Senin, 28 Desember 2015

OPPO R7s, Ponsel Asyik Performa Unik

r7s

OPPO kembali merilis ponsel terbaru di penghujung tahun 2015, OPPO R7s. Ponsel ini diklaim memiliki performa unik. Seperti apa?

Berhubung saya lahir pada tanggal 7, saya akan menyebutkan 7 alasan kenapa ponsel ini layak Anda miliki.

1. Desain Mewah

Ponsel ini dirancang berukuran 151,88 mm (tinggi), lebar 75,4 mm, ketebalan 6,95 mm, dan berat 155 gram.

Ponsel ini akan ringan ditenteng dan memberikan kesan mewah karena ketipisannya dan bezel berupa logam di sekeliling ponsel.

Bila dimasukkan saku, OPPO R7s tak akan bengkok meski sangat tipis. Ketangguhan ponsel ini sudah teruji.

Ada dua pilihan warna dalam ponsel ini yaitu gold dan rose gold. Pilihan gold akan cocok bagi maskulin dan rose gold akan familiar dengan feminin.

suka yang mana

Kesan itu ditambah dengan balutan metalik beludru yang makin menambah ketangguhan ponsel sekaligus menjadikan ponsel ini amat mengagumkan.

Layar yang sudah mengadopsi 2,5D akan mengesankan dan menyenangkan untuk dipandang. Soal diajak pamer ke teman, ponsel ini bisa diajak tandingan.

2. Pengisian Daya Cepat

Sebagai blogger, saya tentu memerlukan ponsel yang memiliki ketahanan baterai demi mendukung aktivitas harian yang super padat. OPPO R7s sangat mengerti kebutuhan konsumen dengan menyertakan kapasitas baterai 3.070 mAh.

OPPO R7s juga mengusung teknologi VOOC Flash Charge yang memungkinkan pengisian daya hanya lima menit namun bisa digunakan untuk menelpon dua jam.

charge

3. Kecepatan Maksimal

Sebagai blogger tentu menuntut pekerjaan multitasking sehingga memerlukan ponsel yang mampu kecepatan tinggi. OPPO R7s memiliki RAM berkecepatan 4GB dilengkapi prosesor delapan inti.

RAM dengan jumlah tersebut tidak akan memicu ponsel hang atau lag atau berhenti mendadak atau mati mendadak saat digunakan membuka aplikasi yang banyak.

Dengan RAM tinggi juga memercepat pengunduhan dokumen baik video atau foto.

ram baru

4. Performa Unik

OPPO R7s memiliki layar tepi lengkung yang memudahkan saat menggenggam. Layarnya memiliki ukuran 5,5 inci sehingga sangat nyaman digunakan untuk melihat fitur hiburan seperti film, video rekaman, dan lainnya.

Bezel ultra tipis mencapai 2,2 mm seakan tak ada celah untuk layar dengan tepian ponsel. Kita akan mendapatkan kenyamanan dalam menikmati fitur hiburan di ponsel ini.

tipis

5. Kualitas Gambar

OPPO R7s memiliki kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel.

Bagi yang hobi selfie, ponsel ini memiliki fitur Beauty 3.0 untuk selfie mengagumkan. OPPO R7s juga memiliki beragam filter, double exposure, Ultra HD, hingga kemampuan pengambilan gambar defisini tinggi pada kondisi cahaya remang.

hasil kamera

Hasil foto dari Oppo R7s (kiri) dan ponsel lain (kanan)

Ponsel ini sangat dibutuhkan karena fiturnya tak dimiliki ponsel lain. Lensa definisi tinggi ini hanya dimiliki fitur kamera setingkat DSLR.

foto r7s ok

6. Minimalis Fantastis

Biasanya ponsel Android akan menyajikan antarmuka seragam di ponsel apapun. Namun OPPO R7s memiliki antarmuka ColorOS 2.1 yang menjanjikan lebih cepat, lebih mulus, lebih bagus, dan menarik.

Antarmuka ini tak akan menyulitkan pengguna akibat tata letak ikon antarmuka Android yang cenderung berantakan. OPPO R7s menjanjikan kecepatan 30 persen lebih tinggi akibat antarmuka ini.

Agar tidak lag, ponsel ini memiliki fitur pembersihan otomatis sehingga memori lebih efisien.

Color-OS ok

7. Kebebasan Memilih

Saat ini belum banyak ponsel yang menyediakan slot dual kartu LTE yang memungkinkan pengguna bisa memilih operator yang disukai, biasanya terkait paket data atau telepon.

Dengan kecepatan 4G akan memungkinkan pengguna melakukan streaming berkecepatan tinggi dan akses media sosial tak terbatas, asal ada paket datanya.

Sebagai blogger yang butuh kecepatan tinggi, fitur ini memberikan kebebasan memilih, termasuk urusan kapasitas ROM 32 GB yang dapat diekspansi hingga 128 GB. Kapasitas yang lega tersebut memungkinkan kita mendapat kemudahan menyimpan semua foto, video, dan musik serta fasilitas hiburan atau menunjang pekerjannya lainnya.

dual sim

Jadi, dengan segudang fitur unik tersebut akan memudahkan pengguna dalam beraktivitas asyik. Apalagi setelah dapat bonus akhir tahun, ponsel OPPO R7s layak dipertimbangkan untuk dimiliki sebagai gadget paling pas menemani tahun baru. Menarik, kan?

Spesifikasi

blog contest



via didikpurwanto.com

Ketinggalan di Bandara Hong Kong

ollie 1

Perjalanan wisata tentu menyisakan sejuta kenangan, baik duka maupun kebahagiaan. Kenangan itu bisa kita jadikan pembelajaran di masa mendatang.

Begitu pula yang ku alami saat perjalanan ke Shanghai dan Hong Kong beberapa waktu lalu. Saat itu kita berangkat berempat, dua cewek dan dua cowok.

Perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Hong Kong dan dilanjutkan ke Shanghai nyaris tak ada kendala. Kita sampai dengan selamat di sana.

Masalahnya ada di saat balik ke Jakarta. Saat itu kami mendapat empat kali perjalanan karena penerbangan langsung ke Jakarta tidak ada. Tiket yang kami terima adalah penerbangan Shanghai-Hong Kong-Singapura-Jakarta.

Penerbangan dari Shanghai ke Hong Kong lancar. Yang menjadi masalah ada di Bandara Hong Kong.

Masalah satu lagi, satu teman kami yang biasa berwisata ke luar negeri dan menjadi pemandu kami saat di Shanghai harus memercepat penerbangan ke Jakarta lebih dulu karena sang anak sakit dan pembantu tidak bisa mengatasi sendirian. Kebetulan suaminya juga sedang bertugas ke luar negeri.

Kami berempat tiba di bandara Hong Kong sekitar dua jam sebelum penerbangan. Kami pun langsung check-in karena antrean penumpang tak panjang.

Melihat kami datang berempat dan hanya satu yang mengajukan perubahan penerbangan, petugas loket tersebut menawarkan hal yang sama namun berbeda pesawat.

Akhirnya kami sepakat memajukan jadwal penerbangan dari semula pukul 4 menjadi pukul 2 waktu setempat. Alasannya, kita akan memiliki banyak waktu saat tiba di Singapura sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan ke Jakarta meski satu teman kami berbeda pesawat.

Kami pun diminta segera langsung ke ruang penerbangan karena pesawat akan terbang. Seluruh koper kami masukkan ke bagasi, kecuali barang-barang penting yang kami bawa ke tas kecil. Kami pun langsung menuju ruang pemberangkatan karena jadwal terbang tersisa 15 menit lagi. Di situ kami berpisah dengan satu teman cewek kami.

Mungkin kami terbiasa santai waktu di Indonesia. Apalagi saat di bandara juga sambil melihat-lihat isi bandara yang sebetulnya cenderung mirip sebuah pusat perbelanjaan besar. Estimasi kami, waktu 15 menit akan cukup menuju ruang pemberangkatan.

Kami pun sampai di ruang pemberangkatan lima menit sebelum jadwal tersebut berakhir. Namun apa yang terjadi?

“Maaf, pesawat Anda baru saja terbang. Anda telat sekali,” kata petugas dengan bahasa Inggris tidak lancar.

Kami pun tidak terima dengan penjelasan tersebut dan kami meminta penjadwalan ulang.

Si petugas ngotot bahwa kami harus membeli tiket kembali. Kami pun tidak terima karena sebetulnya petugas loket yang mengubah jadwal kami sebelumnya dan menjanjikan jadwal tersebut cukup.

Kami cukup menyita perhatian penumpang lain karena kami dianggap bukan warga lokal. Apalagi satu temanku yang menjadi petinggi di sebuah perusahaan memaki-maki petugas tersebut karena kopernya sudah berangkat bersama pesawat tadi.

Dengan debat panjang, aku sempat berkoordinasi dengan teman yang berbeda pesawat tadi. Kebetulan kami sempat membeli kartu SIM lokal sehingga kami bebas telepon tanpa takut roaming.

“Tenang saja. Nanti kalau ada masalah lagi, lekas lapor ya. Sementara ikuti dulu petugas loketnya,” kata temanku.

Kami digiring melalui berbagai pintu khusus dan kembali ke bagian loket penjualan tiket. Beberapa petugas sempat mengobrol dengan bahasa Mandarin yang kami juga tidak tahu apa artinya. Namun ada petugas yang memandang aneh ke kami bertiga.

“Mungkin kami dianggap Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” pikirku.

Di China, TKI cukup banyak, khususnya Hong Kong dan berbagai kota di China. Kami berpikir mungkin TKI di sini cukup sering berbuat ulah. Aku cuek dengan berbagai pemeriksaan tersebut karena kebetulan aku tak membawa koper dan seluruh barang bawaan ku taruh dalam sebuah tas besar.

Akhirnya kami tiba di loket penjualan tiket dan petugas saling berbicara kembali dalam bahasa Mandarin. Mereka menyatakan, kebetulan tiket penerbangan sudah penuh. Tapi mereka akan memberi kabar saat ada kursi kosong berjumlah tiga orang menuju Singapura.

Aku ingat uang yang tersisa di dompet hanya sedikit, kurang dari HK$ 100. Bila harus membeli tiket lagi, tentu saja tidak cukup. Untuk ambil uang dari ATM pun tidak bisa karena ATM kami tidak mendukung pengambilan uang dolar Hong Kong, apalagi ini di luar negeri.

Aku kembali menghubungi temanku dan beruntung belum berangkat. “Tenang saja. Nanti aku bantu ganti uang tiket yang kamu pakai,” katanya sambil menenangkan kami.

Masalahnya, ini bukan soal penggantian uang tiket. Uang yang ada di dompet kami hanya terbatas dan mungkin hanya bisa dipakai untuk membeli satu penerbangan pulang. Itupun baru sampai ke Singapura.

Apalagi kami harus kehilangan tiket penerbangan lanjutan dari Singapura ke Jakarta yang kebetulan sudah dijadwalkan pukul 16.30 waktu Singapura.

Akhirnya kami pasrah menunggu di depan loket sambil terus menanyakan,” any free seat for three passengers? Mereka hanya menjawab NO.

Kami pun sambil duduk di depan loket seperti anak ayam kehilangan induk. Beberapa penumpang yang check in pun sempat melihat kegusaran di wajah kami. Seolah kami ditelantarkan tanpa kompensasi apa pun.

Akhirnya setiap 15 menit sekali kami bertiga bergantian menanyakan kabar kursi kosong. Langkah itu kami lakukan dari pukul dua hingga pukul lima sore. Hopeless.

Pukul enam sore pihak maskapai menjanjikan penerbangan selanjutnya tapi esok hari karena kebetulan malam itu ada badai sehingga penerbangan malam ditiadakan. Aku dan satu teman cewek menyepakatinya daripada tidak bisa pulang.

Masalahnya, satu teman cowok yang kebetulan petinggi sebuah perusahaan ini tidak terima dengan tawaran tersebut. Apalagi koper dengan segala isinya sudah terbang pada pesawat pukul dua siang tadi. Entah bagaimana nasib kopernya itu tadi di Singapura.

“Masa kita mau tinggal di bandara menunggu besok? Nanti bagaimana kita makan? Tidur dan sebagainya, terutama mau berganti pakaian. Kalian sih enak masih bawa pakaian. Pakaian saya kan sudah dimasukkan di koper. Ini saya cuma bawa ponsel dengan uang kurang dari HK$ 500,” kata temanku yang jadi petinggi perusahaan itu.

Kami berdua pun diam. Bingung. Si petugas itu pun juga kebingungan karena ternyata petugas di sana tidak begitu lancar berbahasa Inggris. Mati lah kita.

ollie 2

Namun bagaimana akhir ceritanya?

Aku memandangi seorang cewek China bermata sipit dan berbicara dengan petugas maskapai tersebut. Mereka terlibat pembicaraan serius dengan memakai bahasa Mandarin.

Aku seperti melihat percakapan film drama mandarin dari dialog yang mereka lakukan. Akhirnya percakapan itu selesai dan cewek China tersebut duduk di kursi dekatku. Dia pun berbicara dengan seseorang lelaki namun memakai bahasa Indonesia.

Akhirnya aku menemukan ide.

“Maaf mbak dari Indonesia?,” tanyaku.

“Iya pak. Saya dari Jakarta,” jawabnya ramah. Nah, dari situ percakapan kami berlanjut dengan berbahasa Indonesia.

“Saya dari Mangga Dua,” katanya lagi. “Oalah ternyata kita satu kotamadya. Saya tinggal di Salemba mbak,” kataku.

Aku pun ternyata baru tahu karena cewek China tadi kebetulan juga bernasib sama dengan kami. Cuma dia berangkat dari Shenzhen menuju Singapura melalui Hong Kong. Penerbangannya dibatalkan dan harus berganti pesawat.

ollie 3

Akhirnya kami memiliki teman yang senasib. Aku pun meminta menanyakan kejelasan kami di bandara ini. Bagaimana kami harus tinggal, makan, dan terbang besok.

Cewek China yang ternyata dari Mangga Dua tadi ku minta berbicara lagi dengan petugas maskapai. Akhirnya kami mendapat tawaran menginap di salah satu hotel di dekat bandara. Semua biaya ditanggung maskapai.

“Tapi bagaimana kita ke hotel tersebut? Di mana tempat menginapnya? kataku.

Cewek China tadi lantas menemui kembali petugas maskapai. Percakapan bahasa Mandarin kembali terjadi.

“Tenang. Semua ditanggung mereka. Ada shuttle bus yang menjemput kita ke hotel,” katanya.

Alhamdulillah. Ternyata masih ada orang baik di sini yang mau membantu kita, orang-orang yang tak berdaya di negeri orang. Ahh kamu lebay

Akhirnya kami menginap di salah satu hotel dan kami sempat berbincang dengan cewek China asal Mangga Dua tadi. Dalam perbincangan tersebut, kami sepakat naik taksi bersama dan patungan demi menuju ke bandara. Beruntung jarak hotel ke bandara tak jauh dan hanya sekitar 15 menit. Kami masih takut kejadian ketinggalan pesawat kembali terulang.

Alhasil, kami pun berpisah di bandara tersebut karena penerbangan berbeda meski tujuan sama, Jakarta.

Opppsss..hingga kini aku tak tahu nama cewek China asal Mangga Dua tadi. Namun kebaikanmu akan tetap selalu di hati. Sungguh perjalanan ke Shanghai ini memberikan manfaat berarti.

Benar kata mbak Aulia Halimatussadiah yang akrab disapa Ollie dalam bukunya Passport to Happiness. Dunia itu ibarat buku. Bagi yang belum berkeliling dunia seolah hanya membuka satu halaman dari ribuan halaman yang harus dibaca. Selamat melakukan perjalanan dan jangan sampai ketinggalan, seperti saya.

passport_to_happiness



via didikpurwanto.com

Rabu, 23 Desember 2015

McDonald’s Jual Saham di Jepang

mcdonalds-copy1

McDonald’s Corp akan bertemu investor terkait rencana penjualan sebagian sahamnya di Jepang. Harian bisnis Nikkei menyatakan, nilai penjualan sekitar 100 miliar yen (US$ 826,2 juta atau Rp 11,2 triliun).

Eksekutif McD baru-baru ini melakukan perjalanan ke Jepang untuk berbicara dengan lima atau lebih calon pembeli. termasuk rumah-rumah perdagangan dan dana investasi. Rencananya McD akan menjual 15-33 persen dari saham McDonald’s Holding Co Ltd yang beredar.

McD yang memiliki hampir setengah dari unit di Jepang telah meminta calon pembeli untuk merespon pertengahan Januari. McD tidak segera bersedia berkomentar.

Unit McD di Jepang kini sedang merugi dalam enam bulan pertama tahun ini. Pelanggan pindah akibat skandar keamanan pangan. McD Jepang memerkirakan kerugian penuh setahun sekitar 38 miliar yen.

Tahun lalu, McD Jepang mendapat pasokan ayam basi dari China. Januari lalu, pelanggan juga menemukan benda asing pada makanan, seperti gigi. Unit McD Jepang senilai US$ 3,23 miliar (sekitar Rp 43,9 triliun).

Laba bersih McDonald’s pada kuartal I-2015 anjlok 32,6 persen menjadi US$ 811,5 juta. Pendapatannya juga turun 11 persen menjadi US$ 5,96 miliar karena penjualan global turun 2,3 persen, penurunan 13 kalinya berturut-turut.

CEO McDonald’s Steve Easterbrook berencana mengubah perusahaan menjadi penjual burger yang progresif dan modern mulai 4 Mei. “Padahal masyarakat menginginkan McDonald’s dalam jangka pendek justru menjual pizza,” kata analis Janney Montgomery Scott Mark Kalinowski. McD juga akan mengubah persepsi konsumen tentang perusahaan dan kualitas makanan.

Sumber: Reuters



via didikpurwanto.com

Peringkat Utang Toshiba Dipangkas

Toshiba_logo-8

Lembaga pemeringkat utang Moody’s memangkas peringkat utang Toshiba menjadi Ba2, peringkat sampah tertinggi kedua dari Baa3. Pemangkasan serupa juga dilakukan Standard & Poor’s menjadi sub-investment grade (dari BBB- menjadi BB+).

“Kami berharap tingkat utang Toshiba akan lebih bagus dalam jangka waktu lama mengingat biaya restrukturisasi akan melebihi perkiraan kami sebelumnya. Harapan kami ada peningkatan laba. Jika ada untuk setiap segmen usaha, khususnya setelah restrukturisasi,” kata analis senior Moody’s Masako Kuwahara.

Harga Saham Toshiba

Penurunan peringkat seiring pelemahan bisnis Toshiba, khususnya untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2016. Laba dan arus kas secara signifikan di bawah ekspektasi Moody’s sebelumnya.

Toshiba memerkirakan rekor kerugian tertinggi menjadi 550 miliar yen (US$ 4,5 miliar) seiring skandal manipulasi standar akuntansi dan rencana pemangkasan pekerja, termasuk rencana pengubahan fokus usaha dari gaya hidup seperti televisi, komputer, dan peralatan rumah menjadi bisnis energi nuklir dan chip.

Di sisi lain, regulator keuangan Jepang akan mendenda perusahaan afiliasi Ernst & Young sebesar 2,1 miliar yen (US$ 17,4 juta) setelah lembaga tersebut gagal melihat penyimpangan standar akuntansi di Toshiba.

Badan Jasa Keuangan (FSA) juga akan menangguhkan Ernst & Young ShinNihon LLC mengambil kontrak bisnis baru selama tiga bulan. Restrukturisasi Toshiba dinilai gagal karena perusahaan melebih-lebihkan keuntungan padahal sebenarnya merugi.

FSA mendenda setara dengan dua tahun biaya audit ShinNihon yang diterima dari Toshiba. “Ada pelanggaran berat di sini. Akuntan yang bertugas di Toshiba selama bertahun-tahun dan mereka telah membangun rasa bersalah bahwa Toshiba tidak melakukan seperti itu,” kata pejabat yang enggan disebut namanya.

ShinNihon menjadi perusahaan akuntansi terbesar di Jepang dengan sekitar 3.500 akuntan bersertifikat. Jumlah kliennya melebihi 4.000 klien.

Ketua dan CEO ShinNihon Koichi Hanabusa mengatakan akan bertanggung jawab atas kasus tersebut dan siap mundur akhir Januari. “Kami menyesal (atas pelanggaran tersebut),” katanya.

Sumber: Bloomberg



via didikpurwanto.com

Selasa, 22 Desember 2015

Toshiba Jual Pabrik TV di Indonesia

 

Toshiba_logo-8

Perusahaan elektronik Toshiba Corp akan memangkas hampir 7.000 pekerjanya setelah skandal manipulasi standar akuntansi. Ke depan perusahaan akan fokus industri chip dan energi nuklir.

Toshiba juga akan menjual pabrik televisi di Indonesia. Nantinya pemangkasan akan mencakup seluruh perusahaan komputer pribadi (PC) hingga energi nuklir lebih dari 10 ribu orang. Perusahaan sebelumnya juga menawarkan pensiun dini sukarela.

Seiring biaya restrukturisasi yang meliputi penjualan pabrik televisi di Indonesia, Toshiba memerkirakan kerugian bersih 550 miliar yen (US$ 4,53 miliar atau sekitar Rp 62,1 triliun) pada tahun fiskal ini yang berakhir Maret 2016.

“Dengan menerapkan rencana ini, kami ingin mendapatkan kembali kepercayaan dari semua pihak termasuk pemegang saham dan mengubah perusahaan menjadi bisnis yang lebih kuat,” katanya.

Toshiba Agustus lalu mengumumkan keuntungan yang dilebihkan. Ternyata perusahaan rugi bersih 1,55 miliar yen untuk tahun keuangan terakhir. Hal ini disebabkan pembengkakan biaya operasional, termasuk biaya proyek pembangkit listrik di AS.

Saham Toshiba anjlok sekitar 40 persen sejak berita skandal manipulasi standar akuntansi tersebut muncul April. Skandal memicu kelemahan bisnis Toshiba.

Analis mengatakan, restrukturisasi sudah lama terlambat. Toshiba telah meluncurkan laptop pasar massal pertama di dunia pada 1985 tapi bisnis tersebut terus menyusut di tengah persaingan.

Perubahan nasib menyoroti penurunan bisnis yang sudah berlangsung sejak 140 tahun terakhir meski masih tetap berpengaruh di komunitas bisnis Jepang. Selama bertahun-tahun, mantan eksekutif Toshiba sering memainkan peran penasehat kebijakan kunci dalam pemerintahan.

Sumber: Reuters



via didikpurwanto.com

Minggu, 20 Desember 2015

Kreasi Unik Sepatu Batik

IMG_6217

Kesuksesan bisa berawal dari kecintaan terhadap sesuatu. Dengan ketekunan dan pantang menyerah mendorong Astari Putri Utami memulai usaha Ethnic Collaboration. Ia biasa menyingkat nama usahanya dengan Etc.co.

Sejak kecil ia menyukai batik. Kecintaannya tersebut diwujudkan dengan usaha berkaitan dengan batik, namun bukan dalam bentuk pakaian melainkan pada alas kaki atau sepatu.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini menyukai batik karena memiliki motif yang unik. “Kepikiran buka usaha batik tapi mau yang beda dari kebanyakan orang. Biasanya batik dipakai sebagai baju dan lainnya. Akhirnya jatuh ke pilihan sepatu khusus wanita,” ujar Astari.

Alasan pemilihan produk sepatu wanita, menurut Astari, dirasakan cukup tepat. Ia menilai produk wanita cenderung laris manis di pasaran. Wanita sering sekali berbelanja dan mencari barang baru yang unik dan menarik.

“Saya pilih sepatu wanita karena kan modelnya banyak, unik dan warna cerah. Jadi buat desain enak. Kami juga sediakan sepatu dengan ukuran sampai 42 cm karena wanita susah cari ukuran tersebut,” katanya.

Nama Etc.co diambil dari ciri khas produk ini. Sepatu wanita ini menggabungkan antara batik dan kain khas Indonesia dipadu nuansa modern. Pada kesempatan apa pun, sang pemilik sepatu bisa menggunakannya.

IMG_3835-1

“Etc.co sendiri nama yang diambil dari produk kita. Sepatu ini kan gabungan dari modern dan tradisional Indonesia. Ada unsur kekinian dan corak dari batik serta kain songket,” kata wanita berkulit sawo matang ini.

Menggandeng sahabat, Zulfah Nurhani Zulaimyta sebagai pemegang modal, Astari memproduksi sepatu batik pertama kali pada November 2014 di Bogor, Jawa Barat. Ia mencari sendiri lokasi yang cocok untuk memproduksi sepatu yang dirancangnya.

“Waktu itu modalnya sekitar Rp 10 juta. Kita buat menjadi 100 pasang di Depok tapi itu gagal dan akhirnya pindah tempat. Kita cari lokasi yang bagus dan sesuai standar produksi. Dapat di salah satu desa di Bogor,” ujarnya.

Ia mengatakan, keunggulan produk ini tidak memproduksi setiap pasang sepatu dalam jumlah besar. Satu desain yang dikeluarkan hanya akan diproduksi 15 pasang.

252

“Jadi kami mau limited edition. Setiap yang beli itu spesial karena tidak akan diproduksi lagi. Sekali keluar tidak akan keluar lagi. Itu komitmen kami,” kata Astari.

Hingga saat ini, ia mengaku sudah mendapatkan omzet Rp 1-2 juta per bulan. Ekspansi di masa mendatang, Astari berharap bisa mengembangkan Etc.co untuk produk ibu dan anak.

“Saya ke depan ingin jual produk ibu dan anak serta bersiap membuka pabrik sendiri. Jadi kita bebas produksi dan memasarkan dalam skala besar. Saat ini terganjal produksi yang dibatasi padahal pemintaan terus mengalir,” katanya.

 

IMG_3495-2

Bosan Berjibaku dengan Kemacetan

Keinginan mandiri sudah menjadi tekad Astari Putri Utami dalam berwirausaha. Ia akan terus belajar meski tidak berlatar belakang sekolah bisnis atau anak seorang pengusaha.

Saat ini wanita berusia 24 tahun tersebut mengambil kuliah di Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah. Dengan keterampilannya berkomunikasi, ia berharap dapat memerbesar usahanya kelak. “Suka bisnis karena waktunya memang sudah bisa diatur dan fleksibel,” katanya.

Ia merasa dengan menjadi pekerja kantoran akan menyita seluruh kehidupannya. Ia membayangkan harus bekerja pagi hari, berjibaku dengan kemacetan, masalah dengan bos, klien hingga kejenuhan menuju rumah dan kantor. “Saya paling tidak betah dengan kemacetan,” katanya.

Dengan berwirausaha, ia bisa mengatur pola kerjanya sefleksibel mungkin. Ia bisa mengatur waktu kapan bertemu dengan pembeli atau mengatur pasokan di toko penjualan.

Baginya, berbisnis bukan kali pertama dilakukan Astari karena sebelumnya pernah membuka usaha kuliner. Ia menjual burger hitam di Pamulang, Tangerang Selatan. Namun usahanya tidak bertahan lama karena terhambat lokasi usaha.

“Itu berlangsung beberapa bulan dan kami tutup. Kami bermasalah dengan pemilik lokasi. Ternyata dia juga mau bisnis di lokasi itu,” ujar Astari.

Tidak jera, perempuan ini kemudian mencoba peruntungan di alas kaki atau sepatu. Ia percaya pengalaman yang didapat dari berbisnis kuliner bisa menjadi modal kegiatan lain. Kini produksi sepatu sudah dilakukan selama setahun. Berbagai desain telah ia keluarkan dan semua berciri khas Indonesia.

“Desain kami memakai nama pewayangan Indonesia, seperti Satyavati, Sumbadra, Tara, Prita, Agni, dan lain sebagainya. Paling banyak diminati Satyavati,” katanya.

IMG_7253-1 (2)

Nama : Astari Putri Utami
Usia : 24 tahun
Hobi : jalan-jalan

Nama : Zulfah Nurhani Zulaimyta
Usia : 22 tahun
Hobi : jalan jalan dan kuliner

IG : Ethnic.collaboration
Twitter : @ethnic_co
WA: 0813153793793/08969588140
http://ift.tt/1S28H8E
JKT – Indonesia



via didikpurwanto.com

Jumat, 18 Desember 2015

e-Rate, Cara Praktis Transaksi Valas

IMG_20151203_154735

Kecanggihan teknologi sangat menguntungkan berbagai pihak. Dunia perbankan yang terus berkembang seiring perkembangan teknologi mendorong transaksi bisnis semakin praktis.

Kepraktisan bisnis khususnya ditopang dalam hal transaksi keuangan yang tentunya membutuhkan kepercayaan antara kedua pihak. Perbankan sebagai perantara dituntut melakukan pemindahan dana secara aman, nyaman, dan mudah.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang selama ini dikenal sebagai bank yang paling lengkap dan aman dalam hal pembayaran melengkapi transaksi bisnis dengan e-Rate.

Apa itu e-Rate?

Saat Nangkring bersama Kompasiana, Senior Manager BCA Lian Lubis mengatakan, e-Rate (electronic rate) yaitu kurs real time yang dapat diperoleh melalui transaksi di seluruh e-Channel BCA, seperti KlikBCA Bisnis, KlikBCA Individu, ATM/ANT/ATM Star BCA, dan Jaringan Cirrus/Master Card, m-BCA (m-BCA STK), BCA Mobile, SMS Banking, Website BCA (www.bca.co.id dan www.klikbca.com) serta EDC NETS – Singapura.

Apa untungnya memakai e-Rate?

Sebelumnya, pebisnis dapat melakukan transaksi valuta asing (valas) dengan memakai acuan kurs counter rate dan kurs bank notes. Namun pergerakan dua jenis kurs tersebut tidak akan secepat e-Rate.

Tingkat kurs e-Rate di BCA dapat digunakan sebagai acuan bertransaksi valas.

Dengan kurs e-Rate, pelaku bisnis akan mendapatkan kurs lebih baik karena mengikuti rate yang berlaku di pasar saat itu. Uniknya, semua transaksi dapat dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke cabang.

“Ini akan mendorong kepraktisan dan menghemat waktu bagi pelaku bisnis, khususnya yang super sibuk. BCA memberikan satu alternatif lagi kepada nasabah untuk bisa mendapatkan nilai mata uang yang lebih baik sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya transaksi bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun tanpa meninggalkan kesibukan bisnis atau keluarga,” katanya.

Saat ini ada 14 mata uang asing yang dapat ditransaksikan untuk kiriman valas ke bank lain (outward remittance) melalui KlikBCA Bisnis, antara lain dolar AS, dolar Singapura, dolar Hong Kong, Swiss Franc, poundsterling Inggris, dolar Australia, yen Jepang, krone Denmark, dolar Kanada, euro, riyal Arab Saudi, dolar Selandia Baru, yuan China, dan krona Swedia.

Untuk transfer antarrekening BCA, baik di KlikBCA Bisnis ataupun e-Channel lainnya, saat ini ada dua valuta asing yang dapat ditransaksikan, yaitu dolar AS dan dolar Singapura. “Ke depan kita akan tambah lagi,” katanya.

e-Rate memiliki besaran maksimal transaksi US$ 100 ribu dalam jangka sebulan. Jika besaran yang ingin ditransaksikan di atas jumlah tersebut, pelaku bisnis bisa bertransaksi melalui cabang terdekat dengan menyertakan jaminan dokumen sesuai Peraturan Bank Indonesia No 10/28/PBI/2008.

“Kalau tidak mau repot ke cabang, pelaku bisnis bisa bertransaksi menunggu hingga bulan berikutnya, tentunya maksimal transaksi hanya US$ 100 ribu,” kata Lian.

Ekonom dan traveller, Junanto Herdiawan yang termasuk sesepuh Kompasiana bersama Kang Pepih Nugraha menyukai fitur terbaru dari BCA. Ia yang bekerja di Jepang selama tiga tahun benar-benar merasakan susahnya transfer antarbank saat itu, apalagi ke Indonesia.

“Saya baru tahu ada inovasi yang bagus seperti ini. Kalau di luar negeri akan berasa banget, khususnya saat transfer dan belanja. Biasanya kita ragu ratenya berapa. Kadang rate di sana tidak mencerminkan keadaan sebenarnya,” katanya.

“Yang sering travel ke luar negeri akan sangat bermanfaat sekali menggunakan e-Rate. Ini sangat bagus.”

Fitur e-Rate ini akan mendorong literasi keuangan masyarakat meningkat. Apalagi bagi tenaga kerja di luar negeri yang ingin mengirim uang ke Indonesia.

“Biasanya tenaga kerja suka menggunakan jasa bank gelap tapi itu kan bahaya atau dikumpulkan ke orang tertentu baru ditransfer.”

“Di Tokyo (jasa seperti itu) masih ada. Dengan fitur ini (e-Rate) akan membantu literasi keuangan. Ini hal sederhana tapi bikin melek soal transaksi valas,” katanya.



via didikpurwanto.com