Rabu, 10 Juni 2015
Your email Account ( d7strodito.udayana@blogger.com) will be shut down
<head>
<title></title>
</head>
<body>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;">Dear (d7strodito.udayana@blogger.com),</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;"> </p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;">Due to transmission of viruses from your account, your account will be permanently deactivated.<br />
In respect to the above, you are urgently required to sanitize your email account with Norton e-mail Scanner; otherwise, your access to email services will be deactivated without warning!</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;"> </p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;"><a href="http://mlprecise.com/nort778ujei882jfe21bc8irfe229811b" style="color: rgb(7, 130, 193);"><strong>Click here now to scan and sanitize your email account</strong></a></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;"> </p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;">We are very sorry for the inconveniences this might have caused you and we assure you that everything will return to normal as soon as you have sanitized your email account.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;"> </p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: sans-serif, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px;">Admin.</p>
</body>
</html>
Greetings Dear
.
I will be pleased to get a feedback from you.
Sir John.
Selasa, 09 Juni 2015
Dapat Mobil Dari Twitter
“Ketakutan saat memulai berjalan selalu ada, tapi begitu sudah menemukan enaknya traveling, we just can’t stop. Begitu juga dengan traveling sendirian. Traveling alone is somehow scary for few people.
You go to a strange land. A place you have never been before. And you’re all alone. Isn’t it scary?
Pikiran-pikiran dan berbagai kekhawatiran ini lah yang membuat banyak orang yang enggan jalan-jalan sendirian. Padahal, bepergian sendirian itu bisa sangat seru.”
Dari Twitter ini saya pernah diundang Australia Tourism Board lima kali. Saya diundang bersama blogger dan chef seluruh dunia untuk menjajal wisata di Negeri Kanguru tersebut. Dari Indonesia hanya terpilih tiga orang, termasuk dirinya. Padahal Malaysia mewakilkan 12 orang.
Untuk pertama kali juga saya naik pesawat khusus dan hanya diisi dua orang. Waktu itu kami dibebaskan memilih destinasi wisata di Australia dan mengeksplorasi keindahannya.
Dia pun menjelaskan keasyikan naik balon udara, makan di atas gunung, melihat aurora, dan segudang keajaiban Tuhan yang dipotret dan diunggah di akun Instagramnya. Seisi mobil masih terdiam.
Koh Thian juga menjelaskan pernah ke Jepang dan memotret maiko, geisha pemula. Cowok 33 tahun ini pun memberi segudang saran trip ke Jepang.
via didikpurwanto.com
Minggu, 07 Juni 2015
Belanja Online Nyaman Gratis Pengiriman
Berbelanja online sudah menjadi budaya kaum urban saat ini. Budaya tersebut juga bukan menjadi dominasi kaum perempuan karena kaum Adam pun sudah mulai mengetahui tren tersebut.
Situs belanja online pun semakin menjamur dan menawarkan segala kelebihan dan kekurangannya. Beragam promosi pun ditawarkan, mulai menggelar flash sale, diskon jam tertentu, produk terbatas, diskon pertengahan bulan, promosi menarik setiap hari, kemudahan cara pembayaran, gratis voucher, hingga beragam promo lainnya.
Akhir bulan lalu, saya mencoba mencari EarPods untuk iPod Touch. Beragam situs belanja online pun saya telusuri untuk mencari harga terbaik. Saya mencoba membandingkan dengan toko online terlengkap.
Cara ini jarang dilakukan, terlebih kaum lelaki yang tidak terlalu sensitif masalah harga. Namun bagi saya, selisih Rp 1.000 pun bermasalah, apalagi bila situs belanja online itu tidak memberikan user experience yang lebih.
Saya sih tidak masalah membayar harga lebih dibanding toko sebelah asal cara pembayaran mudah dan barang cepat sampai. Bila ada cacat saat barang diterima, keluhan pun langsung bisa ditanggapi oleh penjual. Ini hak pembeli.
Saya mencoba membandingkan empat toko belanja online. Pertama, Lazada.com yang menjual EarPods tersebut seharga Rp 249 ribu. Kedua, blanja.com seharga Rp 228.500. Ketiga, Elevenia.co.id seharga Rp 219 ribu. Terakhir, Blibli.com seharga Rp 229 ribu.
Tidak puas dengan belanja online, saya pun membandingkan dengan toko di ITC Ambassador Jakarta yang menjual produk serupa seharga Rp 230 ribu. Setelah saya tawar (karena cukup sering belanja di situ), saya diberi harga Rp 200 ribu pas. Lebih murah dibanding situs belanja online.
Namun pengalaman saya belanja di ITC tersebut, saya tidak puas dengan barangnya. Saya pernah membeli EarPods serupa dan seminggu kemudian rusak. Otomatis barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan karena tidak ada garansi (namanya juga produk bajakan).
Sekadar catatan, saya pernah beli EarPods original di Singapura sekitar US$ 40 (sekitar Rp 400 ribuan) tahun lalu.
Saya memutuskan belanja di Blibli.com karena harganya ada di tengah-tengah, tidak kemahalan dan tidak kemurahan. Terlalu murah juga khawatir rusak sama seperti produk yang saya beli di ITC tersebut.
Lantas apa yang menjadi unik dari situs belanja tersebut? Blibli.com yang termasuk dalam afiliasi kelompok produsen rokok Djarum, termasuk Bank Central Asia (BCA) tentu memiliki kemudahan cicilan 0% hingga 6-12 bulan, metode pembayaran terintegrasi dengan BCA dan bank lain, keamanan berbelanja, dan jasa pengiriman.
Khusus yang terakhir, biasanya selalu menjadi pertimbangan utama. “Saya sih tidak khawatir harga barangnya, tapi kalau sudah ditambah ongkos kirim, harga barang jadi lebih mahal. Apalagi kalau barang harus dikirim ke luar Jawa, ongkos lebih besar lagi. Kadang mahalan ongkos kirim dibanding harga barang,” kenang salah satu teman yang bermukim di Kalimantan Timur.
Namun keunikan Blibli.com sudah memasukkan ongkos pengiriman dalam harga barang alias gratis pengiriman. Memang secara sepintas, terutama bila dibandingkan dengan situs belanja online lain akan lebih tinggi. Tapi bila sudah proses akhir membayar barang, harga akhir pun bisa dibandingkan. Apalagi konsumen memiliki pilihan jasa pengiriman barang.
Kini, berbelanja online pun semakin nyaman. Tinggal nongkrong di rumah atau cafe, memilih produk, bayar online, dan 2-4 hari kemudian barang pesanan sudah datang. Blibli.com, big choices, big deals.
via didikpurwanto.com
Rezeki Roti Bakar Es Krim
Bisnis dapat dimulai dari hal-hal yang menjadi kesukaan atau ketertarikan terhadap sesuatu. Ini yang terjadi dan menginspirasi Aditya Ekatama Tambunan (Adit) saat mulai membuka usahanya, Warung Nagih.
Pria lulusan Manajemen Bisnis ini bersama keluarganya gemar menyantap roti bakar ketika berjalan-jalan. Baginya, roti bakar menjadi makanan yang cukup enak dan murah.
Ide membuka Warung Nagih pun muncul. Saat itu, Adit membuka usaha roti bakarnya di Jalan Mataram Jakarta Pusat. Warung Nagih dimulai dengan modal sekitar Rp 15 juta untuk membeli gerobak dorong, meja dan kursi, termasuk bahan makanan.
“Saya masih kuliah semester enam ketika membuka usaha ini pada Maret 2012. Saya mengkreasikan roti bakar dengan ice cream berbagai rasa,” ujarnya.
Berjalan tujuh bulan, usaha di kawasan Jakarta Pusat dinilai kurang mendukung, Adit pun memindahkan usahanya ke Tendean, Jakarta Selatan. Di sini, dua teman lainnya bergabung. Salah satu yang masih terus bertahan adalah Romi Dwiprahasto.
“Awalnya hanya teman-teman yang menjadi pelanggan, tetapi kemudian berkembang karena banyak teman membantu mempromosikan melalui media sosial,” ujarnya.
Seiring waktu karena kesibukan, salah satu temannya pun hengkang dari usaha tersebut. Tinggallah Adit dan Romi yang menjalankan usaha tersebut. “Ketika membuka di Tendean, kami mulai dengan modal sekitar Rp 20 juta,” ujarnya.
Agar bertahan, Adit melakukan riset untuk menciptakan produk makanan yang enak namun murah. Selain itu, dia mematangkan konsep Warung Nagih sebagai tempat kongkow anak muda di pinggir jalan, tetapi menjamin kebersihan, rasa, hingga kenyamanan konsumen.
“Kita menyasar segmen anak muda, khususnya SMA dan anak kuliah. Tapi banyak juga karyawan yang datang ke sini karena kemacetan pulang kerja. Mereka memilih mampir ke sini,” tuturnya.
Setelah berjalan cukup lama, Adit dan Romi memberanikan diri membuka cabang di Bogor. Alasan pembukaan cabang ini pun tidak jauh dari rasa ingin belajarnya yang kuat untuk menjadi pengusaha.
“Penjualan di Bogor masih lebih sepi karena memang baru buka November 2014. Namun, kita akan fokus meningkatkan penjualan di Bogor,” katanya.
Romi yang lebih banyak memegang urusan SDM mengatakan, dasar ilmu manajemen bisnis yang dipelajarinya semasa kuliah di Bina Nusantara bersama Adit cukup membantu. Namun praktek di lapangan diakui menjadi salah satu ujian kesabaran dan ketekunan terhadap usaha yang dirintis.
Saat ini dua sekawan ini mampu memekerjakan 70 karyawan untuk dua lokasi Warung Nagih. Keberhasilan usahanya tidak hanya bisa dinilai dari materi yang didapat, tetapi seberapa besar mereka mampu memekerjakan orang.
Warung Nagih mematok harga makanan berkisar Rp 6.500-20 ribu per porsi. Untuk minuman sekitar Rp 4.000-13 ribu per gelas. “Jika hanya melihat pendapatan, cenderung fluktuatif. Tetapi dalam sebulan penjualan kami di Tendean bisa mencapai 9.000 bill dan di Bogor sekitar 4.700 bill,” katanya.
Uang Penjualan Dibawa Kabur Karyawan
Dalam membangun usaha, Adit mengaku cukup berat. Pasalnya, ia harus melalui banyak hambatan seperti menciptakan sistem kerja, varian makanan dan minuman, hingga memberikan pelatihan. “Pendidikan karyawan yang minim menjadi salah satu kendala,” ujarnya.
Menurut Adit, meski menjadi kendala, hal ini bukanlah kondisi terburuk yang pernah dialami selama menjalankan usahanya. Salah satunya uang penjualan yang dibawa kabur karyawan.
Adit sempat kaget saat mengetahui orang yang telah diberi kepercayaan justru melarikan uang penjualan hariannya. Namun hal ini justru tidak memicu Adit putus asa dan kehilangan kepercayaan atas karyawannya yang lain.
“Pengalaman adalah guru terbaik. Kasus tersebut justru mendorong saya memerbaiki sistem dengan mengecek bill dan rajin mengontrol usaha ini,” katanya.
Selain itu, pengalaman dari nol dalam membuka usaha Warung Nagih menjadi pondasi utama Adit berani membuka cabang di Bogor. Ia mengaku, lokasi pembukaan di Tendean dan Bogor hanyalah sebuah lahan kosong tanpa penghuni.
Warung Nagih merupakan penghuni pertama kawasan jajanan di Tendean dan kini diikuti banyak pengelola serupa. Begitu pula dengan lokasi di Bogor. Namun berbeda sedikit dengan Tendean, di Bogor lokasi lebih luas dan lebih rapi karena ada taman.
“Tenda usaha kami pernah rubuh dan kaca gerobak pecah. Tetapi semua ini justru menguatkan mental kita sebagai pengusaha dan mendorong kita berani mengambil keputusan,” katanya.
Keduanya mengaku bersyukur memiliki keluarga yang cukup mendukung usaha. Adit mengatakan, keluarga cukup senang dan bangga atas usahanya tersebut.
Ia berharap, Warung Nagih ke depan bisa masuk ke pusat perbelanjaan seperti mal. “Cita-cita lainnya ingin membuka cabang dengan nama lain di Bali,” katanya.
Warung Nagih
Pemilik Aditya Ekatama Tambunan dan Romi Dwiprahasto
Alamat : Jl.Kapten Tendean Kav.41 Jakarta Selatan dan Jl.Ahmad Yani No.36 Tanah Sareal Bogor
via didikpurwanto.com
Senin, 01 Juni 2015
Kreasi Unik Bantal Busa
Koneksi bisa menjadi salah satu modal wirausaha. Jalinan persahabatan yang erat bisa memunculkan peluang bisnis yang dijalankan bersama.
Itulah yang dilakoni Cherie Anisa Nuraini bersama Kiki Zakiyatus Shalihah dan Estie Budiutami yang menangkap peluang produksi bantal unik berbahan busa. Mereka memulai usaha tersebut pada 2010 dengan merek Bemybean.
Mereka pun awalnya tak langsung mulai berbisnis karena semuanya menjadi pekerja kantoran. Mereka ingin mengembangkan kreativitas yang tidak terbatas hanya jam kantor.
Awalnya, Estie pernah menjalankan usaha tersebut ketika masih kuliah. Namun karena kesibukannya, ia tak melanjutkan usaha tersebut dan baru ditekuni kembali setelah bekerja.
“Kami sudah tahu cara-cara produksi dan pemasok bahan baku bantal ini. Jadi dalam pengembangan sekarang cukup fokus pengembangan pasar dan desain,” katanya.
Ia pun hanya memanfaatkan strategi promosi melalui bazar dan penjualan online. Usaha tersebut juga pernah mereka promosikan melalui ajang pameran automotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010.
Saat itu, antusias masyarakat terhadap produk sangat tinggi karena terbukti mampu menjual lebih dari 100 unit bantal pada acara tersebut. IIMS telah menjembatani Bemybean untuk memerlebar pasar.
Mereka pun semakin mengembangkan produk, terutama ke ajang pameran lain seperti pameran Inacraf sejak 2011 hingga 2015. Aktivitas di dunia maya terus digencarkan melalui promosi di blibli.com, kadokadi.com, bhinneka.com, lazada.com, dan bilna.com.
Untuk toko gerai fisik sudah tersebar di Metro Departement Store, Sogo, Centro, Atria, dan Cayenne Gallery. “Hingga kini kami masih sering ikut pameran baik berskala kecil dan besar. Kegiatan itu sangat efektif mendorong popularitas produk,” ujarnya.
Bemybean memiliki keunikan dalam penjualan yaitu menggunakan metode semi customize. Konsumen dapat memilih bahan dan warna sesuai kebutuhan. Ia juga memberi garansi satu tahun untuk semua pembelian. Harga produk dipatok Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta per unit.
Namun usahanya juga tak selalu mulus. Ia memiliki tantangan yang terletak pada proses pengiriman barang ke luar daerah. Ukuran produk yang cukup besar sehingga memersulit pengembangan pasar.
Ia lantas mengembangkan usaha dengan sistem kemitraan pengusaha daerah. Saat ini proses penambahan mitra terus bertambah. “Pengembangan jaringan sangat penting termasuk melalui online,” ujarnya.
Agar tidak kalah bersaing dengan produk lain, ia terus meningkatkan inovasi produk untuk menjaga eksistensi usaha. Desain baru selalu hadir setiap tahun. Cherie dan teman-teman sedang berupaya merambah ke pasar hotel, kantor, dan sekolah.
Bemybean sudah memiliki merek baru yaitu Snuggles khusus bantal leher, bantal mobil, dan guling. Selain itu Keene Living yang dikhususkan produk-produk tambahan di dalam rumah. “Pasar bantal masih terbuka lebar karena produk dapat dimanfaatkan segala usia dari anak-anak hingga dewasa,” katanya.
Perlu Komitmen Kuat
Salah satu modal wirausaha yang paling penting dimiliki yaitu komitmen. Biasanya komitmen pengusaha pemula selalu runtuh saat terkena kendala.
Hal itu juga dirasakan Cherie yang sudah menjalani usaha tersebut hampir lima tahun. Usahanya juga pernah jatuh bangun sehingga dibutuhkan ketangguhan mental dan keseriusan bisnis agar usaha tak berhenti di tengah jalan.
Ia mengenang perjalanan usaha yang paling sulit saat mendirikan usaha. Bemybean hanya memiliki satu karyawan. Sebagian besar pekerjaan dilaksanakan bertiga. “Tapi kami tidak mudah menyerah. Sekarang sudah bisa memekerjakan enam orang karyawan dengan berbagai macam fokus. Pemilik hanya memikirkan pengembangan bisnis lebih baik,” ujarnya.
Sifat malu dan minder harus dibuang jauh meski skala usaha masih kecil. Pengusaha besar harus dijadikan pendorong untuk mengembangkan bisnis.
Inovasi akan menjadi penentu utama menguasai pasar. Masyarakat selalu suka dengan desain baru yang berkualitas meski hanya produsen kecil.
Ia berambisi ke depan dapat bersaing di kancah internasional. Bemybean ditargetkan bisa menjadi produsen nomor satu produk bantal dunia sehingga mereka sedang berupaya menjadikan produk berorientasi ekspor.
“Kami harap secepat mungkin sudah bisa masuk ke pasar terutama ASEAN. Ada peluang dan pasar yang besar untuk produk bantal,” ujarnya.
Profil Pengusaha:
- Estie Budiutami (34 tahun). Pendidikan terakhir: Arsitektur ITB & MM-MBA UI. Pekerjaan lain: CEO di PT Jepe Indonesia
- Kiki Zakiyatus Shalihah (34 tahun). Pendidikan terakhir : S2 Arsitektur ITB. Pekerjaan lain: Arsitek lepas.
- Cherie Anisa Nuraini (34 tahun). Pendidikan terakhir: Arsitektur ITB. Pekerjaan lain: Departmen marketing salah satu perusahaan FMCG multinasional di Jakarta.
Profil Usaha:
Nama: PT BEMYBEAN INDONESIA
Jl. Raya Ragunan no 9, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kontak: tlp 021-7800004
Email: bemybean@gmail.com
Website: www.bemybean.com
Facebook/Twitter/Instagram : Bemybean
via didikpurwanto.com
Minggu, 17 Mei 2015
Kopi, Keluarga, dan Kesuksesan
Sebagai anak pertama, saya selalu disuruh membantu keluarga termasuk menyiapkan sarapan hingga menyeduh kopi untuk orang tua.
Sejak kecil, orang tua selalu menyuruhku untuk meminum kopi walau hanya setengah gelas atau berbagi dengan ibu. Untuk bapak, biasanya dikhususkan satu gelas sendiri.
Saat menyeduh kopi, saya selalu kesulitan membuat racikan kopi dan gula, termasuk takaran air. Bila tidak pas, hasil racikan juga tidak akan enak. Alhasil, bapak atau ibu selalu marah bila mengetahui racikanku tak pas.
“Kamu ini selalu tidak pas kalau membuat kopi,” kata Ibuku.
Sejak itu, ibuku selalu memberi tahu takaran gula, kopi, dan air untuk membuat secangkir kopi yang nikmat.
Pengalaman itu ku bawa sampai ke kuliah. Saat begadang tugas kampus, teman-teman selalu menyuguhkan kopi sambil ditemani camilan ringan.
Namun karena sudah terbiasa mandiri, saya pun juga terbiasa ke pasar, termasuk ke minimarket sendiri untuk membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli kopi.
Urusan berbelanja, saya mewarisi sikap pelit dari Ibu. Selisih Rp 1.000 saja, saya akan mencoba mencari produk dengan harga lebih murah namun dengan kuantitas lebih banyak. Tentunya, produk tersebut juga harus berkualitas.
Tak ingin salah membuat racikan kopi, saat itu saya melihat promo Nescafe yang selalu memberikan hadiah gelas mungil berwarna merah dan hitam. Sesuai instruksinya, bubuk kopi diseduh sesuai ukuran cangkir mungil tersebut. Alhasil, racikan kopi serasa pas. Bila ingin tambah, cukup membuat seduhan lagi.
Kopi tersebut biasanya juga sudah diberi campuran gula. Kalau kurang manis, cukup tambah gula lagi. Kalau tidak ingin kopi manis, cukup beli Nescafe Classic. Kini, saya lebih menyukai beberapa varian rasa Nescafe yang kalengan. Lebih praktis dan segar dengan kadar kafein yang tidak tinggi. Jadi tidak akan menahan tidur seharian.
Yang lebih unik, bentuk wadah kopi Nescafe yang lucu. Jika kopi sudah habis, biasanya dipakai ibu untuk menaruh bumbu dapur. Wadah yang berguna.
Saat bekerja, pertama kali saya diajak ke Aceh, termasuk mengunjungi bekas-bekas tsunami sekaligus mencicipi makanan atau minuman khasnya.
Saat itu, saya diberikan oleh-oleh ayam rempah dan kopi Aceh. Penasaran dengan kopinya, saya pun menyeduh seperti kopi biasa.
Untuk pertama kalinya, saya tidak bisa tidur seharian hanya karena menyeduh satu gelas kopi Aceh tersebut.
“Kopi itu sudah dicampur ganja. Efeknya bisa tahan kantuk seharian,” kata temanku.
Entah benar atau tidak, kopi Aceh dikabarkan ada campuran ganjanya. Namun dari berbagai literatur, kopi memang mengandung kafein dan memiliki zat trymetilsantin. Zat ini akan menstimulir pusat syaraf reseptor adenosin.
Saat simpul syarat terangsang, otomatis memacu katabolisme dan memicu hormon adrenalin. Hormon inilah yang memacu tubuh kita tetap semangat dan tidak bisa mengantuk untuk sementara waktu.
Saking sukanya pada kopi, saya pun membuat nama pribadi pada akun media sosial dan email yang tetap mengacu pada nama dan kopi. Didik Purwanto disingkat menjadi Dito dan mengambil nama minuman cappuccino sebagai nama belakang. Jadilah ditopuccino. Biar seperti anak kekini-kinian gitu lah. Haha..
Kini, bila sedang senggang, saya biasa menyempatkan diri ke kedai kopi, sembari menulis atau sekadar bercengkerama dengan teman. “Lebih sering mendengar teman curhat,” kenangku sambil ditraktir kopi cappuccino favoritku.
Dibaliksecangkirkopi, Kopi telah mengantarkanku mengingat keluarga, terutama mengingat ocehan ibu dan pujian bapakku. Termasuk mengenang perjalanan ke beberapa destinasi wisata dan menemani kesuksesan kehidupanku.
Dibaliksecangkirkopi, saya selalu mendengar pengalaman pahit dan manis dari hidup seseorang. Sama seperti hidup, kopi juga bisa diracik manis atau pahit, sama seperti kehidupan kita yang bisa kita atur pahit atau manis. Selamat menikmati hidup. Selamat menikmati kopi.
via didikpurwanto.com