejabat, pengusaha, bahkan artis Ibu Kota. "Jay Subiyakto, Boy Noya, dan Krisdayanti sering mampir ke sini mencicipi bebek goreng hingga sop buntut," sebut Public Relations Sector Bar dan Restoran Sanur Grace Jeanie yang pernah rela mengantar menu dari restorannya ke tempat artis tersebut pentas di Bali.

Keunikan lebih terasa pada bebek goreng. Rasanya mirip roti cokelat,empuk dan renyah. Resepnya ada pada proses masak yang memakan waktu lebih dari tiga jam. "Bebek (Entok) tersebut hanya kita beli dari Pasar Badung (Kumbasari) Denpasar, bukan barang impor," kata Jeanie yang terkadang masih membeli sendiri barang masakannya itu.

Untuk teman sarapan pagi, bar yang sudah buka sejak pukul enam pagi ini menyiapkan bubur ayam bali. Awalnya, bar yang baru beroperasi sekitar tiga tahun itu langsung mendatangkan pedagang bubur dari Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pedagang inilah yang mengajari secara detail cara memasak bubur ayam bali secara benar dan nikmat. "Kebetulan pemilik bar ini berasal dari Baturiti," tutur Head Chef Sector Bar dan Restoran I Nyoman Tantra Wijaya.

Bumbu kuah bubur tersebut sungguh meresap ke dalam ayam maupun sayuran lainnya. Tambahan taoge dan kacang panjang makin meramaikan bubur dan terasa lebih renyah. Beda dengan bubur lain, bubur ayam bali tanpa memakai kerupuk dan kuahnya terasa lebih gurih karena santan. Namun, jika salah mengaduk santan, rasa pun akan berbeda.

Begitu juga dengan ikan masak cabe ijo. Pemakaian ikan kerapu lebih pada rasa kekenyalan dan memberi rasa lebih enak dibandingkan dengan ikan lainnya. Bagi bule maupun masyarakat lokal yang tidak menyukai rasa pedas, bisa mengurangi cabai (cabe). Bahan yang ada pada resep lebih didominasi oleh penyuka rasa pedas.

Sebagai pelengkap, acara makan bisa ditemani dengan jus buah naga. Tak hanya dijadikan jus, buah yang berasal dari Meksiko itu juga diolah sebagai salad dan puding. Selain menghilangkan haus, jus buah naga maupun beberapa produk olahan lainnya sangat berkhasiat dapat menurunkan gula darah, mencegah kolesterol tinggi, dan kanker usus.

Cara membuatnya pun cukup sederhana. Cukup mengambil daging buah naga, diblender dengan jeruk nipis atau gula pasir. Untuk menambah kesegaran, bisa disertakan es. Saat perayaan Imlek, bar dan restoran yang spesial dengan menu Western Asia ini juga membuat menu khusus imlek terkait buah naga. Antara lain salad udang dan buah naga,tenggiri panggang dengan salad buah naga, serta puding buah naga. Beberapa sayuran dan beras di tempat ini telah memakai produk organik.

Grace Jeanie menuturkan produk organik lebih menyehatkan karena tanpa pestisida maupun pupuk kimia. Beberapa produk berupa sayur, padi, dan buah naga telah dibudidayakan sendiri,baik di lahan sekitar area golf maupun memiliki kebun baik di Negara Jembrana) dan tempat lain.

Menu bebek goreng, ikan masak cabe ijo, dan jus buah naga ternyata menjadi favorit Mindra Jaya. Wiraswastawan di Denpasar ini sudah menjadi langganan dan bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga kali seminggu untuk makan di resto yang terkenal dengan hiburan salsa ini. Tak hanya sendirian, Mindra juga membawa teman untuk menikmati makanan tradisional di Sanur tersebut. "Rasanya enak dan cocok di lidah. Selain itu jarang ada di tempat lain serta lebih sehat,"ujar Mindra.

Minggu, 02 Maret 2008

Semua Rujak Ada di Bali

Jika kangen dengan makanan rujak, Anda bisa mampir ke rujak Buleleng Jl. Letda made Putra 39 Denpasar. Apa saja menu rujaknya?

Tentu Anda sudah tidak asing dengan makanan rujak. Makanan khas Indonesia dari berbagai daerah ini memiliki kekhasan sendiri. Contoh di daerah Jakarta terkenal dengan asinan. Di Surabaya dikenal dengan rujak Cingur. Di Bali ada Rujak Kuah Pindang, Rujak Gula, Rujak Kacang dan Rujak Rumput Laut.

Usaha yang dikelola oleh Kadek Rohani (50) asal Desa Sawan Singaraja ini sudah berjalan 12 tahun. Resep turun temurun dari keluarganya untuk melestarikan makanan khas daerah Buleleng dan khas daerah lain di Indonesia ini terus berjalan hingga sekarang. “Resep ini saya peroleh dari ibu saya dan semua menggunakan bahan mentah (tidak dimasak),” ujar Kadek.

Rujak yang ada di warung Rujak Buleleng ini memakai bahan sayur dan buah-buahan. Sayur yang dipakai adalah kacang panjang, kangkung, tauge, pare dan terung. Untuk buah digunakan semua buah yang sedang musim seperti salak, belimbing, nanas, mentimun, kedondong, bengkoang, mangga bahkan jeruk Bali dan terung Belanda.

Untuk membuat rujak ini pun cukup sederhana. Cukup menghaluskan garam, terasi, cabe dan gula sebagai bumbu. Gula yang dipakai bisa gula pasir, gula merah ataupun pemanis buatan. Untuk rujak Buleleng hanya ditambahkan pisang batu (pisang biji) dan 5 sdm cuka.

Sedangkan untuk rujak kacang, bumbu hanya ditambahkan dengan kacang tanah yang sudah digoreng. Jika rujak kuah pindang ada tambahan khusus seperti pepaya dan ubi tanah yang diserut serta kuah dari rebusan ikan tuna. Ini yang menjadi ciri khas Rujak Kuah Pindang dan hanya satu-satunya di Indonesia. Bahkan tak jarang, jika pembeli suka bisa ditambahkan terung Belanda dan buah Mengkudu.

Sedangkan untuk membuat kuah pindang cukup merebus ikan tuna dalam panci yang telah diisi air. Bumbu yang diberikan cukup memakai serai, daun salam dan tomat. Masak ikan tuna dan bumbu hingga mendidih. Untuk dua kg ikan tuna bisa digunakan rujak selama sehari penuh.

Kadek Rohani mengaku sayur dan buah yang dipakai masih mentah atau setengah matang. Sayur dan buah tersebut sengaja tidak dimasak agar kandungan gizi tidak larut dalam air dan hilang. Sayur dan buah tersebut juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit seperti uluhati, panas dalam, sembelit bahkan mencret. “Dari dulu sampai sekarang, jika saya sakit langsung makan rujak dan tidak ada keluhan sama sekali bahkan ke dokter pun tidak pernah,” jelasnya.

Sedangkan untuk rujak rumput laut hanya ditambahkan bumbu biasa seperti rujak Buleleng dan ditambah parutan kelapa. Menu lain yang ditawarkan adalah Plecing Kobles. Menu khas Singaraja ini mirip dengan Serombotan yang ada di Klungkung atau seperti Urap yang ada di Jawa. Di sini pun juga ada Tipat Cantok, Tipat Plecing dan Serombotan.

Rujak Buleleng ini buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 8 malam. Pembeli harus mengantri terutama jika akhir pekan antara Jumat, Sabtu dan Minggu. Untuk memesan makanan, pembeli hanya menulis menu yang akan dipesan berikut jumlahnya pada secaraik kertas yang sudah digunakan. Jangan lupa untuk menulis selera masing-masing. Misal jika ingin pedas cukup tulis 15 cabe, memakai gula merah, tanpa buah “ini” atau tanpa sayur “itu”.

Rujak yang sudah terkenal dari Sumatra dan Jawa ini hanya mematok harga Rp 3000 hingga Rp 4000 untuk rujak dan minuman. Sedangkan minuman yang ada di sini adalah es daluman, es campur dan es buah.

Bagi Eka Indriyani (32) asal Renon Denpasar bisa menyambangi Rujak Buleleng empat kali dalam seminggu. Begitu juga dengan Putu Primayuni (32) yang satu bangku dengan Eka juga memilih Rujak Buleleng karena sudah keranjingan sejak kecil. “Kalau tidak makan rujak di sini, saya sering sakit kepala,” jelas Putu yang sudah mengidam bumbu rujak kuah pindang tiap hari.