Tampilkan postingan dengan label Diary Flury. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Flury. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Akhirnya....iPhone 4S


Sebenarnya aku tidak menginginkan ponsel ini. Sebab tahu sendiri kalau ponsel besutan Apple ini terlalu ribet (buatku).

Bagaimana tidak, untuk memasukkan file apapun harus melalui iTunes. Ini yang aku anggap ribet. Belum lagi, hingga saat ini aku belum bisa membuat Apple ID, karena tidak memiliki kartu kredit. Duh..

Tapi, 9 Juni lalu aku ditawari oleh salah satu teman blog, Aal namanya. Kebetulan dia sedang mau menjual ponselnya, iPhone 4S. Dan menurutku, harganya cukup worthed lah (karena second) dan kayaknya dia mau ganti ponsel.

Kebetulan aku juga lagi cari ponsel, kalau bisa iPhone 4s atau seri galaxy dengan budget 3 jutaan. Akhirnya karena ada penawaran ini, aku ambil dulu deh.

Ponsel ini baru bisa aku peroleh pada Kamis 13 Januari 2013, tepat sebelum aku melaju ke kedutaan besar China untuk mengurus visa ke Shanghai.

Namun karena ponsel ini memakai mini sim card, aku harus bersabar untuk bisa memakai ponsel ini. Setelah beres mengurus visa, aku pun langsung bergegas ke Mall Ambassador, yang kebetulan bersebelahan dengan kedubes China tersebut.

Akhirnya aku beli aksesoris yaitu antiglare Rp 40.000, casing capdase Rp 100.000 dan sekalian nomor perdana Simpati Telkomsel. Menurut penjualnya, iPhone memang cocoknya dengan kartu SIM Telkomsel karena internetnya lebih stabil dan cepat. Akhirnya aku ambil nomor perdana 0812 1228 1261

Tidak ada arti khusus dengan nomor perdana itu. Tapi aku pikir, aku suka dengan angka 1 dan 2. Walaupun sebenarnya aku lebih suka dengan angka 7. Kalau angka 61, aku samakan dengan kartu IM3 yang aku benamkan di BlackBerry Bellagioku.

Semoga ponsel ini bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kinerjaku.


Jumat, 03 Mei 2013

Parkir Mahal di Jakarta

Biaya parkir, baik sepeda motor ataupun mobil di Jakarta kini kian mahal. Untuk gedung-gedung terkemuka, perusahaan pengelola parkir (tentunya atas izin pemerintah daerah) menaikkan menjadi Rp 2.000 per jam untuk sepeda motor dan mobil tentunya di atas itu.

Pengalaman pahitku saat harus membayar parkir dengan harga (menurutku mahal) adalah saat 3 Mei 2013. Saat itu ada liputan di The Plaza Building, samping Plaza Indonesia.

Daripada memutar balik dan harus parkir di belakang gedung Plaza Indonesia (dan menurutku akan lebih jauh), mending saya parkir di wisma Nusantara (apalagi juga lebih dekat dari kosan).

Karena saat itu hari Jumat dan liputan padat, saya harus bergegas untuk pindah ke tempat lain. Namun untuk mengambil motor di parkiran sepertinya susah, karena harus putar balik dan ribet. Saya memilih untuk naik Trans Jakarta biar tidak capek dan praktis. Kebetulan masih ada kartu Jak Card (jadi naik buswaynya seakan gratis, karena sudah ada duit di kartu tadi).

Naasnya, liputan saya balik malam dan saya baru bisa kembali ke parkiran Wisma Nusantara pukul 8 malam. Padahal tadi masuk pukul 9 pagi. Kupikir, biaya parkirnya tidak akan mahal, maksimal Rp 10.000an lah.

Tapi agak syok ketika keluar parkiran. Biaya parkirnya tembus Rp 24.000 untuk 11 jam 16 menit nongkrong di situ.

Biasanya, di dompet tidak pernah membawa uang tunai lebih dari Rp 50.000. Dan ternyata benar. Duitku cuma ada Rp 20.000an.

Beruntung layanan parkirnya menyediakan Flazz dari BCA. Meski saldoku cuma Rp 32.000, kartu itu bisa menyelamatkanku untuk membayar parkir. keluar dari parkiran, masih saja gondok, karena harus mengeluarkan biaya parkir segitu.

Padahal untuk biaya bensin sendiri, saya hanya mengeluarkan maksimal Rp 10.000 untuk 3-4 hari kerja. Ternyata biaya parkir di Jakarta, kejam (untuk warga seperti saya).

Selasa, 06 September 2011

Sepak Bola Indonesia Mandul?

Salah satu formasi Timnas Sepakbola Indonesia
Pertandingan sepak bola Indonesia melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) berakhir ricuh. Suporter Indonesia tiba-tiba di babak kedua menyalakan petasan. Alhasil, pertandingan yang berlangsung di menit ke-75 langsung dihentikan. Meski selanjutnya tetap dilanjutkan.

Lantas mengapa suporter Indonesia melakukan hal tidak pantas tersebut? beragam komentar muncul lewat media sosial, terutama twitter.

Pmain TimNas brlatih keras. Penonton CUMA mau kemenangan? Wake up! Kalo kalah sportif jg dong! Pantes puluhan juta org miskin, pada bodoh?!! via @BillyBoen

Pertandingan ina vs bahrain rusuh, SBY dan para tamu vvip kabur tinggalkan stadion gbk #livereport via @citralistyarini

Nnton apapun itu perlu manner dan aturan. Jangankan bola, nntn film porno aja ada manner nya kan ya. Via @rindubidabidu

Owalaaahh kalah 2-0 tho...yahh namanya tanding kn ga bs menang trs.Lagian kn emg permainan qta biasa aja,bukan berita baru,knp mesti marah. Via @redshar

@captainugros: Kan ada SBY, Presiden, pemimpin bangsa, inisiatif ambil mikropon kek!!! Ingetin rakyatnya jgn nyalain mercon kek!!!

@RosiSilalahi:Wkt insiden mercon, VVIP & otoritas PSSI jg gak dishoot. Bny momen gak keambil

@agungbudiono: SBY tuh pulang duluan karena si paspampres udah ngasih kode adanya ancaman keamanan bagi ring 1 tau..apa malu ya dia? #eh

@faktacowok: Indonesia kalah (tinggi) sm bahrain. Walaupun kalah, teteplah Garuda Didadaku!! <3

@captainugros: #INDONESIAWANTSRIEDL

Yang lain? masih banyak laahhh...tapi kebanyakan mengungkapkan kekecewaan pada suporter dan petinggi PSSI, termasuk Presiden.

Jumat, 12 Agustus 2011

Topeng Monyet

Topeng Monyet
Matahari siang ini begitu terik. Awan tak sejenak berhenti untuk sekadar menutupi terik mentari. Angka penghitung mundur di lampu merah pun juga lama. Sementara mobil dan motor tetap menyala, mengeluarkan asap knalpot dan bunyi berisik yang mengganggu telinga.

Di bawah tiang lampu merah, duduk bersila seorang pemuda sekira 25 tahun sambil menundukkan muka. Meski terik, kepalanya pun dibiarkan  dibelai sinar mentari. Pakaiannya lusuh. Tangannya menarik-narik rantai yang diikatkan pada kepala seekor kera. Beda dengan tuannya, si kera yang memakai topeng malah asyik main kuda-kudaan atau sepeda motoran sambil mengelilingi tuannya.

Kali ini, pemuda tersebut enggan membawa gamelan kecil untuk mengiringi sirkus kera. Entah tidak punya atau tidak ingin membawa. Tapi dari muka pemuda itu, aku melihat seraut wajah sedih yang bakal mengundang iba orang lain yang memandangnya.

Dan dugaanku ternyata benar. Saat lampu lalu lintas sudah berganti warna hijau, sebuah mobil membuka kaca dan penumpang di dalamnya melemparkan uang kertas ke pemuda itu. Sekonyong-konyong pemuda itu langsung bangkit. Mukanya langsung ceria.

Aku pun berlalu meneruskan perjalanan. Di atas motor, aku berpikir,"Mengapa masih ada pemuda yang mau melakukan pekerjaan itu? padahal badannya juga masih tegap dan semua bagian tubuhnya masih lengkap.

Lalu, apakah untuk mengharap iba orang lain harus memasang muka memelas? apalagi demi untuk mendapatkan selembar kertas uang ribuan atau sekeping uang logam? Apakah harus mengekang kebebasan seekor hewan dan memanfaatkannya demi uang??? Entahlah..

Selasa, 25 Januari 2011

Arti Sahabat

Pagi tadi,saya dikejutkan oleh pesan singkat dari seorang teman kuliah saat di Bali dulu. Ternyata sudah lama juga kita tidak bertemu dan dia mengirimkan pesannya.

Hidup tidak selamanya berjalan mulus
Butuh batu kerikil supaya kita hati-hati
Butuh semak berduri supaya kita waspada
Butuh persimpangan supaya kita bijaksana memilih
Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang adanya masa depan

Hidup butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan
Butuh pngorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai
Butuh tertawa supaya kita tahu cara mengucapkan syukur
Butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta
Butuh orang lain (saudara fillah) supaya kita tahu kita tak sendiri

Senin, 17 Januari 2011

Konser Musik Tanpa Rokok

Sampai saat ini produsen rokok selalu menjadi pengiklan terbesar bagi media massa. Tak terkecuali mereka berpromosi pada acara yang bisa mengundang banyak orang,terutama konser musik.

Masalah kemudian muncul. Gencarnya iklan rokok di setiap konser musik dikhawatirkan dapat meningkatkan jumlah perokok remaja. Imbasnya, harapan penyadaran bahaya rokok pada anak muda pun makin terkikis. Riset terakhir menyebutkan ada 81% remaja pernah ikut acara yang disponsori perusahaan rokok.

Artinya, terbukti iklan rokok merangsang aspek kognitif remaja untuk jadi perokok atau berganti merek rokok. Waduuhh!!






Lalu,apa yang harus kita lakukan untuk bisa menghentikan mereka?
Hemat saya,kalau untuk menghentikan produsen rokok berpromosi itu tidak mungkin. Lha wong duit mereka tebal dan kurang adanya penyaluran. Sementara yang menggelar acara tentu butuh duit untuk selenggarakan acara. Win-win solution lah.
Untuk meminimalisir, sebaiknya pemerintah lebih gencar sosialisasi bahaya rokok terhadap diri. Perbanyak juga pendampingan kepada remaja-remaja melalui komunitas sehat yang mengajak mereka bisa menghentikan secara pelan-pelan dalam merokok.

Bukankah untuk bisa mengubah orang lain,harus mengubah diri sendiri dulu?

Senin, 10 Januari 2011

Perlukah Koin Sastra

Para pengguna Twitter langsung demam ajakan untuk membantu dunia sastra melalui hashtag #koinsastra. Ajakan tersebut muncul ketika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta mengurangi jatah suntikan modal ke Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.

Seperti yang sudah santer terdengar, ribuan koleksi karya sastra yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki ini terancam tutup. Pusat dokumentasi yang didirikan sejak tahun 1977 ini kekurangan modal baik untuk operasional maupun pengembangan perpustakaan.

Asal tahu saja, pusat dokumentasi yang menjadi rujukan penelitian sastra (modern) itu memiliki koleksi 16.316 judul buku fiksi, 11.990 judul buku nonfiksi, 457 judul buku referensi, 772 buku atau naskah drama, 750 map berisi biografi pengarang, 15.552 map kliping dari berbagai sumber, 610 lembar foto pengarang, 571 judul makalah, 630 judul skripsi dan disertasi, serta 732 kaset rekaman suara dan 15 kaset rekaman video dari para sastrawan Indonesia.

Parahnya, saat saya pertama kali mengunjungi perpustakaan tersebut saat peluncuran novel Pipiet Senja, kondisinya memang sudah memprihatinkan. Malah saya lebih suka menyebutnya sebagai gudang. Padahal, isi dari "gudang" tersebut berisi sejarah karya sastra tanah air.

Ironinya, elit politik di gedung kura-kura itu justru masih asyik rebutan kekuasaan. Masalah sekecil itu saja, justru malah diabaikan. Parahnya, isu bom berupa paketan buku justru mendominasi berita di seluruh media massa. Pemberitaan mati suri perpustakaan bersejarah ini minim.

Saya belum tahu seberapa efektif para tweeps (pengguna twitter) mampu menggerakkan massa melalui gerakan #koinsastra seperti langkah Prita Mulyasari dalam mengumpulkan koinprita. Atau koin cinta Bilqis yang berusaha membantu Bilqis Anindya Passa, bayi berusia 17 bulan pengidap Atresia Bilier (saluran empedu yang tidak berkembang).

Padahal, saya berkeinginan memiliki perpustakaan atau bahkan museum seperti di film "Night at Museum". Di film tersebut, pemerintah harus membayar hanya untuk seorang penjaga museum. Pasalnya, koleksi di dalam museum tersebut berisi sejarah-sejarah bangsa.

Tapi, keinginanku itu mungkin hanya sebatas mimpi. Seharusnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Lah kalau yang ini, buru-buru menghargai. Suntikan dananya saja sudah disunat oleh pemerintah.

Atau, sebaiknya perpustakaan ini diserahkan saja ke pihak swasta atau pihak-pihak yang biasa menangani perbukuan. Dengan dikelola swasta, nantinya mereka bisa membuat kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan seni dan bisa diberikan restribusi secukupnya.

Pasalnya, saya sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah saat ini. Duit yang sebenarnya untuk rakyat, malah hanya masuk ke kantong pribadi. Bagaimana bangsa ini bisa maju kalau hanya urusan begini saja tidak sanggup mengatasi??

Jumat, 31 Desember 2010

Perlukah Panti Jompo?

Berawal dari tradisi yang ada di Jepang, banyak masyarakat di sana membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya tersebut.
Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya, kemudian menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampainya di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia juga tidak menyangka sanggup melakukan perbuatan ini.

Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata "Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa, aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting-ranting kayu. Aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah," kata Ibu tersebut sambil mengusap kepala anaknya.

Mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si ibu pulang kerumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya tersebut sampai si ibu meninggal.

Pesan moral dari story ini adalah: Orang tua bukanlah barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Menitipkan mereka di panti jompo, dan hanya mengunjungi jika sempat, tidak jauh lebih mulia dibanding membuang mereka di hutan serta membiarkan mereka meninggal dalam kesepian.

Sabtu, 25 Desember 2010

Pesan Petinggi CIMB NIAGA

Saya kagum pada bankir satu ini. Dengan tangan dinginnya, Arwin Rasyid, CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk mampu membawa bank dari negeri jiran tersebut menjadi bank yang diakui di Tanah Air.

Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan pesan beliau di bawah. Tapi semoga dengan pesan singkat ini, mampu memotivasi semuanya:

"Saya mengejar prestasi, bukan jabatan. Dengan mengejar prestasi,maka jabatan akan datang sendiri. Belajar dari kesalahan. Satu contoh, dulu saya perfeksionis. Saya pikir semua orang harus kerja keras. Tapi tak bisa seperti itu. Kita harus mencari the best in every person lalu put him in the right place."

Minggu, 12 Desember 2010

Jadi Pengusaha Tak Perlu Kuliah

Saya sedang merenungkan sebuah timeline Twitter dari motivator termuda di Asia Bong Chandra yang ditulisnya kemarin. "Untuk menjadi pengusaha, seseorang tidak perlu kuliah. Tapi untuk menjadi karyawan,kalian perlu kuliah."

Saya sangat tertarik dengan kalimatnya tersebut. Dan Bong Chandra sendiri pun mengakui bahwa dia juga bukan lulusan dari kampus terkemuka,apalagi lulusan dari luar negeri atas karirnya kini. Malahan cowok berusia 23 tahun ini drop out dari jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara.

Sebelum sukses seperti sekarang, Bong pun berjibaku dengan menempa diri untuk bekerja keras. Saat itu krisis 1998 yang membuat pabrik kue milik orang tuanya bangkrut. Bahkan rumahnya pun hampir dijual. Lepas dari cerita susahnya tersebut, Bong bertekad untuk bisa membangun kerajaan bisnis yang dibangun bersama istri tercintanya.

Untuk apa kuliah?
Pertanyaan itu lantas menggelayut pikiranku. Hingga usia saya yang kini 27 tahun justru hanya mengandalkan untuk menjadi kuli alias bekerja ke orang lain. Walau bukan lulus dari universitas terkemuka, setidaknya saya juga lulus meski tidak dengan Indeks Prestasi Kumulatif tinggi alias cum laude.

Namun setelah membaca timeline tersebut, saya menjadi iri bahkan bisa dibilang menyesal atas karir saya yang begini-begini saja atau penghasilan saya yang enggan bertambah. Ditambah lagi, timeline tersebut juga dibuktikan dari beberapa orang terkaya di dunia yang sukses tanpa melalui tahap bangku kuliah, bahkan maksimal hanya drop out saat kuliah.

Di antaranya adalah pemilik dan pendiri Microsoft Bill Gates yang keluar dari Harvard University. Atau Li Ka Shing (bisnisman Hongkong yang cabut dari sekolah saat berusia 12 tahun), Sheldon Adelsen (casino owner yang drop out dari City College of New York), Pendiri Oracle Larry Ellison yang juga keluar dari University of Illinois serta pengusaha minyak di Rusia Roman Abramovich.

Memang hingga saat ini belum ada survei khusus yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi akan sebanding dengan pekerjaan yang akan diraihnya. Namun mengutip pernyataan Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa pola pikir para sarjana umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta, padahal lapangan kerja baik di swasta dan negeri sangat terbatas dibanding angkatan kerja.

Artinya, pendidikan di Indonesia justru melahirkan para pencari kerja baru, bukan pencipta lapangan kerja.

Mantan Menteri BUMN tersebut juga menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang di Indonesia maka keinginan untuk menjadi wirausahawan semakin rendah.Nah? akhirnya mereka yang berpendidikan tinggi ini umumnya tidak mau `kotor-kotor` dan biasanya lebih pilih-pilih pekerjaan. Padahal, kalau mau menjadi wiraswasta, dia harus mau `kotor-kotor` lebih dahulu.

Berusaha Tidak Panik
Saya pikir lagi, sang Pencipta tentu memiliki maksud menciptakan makhluknya untuk melakukan kewajibannya masing-masing. Ada yang memilih untuk bekerja, berwirausaha atau memilih menjadi pengangguran. Loh..pengangguran kok pilihan?

Namanya hidup juga perlu usaha. Jika pasrah terhadap keadaan, maka kita hanya akan menerima apa yang kita kerjakan. Kita malas untuk mencari kerja, maka harus siap jadi pengangguran. Kita malas untuk menjadi pengusaha, juga harus siap disebut pengangguran. Intinya hidup ini adalah pilihan. Namun jangan lupa, Kita adalah PRESIDEN dari Perusahaan Pribadi kita. Jangan pernah berpikir kita bekerja untuk orang lain.

Senin, 15 November 2010

Falsafah Balon

Seorang anak merengek minta dibelikan balon kepada ibunya. Setelah dipilih-pilih, sang anak bingung karena belum menentukan pilihannya. Mulai dari yang warna merah, kuning,hijau, hitam atau putih.

Berulang kali sang anak tidak juga menentukan pilihan. Tukang penjual balon pun bertanya kepada si anak," Kamu minta yang warna apa?" tanya tukang balon.

Sang anak pun masih bingung memilih balon dan menjawab," Saya pingin balon yang bisa terbang tinggi," jawab si anak polos.

"Kalau untuk bisa terbang tinggi, balon harus diisi gas yang banyak," balas tukang balon menjelaskan.

Dari sekilas cerita tadi, kita bisa sangkutkan dengan cerita di kehidupan kita masing-masing. Ada kalanya kehidupan kita hambar begini-begini saja. Untuk bekerja pun tidak ada semangat. Saat mengerjakan tugas rumah tangga atau kuliah pun tidak ada gereget. Baru diterpa hujan sedikit saja, kita sudah balik lagi ke kasur dan kembali menarik selimut.Intinya, tidak ada semangat dalam aktivitas apapun.

Berkaca dengan cerita sederhana di atas, seseorang memang ada kalanya jenuh dengan rutinitas. Namun untuk bisa kembali semangat, sama seperti balon tadi, untuk bisa terbang tinggi maka harus diisi dengan gas yang banyak. Tapi bukan diisi dengan makan yang banyak, kita harus diisi dengan semangat hidup yang bisa menjadikan hidup makin hidup.

Apa saja isi dari gas yang bisa membuat hidup kita makin hidup dan bisa menjadikan kita lebih produktif dari biasanya? Anda bisa merenungkannya sendiri.

Tapi setidaknya,ada beberapa hal yang bisa coba:
1. Mulailah dengan memotivasi diri sendiri, poin paling penting adalah: apa yang sebenarnya anda cari, untuk apa anda melakukannya, dan apa yang anda peroleh dengan melakukannya, tanyakan pertanyaan tersebut pada diri anda.
2. Jika sudah, buatlah itu menjadi tujuan anda dalam melakukan sesuatu. Buatlah sebuah perencanaan untuk mencapai itu, baik perencanaan harian, mingguan atau bahkan bulanan.
3. Jika anda merasakan kesulitan, maka cobalah berpikir alternatif dan mencari dukungan.
4. Ketika anda berhasil mencapai tujuan anda, berilah kompensasi pada diri anda sendiri, misalnya dengan mentraktir diri sendiri, memuji diri, atau memberikan apresiasi bagi diri anda.

Rabu, 27 Oktober 2010

Pray For Indonesia

Itulah hashtag yang terkenal dan menjadi trending topic di situs jejaring sosial Twitter setidaknya untuk 25 dan 26 Oktober 2010 ini. Salah satu hashtag terkenal lainnya adalah Bless Indonesia dan Mentawai.

Namun itu bukan melulu urusan hashtag. Itu hanya sekadar ucapan (doa) bagi Indonesia yang saat ini mendapat ujian berupa gempa bumi (hingga tsunami) di Mentawai, banjir di Jakarta dan Papua bahkan gunung Merapi yang meletus di Yogyakarta.

Tapi itu bukan hanya berita tentang kejadiannya yang menjadi trending topic. Hingga blog ini gw buat, rata-rata teman twitterku berkomentar banyak terutama soal kelambanan SBY, eksklusivitas Mbah Maridjan hingga tewasnya wartawan Vivanews.com, Yuniawan Nugroho.

Anehnya dari twit teman, banyak yang meretwit update dari artis yaitu Justin Bieber dan Tom Cruise yang setidaknya memberikan ucapan belasungkawanya kepada Indonesia.

"Our hearts go out to the people of Merapi & Jakarta Indonesia". Itulah twit dari Tom Cruise yang diucapkannya pada 00.01 wib. Sedangkan Justin Bieber mengucapkan twitnya 15 menit kemudian dengan ucapan,"Just found out about the earthquake in Indonesia. everyone please pray for the people there.

Masalahnya, SBY kemana ya??

Oooo..beliau masih di Hanoi dan kayaknya enggan balik kampung. Toh, hingga saat ini beliau baru aja nyampe di ibukota Vietnam itu.


Ah..gw kangen ama sikap dari Presiden Sebastian Pinera yang berpartisipasi dalam penyelamatan 33 pekerja pertambangan itu.Bahkan beliau tidak hanya menjadi otak penyelamatan, tapi juga langsung turun ke TKP.

"Kita merasa semakin bangga menjadi orang Chile," begitu seru Presiden Sebastian Pinera.

Nah, dengan bencana yang banyak dari Indonesia Timur hingga Indonesia Barat itu apakah tidak menggetarkan hati SBY untuk melakukan hal serupa seperti Sebastian Pinera itu?? atau minimal memberikan statement singkat atau memberikan instruksi apalah untuk menyelamatkan kondisi bangsa.

Hahahaha..kayaknya SBY hanya senang bikin lagu dan beliau belum bisa sekelas Sebastian Pinera. Bahkan hanya mengucapkan tweet seperti Tom Cruise dan Justin Bieber aja tidak bisa.

Lebih baik berbaik sangka saja. Mungkin beliau belum memiliki staf khusus yang mengurusi akun twitter. Tapi sebenarnya yang kita tunggu dari seorang pemimpin adalah bertindak di garda depan dalam menangani setiap masalah masyarakatnya.Atau minimal bisa dilakukan oleh prajuritnya.

Hmmmm..ini memang Republik Mimpi dan sebaiknya kita hanya bisa....Pray For Indonesia!!!

Minggu, 10 Oktober 2010

Tanggal Cantik

Semua insan pasti memimpikan hari pernikahannya merupakan hari bersejarah sepanjang masa. Oleh karena itu, pasangan ini akan menentukan hari bersejarah tersebut tentu saja yang berkesan, termasuk menetapkan tanggal cantik di hari pernikahannya.

Salah satu artis yang heboh mencatatkan hari pernikahan di tanggal cantik adalah Indra Bekti. Artis yang menikahi gadis keturunan Arab ini menikah pada tanggal 10 bulan 10 tahun 2010, menggunakan 10 MC diiringi oleh 10 motor besar dan hal-hal berbau 10 lainnya.

Momen cantik tersebut juga dimanfaatkan oleh berjuta pasangan di dunia ini. Contohnya saja, setiap gang yang ada di Jakarta pasti ada tanda janur melengkung pada tanggal tersebut. Itu pertanda bahwa tanggal tersebut dianggap keramat oleh berjuta pasangan tadi.

Tidak hanya di Jakarta khususnya, tanggal cantik tersebut juga dimanfaatkan oleh pasangan di China. Ribuan pasangan calon pengantin China memilih 10 Oktober sebagai tanggal baik untuk mengikat tali perkawinan.Akibat banyaknya permintaan perkawinan pada Minggu (10/10/2010), kantor pencatat perkawinan membuka pendaftaran pada dini hari di seantero negeri.Padahal itu hari libur loo..
 
Saya mengambil tanggal cantik itu pada 10 Oktober 2010 (10/10/10). Dalam bahasa China tanggal tersebut dianggap "shi quan shi mei," atau "sempurna dalam semua sisi". Karena "shi" juga bermakna "10", umumnya pasangan calon pengantin itu mengharapkan banyak keuntungan menyertai kehidupan mereka di masa datang.
   
Sementara itu, tanggal-tanggal istimewa tahun sebelumnya seperti terjadi pada 9 September 2009 dan 8 Agustus 2008. Tanggal 8/8/2008), angka "8" dimaknai "kekayaan", dan 9/9/2009), angka "9" dimaknai "keabadian".Artis yang mendadak melahirkan secara caesar pada 9/9/2009 itu adalah Angelina Sondakh, buah pernikahannya dengan Adjie Massaid. Hmmmm..padahal waktu itu belum saatnya melahirkan loo..
  
Pada 9 September tahun lalu, tercatat 10.132 pasangan tercatat melangsungkan perkawinan di Beijing, sekitar 3.400 pasangan lebih banyak dibanding 8 Agustus 2008, menurut Biro Urusan Sipil Beijing.Namun belum diketahui jumlah yang menikah ataupun yang melahirkan pada 10/10/2010 tersebut.

Tapi, pakar Teknologi Informasi (IT) Nukman Luthfie menganggap 10-10-10 atau tanggal cantik lainnya memang dianggap istimewa oleh BANYAK orang. Namun karena sudah dipakai oleh banyak orang justru malah menjadi TIDAK istimewa.

Apakah Anda masih akan menikah pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011??

Minggu, 29 Agustus 2010

Rejeki Tetangga Lebih Hijau

Peribahasa rumput tetangga lebih hijau memang fenomenal, terutama untuk menyebut keadaan tingkat kesejahteraan orang lain. Hal itulah yang melatarbelakangi beberapa temanku untuk curhat barusan.

Dalam perjalanan karirnya selama tiga tahun, ternyata tidak ada perubahan berarti terutama dalam peningkatan status hingga urusan duit alias gaji.

Alhasil, dalam pembicaraan tadi cuma mengeluh mau pindah kemana dan mau cari kerjaan apa lagi. Belum lagi kita juga ngobrolin status teman yang udah married, sampe ada promosi hingga liputan ke luar negeri. Trus kita kapan ya?

Mendengar percakapan "mengeluh" dari mereka, gw ingat pernyataan Mario Teguh Ahad kemarin. Rumput Tetangga Memang lebih hijau. Dan setiap tingkah laku tetangga kita, kita pasti iri. Yang pasti lagi soal materi.

"Ah..ternyata kita tidak pernah melihat tetangga di sekeliling kita, yang mungkin keadaannya jauh di bawah kita. Kita lupa bersyukur," kata motivator ulung itu.

Kita yang sudah mengecap kesuksesan (walau masih minimal), selalu melihat keadaan orang di atas kita. Sehingga kita selalu kekurangan. Padahal kita diajarkan untuk melihat tetangga yang kesusahan, bukan mengejar materi sebanyak-banyaknya tapi itu malah tidak berguna bagi kita.

Mario juga bilang, mendingan kita sedikit harta daripada banyak harta tapi tidak membuat bahagia. Walaupun kita juga sebenarnya dituntut untuk kaya agar bisa bermanfaat untuk tetangga kita.

Dalam doa yang selalu kita panjatkan, kita selalu meminta untuk menutupi apa yang ada di kekurangan kita. Misalnya tambah gaji, tambah cantik atau ganteng, punya mobil baru dan segala macam materi lainnya. Emangnya Tuhan akan langsung menjatuhkan rejekinya langsung? mending tanya aja ama pak Tarno, bin salabin jadi apa..prok..prok..prok!!!

Padahal seharusnya kita meminta kepada Tuhan untuk bisa melebihkan apa yang kita punya (tapi bukan materi). Misalnya tambahan kemampuan kecerdasan, sehingga bisa menciptakan rejeki baru.

Ah..rasanya kita emang susah untuk belajar ikhlas. Apalagi menerima kekurangan kita. Padahal Tuhan telah memberikan rejeki kita sendiri, hanya kita saja yang dituntut untuk berjuang menjemputnya. Seberapa keras usaha kita menjemput rejeki yang sudah dijanjikan.

Ingat, bisa saja Tuhan langsung mengabulkan untuk memberi rejeki kepada orang yang tidak baik. Namun sebenarnya itu hanya hukuman yang ditangguhkan padanya. Maksud TUhan adalah seberapa bersyukur dia atas rejeki yang sudah dilimpahkan kepadanya?

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(Ibrahim:7)

Selasa, 17 Agustus 2010

Menjadi Wartawan Itu Pilihan

Saya tersenyum setelah melihat status teman di Facebook yang menyatakan bahwa untuk menjadi wartawan masih diperlukan surat ijin dari orang tua. Ahhh..ini medianya yang tidak percaya dengan pelamar kerja atau medianya tidak mau bertanggung jawab saat ada masalah di kemudian hari?

Mengutip status dari Mas Satrio Arismunandar,"Saya tersenyum membaca iklan di Harian Republika hari Senin (4 Oktober 2010), tentang lowongan menjadi reporter/fotografer. Pasalnya, ada klausul yang menyaratkan adanya "surat izin dari orangtua/wali untuk menjadi reporter/fotografer."

Wartawan kok diperlakukan seperti "anak-anak?" Bukankah mereka seharusnya diperlakuikan sebagai orang dewasa, yang berani memilih profesi dan bertanggung jawab atas pilihannya itu?

Hahahaha..pertanyaan menggelitik dan sampai saat ini saya belum bisa menjawabnya. Sepertinya hanya Republika yang mensyaratkan surat ijin dari ortu tersebut. Atau mungkin ada media lain yang masih memakai cara seperti ini?

Hmmm..selama empat tahun di media dan sudah berada di dua media massa berbeda baik nama media maupun lokasi, ternyata saya belum pernah mengalaminya. Ahhh..biar saja. Mungkin profesi ini memang bukan impian dan harapan dari orang tua kepada anaknya.

Orang tua ini berkeinginan agar anaknya bisa menjadi PNS, bergaji tetap, berangkat pagi dan pulang sore serta mendapat gaji ke-13. Kalau wartawan? siapa yang dapat menjamin? itu justru kebalikannya...

Bahkan Mas Satrio ini juga menulis status lanjutan..

"Anda WARTAWAN? Jika istri Anda suka cemberut atau melarang Anda pulang malam, dan menghambat pelaksanaan tugas kantor, suruh dia baca ini: "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas wartawan dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000 (alias Rp500 juta)."

Oalaahhhh..gaji setahun aja kalau dikumpulin ga sampai segitu kok...hehehe..

Minggu, 04 Juli 2010

Seumur Hidup Baru Nonton Bola



Hahahaha..keterlaluan!! Emang selama hidup kemana aja, kok bisa ga pernah nonton bola??

Maksud gw, baru kali ini gw nonton bola sampai full, sedetik pun tak terlewatkan. Kok bisa? tadi barusan gw nonton bareng perdelapan final antara Jerman dan Argentina ama Deputi Gubernur Bank Indonesia Mulyaman Darmansyah Hadad dan Budi Rochadi yang digelar di Pier 9 Plaza Senayan Lantai 4.




Gw prediksi semula Jerman bakal menang 2-1 lawan tim asuhan Diego Maradona. Itu feeling aja sih, kagak ada teori apapun. Eh, ternyata malah bisa menang 4-0. Walahhh..temenku sampe gondok karena timnya kalah.

Btw, gw kagak mau berdebat soal menang kalah dalam pertandingan tadi. Siapapun yang menang, toh tidak ada artinya buat gw. Tapi gw cuma pingin share aja, pengalaman gw nobar Piala Dunia tadi.

Ternyata untuk memainkan bola bundar ke gawang itu tidak mudah. Penuh rintangan, mulai dari kena tendang di kaki hingga wajah. Hahaha..Belum lagi dapat kartu kuning hingga kartu merah dan bahkan kena skors ga boleh main dalam pertandingan selanjutnya.

Lalu untuk menggiring bola ke gawang lawan, diperlukan kerjasama antar tim. Di sini keegoisan harus dimimalisir. Dalam pertandingan tadi, gw lihat badan orang Argentina jauh lebih gede dibanding orang Jerman. Namun dengan keegoisan orang Argentina, mereka menggiring bola secara individu. Alhasil, tidak ada satu gol pun yang masuk. Fiuuhhhh..padahal Argentina biasanya bisa masuk semifinal. Kekalahan melawan Jerman tadi bahkan menahbiskan kekalahan terburuk tim Tango selama 36 tahun terakhir sejak 1974. Wow!!



Satu lagi, dukungan dari orang nomor satu di negeri tersebut. Yup!! Kanselir Jerman Angela Merkel pun bersedia menonton tim kesayangannya. Merkel sendiri berencana hadir di Cape Town untuk memberi dukungan langsung. Selain itu, Merkel yang hadir di stadion dengan busana warna merah ini juga akan melakukan pembicaraan politik dengan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Patut ditiru! Ga kayak perseteruan tim Nigeria yang notabene pemerintahnya melarang tim kesayangannya berlaga di tingkat Piala Dunia.

Hmmmhh..hanya dari bola, ternyata semua orang bisa disatukan ya. Termasuk tadi memergoki aktor ganteng Leonardo di Caprio, pemeran Jack di film Titanic berada di tribun sambil mendukung tim de Panzer.



Hahaha..kok baru tahu sekarang ya?

Minggu, 20 Juni 2010

Kisruh Video Ariel-Luna


Ah, sudah lama tidak ngeblog nih. Habis sibuk banget dengan rutinitas. Apalagi sedang sibuk juga mengikuti kasus video mirip artis Ariel Peterporn-Luna Maya-Cut Tari atau 32 artis lainnya yang akan menyusul.

Kasus tersebut lumayan menguras kinerja jurnalis yang selama ini hanya disibukkan dengan kasus Century, mafia pajak, atau hal-hal berbau ekonomi yang sebenarnya saya sendiri juga sudah muak dengan ulah pejabat bangsa yang kian bobrok.

Eh, ternyata kasus yang muncul ini juga tidak kalah bobrok. Gimana bisa video pribadi bisa bocor dan bikin geger se-Indonesia bahkan dunia.

Dunia? iyalah..dalam sebuah blog artis porno di Amerika Serikat sendiri telah membahas kasus ini. Maklum, di Twitter sendiri kata-kata "Ariel Peterporn" sempat populer selama 9 jam tanpa henti. Kasus tersebut ternyata menggegerkan dunia ya..

Lepas dari itu, kini polisi dan kepala sekolah hingga guru dihimbau untuk merazia ponsel milik anak didiknya. Menurut gw, cara seperti ini adalah salah. Justru dengan razia ini, murid-murid malah ingin tahu video tersebut.

Namanya juga teknologi. Kan video itu bisa didapat dengan mudah di internet atau di lapak-lapak penjual vcd bajakan. Bahkan gw aja dapat video itu dari email pribadi dari seorang account executive di kantor gw. Gw sih kagak tahu maksud temen itu apa, kok bisanya kasih gw kayak itu.

Nah, balik lagi, apalagi media seperti televisi, koran atau media elektronik pun jor-joran memberi berita itu dengan porsi besar. Dengan porsi itu tentunya akan membuat rasa ingin tahu seseorang makin besar.

Buktinya, penjual vcd di Glodok pun mampu menjual satu keping video syur tersebut seharga Rp20 ribu, dari harga normal cuma Rp5 ribu. Untungnya 150% cuyyy..

Dengan maraknya situs jejaring sosial pun, pentransferan video ini pun kian cepat. Nah, gw jadi khawatir dengan blow up media sebesar itu justru akan memperbesar kasus serupa akan terjadi kembali.

Coba aja cek di situs esek-esek seperti 17 tahun dan sebagainya. Di situ hampir tiap hari ada upload video esek-esek, mulai dari khas ecek-ecek hingga profesional. Aduhhh...kayaknya video yang sebenarnya untuk pribadi dan privasi ini ternyata bisa bocor. Alhasil, bisa dinikmati oleh semua orang...

Kalo udah begini...bisa sama-sama senang (bisa melihat video itu), tapi juga bagi-bagi dosa (karena melihat dan menyebarkan aib orang lain). Hahahaha..terserah aja deh pake paham yang mana :)

Selasa, 15 Juni 2010

Blokir Situs Porno

Waduuhh..judulnya kok kejam amat ya? Memblokir situs porno bisa menjadi alternatif untuk menangkal penyebaran video mesum yang selama ini marak beredar. Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Namun hal itu tidak akan semudah seperti membalikkan telapak tangan. Biasanya hal-hal yang dilarang di Indonesia justru malah dicari.

Lihat saja betapa besar transaksi video bajakan di kawasan Glodok, Jakarta. Bahkan untuk video mesum mirip artis ini mampu dibandrol dengan harga minimal Rp25 ribu hingga Rp100 ribu untuk dua video.
Ada juga yang versi murah. Pengguna bisa meminta transferan video di tempat service handphone dengan harga cuma Rp10 ribu. Atau kalau malas ke internet yang bisa kita download sendiri, minimal kita bisa meminta tranfer via bluetooth atau kabel data dari teman. Coba aja tanya teman sebelah, apakah ada yang belum nonton video itu?

Gw juga heran dengan mudahnya mencari video mesum tentu akan berdampak ke psikologis orang yang melihatnya. Jika dia sudah punya pasangan sih tentu tidak masalah. Tentu dia bisa melepas hasratnya ke pasangan. Masalahnya, kalau yang belum punya pasangan, tentu dia akan cari pasangan "tidak resmi" atau mencari kenikmatan "sendiri".

Nah, Menkominfo sendiri juga masih ragu untuk memblokir situs-situs porno itu. Pasalnya, untuk mengawasi situs yang ada saja, pihaknya hanya punya SDM sekitar 40 orang. Bayangkan dengan Cina yang memiliki SDM pemantau situs sekitar 30 ribu.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan pengawasan itu hanya pada log file atau traffic yang diduga melanggar hukum. Dan tidak sampai ke konten seperti di China.
Nah, kalau pemerintah berani memberantas video porno, maka pemerintah kayaknya juga harus berani memblokir situs porno tersebut. Berikut memberantas distribusinya. Dampaknya, distribusi video bajakan di kawasan Glodok memang akan cenderung sepi. Tapi, itu demi kebaikan semua.

Di sisi lain, menurut psikolog Universitas Indonesia Kassandra Putranto menjelaskan orang tua harus mendidik buah hati tentang seks sejak dini. Pasalnya, dengan pemberitaan video mesum yang marak justru membuat rasa ingin tahu anak semakin banyak.

"Video mesum itu apa sih, Ma?" tanya seorang anak.
Coba aja kalau Anda sebagai orang tua ditanya anak Anda tentang itu. Apa jawaban Anda?

Nah, lanjut Kassandra, orang tua harus menanamkan norma sosialm agama atau nilai kepantasan seputar seks pada anak usia 2-5 tahun. Jadi dengan pemberitaan video mesum yang marak maka orang tua bisa menjelaskan bahwa itu perbuatan tak pantas yang tidak boleh ditiru.

Kini, harus ada kemauan keras dari semua pihak terkait hal itu, baik dari pemerintah, aparat keamanan, hingga orang tua dalam memproteksi video mesum itu.

Minggu, 13 Juni 2010

Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat

Setiap pertengahan tahun, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta selalu mengadakan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. PRJ atau istilah kerennya Jakarta Fair ini menyuguhkan pesta diskon untuk beragam produk keperluan rumah tangga, mulai dari makanan, minuman, gadget, pakaian, alat rumah tangga (peralatan elektronik),rokok, otomotif dan sebagainya.

Pesta rakyat ini digelar mulai 10 Juni hingga 11 Juli 2010 di area PRJ Kemayoran. Nah, kayaknya gw selama di Jakarta juga selalu ke acara tersebut.

Naasnya, kali ini agak lain. Pesta yang bertemakan "Together, We Make Wonders" tersebut malah benar-benar membuat gw heran. Apa pasal?

Karena gw baru libur kerja di hari Sabtu/Minggu maka gw hanya berkesempatan mendatangi PRJ tersebut pada hari libur. Tahu sendiri, ternyata harga tiket masuk (HTM) untuk acara tersebut lebih tinggi dibandingkan hari lainnya.

Kebetulan gw ke PRJ dengan membawa sepeda motor. Nah, ternyata saat mau parkir saja sudah dipalakin untuk membayar parkir motor sebesar Rp5 ribu per motor. Gw belum tahu kalau mobil harus bayar berapa. Pastinya lebih tinggi.

Ah, tak apalah. Mungkin saja Harga Tiket Masuk (HTM)-nya gratis. Jadi parkir agak tinggi. So, gw pun melenggang ke pintu masuk yang agak ribet itu.

Nah, saat mau masuk ke area PRJ ternyata ada pintu masuk khusus semacam pintu model Trans Jakarta. Ternyata kita harus membeli HTM lagi. Aduhhhh...parah!!

Sempat gw mengurungkan niat untuk masuk karena harus membayar tiket itu. Sebenarnya sih tidak besar, tapi karena melihat stand yang akan dihadirkan cukup banyak, kenapa harus meminta tiket yang tinggi?

Ya sudahlah..terpaksa karena sudah sampai di sini. Tanggung gitu lah..ternyata tiketnya cukup beragam.
Untuk weekend, HTM dikenakan Rp20 ribu per orang, sementara weekdays cukup Rp15 ribu per orang. Nah, khusus anak kecil berusia 3 tahun ke atas atau minimal dengan tinggi 1 meter pun harus juga membayar penuh. haha..

Nah, tiket ini cukup unik. Kita seperti membeli tiket saat mau masuk Trans Jakarta. So dengan cara ini akan diketahui berapa tiket yang terjual dan berapa banyak pengunjung yang datang.

Nah, coba aja kita hitung. Misalkan yang datang per hari ada 1.000 pengunjung dewasa, maka per hari sudah ada transaksi Rp20 ribu dikalikan 1.000 menjadi Rp20 juta. Jika sebulan bisa mencapai Rp600 juta. Itu kalau penontonnya cuma 1.000 per hari. Bayangkan saja kalau lebih. Itu hanya dari sisi tiket masuk.

"Semoga aja duit itu tidak diambil oleh segelintir orang dan masuk sebagai kas Pemda atau Pemprov. Jadi tidak merugikan rakyat. Jika tidak, maka ini benar-benar pesta rakyat yang tidak merakyat," pikirku.
Itu belum lagi transaksi di masing-masing stand. Biasanya, Pemprov menargetkan transaksi lebih dari Rp2 miliar dalam sebulan. Ah, kayaknya itu pasti tercapai deh.

Sebenarnya kita dapat dua tiket yaitu kartu seperti Trans Jakarta dan satu kertas yang disobek (tradisional). Di tiket tradisional ini, tiket tersebut berisi kupon yang berisi potongan harga di booth yang ada.
Seperti voucher Rp5 ribu untuk makanan di JIExpo Catering. Gw lihat makanannya mulai dari Rp15-50rb berisi ayam bakar dan sebagainya. Ada juga potongan Rp50 ribu untuk semua produk sepatu League. Trus voucher belanja di Picazzo, di sini kita harus berbelanja di sana dengan pembelian tertentu baru tiketnya diundi. Atau dapat free 1 donut di Dunkin Donuts setiap pembelian tertentu.

Lantas, bagi yang ingin mencoba keberuntungan maka bisa mengirimkan sms nomor tiketnya berhadiah 1 unit Suzuki APV dan 12 unit motor Minerva. Ah, itu hanya gimmick saja..

Saat masuk, ternyata sudah sesuai dengan perkiraan semula. Pasti bejibun. Gw tadi sempat lihat status teman di Koprol.com yang baru masuk, ternyata sudah bejibun. Maklum, ini adalah hari Minggu dan cuacanyapun mendung tapi tak hujan.

Okelah, mari kita tengok apa aja isi PRJ kali ini. Tapi jangan bayangkan ada hal spektakuler yang ada di sini, gw pikir ini sih sama saja dengan PRJ tahun sebelumnya.

Tapi karena event ini berbarengan langsung dengan Piala Dunia maka sebagian booth mendekor stand-nya dengan nuansa bola. Bahkan di area pelataran utama sudah disediakan big screen untuk nobar Piala Dunia.
Tapi bagi stand-stand besar seperti produk Otomotif seperti Yamaha, Suzuki, Honda, Minerva, Kawasasi, Bajaj atau sejenisnya mencoba menarik pengunjung dengan stand super gede. Di situ ada arena balapan sepeda motor (maya), game, pamer produk baru dan berbau otomotif lainnya.

Di consumer goods, beberapa stand membuat dekor khusus seperti stand Indofood yang bernuansa Betawi atau rokok Dji Sam Soe yang bergaya club di balon karet.

Ada yang unik juga tuh, produk sandal Sky Way yang antriannya bejibun, bisa sampe ribuan orang hanya untuk membeli sandal. Gw ga tahu apakah itu produknya murah atau tertarik oleh penyanyi yang sengaja didatangkan di depan stand untuk menarik pengunjung. Maklum, busananya mini dan goyangannya yahuuuuud!!

Nah, bagi yang ingin nostalgia dengan kerak telor, di sinilah tempatnya. Bahkan di sepanjang jalan sebelum pintu masuk saja sudah berderet penjual makanan khas betawi itu. Ada juga penjual makanan khas Betawi lainnya macam Laksa, kue-kue tradisional dengan toples jadul. Lumayan mengingatkan masa lalu..

Atau yang ingin punya gadget baru, di sini bisa puas melototin dan mencoba produk-produk tiruan (ponsel cina) yang lumayan gencar promosinya. Nah, bagi yang ingin produk mainstream bisa coba ke stand Nokia yang masih memamerkan produk terbarunya, Nokia C3.

Wah, kalo dibahas di sini satu-satu bisa ga selesai nih. Daripada ribet dan penasaran, langsung aja ke sini. Buka dari jam10-22 wib saban harinye.

Sabtu, 15 Mei 2010

Kenduri Cinta

Ah..bagi yang suka dengan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) tentu tidak asing dengan kata-kata itu. Dialah yang menciptakan kosakata itu sebagai sebuah acara diskusi kerakyatan.

Tentunya, yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh kerakyatan dan yang dibicarakan adalah hal-hal yang ada di sekitar rakyat. Tapi kadang juga banyak yang membicarakan pimpinan yang mendholimi rakyatnya.
Nah, acara Kenduri Cinta yang biasa dilangsungkan pada hari Jumat tiap pekan kedua setiap bulan ini selalu dinanti warga ibukota. Acaranya sendiri mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Tema kali ini sih cukup berat, menawarkan cerita tentang nusantara. Intinya sih menegaskan kalau banyak peninggalan benda-benda kuno di Indonesia yang malah sudah berada di Belanda atau belahan bumi lainnya. Sehingga jika kita mau mencari sumber-sumber sejarah, maka harus mencarinya ke luar negeri.

Di sisi lain, negara kita ternyata sudah banyak mengandalkan dari negara lain. Lihat saja impor Indonesia. Ternyata tidak hanya beras saja, tapi juga singkong hingga garam. Loh?

Itulah buktinya. Padahal negara kita sangat kaya raya. Gemah ripah loh jinawi. Istilahnya tongkat aja saat dilempar bisa menjadi tanaman. Naasnya, sebagai negara maritim hingga agraris, ternyata Indonesia tidak berhasil swasembada, bahkan hanya untuk singkong dan garam.

Ah..kalau ngurus negara tidak becus kayak gini jadi senewen sendiri. Mendingan kita benahi diri kita. Yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan kita demi kemakmuran bersama.

Tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2009 mencapai 4,5%? Dan tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan tertinggi ketiga setelah China dan India?
Itulah kekuatan ekonomi kerakyatan. Di saat negara lain pertumbuhannya minus, tapi Indonesia bisa keluar dari krisis karena ditopang ekonomi domestik.

Nah, di sini perlu lah ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh jiwa wirausaha dari masing-masing warganya. Tapi jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah wirausaha ini memang cenderung kecil, masih 0,18% dari total penduduk Indonesia sebesar 230 juta jiwa.

Ahhh..karena ini diskusi kerakyatan maka sebagai rakyat yang beradab hanyalah dituntut menjadi negara yang baik sesuai aturan yang dikeluarkan. Daripada pusing mikirin impor yang tidak jelas mendingan mikirin bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, apapun itu.

Jangan kalah dengan monyet di Jepang yang menjadi pelayan restoran. Jadi, jangan lah Anda mau disamakan dengan monyet yang mau dibayar murah hanya untuk menjadi pelayan bos Anda.
"Itu sih kata diskusi dari Kenduri Cinta (dini hari ini)," kataku.