Kamis, 12 Mei 2016

Toyota Perkirakan Laba Turun

 

toyota

Toyota memeringatkan laba bersih tahunan akan turun sepertiga akibat penguatan yen dan pelambanan pertumbuhan China dan pasar negara berkembang.

Penurunan laba pertama kali bagi Toyota sejak lima tahun terakhir ini diperkirakan mencapai 1,5 triliun yen (US$ 13,8 miliar) untuk tahun keuangan yang berakhir Maret 2017.

Laba tersebut turun 35 persen dari rekor laba bersih yang dicapai sebelumnya 2,31 triliun yen. Penjualan tahun ini juga akan turun hampir tujuh persen meski Toyota mengharapkan mampu menjual lebih banyak unit secara global.

Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan, penurunan laba tidak memerhitungkan dampak penutupan pabrik terkait gempa mematikan di Jepang bulan lalu. Penurunan hanya disebabkan penguatan yen karena Toyota juga banyak melakukan bisnis di luar negeri.

“Penguatan pendapatan selama beberapa tahun terakhir juga didorong nilai tukar. Tapi kami menyadari kecenderungan ini telah berubah signifikan,” katanya.

Yen telah melemah tajam sejak akhir 2012 ketika Perdana Menteri Shinzo Abe meraih kekuasaan dan berjanji meningkatkan perekonomian yang tumbuh lamban.

Kenaikan pendapatan bagi Toyota dan perusahaan automotif lainnya seperti Honda dan Nissan hanya diuntungkan dari repatriasi dana asing yang mengimbangi pelemahan yen.

Beberapa bulan terakhir pasar ekuitas stabil sehingga mendorong investor menyimpan mata uang sebagai investasi yang aman.

“Penjualan di Amerika Utara yang kuat dan keuntungan dari kurs mata uang menjadi keuntungan bagi industri automotif Jepang ini tahun lalu. Namun sekarang telah berubah,” kata analis SMBC Friend Research Center Shigeru Matsumura.

Toyota juga akan membeli kembali saham (buyback) sekitar 500 miliar yen. Tujuannya ingin memerkuat kinerja dan mengatur dominasi kekuasaan pemegang saham.

Saat ini, penjualan periode terbaru naik di pasar utama seperti Amerika Utara namun turun di Jepang, Eropa, dan Asia. “China dan negara-negara berkembang lainnya menunjukkan risiko pelambanan,” kata Toyoda.

Permintaan mobil Jepang di Amerika Serikat meningkat karena suku bunga rendah meski kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini bisa meredam penjualan.

Pelemahan permintaan di pasar negara berkembang seperti Thailand dan Indonesia juga mengancam laba bersih perusahaan.

 

Perusahaan dan produsen mobil lainnya saat ini juga masih bergulat dengan biaya terkait skandal besar pemasok kantong udara (airbag) Takata.

Hingga kini skandal tersebut menewaskan 13 orang dan puluhan orang luka-luka secara global. Masing-masing produsen kendaraan menarik unitnya karena tak ingin mengecewakan pelanggan.

Analis Rakuten Securities Yasuo Imanaka mengatakan, dampak keuangan bagi produsen mobil Jepang akan relatif kecil. Industri ini masih menghadapi jalan berbatu.

“Apresiasi yen baru-baru ini menjadi perhatian. Namun permintaan yang meningkat di Amerika Utara bisa menjadi momentum. Apalagi pasar domestik stagnan dan begitu juga penjualan di negara berkembang. Ini akan menjadi tahun yang sulit,” katanya.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com

Senin, 09 Mei 2016

Face Book Gugat Facebook

Sumber foto: Youtube.com

Sumber foto: Youtube.com

Perusahaan jejaring sosial Facebook telah memenangkan gugatan terhadap kasus merek dagang di China, Face Book. Face Book merupakan perusahaan produk minuman dan keripik kentang yang memiliki hak paten sejak 2014.
Facebook digugat dan pengadilan memerintahkan pejabat setempat mencabut keputusannya dan mengembalikan masalah ke dua perusahaan itu.
Namun perusahaan China mengajukan banding meski Pengadilan Tinggi Beijing menguatkan putusan awal (masih memenangkan Facebook).
Pengadilan Zhongshan Pearl River dari Provinsi Guangdong selatan menyatakan, seharusnya tidak mengizinkan perusahaan mendaftarkan merek dagang dengan kemiripan nama.
“Ini bertentangan dengan nilai intrinsik dan mengganggu ketertiban pendaftaran merek dagang jika pemohon ingin mendaftarkan sejumlah merek dagang terkenal demi mencari keuntungan bisnis,” kata pernyataan pengadilan.
Facebook tidak memberikan komentar segera. Saat ini situs jejaring sosial Facebook masih diblokir di China, termasuk layanan Google dan Apple. China memiliki sensor yang dijuluki Great Firewall.
Kasus serupa pernah terjadi pada Apple. Perusahaan tas memakai merek iphone untuk seluruh tas buatannya. Apple yang baru mematenkan iPhone pada 2007 dianggap kalah karena perusahaan China tersebut lebih dulu mematenkan iphone meski hanya untuk produk tas.


via didikpurwanto.com

Twitter Tutup Akses Intelijen AS

 

Pengguna ponsel sedang berada di depan logo Twitter. Sumber foto: today.com

Pengguna ponsel sedang berada di depan logo Twitter. Sumber foto: today.com

Twitter telah melarang badan-badan intelijen Amerika Serikat mengakses layanannya secara real time meski telah terbukti bermanfaat untuk memerangi terorisme.

Wall Street Journal melaporkan dari seorang pejabat senior intelijen AS yang mengatakan, Twitter tampak khawatir karena tampil terlalu nyaman dengan intelijen.

Twitter memiliki lima persen saham di Dataminr, sebuah perusahaan yang mampu menganalisis algoritma dan alat lokasi untuk mengungkap pola di antara cuitan (tweet). Ini alat ampuh untuk memetik informasi dari aliran obrolan di Twitter.

Dataminr satu-satunya perusahaan yang dimiliki Twitter dan berwenang mengakses seluruh aliran cuitan Twitter dari publik dan menjualnya kepada klien.

Langkah itu tidak diumumkan dan koran Wall Street Journal mengutip pejabat intelijen dan orang-orang yang akrab dengan masalah.

Eksekutif Dataminr baru-baru ini mengatakan kepada badan intelijen AS. Twitter tidak ingin Dataminr terus memberikan pelayanan kepada intelijen.

Dataminr pernah memberitahu pihak berwenang AS terhadap serangan November di Paris, tidak lama setelah serangan itu dimulai. Hal ini nantinya juga akan berguna untuk mengakses informasi serangan kelompok Negara Islam, krisis politik Brasil, dan agenda negara lainnya.

Twitter mengatakan sebagian besar masyarakat dan pemerintah AS dapat meninjau akun publik sendiri, seperti pengguna lainnya.

Saat ini perusahaan teknologi AS berhadapan dengan pemerintah, khususnya terkait memerangi terorisme.

Awal tahun ini, FBI membayar lebih dari US$ 1 juta (Rp 13,2 miliar) kepada pihak ketiga untuk membongkar celah masuk ponsel iPhone. FBI ingin menginvestigasi salah satu penembak dalam pembunuhan di San Bernardino, California.

Namun Apple menolak membantu pihak berwenang untuk membongkar celah keamanan tersebut. Raksasa teknologi kini khawatir atas keamanan digital dan privasi pengguna.

Bisa jadi ini menjadi alasan bagi China untuk memblokir layanan Facebook, Twitter, hingga layanan iTunes dan iBooks milik Apple.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com

Senin, 02 Mei 2016

Pertama Kali, Penjualan iPhone Turun

apple_logo

Apple pertama kali melaporkan penurunan penjualan iPhone sejak merilis ponsel cerdas pada 2007. Penurunan penjualan berdampak ke pendapatan dan laba.

Penjualan iPhone hingga kuartal I-2016 turun 16 persen menjadi 51,19 juta unit dibandingkan periode sama tahun lalu 61,17 juta unit. Laba bersih juga tertekan dari US$ 13,6 miliar menjadi US$ 10,5 miliar.

Pendapatan perusahaan juga turun pertama kalinya sejak 2003 dari US$ 58 miliar menjadi US$ 50,6 miliar. Saham Apple langsung turun lebih dari delapan persen menjadi US$ 95,90 per saham.

CEO Apple Tim Cook mengatakan, penurunan akan cepat berlalu. Analis menyatakan, penurunan tidak mengejutkan saat pasar ponsel cerdas global jenuh.

“Setelah ekspansi sejak 2007-2011, Apple mendekati kejenuhan. Banyak dari pemilik iPhone hanya memertahankan satu ponselnya atau memiliki ponsel Android dari perusahaan kompetitor,” kata analis Jackdaw Research Jan Dawson.

Ia menilai, Apple berhasil mendongkrak penjualan di pasar yang memiliki pertumbuhan lambat pada model ponsel dengan layar besar tapi itu tidak jelas apakah bisa mendapatkan momentum kembali.

Pendapatan dari penjualan Apple di China turun 26 persen menjadi US$ 12,5 miliar namun turun 56 persen di India. “(Pasar) China tidak lemah,” kata Cook.

“Kami mungkin tidak memiliki beban yang kita inginkan tapi itu jauh lebih stabil dibandingkan apa yang saya pikirkan sebelumnya.”

1-iphone-6

Cook menilai, sebagian besar penurunan pendapatan berasal dari China daratan karena dampak penguatan dolar AS. Cook melihat potensi penjualan di India. Ia berharap kenaikan penjualan di sana.

Untuk mengantisipasi pelambanan penjualan, Apple mengubah fokusnya dengan meningkatkan jumlah pengguna layanan. Misalnya Apple Music, iTunes, Apple Pay, dan App Store. Pendapatan dari layanan tersebut mencapai rekor baru yakni hampir US$ 10 miliar. “Kami telah mengembangkan bisnis yang sangat besar dan menguntungkan di bidang layanan,” katanya.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com

Minggu, 01 Mei 2016

Bisnis Mitsubishi Semakin Suram

mitsubishi

Profesor bisnis di Universitas Hitotsubashi, Hideyuki Kobayashi mengatakan, masa depan kinerja Mitsubishi Motors tergantung keseimbangan bisnis setelah kasus kecurangan tes bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraannya.

Kasus tersebut menempatkan perusahaan ke titik terendah. “Saya benar-benar berpikir masa depan Mitsubishi Motors suram. Anda sangat konyol membeli mobil Mitsubishi setelah ini (skandal) meski ini bukan pertama kali terjadi,” katanya yang sempat menulis buku tentang perusahaan namun menyembunyikan kasus itu.

Pada 2005, produsen SUV Outlander dan Lancer ini sempat di ambang kebangkrutan setelah menemukan cacat kendaraan sehingga memicu kecelakaan fatal.

Kelompok Mitsubishi sempat memberikan dana talangan untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Namun dalam skandal ini, kemungkinan perusahaan akan mendapat denda besar, tuntutan hukum, dan biaya kompensasi pelanggan.

Skandal ini mencuatkan beberapa perusahaan Jepang yang terindikasi mengalami kemunduran bisnis. Hal ini disebabkan pengawasan kinerja sangat lemah.

Analis menilai, pemerintah mendesak perusahaan yang terkena skandal segera memerbaiki tata kelola kinerjanya sehingga tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Presiden Mitsubishi mengakui pekan ini keberadaan perusahaannya berisiko namun pemegang saham tetap berniat membantu. “Mitsubishi Motors telah berdiri begitu lama. Namun kejadian ini sangat mengecewakan,” kata Kepala Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Shunichi Miyanaga yang memegang lebih dari 12 persen saham Mitsubishi.

“Kami harus berpikir tentang citra merek Mitsubishi Group, tanggung jawab sosial, dan akuntabilitas kinerja.”

Mitsubishi juga harus bernegosiasi terkait kemungkinan membayar kerusakan kepada mobil Nissan. Setengah dari beberapa produksi 625 ribu unit yang terdampak, khususnya yang dijual di Jepang diproduksi untuk Nissan. Kasus ini memerpanjang skandal tidak hanya bagi produksi Mitsubishi namun juga perusahaan lain.

Pekan ini Mitsubishi mengaku akan memerbaiki skandal yang telah terjadi dan terus mendata dampak skandal di luar negeri. Namun kemungkinan dampaknya meningkat.

Karyawan yang enggan disebut namanya sempat ditekan untuk memalsukan data agar kendaraan terlihat efisien bahan bakar. “Kami tidak memiliki gambaran lengkap tentang kompensasi yang harus dikeluarkan perusahaan terhadap skandal ini. Semua mobil Mitsubishi di jalan sekarang bisa meminta biaya kompensasi yang besar,” kata analis senior Tokay Tokyo Research Institute Seiji Sugiura.

Perusahaan yang menjual sekitar satu juta unit kendaraan secara global tahun lalu ini belum menjadi pesaing baik dari Toyota maupun Honda. Namun akibat skandal, penjualan Mitsubishi di Jepang telah anjlok hampir setengahnya dan kerusakan reputasi mengancam kinerja keuangan perusahaan.

Sumber: AFP

 



via didikpurwanto.com

Twitter Merugi, Investor Skeptis

Photo by: telegraph.co.uk

Photo by: telegraph.co.uk

Twitter masih membukukan kerugian pada kuartal I-2016 mencapai US$ 80 juta. Namun kerugian tersebut masih lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 162 juta.

Pendapatan Twitter melonjak 36 persen menjadi US$ 595 juta. Namun pendapatan tersebut masih lebih rendah dibandingkan prediksi analis.

“Hasil yang kurang menarik di kuartal pertama memicu investor cenderung skeptis,” kata analis CRT Sterne Agee.

Jumlah pengguna Twitter kali ini bertambah tipis dari 305 juta menjadi 310 juta. Twitter mengklaim memiliki cara mengukur pengguna aktif lebih baik, bukan dari pesan singkat yang dikirimkannya tapi jumlah tersebut sebenarnya turun dari kuartal IV-2015 mencapai 320 juta.

Saham Twitter kembali anjlok lebih dari 13 persen menjadi US$ 14,36 per saham, memerluas kemerosotan selama dua tahun terakhir.

Harga saham perdana Twitter saat IPO November 2013 mencapai US$ 26 dan sempat melonjak menjadi US$ 60 pada bulan berikutnya. Namun setelah itu terus merosot.

CEO Twitter Jack Dorsey yang kembali memimpin perusahaan menjanjikan layanan baru untuk meningkatkan pertumbuhan dan keterlibatan pengguna. “Seperti yang kita jelaskan pada kuartal terakhir lalu, kami akan fokus apa yang terbaik dari Twitter,” kata Dorsey.

“Twitter selalu menjadi tempat terbaik untuk melihat apa yang terjadi sekarang. Apakah itu berita, hiburan, olahraga, atau topik sehari-hari. Hanya Twitter yang memungkinkan Anda terhubung dengan orang-orang di mana saja di dunia dengan percakapan langsung.”

Profesor manajemen strategis di Warwick Business School Sotirios Paroutis mengatakan, acara eksklusif secara langsung, kolaborasi, dan pemasar menarik menjadi bahan penting untuk menerapkan lonjakan pengguna dan pendapatan Twitter.

Analis eMarketer Debra Williamson mengatakan, streaming pertandingan sepakbola gratis akan menjadi langkah berani, khususnya jika Twitter ingin mendongkrak pengguna. Apalagi Twitter memiliki Periscope yang memungkinkan pengguna menyiarkan video gratis.

Sumber: AFP



via didikpurwanto.com

Senin, 25 April 2016

Tas Kreasi Karung Goni

20160420_170914

Berbisnis memerlukan kejelian melihat peluang yang datang. Begitu pula yang dilakukan Ernina Hermina Kamil yang menggeluti bisnis karung goni dan blacu.

Selama ini karung jenis ter­sebut hanya digunakan untuk mem­bungkus beras atau kacang-kacangan dalam jumlah banyak. Namun bagi Ernina, karung goni dan blacu bisa diubah menjadi sebuah tas cantik berdaya guna tinggi.

Ernina men­jahit dan membuat kreasi, karung goni yang lusuh dan kotor menjadi menarik dan bernilai tambah. Nina–sapaan ­Ernina– menemukan pe­luang berbisnis kreasi karung goni pada awal tahun 2000. Ia melihat ba­nyak karung goni dan blacu di pasar tradisional dibuang cuma-cuma.

Awalnya, ibu satu anak ini tak ­sengaja memungut helaian karung. Karung ter­sebut kemudian dibersihkan dan dijahit hingga membentuk sebuah tas. Setelah dinilai layak digunakan, tas karung goni dibawa untuk bekerja. Kebetulan Nina anti menggunakan kantong plastik untuk tempat barang bawaan.

“Tidak disangka orang-orang kantor suka. Akhirnya saya membuat agak banyak,” kata Nina.

20160420_170400

Menurut Nina, mayoritas penggemar tas goni ­buatannya Warga Negara Asing (WNA), khususnya Jepang yang bekerja di kantornya. Tak banyak yang mereka pesan, paling tidak satu orang memesan lima buah.

Melihat masa depan usaha ini cukup baik, Nina mendirikan sebuah badan usaha dengan nama Nina Kreasi Bag and Craft. Dengan modal sekitar Rp 10 juta, Nina memproduksi hanya sekitar 40 buah tas dengan model dan motif berbeda.

Seiring perjalanan waktu, kini Nina mampu memproduksi 50 hingga 80 buah tas sehari di­bantu dua orang penjahit dan seorang anaknya. Dengan menyasar pangsa pasar kelas bawah dan menengah, tas buatannya dibanderol dengan harga relatif terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 185 ribu.

Meski terjangkau, Nina tidak mengabaikan kualitas. Setelah dijahit, biasanya Nina melakukan pengecekan kembali. Hanya tas dengan nilai penyelesai­an terbaik yang akan dijual. “Jadi tidak sembarang jahitan. Semua harus saya cek kerapiannya,” ujar dia.

Tas karung goni dan blacu ini memiliki nilai guna yang tinggi. Selain bisa membawa barang dalam jumlah besar dan banyak, tas ini telah teruji kekuatannya dan mampu bertahan hingga bertahun-tahun.

Keunggulan utama tas berbahan goni dan blacu ini saat memasuki umur 10 tahun akan mudah terurai. “Tas ini tanpa bahan kimia berbahaya dan sa­ngat ramah lingkungan. Selain itu tidak menimbulkan racun ketika terurai,” katanya.

Walau berdiri sejak 2004, Nina baru serius menjalankan usaha ini tiga ­tahun terakhir. Selain memiliki gerai di Jalan Baranangsiang, Bandung, Nina mulai memasarkan tas buatan­nya dengan mengikuti bazar dan pameran Inacraft.

Kini usaha kecil-kecilan itu mampu meraup omzet hingga Rp 7 juta per bulan. Bahkan setiap mengikuti bazar dan pameran, omzet tambahan mencapai Rp 5 juta. “Alhamdulillah, masih mendapat tempat di hati pengunjung,” katanya.

==

Respons Pasar Masih Kurang

Berbisnis barang tidak mo­dern dan daur ulang sangat sulit di­terima pasar besar. Di Bandung, Jawa Barat, tas karung goni dan blacu milik Nina masih minim peminat.

Nina mengatakan, tantangan terbesar usaha ini, penerimaan pasar terhadap produk daur ­ulang masih kurang. Belum lagi di­gempur barang-barang bermerek terkenal meski berharga mahal. “Kebetulan warga Bandung juga masih bersifat konsumtif. Asal bermerek pasti dibeli walau kualitas nomor dua,” katanya.

Tahun pertama usaha, Nina pesimistis produk alami dan daur ulang buatannya akan diterima pasar. Baru setelah pemerintah mencanangkan diet kantong plastik, tas karung goni dan blacu milik Nina menjadi sasaran utama. “Alhamdulillah sudah mulai banyak yang peduli lingkungan,” katanya.

Untuk mengedukasi ma­sya­rakat terhadap produk ramah lingkungan, Nina menggencarkan penjualan dengan mengikuti berbagai bazar dan pameran. Bahkan rencananya, Nina akan menyasar pasar internasional, khususnya Jepang.

Negara ini menjadi perhatian utama sebab sebagian besar penduduknya menyukai barang daur ulang dan ramah lingkungan. Dia ingin menunjukkan, produk Indonesia memiliki daya saing tinggi. “Mereka harus melihat sendiri kua­litas jahitannya tidak kalah dengan mesin jahit modern,” ujarnya.

Apalagi di pameran Inacraft, tas karung goni dan blacu buatannya banyak diapresiasi pelancong, khususnya warga negara Jepang yang sangat antusias dengan produk alami. “Mereka senang sekali dan pernah bilang ini handicraft yang se­sungguhnya,” kata dia.

Untuk menambah penghasilan, Nina juga menerima pesanan sesuai keinginan pe­langgan. ­Biasanya pesanan untuk acara-acara ter­tentu, seperti ­pernikahan, seminar, atau ­acara adat.

Ke depan Nina akan memproduksi lebih banyak produk dengan motif beragam. Dalam waktu dekat Nina akan membuat tas punggung berbahan goni de­ngan sasaran kawula muda.

 

Profil:
Nina Kreasi Bag and Craft
Nama : Ernina Hermina Kamil
Kontak: 0817210775
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 14 Juli 1966
Pendidikan Terakhir : Pendidikan Akademi Sekretaris Santa Angela Bandung
Pekerjaan: Karyawan Yayasan Komatsu

20160420_170320



via didikpurwanto.com