Sabtu, 31 Januari 2009

Opname DB Pertama Kali

Januari ini menjadi nasib sial bagiku. Apa pasal?? selama lima hari aku harus menginap di rumah sakit (opname) karena terserang nyamuk Aedes Aegepty. Tahu kan?? yap, nyamuk demam berdarah.

Peristiwa itu menjadi sejarah bagiku karena baru pertama kali opname. Sebenarnya saat cek awal cuma gejala typus. Tapi, kata dokter klinik itu, kalau panasnya tidak turun mohon segera cek up ke rumah sakit.
Ternyata benar, panasnya tidak turun walau aku masih kuat untuk berjalan. Panas hanya terjadi waktu malam terutama mulai dari jam 12 malam hingga pagi. Itu membuatku tidak bisa tidur.

Sebenarnya gejala awalnya adalah pusing dan demam (istilah jawa-nya meriang). Aku hampir tiap hari minum Tolak Angin, berharap masuk anginnya (pikirku) segera hengkang. Ternyata salah, penyakit yang kusangka masuk angin itu malah merembet ke yang lain, yaitu pusing, mual, demam, capek-capek hingga muntah. Alhasil, temanku (Lili, yang duduk bersebelahan dengan meja kerjaku) memaksaku untuk periksa. Jangan-jangan penyakit akut...

Itu terjadi menjelang deadline gadget (tgl 6 Januari) jam 3 sore. Aku udah sempoyongan. Lily memaksaku untuk ke klinik dekat kantor. Dokter memvonis typus karena kecapekan. Maklum aja menjelang akhir tahun, liputan menyerang tanpa ampun. Bahkan sehari sampe empat liputan dan tidak ada yg membantu. Alhasil, habis liputan aku langsung pulang. Ngetik kapan aja deh, kalo senggang..

Begitulah ritme kuli tinta. Ditambah lagi jadwal makan yang ga tetap. Tergantung undangan...(he..he..). Itu baru makan agak bergizi..maklum makannya kan minimal di cafe atau hotel berbintang, minimal bintang empat...(harus banyak bersyukur deh)..

Selepas ngetik gadget, ku abaikan telefon dari redaktur. Entah kekurangan tulisan atau apa, terserah. I dont care..Serasa kepalaku malah kayak ditusuk pedang. Silih berganti...
"Mas, Didik lagi di klinik. Pingsan. Nih aku yang nganter ke klinik sebelah," kata Lili menjawab pertanyaan dari hape Fren-ku. Sontak redakturku diam saja.

Selepas periksa, aku langsung diantar pake mobil kantor untuk pulang ke kos di daerah Salemba. Dua hari berikutnya, aku tidak masuk. Hingga tgl 9, teman-teman Lifestyle (kebetulan desk-ku Lifestyle) datang ke kos untuk menjemputku dan mengantarku ke rumah sakit.

Semua urusan sudah diurus. Termasuk asuransi. Maklum bagi wartawan, minimal harus satu tahun bekerja baru dapat asuransi jiwa. Di kantor menganut Asuransi Sinar Mas. Cuma karena aku baru saja beberapa hari melewati masa satu tahun, asuransinya belum turun. Kantor akan membantu membayar semua biaya opname.
Alhasil, dengan ogah-ogahan ku masuk mobil kantor diiringi teman-teman. Ada Yohana, Inda, Novi, Ita, Sari, Mamak sampe Kelmi dengan sopir Pak Agus. Mereka merujukku ke RSCM, dekat kos. Itu merupakan RS pilihan kantor. G tahu kenapa harus di situ. Padahal, Bu Kos sudah memperingatkan jangan dibawa ke situ. Tapi mo gimana lagi, tanggungan cuma berlaku di RSCM...

Tidak sampe 10 menit, kita nyampe melewati kamar mayat yang membelah gang sempit dari kosku menuju RSCM. Kuterangkan di sinilah awal cerita Suster Ngesot..Semua pada nengok, jembatan yang menghubungkan antara RS dengan kamar mayat itu. Sereeemmmm..

Sesampai di RS, kita langsung masuk dan diperiksa oleh suster. Lantas disuruh berbaring di tempat tidur dorong dan dibawa ke sebuah ruangan. Namun apesnya semua ruangan penuh. Alhasil, aku ditaruh di lorong-lorong kamar yang sudah penuh dengan pasien. Macem-macemlah.

Ternyata sampe se-jam, aku juga belum diapa-apakan oleh dokter, apalagi suster. Cuma ada gelang berisi nama pertanda aku sebagai pasien RS tersebut. Teman yang lain masih mengurus pendaftaran hingga segala macamnya..

Selama sejam itu pula, aku harus terima terbaring di situ. Menyaksikan orang mengerang, menangis hingga menjerit histeris. Ternyata ada orang tua yang meninggal dan anaknya histeris hingga satu lorong kedengaran semua dan menuju kamar orang itu. Tidak jelas mereka sakit apa. I dont care, pikirku bagaimana aku harus ditangani segera.

Ternyata teman-teman punya inisitif untuk keluar dari RSCM. Bagaimana tidak, selama sejam, aku tidak diapa-apakan. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kan tidak mungkin membiarkan teman-teman menjadi kelelawar malam walau kerja biasanya selalu ngalong. Kan mereka butuh istirahat juga...
Aku langsung loncat dari tempat tidur itu. Untung aku masih kuat berjalan. Panas belum menjalar di seluruh tubuh. Tiba-tiba administrasi RSCM berteriak,"Mas, ga bisa keluar begitu saja,"teriak admin itu.
Kelmi yang mengurus administrasiku tak kalah lantang berteriak
,"Enak saja, temanku sudah satu jam tidak diapa-apakan. Nanti kalau ada apa-apa, siapa yang tanggung????" jawab Kelmi (Helmi Firdaus) ketus.

"Pokoknya g bisa Mas. Harus tanda tangan surat pernyataan keluar dulu," terang petugas itu masih dengan sungutnya..

"Ga perlu...ayo cabut,"Kelmi menunjukkan kartu pers sembari mengajak teman-teman keluar RSCM. Petugas itu terdiam.

Kita menyewa taksi dan segera meluncur ke RS. Thamrin Internasional. Tidak jauh pula dari kosku. Bahkan lebih dekat lagi. Maklum saja, di sekitar Kampus UI Salemba berhamburan RS mulai dari pemerintah hingga swasta. Ada RSCM, Thamrin, Santa Carolus dan lain-lain.

Tiba pukul 23.30, petugas RS Thamrin langsung cekatan. Maklum aku langsung dimasukkan ke UGD. Cuma ada satu pasien di situ dan tidak sakit serius. Setelah diperiksa sejenak, aku disuruh Rontgen. Aku disuruh buka baju dan disuruh menatap sebuah alat. Tak lama kemudian diagnosa petugas dikeluarkan dan mengatakan,"Mas, ini bukan typus. Mas kena demam berdarah. Sehingga Mas harus opname di sini," tegas petugas itu. Aku pun hanya lemas.

Aku dibawa dengan kursi roda menuju lantai lima. Sepanjang perjalanan menuju lantai lima melalui lift, teman-teman berfoto ria. Aku pun tak kalah action. Petugasnyapun hanya geleng-geleng dan tersenyum. Mungkin dalam hati hanya berujar," Ini sakit kok malah foto-fotoan kayak orang kawinan. Rame banget dan sempat membikin gaduh suasana RS."

Aku menempati kamar 517 dan aku pilih tempat tidur nomor 1. Paling pojok. Di situ ada 6 bed tapi cuma terisi satu pasien. Ternyata dia DB juga. Tapi sudah 6 hari di situ. Mungkin besok dia sudah bisa pulang.
Akhirnya aku harus opname...selama 5 hari..Di situ aku harus tersiksa kena infus & sudah berganti berapa botol. Mungkin lebih dari 15 botol dalam 5 hari itu. Apalagi karena bengkak, tempat selang infus itu harus berganti tempat tiga kali di tangan kanan-kiriku...Waduuuhhh..sakit sih ga, tapi tersiksa. Apalagi kalo harus ke kamar mandi..

Tersiksanya lagi, aku pernah BAB tanpa sengaja di bed. Ceritanya aku ingin kentut, tahunya yang keluar malah BAB cair. Wiiiiihhhhh...

Yang menderita lagi, tiap malam aku g bs tidur gara-gara panas tinggi. Aku baru bisa tidur selepas shubuh dan itu selepas disuntik dan minum obat ( g th namanya). Baru bangun jam 9 atau 10 pagi...
Uniknya, pelayanan mereka (RS Thamrin) seperti hotel berbintang. Minimal mulai dari petugas Office boy hingga cleaning service bahkan sampe pengantar makanan. Kalo kita butuh sesuatu, tinggal pencet tombol dekat bed.

Padahal, harga kamar di sini cuma Rp100ribu. Beda tipis ama RSCM yang Rp 94ribu. Di sini sudah termasuk makan 3 kali dan snack siang 1 kali. Yummy...kita pun bebas memilih makanan sesuai menu hari ini. Waaaahh, andaikan aku tidak sakit, pasti makanan itu sudah langsung masuk perut. Standar gizi lah. Tapi apa jadinya kalo sakit, makan setengah piring aja sudah untung. Mual melulu....

Apalagi aku sampe tiga bulan belum boleh makan asam dan pedas. Lambungku belum sehat (kena typus) kemarin. Jd hrs ekstra hati-hati terhadap makanan.

Tiap hari, teman-teman kantor bergantian jaga aku. Terima kasih ya...Apalagi mereka sudah bawa oleh-oleh yang tentunya tidak bisa langsung termakan semua olehku. Mulai dari anak Internasional yaitu Muhammad Syarifuddin, Andika Hendra Mustaqim, (thanks udah nyuciin celanaku), Muhammad Ismail. Anak news yaitu Pasti Liberty Mapappa dan Maya Sofia. Anak Ekonomi, Meutia Rahmi. Serta anak olahraga (Esa, thanks sprei Juventusnya), meski aku g suka sepak bola, tapi lumayan buat ganti spreiku yg mau ku laundry. Capek buat cuci sendiri, 2 tanganku msh gemetar...karena infus..
 
Lalu buat temenku di Okezone spt Devy Lubis, Dede Suryana & Muhammad Syaifullah serta wartawan Republika Indah Wulandari sudah bersedia datang. Thanks atas semua. Termasuk yang sudah kirim sms, thanks semuanya. Tidak dapat ku sebutkan nama kalian di sini satu per satu.

Alhasil, dengan segala upaya dan sholat tahajud..aku berhasil keluar dari sarang nyamuk (eh, salah. sarang pasien) pada tgl 14 Januari. Habis itu rehat ampe 20 Januari dan baru masuk kantor 21 Januari dengan masih sempoyongan (seperti kurang darah gitu). So, aku menghindari pulang malam lebih dari jam 9 malam.
Beruntung selama opname dan rehat itu, aku bisa merasakan istirahat sesungguhnya. Walau setiap waktu orang iklan atau klien yang mengundang acara selalu menelfonku. Disyukuri aja, karena setiap penyakit, pasti ada berkahnya.
Thanks juga buat Agrakom PR, yang udah kasih parcel berisi buah ke kos. Aku sampe kaget, kiriman dari siapa?? perasaan ga pernah aneh-aneh deh..
Semoga aku tak kan pernah opname lagi...

Masuk RS Dapat HP

Di hari yang sama saat tragedi pingsanku itu (padahal bohong, cuma ga kuat berdiri aja), tepatnya 6 Januari, sebelumnya gw ditelfon ama ARC, PR Samsung. Namanya mbak Ellie.

Katanya gw menang lomba penulisan (Best Write Up) saat peluncuran 7 hape Samsung akhir tahun kemarin. Mereka cuma mengambil dua pemenang. Satu wartawan yang dimenangkan oleh gw dan satu fotografer dari koran Investor Daily.

G biasanya mereka membuat lomba. Saat peluncuran apapun, mereka selalu menggelar doorprize (ambil kartu nama). Tapi selama gw di SINDO belum pernah dapat rejeki. Kecuali satu kali, gw dapat hape Esia yang udah ada kamera VGA & radionya. Cuma hape itu di lock dan tidak bisa diganti dengan operator lain. Itu berkah Ramadhan kemarin..
 
Sebagai hadiahnya, kata Mbak Ellie, berhak mendapatkan salah satu dari 7 handphone itu. Gw sih penasaran, dapat hape apa. Secara, di situ ada hape tertinggi dari Samsung varian kamera. Yaitu Samsung Innov8, ponsel berkamera 8MP.

Saking serunya, dia sampe mengundang Jerry Aurum, salah satu fotografer kondang Indonesia untuk mencobanya. Alhasil, SUKSES!!tidak ada interpolasi (manipulasi kamera). Beda dengan ponsel Cina.

"Biasanya resolusi tinggi selalu menipu, tapi Samsung Innov8 ini sudah setara dengan kamera digital biasa bahkan lebih karena dapat ponsel,"ujar Jerry Aurum saat prescon itu.

Untung saja, semua perkataan Jerry itu aku tulis dengan detail. Sampe aku minta hasil fotonya segala. Sayang, pas deadline malah ga dipake. Cuma komentarnya saja. Ya udah gpp. Pokoke gw udah bisa menang mendapatkan........................Eng..Ing..Eng..

SAMSUNG BEAT SGH-M3510
(kira-kira beginilah bentuk hape-nya, berhari-hari nguber yang warna merah g dpt sih. posting aja yg kuning. apalagi merah dan kuning kan hrs berdamai. apalagi kuning ama hitam. harus lebh damai lagi. ini ngomong apa ya?? partai??)

Salah satu ponsel musik dari Samsung dengan ketipisan cuma 9.9mm. Desainnya unik, mirip Express Music Nokia 5310. Gw dulu kepingin banget hape itu, cuma harganya masih di atas 2 jeti..Terpaksa dikubur dulu..
Ternyata hape itu berhasil menggeser Siemens A55 yang sudah 3 tahun aku pakai. Hiks...terlalu banyak kenangan denganmu. Apalagi seumur hidup gw cuma ganti hape cuma 2 kali. Pertama, hape Siemens C45 dan kedua, Siemens A55 yang sudah dimodifikasi isinya menjadi C55. Yang pertama Rp150ribu (bekas loo) dan kedua Rp350ribu (bekas juga).(punya gw yang warna biru, secara gw seneng jg ama biru). trus yang paling kusuka adalah tagline-nya, Be Inspired!! itu sangat korelasi denganku yg pny motto, Pena Emas, Inspirasi Cerdas!!

Selebihnya gw dapat gratisan, termasuk hape Fren ZTE. Hape itu kudapatkan saat ada prescon Fren masuk Bali. Pihak Fren sendiri menjanjikan satu hape untuk berita yang dimuat. Karena saat itu gw sudah menyandang wartawan SINDO Bali, otomatis tidak akan muncul beritanya. Lha wong, semua masih cetak di Jakarta. Dan g akan mungkin masuk karena dari Jakarta pasti sudah mengcover..

Alhasil, gw punya rencana untuk masukin berita itu ke Koran Pak Oles. Secara, waktu itu gw belum resign dari tempat kerja sebelumnya. Ternyata lolos karena saat itu Redpel sedang membuat rubrik Bisnis yang isinya tentang bisnis di Bali termasuk provider.

Berita itulah yang akhirnya ku tukar dengan hape Fren ZTE itu. Dulu, kalo dijual di konter seharga Rp388ribu. Bonus pulsanya mannnn, ga tanggung-tanggung, Rp800ribu. Ngomong terus sampe dower...
Lantas ada lagi THR dari Mito, gw dapet hape Mito 828. Ya, ponsel Cina dengan fitur radio aja. Lumayanlah..Padahal gw naksir dapat televisi...kan harganya sama..Alhasil, ponsel itu gw kasih ke adik gw. Hape lamanya dicuri orang. Adik gw diem aja. Yang penting masih bisa buat nelfon. Padahal dia udah minta hape high class. Maklum, dia sekolah di tempat agak elit. Jd muridnya jg elit, termasuk bawaanya. Entah hape, laptop ampe dianter pake mobil. Nah, adik gw....(sabar lahhh)...

Back to laptop..

Karena gw keburu opname dan sampe pulang, gw sms aja si Ellie. Kok hapenya belum dikirim???
Ternyata hape itu sudah dikirim tgl 9 Januari. Ellie jg udah tahu kalo aku opname dan hape itu dikirim via kantor. Alhasil, gw suruh temen gw Sahlan, untuk ngambil hape itu dari Sekred.

Tgl 16 Januari, secara resmi gw pegang tuh hape dan secara resmi pula menggantikan Siemens A55. Hape jadul itu kumasukkan laci dengan baik-baik. Sampe kapanpun, hape itu g akan aku jual. Biarlah menjadi saksi...

Alhamdulillah pula, warna yang aku inginkan terkabul, merah. Kan ada tiga warna utama: merah, kuning dan ungu. Aku pingin banget yang merah. Terkesan eye catchy dan macho. Ga malu-maluin kalo dibawa mejeng..

Bahkan, di hari yang sama pula, gw ngoprek tuh hape ampe tengah malam. Hape itu seakan menjadi temen gw saat rehat selama seminggu itu. Untunglah, sudah ada kamera 2MP dan MP3, sekaligus FM radio. Komplit sih...

Makin komplit lagi, gw bisa gunain bluetooth Nokia BH-503 yang udah lama gw dapet. Produk itu gw dapet dari goody bag saat acara peluncuran Express Music 5320 dan 5220 di Pacific Place Jakarta pertengahan 2008.
Tumben aja tuh Nokia kasih barang mahal. Harganya sekitar Rp300ribuan sih..Tapi lumayan, secara headset bawaan Samsung kurang nyaman di telinga (terutama airbud-nya). Kurang nyantol di kuping.

Kalo pake ini, kan g perlu ribet dengan kabel lagi. Bs langsung dengerin lagu (tp g bs buat radio). Y udah via MP3 aja..lumayan kok (dibanding headset). Secara lebih techy gitu loohh..Inilah berkah masuk rumah sakit..

Senin, 29 Desember 2008

Aksi Solidaritas Palestina

Kemarin gw baru dapat sms dari Murobbi ane, kangen juga ma beliau. Soalnya sudah jarang kasih tausyiah via hape lg. Mungkin aja beliau repot berat.
Isinya cukup mencengangkan bahwa beliau mengajak untuk munashoro (penggalangan dana) bagi rakyat Palestina yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia tepat pas perayaan Tahun Baru Islam, 29 Desember 2008.
 
No problem lah, coz ga da liputan khusus hari itu. Lagipula sudah lama banget ga ikutan demo. Paling akhir di Bali dl, sekitar 4 tahun lalu lah.
 
Gw datang ke Bundaran HI tepat pukul 11.30 siang. Suasana jalan (tepat di depan Hotel Indonesia) sudah penuh lautan massa. Yang gw lihat, massa terdiri dari elemen Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Indonesia, LDK Universitas Negeri Jakarta, LDK Insititut Pertanian Bogor, berbagai Lembaga Dakwah Sekolah (LDS), STIE Rawamangun, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan lain-lain tampak mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina berukuran raksasa, dan meneriakkan takbir berulangkali.
 
Mendengar pekikan takbir dari ikhwan-akhwat itu bulu kudukku merinding. Betapa semangat mahasiswa begitu besar, di tengah terik panas & kemacetan jalan. Apalagi polisi pun mengamankan dengan memakai tameng khusus gitu. 
 
Beberapa pendemo (tepatnya korlap demo) kulihat juga ada yang digelandang oleh polisi. Kutahu mereka tidak mengantongi izin dari Polda Metro Jaya untuk melakukan demo dengan pengeras suara. Karena hal itu bisa mengganggu tamu hotel. Ya iya sih..dengan sound sebesar itu memang akan mengganggu siapa saja. Tapi kalo untuk memobilisasi massa sebanyak itu (hampir seribuan orang) tentu saja tidak gampang. Perlu cara khusus agar tidak kacau. 
 
Jika cuma pake speaker kecil saja, sudah tentu massa yang jauh tidak kedengaran. Tadi aja sempat tidak kompak, sebelah sana takbir, sebelah sini bengong. Yang lain meneriakkan yel-yel, di sini malah bengong.
"Jumlah kita berapa???," teriak salah satu pemimpin di atas mobil mengomando.
Serempak massa mengatakan,"SATUUUUUU". Hingga berulang kali.
"Jumlah kita satu bapak polisi. Jangan takut, kita tidak akan berbuat anarkis. Demo kita demo damai, memperjuangkan rakyat Palestina agar bisa menghirup aura kemerdekaan di tanah mereka sendiri. Bukan malah dibombardir oleh rudal Israel," tambah salah satu pemimpin massa demo.
 
Sontak, teriakan, yel-yel, takbir hingga lantunan lagu-lagu Palestina khas Izzatul Islam menyentak pengguna jalan terutama dari arah Blok M. Terlihat dari halte busway Bundaran HI, kemacetan melebihi Halte Busway Setiabudi atau mungkin bisa sampai Dukuh atas atau lebih. 
 
Terakhir, mereka juga menyebarkan kontak infak yang akan disalurkan melalui badan khusus untuk rakyat Palestina. Semoga saja perjuangan mereka bs membuahkan hasil. Minimal jika kita tidak bisa berjihad ke sana, ada sumbangan dana atau doa untuk kemenangan rakyat Palestina. Jangan sampai tanah yang dirahmati dan diberkati oleh Allah itu menjadi ladang bagi laknatullah Israel.
Demo akhirnya selesai kira-kira pukul 13.00 wib. Massa diatur bubar berdasarkan wilayah masing-masing. Di dekatku tadi dari Bandung dan Banten yang kumpul dekat air mancur dekat Plaza Indonesia. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Polisi pun membebaskan korlap. "
 
Ini ada beberapa cuplikan nasyid yang dilantunkan saat demo khas Palestina. 
 Merah Saga by Izzatul Islam
 
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir
Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu
Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad Palestina
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cinta-Nya 

Barusan dapat sms dari teman, ga th nih dr siapa. Coz masih ganti hape, jd mungkin namanya kesimpen di hape lama. Dari 08179950xxx bunyinya," Israel berjanji akan terus menyerang Gaza untuk lumpuhkan Hamas. Israel tolak disalahkan atas serangannya selama 3 hari ini terhadap Gaza yang telah tewaskan lebih dari 300 penduduk, melukai lebih dari 1000 orang dan hancurkan kota. Israel malah balik salahkan Hamas". (MetroTv,29/12/2008).
Maunya apa sih Israel itu????

Sabtu, 27 Desember 2008

Blogger Nakal










“Tindakan memang tidak selamanya membawa kesuksesan,tetapi tidak ada kesuksesan tanpa tindakan.”


[ Greg Phillips & Benjamin Disraeli ]

Begitulah salah satu pesan motivasi dari sebuah blog (transtvnews.blogspot.com). Apa maksudnya?

Era telekomunikasi sudah demikian pesatnya. Terutama internet dengan fasilitas blog yang memungkinkan orang untuk menjadi wartawan tanpa editan. Wartawan, orang yang mewartakan berita dalam blog ini bebas mengeluarkan uneg-unegnya tanpa batas.

Kenapa saya sebut wartawan? Di era demokrasi ini, semua bebas berkreasi dan mengeluarkan pendapat. Salah satunya dengan blog tersebut. Blog menjadi salah satu yang mengancam surat kabar baik cetak maupun online. Di sini (pewarta) bisa menulis apa saja. Inilah uniknya blog, tanpa editan dan bisa dibaca dengan mudah kapan saja selama ada koneksi.

Salah satunya blog yang barusan kubaca. Coba tengok saja transtvnews.blogspot.com. Semoga situs gratisan itu masih bisa terbuka karena gosipnya akan ditutup karena mencela pemiliknya, Chairul Tanjung (bos Para Group yang menaungi stasiun Trans Tv dan Trans 7).

Di dalam blog tersebut, penulis mewartakan behind the scene stasiun yang bermarkas di jalan Kapten Tendean Jakarta Selatan itu. Bukan yang baik, malah berita yang jelek termasuk dugaan suap Ishadi SK, Direktur Utama Trans TV kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebanyak 40 juta.

Lepas dari benar atau salahnya itu berita, blog menjadi media paling murah meriah untuk menyebarkan sesuatu secara massal, cepat dan sesuai target pembaca.

Kabar dari detik.com (http://www.detikinet.com/read/2008/12/23/154743/1058435/398/ada-blogger-nakal-bapak-blogger-dipanggil-polisi), blogger nakal ini bakal tersandung pencemaran nama baik. Sampai-sampai, 'Bapak Blogger' Indonesia Enda Nasution pun dipanggil oleh pihak berwajib,Cybercrime Polda Metro Jaya terkait kasus ini sebagai saksi ahli.

Enda yang enggan menyebut nama pemilik blog tersebut hanya mengatakan pelakunya mungkin mantan karyawan stasiun televisi yang mempopulerkan acara kontroversial Extravaganza dan Empat Mata itu.

Padahal sejak tujuh tahun lalu, aku bermimpi bisa kerja di situ. Suatu pembicaraan di milis mengatakan kerja di situ meski keras namun hasil didikannya bagus. Banyak jebolannya yang sukses merintis media baik di media lain atau mendirikan stasiun televisi lokal. Kalo seperti sekarang???? kayaknya gajinya masih bagusan kerja di tempatku (walau nasib juga masih tidak jelas atas status kontraknya).

Kita tunggu saja, kabar selanjutnya. Makanya kalo ngeblog yang bener ya.. Salah-salah malah diperkarakan kayak Blogger Nakal ini. ^-^

Jumat, 12 Desember 2008

Cinta Terlarang Vampire Manusia

Kenalkah Anda dengan foto di atas? Dia adalah penulis novel Twilight, New Moon, Breaking Down dan deretannya. Kata beberapa media asing, dia adalah "The Next JK Rowling", penulis kaya raya berkat novel Harry Potter. Berarti dia adalah orang kaya setelah JK Rolling donk?? may be.

Gw kagum aja dengan beliau yang memiliki ide brilian tentang kisah percintaan terlarang antara vampire dengan manusia. JikaWilliam Shakespeare hanya menceritakan kisah terlarang antara dua insan, Romeo dan Juliet, Stephanie berhasil merayu penikmat film seantero negeri berkat ide gilanya tersebut.

Sebenarnya, kisah percintaan itu menceritakan:
Isabella Swan murid pindahan dari SMA Phoenix, Arizona yang pindah ke Forks,Washinton. Ia pindah karena ibunya menikah lagi dengan pria yang berkerja sebagai pemain baseball. Ibunya dan sang suami harus selalu berpergian. Di Fork, Bella bertemu dengan Edward Cullen saat praktik biologi di dalam kelas. Ketika Bella terkena kipas angin dan baunya tercium pun Edward. Edward langsung menutup hidungnya. Setelah kejadian itu Edward tidak keliatan selama beberapa minggu.

Setelah berapa minggu, Edward kembali muncul dan berlaga akrab dengan Bella. Padahal Edward sebelumnya selalu menampik semua cewek dengan kasar. Namun ternyata Edward itu vampire vegetarian. Berbeda dengan vampire lain, Edward minum darah hewan.

Setelah beberapa kali bertemu, Bella akhirnya menyukai Edward. Edward pun juga menyukai bella. Namun cinta itu sebetulnya terlarang. Hingga akhirnya datanglah James. James mengincar darah bella karena darah perempuan adalah darah yang sangat khas.

Karena tidak ingin terbelenggu oleh novel ataupun filmnya, gw pun sampai sekarang belum membaca novel-novel tersebut. Tapi dari film bajakan yang kubeli di Pasar Senen, film ini memang mantabbbbss, two thumbs up buat dia.

Berikut adalah petikan tulisan dari teman saya tentang profil Stephanie Meyer.
STEPHENIE MEYER
Ciptakan Tokoh Imajiner yang Bermoral

Stephenie Meyer,35, dinobatkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia 2008 versi majalah TIME. NOVEL-novel karyanya laris di seluruh penjuru dunia sehingga dia dianggap sangat mewarnai dunia sastra. Meyer sejajar dengan tokohtokoh paling berpengaruh lain seperti presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama maupun Hillary Clinton. 
 
Karyanya yang paling laris ialah serial novel Meyer’s Twilight. Dalam novel tersebut,Meyer bercerita tentang vampir bernama Edward yang tidak ingin membunuh manusia dan enggan menggigit pacarnya yang seorang manusia,Bella Swan. ”Lima tahun silam, pada 1 Juni 2003, saya memiliki mimpi: seorang gadis muda berbicara kepada seorang pria yang kulitnya berkilauan diterpa sinar matahari. Pria itu seorang vampir dan mereka jatuh cinta,”kata Meyer menceritakan sumber ide ceritanya belum lama ini. 
 
Meyer sama sekali tidak berpikir untuk menulis mimpinya menjadi novel. Saat itu dia malah sibuk meng- kliping koran dan membuat berbagai kostum Halloween di toko kreatifnya.Namun,mimpi itu terus mengganggunya.Mimpi itu seakan hidup dan memaksanya untuk menuliskan cerita tentang vampir tersebut.

Dia lantas menulis cerita yang sepertinya terus mengalir di pikirannya, dari awal hingga akhir.Novel pun selesai. Tidak hanya satu novel, tapi menjadi serial, yakni Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn. Tidak pernah diduga, novelnya terjual lebih dari 5,3 juta eksemplar di AS. Karya Meyer menjadi fenomena. 


Novel tersebut menempati daftar best seller versi New York Times selama 143 pekan berturut-turut. Saat Eclipse dirilis pada Agustus silam, novel itu berhasil mengalahkan seri terakhir novel Harry Potter dalam daftar best seller hanya dalam beberapa pekan berikutnya. Novel pertama Meyer telah diangkat ke layar lebar dengan judul Twilight. 
 
Seperti novelnya, film itu bercerita tentang seorang cewek, Bella Swan, yang hidup dalam rumah tangga yang tidak harmonis. Ayah ibunya bercerai. Bella harus tinggal dengan ayahnya di kota kecil yang penuh dengan hutan dan pepohonan. 
 
Diapun dekat dengan Edward, vampir yang tidak minum darah manusia dan hanya minum darah binatang. Gaya ceritanya merupakan perpaduan antara romantisme dan thriller.Yang ingin disampaikan Meyer adalah kisah cinta terlarang lantaran pasangan itu berasal dari dunia berbeda. Seperti kisah terlarang lainnya,cinta ini tak mengenal jalan kembali, yang ada adalah hidup dan mati bersama. 
 
”Saya benar-benar berpikir bahwa tokoh vampir itu merupakan metafora.Tidak masalah di mana Anda saat ini hidup atau apa yang Anda pikirkan, Anda selalu dapat memilih sesuatu yang lain.Itu menjadi jalan yang berbeda,” ujar Meyer. Yang paling menarik, Meyer memasukkan unsur religi dalam novel tersebut. Misalnya dalam Twilight, Bella dan Edward tidak minum alkohol. 
 
Bahkan Bella dan Edward tidak melakukan adegan hubungan seksual seperti film atau cerita cinta lain.Mereka hanya berciuman, tidak lebih dari itu.”Saya mendapat tekanan untuk memasukkan adegan seks.Tapi Anda dapat mencari tayangan seks di mana saja Anda ingin. Memang sangat sulit untuk menunjukkan romantisme hanya dengan bergandengan tangan.Padahal, saat saya berusia 16 tahun,bergandengan tangan itu rasanya sudah wow,”papar Meyer. 
 
Setelah meluncurkan novel pertamanya,Twilight,dan menjadi buku terlaris,Meyer lantas disebut sebagai salah satu penulis paling berbakat pada 2005 versi Publishers Weekly. Ketenaran Meyer tidak hanya sebagai penulis buku terlaris. Orang-orang mulai meniru gaya berpakaian dan karakternya. Publik pun menulis berbagai cerita tentang Meyer dan menampilkannya di internet. 
 
Saat Meyer tampil di sebuah toko buku, 3.000 orang sudah datang berjejalan untuk menemuinya. Namun cerita fantastis yang ditampilkan Meyer tidak seperti cerita hidupnya.Kisah hidup Meyer seperti warga kelas menengah lain. Dalam situs resminya,stepheniemeyer. com,Meyer bercerita tentang kehidupannya. 

Dia lahir di Phoenix, Connecticut, pada 1973 dan merupakan putri petinggi di sebuah perusahaan kontraktor.Meyer hidup normal sebagai seorang gadis kecil,tumbuh dewasa,mengenyam pendidikan tinggi, dan menjadi ibu rumah tangga. Dia merupakan alumnus Brigham Young University di bidang Sastra Inggris.

Saat kuliah di Brigham Young University, dia bertemu pria yang kini menjadi suaminya, seorang akuntan.Meyer menikah saat berusia 21 tahun dan kini memiliki tiga putra. Dia tinggal bersama suami dan tiga putranya di Phoenix,Arizona,AS. Sebagai pengikut kepercayaan Mormon,Meyer tidak minum alkohol, tidak menonton film porno, dan antinarkoba. 

 
”Ini tentang menjaga dirimu bebas dari kecanduan.Kita memiliki keinginan bebas dengan semua pemberian dari Tuhan.Jika Anda mengaitkan diri dengan sesuatu semisal kokain, Anda sebenarnya sudah tidak memiliki banyak kebebasan,”papar Meyer. 
 
Meyer mengidolakan beberapa penulis ternama,mulai dari Orson Scott Card, Jane Austen,William LM Montgomery, Louisa May Alcott,Eva Ibbotson, William Goldman, Douglas Adams hingga Janet Evanovich. Lagu-lagu Linkin Park,My Chemical Romance, Coldplay, U2, dan Kasabian juga selalu menemaninya saat menulis novel. (andika hendra mustaqim)

Kamis, 11 Desember 2008

Petualangan Cinta

Judul Film : Journey to the Center of the Earth
Sutradara : Eric Brevig
Pemain : Brendan Fraser, Josh Hutcherson, Anita Briem, Garth Gilker, Giancarlo Caltabiano
Genre : Aksi, Petualangan
Produksi : New Line Cinema, Walden Media
foto-foto : New Line Cinema, Walden Media



Tumben-tumbenan dapat gratisan nonton bareng selepas liputan. Hari ini selepas liputan peluncuran Notebook terbaru Dell yang tahan debu, air hingga api di Blitz Megaplex Grand Indonesia, kita (media) diberi kesempatan nonton (entah perdana atau ga) nonton film.

Pertama sih agak ogah, secara acara baru kelar jam 12.30. Film itu baru diputar selepas makan siang jam 1 teng. Waduuuhh..mana aku ada janji liputan di Grand Odiseus Fitness & Spa Hotel Nikko jam2 pas!!Jadi bingung mau liputan dulu atau nonton dulu? secara kalo nonton pasti kelas jam14.30 lebih. Tapi aku nekat aja dan pilih kursi nomor 18. Paling pinggir tapi tidak terlalu di depan. Supaya bisa ngacir duluan kalo filmnya jelek. He..he..Padahal di belakang gw ada Adhi, PR Dell dari Lucidcomm yang aku kenal. Ga enak donk kalo kabur duluan...
 
Saat film baru dimulai, aku langsung sms si Akung, fotograferku untuk datang duluan ke Nikko. Dia minta pemotretan jam13.30. Soalnya dia ada jadwal pemotretan di Pelangi (Plaza Semanggi). Y udah, aku kasih kontak orang yang incharge di sana. Bilang aja, aku masih ada acara di Blitz, ntar aku menyusul.He..he.. (padahal pingin nonton)...
 
Nih aku comotin sinopsis film tersebut:
Para petualang sedang memasuki perut bumi. “Journey to the Center of the Earth” merupakan sebuah film yang diangkat dari novel klasik fiksi karya Jules Verne, dengan judul yang sama. Film ini menceritakan perjalanan menuju pusat perut bumi, yang sebelumnya pada 1959 dibintangi oleh James Mason dan Pat Boone.

Sutradara Eric Brevig yang mengadopsi cerita dari novel terbitan 1864 adalah pemenang Academy Award untuk efek visual Total Recall dan Pearl Harbour yang memesona penonton dengan efek spesialnya. Sekarang dengan tiga dimensi (3D) yang spektakuler, film versi 2008 ini adalah sebuah tontonan petualangan yang menakjubkan.
 
Film ini dibintangi aktor papan atas AS, Brendan Fraser, yang terkenal dengan aktingnya sebagai Rick O’Connell dalam seri film The Mummy. Fraser memang layak menyandang predikat raja pembantai monster di layar lebar. Dari The Mummy sampai The Mummy Returns yang sukses hingga film terbarunya, Journey to the Center of the Earth. Aktor berusia 39 tahun itu mengatakan bahwa film tersebut menggunakan teknologi 3D versi baru, untuk memukau para penontonnya.

Profesor Trevor Anderson (Brendan Fraser) adalah sosok ilmuwan yang lain dari biasanya. Ia bagian dari sekelompok orang yang mempercayai buku Verne bukanlah sebuah fiksi spekulatif, tetapi fakta ilmu pengetahuan. Profesor Trevor menjadi bahan tertawaan komunitas ilmuwan, saat berencana mengadakan perjalanan menuju pusat perut bumi.

Ia mempercayai sebuah hasil kopian novel Verne dari saudaranya, yang telah menghilang dengan rumusan atau persamaan-persamaan matematika dan simbol-simbol tersembunyi di setiap halamannya. Di situ diungkapkan sebuah jalan bertebing gunung berapi di pegunungan Eslandia, yang akan membuka perjalanan menuju pusat bumi. Untuk itu, ia berniat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saudaranya yang hilang, saat mengadakan penelitian yang sama.

Profesor Trevor melakukan perjalanannya ke Eslandia bersama keponakannya, Sean (Josh Hutcherson), dalam 10 hari ekspedisi pengetahuan. Sebenarnya, Sean meragukan teori mustahil pamannya, tetapi pada akhirnya ia turut dalam perjalanan yang tidak masuk akal tersebut. Untuk melancarkan perjalanan mustahil ini, Trevor membayar Hannah (Anita Briem) untuk menjadi pemandu jalan yang ditemuinya di kawasan pegunungan lokal.

Mereka bertiga akhirnya berhasil menemukan jalan yang telah ditinggalkan saudaranya, yaitu sebuah jalan kecil menuju pusat perut bumi, sesuai dengan buku. Kemudian, mereka mengambil keputusan untuk menyelidiki gua tersebut. Trevor bersama Sean dan pemandu jalan itu, menemukan sebuah kota aneh di dalam perut bumi. Namun, perjalanan ini akhirnya menjadi petualangan paling menegangkan yang mereka alami.

Berbagai fosil binatang purba menambah pemandangan di dalam perut bumi mencekam. Teknologi “RealD” Efek tiga dimensi pada film ini sangat luar biasa. Ketika adegan pertama dimulai saat Professor Trevor menggosok gigi, mendesir, dan meludah seakan mengarah kepada penonton. Ada pula adegan yang melewati banyak ledakan, air liur T Rex raksasa, menaiki roller coaster sepanjang jalur pertambangan tua yang berbahaya (ala film Indiana Jones), bisbol ikan terbang, dan burung-burung yang terbang seperti lampu neon berterbangan.

Film ini sangat cocok untuk segala lapisan umur dan keluarga. Banyak efek-efek yang keluar dari layar dengan begitu realistisnya. Kaca-kaca 3D spesialnya mungkin terlihat aneh, namun hal itu tidak menjadi masalah dengan efek spesial yang ada. Film ini penuh dengan aksi petualangan dan merupakan momen yang menakutkan. Banyak adegan aksi seru dan menakjubkan serta makhluk-makhluk aneh di perut bumi.

Film ini menjadi catatan menarik bahwa Hollywood dapat membuat tontonan film aksi yang begitu hidup, bagi seluruh lapisan umur untuk bisa dinikmati. Hal itu telah membawakan dimensi baru kepada seni 3D dalam layar lebar. Film 3D ini seluruhnya digital, sehingga memberikan fokus yang lebih tajam, warna lebih terang dan pengalaman seperti terjadi sebenarnya. Seluruh fitur ini merupakan daya jual utama teknologi 3D.

“Ini tidak seperti yang pernah kau lihat sebelumnya. 3D hanya digunakan sebagai alat. Tetapi, film ini menggunakan efek visual yang terbaik yang kami punya. Sistem ini namanya RealD, semuanya digital. Film 3D baru seluruhnya digital,” kata Fraser.

Teknologi RealD ini pernah digunakan dalam film animasi, seperti Chicken Little dan Meet the Robinson. Journey to the Center of the Earth adalah film action pertama yang menggunakan teknologi ini. Film ini juga menandai debut penyutradaraan film feature Eric Brevig yang dikenal karena pengalamannya selama 20 tahun sebagai supervisor efek visual.

Pada film tersebut, Fraser mencoba menjadi seorang eksekutif produser untuk pertama kalinya. Ia mengaku merasa agak ketakutan dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Namun, Fraser merasa setelah 15 tahun berlalu, telah beranjak tua dan merasa mampu melakukannya.


“Aku telah mempelajari semuanya yang ada di sini. Aku cinta film ini. Aku suka melihat orang yang mau menonton film ini. Tentunya para penonton pasti mau membayar dengan harga lebih tinggi, bila kami memberi mereka pengalaman yang sangat bermutu,” tambahnya. 
 
Jujur saja, aku belum pernah melihat sinopsis ini sebelumnya. Namun, pribadi saat menonton film tersebut, terasa ketegangan di sepanjang perjalanan film. Baru setengah bisa bernafas lega, sudah deg-degan lagi. Untung aja di sampingku tidak ada orang lain. Jadi aku bebas mau ngapain aja (aku kemarin sampai menendang kursi di depan dan tidak terasa kakiku naik karena saking serunya).
 
Selama 1,5 jam, aku tidak bisa berhenti mengagumi efek 3D itu. Seandainya nyata, begitu besar ciptaan-Nya. Sepanjang film juga dijelaskan istilah ilmiah dalam dunia vulkanologi. Di situ ada jamur raksasa, Muskovit (batu tipis) mirip lantai (bisa ditemui seperti kaca di lantai FX Senayan), trilobita (serangga purba), mata angin yang terbalik (U jadi S, S jadi U), ikan terbang bergerigi, burung bercahaya yang selalu menemani Sean menemukan jalan keluar, fosil binatang purba hingga diamond (permata).

"Seandainya aku baca buku itu (Journey to the center of the earth) sebelum berpetualang, tentu aku tidak tersesat seperti ini," ucap Sean menyesali diri saat tersesat terpisah dari Trevor dan Hannah. Akhirnya dari petualangan ini, mereka dipersatukan oleh cinta. Sean yang sudah menduda, ketemu Hannah yang masih perawan. Kebetulan si Trevor ini sudah klik juga dengan Hannah. So???

Tapi, sekarang kalian sudah baca resensi ini dan tentu saja ingin menontonnya bukan? Tentu saja bagi penyuka film adventure tak akan melewatkan film ini. Selamat menonton dan berpetualang!!

Rabu, 03 Desember 2008

Satu Sentuhan Sejuta Kesenangan

POPULARITAS iPhone jelas membuat Nokia gerah.Vendor asal Finlandia itu pun
tak mau kalah, tampil dengan produk revolusioner berlayar sentuh.

Namun, berbeda dengan iPhone, Nokia 5800 XpressMusic menyasar segmen jelas,yakni para penggemar musik. Head Go To Market Nokia Indonesia Goh Doh Hau punya alasan kuat soal ini. ”Nokia 5800 XpressMusic menghubungkan setiap orang melalui bahasa paling universal, yakni musik,” ujarnya saat merilis ponsel high end itu di Club 3 Degrees, FX Lifestyle Center, Jakarta, Kamis (27/11).

Ia mengungkap, setidaknya ada tiga keunggulan utama Nokia 5800 XpressMusic, yakni Play, Share,dan Touch. Fitur Play, menghubungkan satu sentuhan akses ke musik, video, atau game.Ada pula Media Bar, yang menyajikan akses langsung ke musik dan hiburan, termasuk lagu favorit, video, foto, web, dan layanan berbagi secara online.Tombol ini terletak di kanan atas ponsel sebagai shortcut. Dalam fitur Share, Nokia 5800 XpressMusic mempersenjatai dirinya dengan contact bar,TV out,Flickr hingga penunjuk lokasi via GPS terintegrasi.

Contact bar memungkinkan pengguna menyimpan empat nama kontak favorit di layar utama, serta merinci sejarah digital seperti SMS terbaru, e-mail, daftar panggilan, foto, dan blog terbaru dari kontak yang bersangkutan. Akses touch memungkinkan penggila ponsel layar sentuh mengakses shortcut yang hanya butuh satu sentuhan tangan.Fitur ini termasuk cara memegang ponsel yang memiliki empat cara, yakni satu genggaman tangan, dua genggaman tangan, handstrap(tali),dan via stylus.

Karena menggunakan sepuhan tangan, jelas tidak ada keypad eksternal. Input data di dalamnya bisa dilakukan melalui keypad (alphanumeric), handwriting, atau mini Qwerty. Fitur fun lainnya adalah mengubah-ubah pengaturan. Dengan satu sentuhan, jam bisa diubah menjadi alarm.Sementara mengubah nada bunyi menjadi nada getar (silent) cukup membalikkan ponsel. Di dalamnya,telah dijejali kapasitas m e m o r i 8GB untuk menampung 6.000 lagu dalam berbagai format. Speaker stereo surround terintegrasi akan menawarkan kualitas suara terbaik.

Demikian pula dengan konektivitas jack 3,5mmyangmembebaskan pengguna memilih headphone sesuai selera. Untuk mencapai pengalaman musik sempurna, Nokia 5800 XpressMusic juga menyediakan akses mudah untuk mencari dan membeli lagu dari Nokia Music Store. Melalui nokia.co.id/wifizone, pengguna bisa mengunduh 5.800 lagu di tempat-tempat yang telah ditentukan secara gratis. Berpenampang 3,2 inci, Nokia 5800 XpressMusic mampu menghidupkan foto, klip video,dan konten webdengan warna yang terang dan tajam.

Dibekalikamera 3.2MPdengan lensa Carl Zeiss,pengguna pun dapatmengirimgambaratauvideo melalui komunitas online favorit seperti Share on Ovi, Flickr,atau Facebook.
announced by SINDO Rabu,3 Desember 2008