Sabtu, 24 Mei 2008

Bebek Goreng Bali


BERKUNJUNG ke Bali, Anda harus mencoba hidangan khas daerah ini. Di Sanur,ada menu tradisional olahan koki asli pulau dewata, rasanya pasti "Mak Nyussss".

Bertempat di Sector Bar dan Restoran, kawasan Hotel Inna Grand Bali Beach di Sanur, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng, bubur ayam bali, ikan masak cabe hijau, dan jus buah naga.

Meski sangat diminati oleh warga lokal, bule-bule dan ekspatriat pun selalu ingin mencicipi makanan khas tersebut. Salah satu menunya bebek goreng akan terasa beda bila dibanding dengan tempat lain. Jika lainnya memakai bebek, Sector Bar memilih entok (dalam bahasa Bali disebut "kuwir" atau "dolong").

Alasan pemilihan entok lebih pada daging yang lunak, tidak terlalu menyerap minyak dan bumbu lebih banyak meresap. Menu yang baru diluncurkan sekitar satu tahun itu sangat dige- mari pejabat, pengusaha, bahkan artis Ibu Kota. "Jay Subiyakto, Boy Noya, dan Krisdayanti sering mampir ke sini mencicipi bebek goreng hingga sop buntut," sebut Public Relations Sector Bar dan Restoran Sanur Grace Jeanie yang pernah rela mengantar menu dari restorannya ke tempat artis tersebut pentas di Bali.

Keunikan lebih terasa pada bebek goreng. Rasanya mirip roti cokelat,empuk dan renyah. Resepnya ada pada proses masak yang memakan waktu lebih dari tiga jam. "Bebek (Entok) tersebut hanya kita beli dari Pasar Badung (Kumbasari) Denpasar, bukan barang impor," kata Jeanie yang terkadang masih membeli sendiri barang masakannya itu.

Untuk teman sarapan pagi, bar yang sudah buka sejak pukul enam pagi ini menyiapkan bubur ayam bali. Awalnya, bar yang baru beroperasi sekitar tiga tahun itu langsung mendatangkan pedagang bubur dari Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pedagang inilah yang mengajari secara detail cara memasak bubur ayam bali secara benar dan nikmat. "Kebetulan pemilik bar ini berasal dari Baturiti," tutur Head Chef Sector Bar dan Restoran I Nyoman Tantra Wijaya.

Bumbu kuah bubur tersebut sungguh meresap ke dalam ayam maupun sayuran lainnya. Tambahan taoge dan kacang panjang makin meramaikan bubur dan terasa lebih renyah. Beda dengan bubur lain, bubur ayam bali tanpa memakai kerupuk dan kuahnya terasa lebih gurih karena santan. Namun, jika salah mengaduk santan, rasa pun akan berbeda.

Begitu juga dengan ikan masak cabe ijo. Pemakaian ikan kerapu lebih pada rasa kekenyalan dan memberi rasa lebih enak dibandingkan dengan ikan lainnya. Bagi bule maupun masyarakat lokal yang tidak menyukai rasa pedas, bisa mengurangi cabai (cabe). Bahan yang ada pada resep lebih didominasi oleh penyuka rasa pedas.

Sebagai pelengkap, acara makan bisa ditemani dengan jus buah naga. Tak hanya dijadikan jus, buah yang berasal dari Meksiko itu juga diolah sebagai salad dan puding. Selain menghilangkan haus, jus buah naga maupun beberapa produk olahan lainnya sangat berkhasiat dapat menurunkan gula darah, mencegah kolesterol tinggi, dan kanker usus.

Cara membuatnya pun cukup sederhana. Cukup mengambil daging buah naga, diblender dengan jeruk nipis atau gula pasir. Untuk menambah kesegaran, bisa disertakan es. Saat perayaan Imlek, bar dan restoran yang spesial dengan menu Western Asia ini juga membuat menu khusus imlek terkait buah naga. Antara lain salad udang dan buah naga,tenggiri panggang dengan salad buah naga, serta puding buah naga. Beberapa sayuran dan beras di tempat ini telah memakai produk organik.

Grace Jeanie menuturkan produk organik lebih menyehatkan karena tanpa pestisida maupun pupuk kimia. Beberapa produk berupa sayur, padi, dan buah naga telah dibudidayakan sendiri,baik di lahan sekitar area golf maupun memiliki kebun baik di Negara Jembrana) dan tempat lain.

Menu bebek goreng, ikan masak cabe ijo, dan jus buah naga ternyata menjadi favorit Mindra Jaya. Wiraswastawan di Denpasar ini sudah menjadi langganan dan bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga kali seminggu untuk makan di resto yang terkenal dengan hiburan salsa ini. Tak hanya sendirian, Mindra juga membawa teman untuk menikmati makanan tradisional di Sanur tersebut. "Rasanya enak dan cocok di lidah. Selain itu jarang ada di tempat lain serta lebih sehat,"ujar Mindra.

Jumat, 23 Mei 2008

Melawan Lupa Tragedi Mei

Film menjadi media paling efektif untuk mengingat kembali apa yang telah berlalu. Termasuk kenangan tragis yang terjadi 10 tahun lalu di Indonesia, tragedi Mei 1998, Semanggi I dan Semanggi II. Rangkaian film pendek yang dibuat oleh 10 pekerja film dari beragam latar belakang (dokumenter, feature,film pendek, dll), musisi dan pekerja seni lainnya ini bergabung secara swadaya untuk memeringati satu dekade reformasi (1998-2008).

10 film pendek yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Mei ’98 ini ditujukan sebagai upaya membuka dialog terutama dengan kalangan muda (pelajar/mahasiswa, umum) mengenai penolakan untuk melupakan sejarah serta pemberdayaan masyarakat untuk menyampaikan sesuatu (dalam hal ini melalui medium audio visual).

“Dalam rekaman film ini kita dapat melihat dampak dari gerakan sosial demonstrasi mahasiswa, kerusuhan, penjarahan serta pembakaran ibu kota serta pelengseran mantan Presiden Soeharto tentang penuntutan reformasi di mana-mana. Ada orang yang cuek terhadap tragedi tersebut dan ada pula yang tidak ingin melupakannya,” ungkap Prima Rusdi, penggagas film pendek bersama tentang jejak reformasi 9808 di Kineforum, Studio 1 Teater Ismail Marzuki, (13/5).

Lanjut penulis skenario Garasi (2006), Banyubiru (2005), Eliana-Eliana (2002) dan salah satu penulis cerita “Ada Apa Dengan Cinta”(2002) ini berinisiatif untuk mengumpulkan pekerja film dalam kompilasi program 9808 yang secara khusus menceritakan kembali tentang peristiwa Mei 1998. Terlebih banyak di antara mereka yang baru pertama kali melakukan pemutaran bersama dan bertema sosial. Apalagi rangkaian film ini akan diputar di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang dan Kuala Lumpur.

Anggun Priambodo, lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2002, jurusan Desain Interior ini menyuguhkan “Sedang Apa Saya Saat Itu?”. Pembuat klip musik Nidji “Arti Sahabat” tersebut menelusuri kisah sejumlah “orang biasa” setelah satu dekade reformasi berlalu. Ia bertutur melalui foto-foto mereka saat sedang berada dalam beragam kegiatan saat Mei 1998. Ariani Halim, lulusan School of the Art Institute of Chicago dengan latar belakang arsitektur dan seni murni ini banyak menyoroti tentang arti sebuah nama. Identitas Ariani yang keturunan Cina memberi cara pandang lain terhadap makna sebuah nama Cina. Dahulu presiden Suharto mengeluarkan Keppres nomor 127/U/Kep/1996 yang mewajibkan WNI etnis Cina untuk mengadopsi nama bernada Indonesia, misalnya Liem menjadi Halim dan Lo, Loe atau Liok menjadi Lukito. Ariani yang banyak berpartisipasi di dalam sejumlah festival seni maupun film di Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Australia tersebut memberikan film kocak namun penuh kontradiksi. Lewat film “Sugiharto Halim”, Ariani menceritakan perlukah seseorang memakai nama “asli”, bisa “dijual” serta menyamarkan identitas di balik sebuah nama.

Masih dengan nada “Cina”, Lucky Kuswandi mengajak penonton dengan tradisi imlek yang sempat dilarang di Indonesia. Dengan gaya bercerita dialog tanpa banyak gambar, Lucky yang sudah memutar film-film pendeknya di sekitar 30 film festival di manca negara seperti 59th Cannes Film Festival (Short Film Corner) dan 32nd Seattle International Film Festival  tersebut banyak mengingatkan tentang perjalanan personal keunikan tradisi imlek baik jeruk mandarin, barongsai serta “tanggal merah” yang selama ini dinantikan. Film “A Letter of Unprotected Memories” ini membidik Imlek yang sempat 33 tahun dilarang oleh pemerintah dan hingga kini malah menjadi salah satu hari libur nasional.

Ucu Agustin, lulusan IAIN Jakarta yang saat ini mengelola sebuah komunitas audio visual “GambarBergerak” menjadi salah satu pembuat film yang langsung bersinggungan dengan keluarga korban tragedi Mei 1998. Film “Yang Belum Usai” banyak mengangkat tentang kesibukan keluarga Wawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya yang tewas dalam penembakan tragedy Semanggi Mei 1998. Ucu berhasil menangkap perjuangan Ibu Sri Sumarsih, ibunda Wawan yang hingga saat ini terus menuntut keadilan dan terus bertekad melanjutkan perjuangan putranya demi supremasi hukum di negeri ini. Bahkan tanpa diduga, Arif Triadi, ayah Wawan sempat menyaksikan film tersebut.

Selain itu, masih ada Wisnu Suryapratama dengan “Kucing 9808, Catatan (Mantan) Demonstran”, Herman Kumala Panca dengan “Televisi”, “Kemarin” karya Otty Widasari, “Huan Chen Guang” dari Ifa Isfansyah, “Bertemu Jen” oleh Hafiz, “Trip To The Wound” garapan Edwin serta “Sekolah Kami, Hidup Kamii” tentang pembongkaran kasus korupsi yang dilakukan oleh pihak sekolah di sebuah SMA di Solo oleh murid-murid kelas tiganya.

“Dengan film ini, kita tidak hanya merawat ingatan akan kejadian-kejadian itu, tapi bisa juga menimbang ulang apa yang bisa kita perbuat dalam kerangka gagasan yang serupa,” sambut Lisabona Rahman, manajer program Kineforum.

Selasa, 20 Mei 2008

Tangga Cinta Menuju Eropa

Apa yang teringat di benak kita saat mendengar kata Eropa? Pasti tidak jauh dari kata Perancis, Eiffel dan kiblat fashion dunia. Tak mengherankan memang untuk salah satu negara di benua Eropa ini menjadi pusat perhatian dan menjadi inspirasi bagi semua orang.

Termasuk bagi grup vocal Tangga yang sengaja membawa nuansa Eropa di album ketiga. Di album yang didistribusikan oleh Sony BMG tersebut, Tangga menyuguhkan tiga buah single berbahasa Perancis yaitu “Proloque, Je Veux Qu’on Me Comprenne, dan Arretez Vouz”. Tiga buah single ini ditulis oleh salah satu personil Tangga, Mohammed Kamga diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh temannya, Davina Aussiera.

Balutan khas lirik berbahasa Perancis ini seakan menjadi ciri khas bagi grup vocal yang terbentuk tahun 2003. Masih dengan perbedaan karakter yang dimiliki oleh masing-masing personil seakan malah makin menyelaraskan dalam satu kesatuan. Balutan musik tersebut tidak terlepas dari olahan tangan Harry Budiman yang sudah mengolah sejak album pertama Tangga.

Di album ketiga yang dipersembahkan untuk mengisi soundtrack film “Lost in Love” ini, grup vokal beranggotakan Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, Nerra Marlin dan Tahir  “Tata” Hadiwijoyo tersebut memberi sentuhan warna lain dibanding dua album sebelumnya. Di album pertama yang bertajuk “Tangga” (2005), mereka lebih suka bermain dengan warna pop R&B dan pop dance serta cenderung ke nuansa Amerika. Sedangkan di album kedua yang keluar tahun 2007 berlabel “Cinta Begini” lebih mengedepankan corak Asia termasuk khas Korea dan ballad.

“Warna musik di album ketiga ini justru lebih slow medium dengan aransemen berbeda di setiap lagu. Tiga buah overture yang bernuansa pop Eropa akan memberi ciri khas baik di album Tangga sendiri maupun blantika musik Indonesia,” ujar Kamga saat peluncuran album Tangga beserta film “Lost in Love” di Kamasutra CafĂ©, Crowne Plaza, Jakarta (21/5).

Lagu “Kesempatan Kedua” sengaja dijagokan untuk menjadi single pertama. Lagu yang sudah wara-wiri di berbagai chart radio maupun televisi musik ini bercerita tentang penyesalan yang begitu nyata terhadap sang kekasih. Sentuhan lembut dari masing-masing vokalis dan diselingi dengan rap khas Tata justru menambah rasa romantis dan kadang malah bikin bulu kuduk merinding.

Single yang ditulis oleh Johandi Yahya, produser Tangga ini makin lengkap dengan intro seruling dari Bang Saat. Begitu juga dengan aransemen musik dari Harry Budiman yang makin komplet dibalut tekanan piano Dennis Nussy. Pun dengan lagu “O..Teganya” yang dinyanyikan secara bergantian oleh masing-masing personil.

Satu lagu berbahasa Inggris juga turut disertakan dalam album yang berisi 13 single termasuk tiga insert berbahasa Perancis. Suara Kamga yang menyanyikan “Be My Wife” menambah manis terlebih lirik yang begitu dalam dan membuat pasangan makin romantis. Tantangan cinta masih dijelaskan oleh Tangga dengan “Cinta Tak Pernah Salah”. Single yang menjadi opening film tersebut masih bercerita cinta yang datang tanpa terpikir. Walau terkadang getir, tapi yang namanya cinta tetap mengalir.

“Saya ngefans banget dengan Tangga dan chemistry cerita novel “Lost in Love” yang merupakan sekuel dari “Eiffel I’m in Love” ini sangat nyambung dengan lirik lagu mereka. Oleh karena itu, saya meminta secara khusus kepada mereka untuk mengisi lagu dalam soundtrack ini secara penuh,” tutur Rachmania Arunita yang menulis scenario sekaligus sutradaranya.

Grup vokal yang mengisi soundtrack film sudah lumrah berlaku di pasaran. Namun ini menjadi kelemahan Tangga yang menulis lirik berdasarkan cerita. Masih teringat dengan grup vokal D’Cinnamons yang memberikan singlenya menjadi soundtrack film Cintapuccino. Hal ini justru membuat nilai tawar sekaligus kualitas musiknya diperhitungkan oleh pasar sehingga patut mengiringi musik sebuah film. Namun, Tangga malah berbuat sebaliknya.

Beruntung Tangga telah memasukkan lirik mengesankan berbahasa Perancis. Sehingga memberi nilai lebih (value added) bagi musiknya. Mereka bahkan belajar mati-matian bahkan perlu waktu dua jam hanya untuk melafalkan kalimat dalam beberapa baris saja. Salut!!

Minggu, 18 Mei 2008

Ketoprak Kwitang

Abis sholat dhuhur, perut terasa lapar banget. Jadi inget ama Aal & Syaamil pas kopdar dulu. Terlebih Aal yang nraktir kita-kita makan ketoprak di pinggir jalan depan TB. Walisongo & Masjid Al A'raf Kwitang.

Habis makan, gue iseng berujar ama tukang ketoprak. "Koq sepi banget bang??tanyaku. Eh, ga nyangka tukang ketoprak itu ngobrol panjang lebar ampe ashar tiba.

Dia orang Magelang, udah 15 tahun berjualan ketoprak. Trus dia cerita tentang istri & ketiga anak perempuannya di desa. Istrinya merupakan teman kerja saat menajdi buruh di sebuah toko tahun 1992 di Jakarta bersama orang Cina. Untung banget, cukong tersebut baik banget. Mulai dari meminjami uang untuk resepsi nikah, biaya pengobatan mertua hingga kado pernikahan.

Bapak tsb kenal dengan Nur (nama istrinya) cukup kenal saja. Saat menjelang lebaran tahun 1992, bapak yang aku tidak menanyakannya tsb mengajak untuk pulang bersama. Namanya wong ndeso, jadi sama-sama merantau untuk pulkam saat lebaran, enaknya barengan. Waktu itu, bapak tsb menemani hingga ke rumah Nur di Purwokerto. Nginep semalam, bapak yg pede aja tsb ditanya ama keluarga Nur.

"Kamu ini siapa-nya Nur,teman atau apa?

"Sudah berapa lama kenal?

"Rumahmu mana?

dan sederet pertanyaan yg bikin gelagapan.

Sontak saja bapak tsb hanya terdiam & mengaku hanya teman kerja saja. Lantas, keluarga yg sudah suka dengan bapak tsb malah meminta keluarganya untuk meminang Nur. Gubrak!! kenal baru seminggu malah disuruh ngelamar. Alhasil, dalam waktu tiga bulan kemudian mereka menikah dengan uang pinjaman 5juta dari cukong tsb.

Rekan kerja mulai dari tukang koran, penyapu jalanan, tukang bakso hingga cukong tsb memberi kado perlengakapan rumah tangga. Hingga bapak Ketoprak tsb & Nur hanya datang membawa badan saja. So sweet!!!

Selasa, 13 Mei 2008

Asal Mula Origami

Dari dulu, gw terobsesi dengan negeri Matahari Terbit, Jepang. Di situ ada budaya yang sangat kugemari, yaitu origami. Nah, ternyata, seni melipat kertas ini memiliki sejarah (asal mula). Begini ceritanya..
Bangau kertas, merupakan salah satu desain origami yang populer. Dan lagi legenda yang mengatakan bahwa; barang siapa yang melipat 1000 bangau kertas, harapannya akan terpenuhi. Origami ini menjadi simbol perdamaian salah satunya karena legenda ini & karena seorang gadis Jepang bernama Sadako Sasaki.

Dia merupakan salah satu korban bom atom "Hiroshima" seorang hibakusha--an atom bomb survivor. Sadako berumur 2 tahun saat bom itu jatuh; 6 Agustus 1945. Saat berumur 11 tahun, ia terjatuh dan kemudian didiagnosa terkena penyakit efek dari bom atom; Leukimia. Ia meninggal tahun 1955, saat berumur 12 tahun.

Origami cara membuat burung kertas
Sebelumnya, Sadako mendengar ttg legenda "Bangau Kertas" dari seorang sahabatnya dan memutuskan untuk membuat 1000 bangau kertas; --Senbazuru Orikata. Sadako berharap hidupnya akan kembali & dia akan sembuh. Ia menghabiskan waktu 14 bulan di rumah sakit, dan telah melipat 642 bangau kertas sebelum kemudian meninggal 25 Oktober 1955, saat berumur 12 tahun. Dia melipat apa saja termasuk kertas pembungkus obatnya demi harapan akan kesembuhannya.

Kisah ttg Sadako telah banyak diceritakan dalam buku dan film. Dalam salah satu versi, Sadako menulis Haiku. Berikut salah satu Haiku (puisi) yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris;
"I shall write peace upon your wings, and you shall fly around the world so that children will no longer have to die this way."

Dalam cerita versi lain; teman2 sadako melanjutkan melipat bangau kertas yang tak selesai hingga Sadako dapat dikuburkan bersama 1000 bangau kertas.

So sweet!

Di Hiroshima terdapat patung Sadako Sasaki memegang bangau emas. Di monumen itu tertulis sebaris kalimat: "Inilah jeritan kami. Inilah doa kami. Damailah di bumi."

Selasa, 06 Mei 2008

Pelajaran Dari Sopir Taksi

Waktu mo liputan ke Kelapa Gading, jumat kemarin, aku dapat ngobrol ama supir. Ternyata daripada bengong di mobil, ga enak jg. Mendingan ajak ngobrol, mengalir aja. Supir tsb dari Malang, gw lupa dr daerah mana.

Supir tsb menikah thn 1978 dan dapat istri orang Solo. Sekarang sudah dikaruniai tiga org anak. Yang gede, udah lulus sma. Tp sekarang lg stress. Gara-gara ga bs ngelanjutin kuliah & ga diterima kerja spt teman2nya. Yg kedua cewek, tp msh smp. Katanya, anak ini centil & udah pingin nikah. Msh kecil koq udah mau nikah?? kepepet ekonomi atau ada apa?? bapak supir tsb hanya geleng2 kepala.

Yg ketiga blm sempat diceritakan. Tp kl yg pertama, satu keinginan yg tdk tercapai adalah ingin bersalaman dgn KH.Zainuddin MZ. Wah, gmn ya?? dtg aja k rmhx/ kl ada tablig akbar kali..

Yg jd mslh, istrinya ternyata ga mau kerja. Hanya mau menunggu di rmh & menengadahkan tangan. Kl dah d rmh, ngomel2 melulu. Kirain dapat org Solo tuh lemah lembut, ternyata sama saja, malah lemot. Ini pikiran bapak supir itu looo..

Sepanjang perjalanan, kami ngobrol terutama masalah hidup. Bapak itu jg udah trauma mau kredit taxi. Dulu udah pernah & tinggal setahun. Ternyata ga jd, gara-gara mobil taxinya ditarik ama distributor, ada kegagalan produk gt. Terus ngobrol soal kerjaan, jd apa aja hingga jadi supir taxi. Krn sebel dgn istri, dia sampe ga plg. Parahnya, kl g pny & g ingat anak, istrinya pasti ditinggalin. Mau cari lg...(deg!!)

"Makanya kalo cari istri tuh yg bener," pesan bapak supir sambil aku kasih uang 30rb sampe di Kelapa Gading.

Senin, 05 Mei 2008

Bus Mewah Berfasilitas Wah

UTAMAKAN KENYAMANAN, Cyber Bus yang menjadi perpaduan antara teknologi informasi dan transportasi. Kabinnya lega, lengkap dengan sofa, kamar mandi, dan internet.

LUPAKANperjalanan darat yang bosan dan melelahkan.Kini ada Cyber Bus,moda transportasi yang menggabungkan entertainment,kantor,dan kenyamanan laiknya berada di rumah.



Tak berlebihan bila Perusahaan Otobus (PO) Nusantara menyebut Cyber Bus sebagai Omah Mlaku (rumah berjalan). Selain mengusung kenyamanan seperti di rumah sendiri,bus tersebut dibekali pula dengan perangkat mobile officeagar pengguna dapat melakukan aktivitas pekerjaan selama di perjalanan.

”Sejauh ini, sasaran utamanya adalah korporasi dan instansi pemerintah,” ujar Direktur PO Nusantara Handojo Budianto saat ditemui SINDO di Kudus.



Menurut dia, bus bertarif Rp5 juta per hari ini sudah fullbooked hingga Mei 2008 mendatang. Selain untuk berwisata atau tur, bus tersebut acap digunakan pula untuk event khusus internal, hingga menempuh perjalanan antarkota atau ke kantor cabang perusahaan.

”Banyak juga yang memesan untuk menservis tamu perusahaan, atau bahkan keluarga direksi sendiri,”paparnya. Apa saja fasilitas yang tersedia? Di dalam bus, ada ruang rapat yang bisa menampung sekitar 10 orang.Di sana ada tiga meja kerja,lima sofa,dan dua kursi putar.



Saat bus sedang berjalan,pengguna dapat mengakses teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) atau 3.5G yang memberikan layanan data/ internet dengan kecepatan hingga3,6 Mpbs. Kecepatan ini lebih dari cukup bagi delapan laptop sekaligus melakukan video conference melalui webcam maupun Voice over Internet Protocol (VoIP).

Layanan 3.5G ini juga bisa mengakses Virtual Private Network (VPN) seperti fasilitas intranet perusahaan,sertaakses e-mail perusahaan,baikmelalui exchange servermaupun POP3.Jika bus ini melewati daerah yang belum dilayani 3.5G,secara otomotis akses akan berpindah ke layanan GPRS/EDGE.

”Bus ini adalah jawaban terhadap kebutuhan para eksekutif atau pelaku bisnis yang bermobilitas tinggi,” ujar Handojo.”Mereka tetap bisa online, terhubung dengan kantor kendati ada di perjalanan,”paparnya.

Penumpang bisa mencarter bus ini dengan tujuan mana saja.Handojo juga mengakui bahwa permintaan dari Jakarta sangat banyak.Kendati demikian, untuk sementara ini,dia memfokuskan pada rute-rute yang kondisi jalannya bagus dan tidak banjir.



”Takutnya, kalau dipaksakan bakal merusak mesin bus,”ujarnya. Ilyas Sugihartanto mengaku kagum saat mencoba bus ini untuk pertama kali. Lelaki asal Batu, Malang, yang sudah delapan tahun menetap di Kudus ini sudah dua kali merasakan kenyamanan Cyber Bus. ”Asyik sekali. Tidak terasa guncangan meski jalanan berlubang,” ucap Ilyas saat mencoba konektivitas internet di bus tersebut.

Menurut Handojo,transportasi darat punya peluang bisnis besar. ”Bukan sekadar transportasi massa, saya ingin mewujudkan kendaraan yang memiliki faktor kenyamanan. Caranya, dengan dibenamkan berbagai fasilitas pendukung,”paparnya.

Angan Handojo juga tak berhenti sampai di situ.Ke depannya,dia sudah menyiapkan konsep lagi. Antaralain bus honey moon untuk pasangan muda, di mana desain tempat tidurnya diubah di tengah badan bus sehingga lebih lebar.