Minggu, 25 Januari 2015

iPhone 6 Dongkrak Pendapatan Apple

2-iphone-6-plus Analis riset KGI Securities Ming Chi Kuo memerkirakan Apple akan mampu menjual 73 juta unit iPhone sepanjang 2014, naik 43,1 persen dibanding 2013. Penjualan tertinggi dari iPhone 6 sebesar 42,254 juta unit, iPhone 6 Plus 16,013 juta unit dan sisanya dari ponsel lamanya.


Jika perkiraan benar, Apple mampu meraup penjualan sekitar US$ 44 miliar hanya dari iPhone. Padahal dalam periode yang sama, Google hanya mampu meraup pendapatan sekitar US$ 15 miliar. Apple akan secara resmi melaporkan keuangannya pada selasa, 27 Januari 2015.


kgi table iphone


Sumber: Business Insider






via didikpurwanto.com

Senin, 19 Januari 2015

DingTalk, Pesan Instan ala Alibaba

dingtalk


Perusahaan e-commerce terbesar di dunia, Alibaba Group Holding Ltd merilis aplikasi pesan instan yang ditujukan untuk perusahaan skala kecil dan menengah. Aplikasi yang disebut DingTalk telah tersedia sejak Desember dan masih dalam pengujian tahap beta.


Banyak analis mencibir usaha Alibaba masuk bisnis tersebut. Apalagi pasar China telah dikuasai Tencent Holdings Ltd yang memiliki aplikasi WeChat (disebut Weixin di China) dengan 468 juta pelanggan aktif bulanan. Alibaba mungkin tertarik ingin seperti Facebook yang mengakuisisi WhatsApp senilai US$ 22 miliar (sekitar Rp 264 triliun). Tapi upaya itu tak berguna.


Sumber: Business Insider






via didikpurwanto.com

Minggu, 18 Januari 2015

Solusi Saat Ponsel Android Tercuri

Kehilangan ponsel bisa jadi hal yang terburuk bagi Anda. Untungnya, Google menyediakan alat untuk membantu menemukan perangkat Android yang Anda sayangi.


Jika tidak bisa diketemukan, setidaknya Anda bisa menghapus semua data dan konten sehingga siapa pun yang mengambil tidak menyalahgunakan data yang Anda miliki.


Berikut cara menyelamatkannya:


1. Pilih setting, temukan Security.

Di bagian ponsel Android lainnya bisa masuk ke bagian Device Administrators dan pilih Android Device Manager, Centang bagian tersebut.


android1


android2


android3


android4


Dengan memilih mode tersebut akan memungkinkan ponsel bisa dilacak melalui GPS. Atau bisa menghapus data penting di ponsel.


2. Masuk ke website http://ift.tt/16Xavbs


stuff-2


Tentunya Anda sudah memakai akun gmail di ponsel sehingga memudahkan pencarian atau lokasi ponsel.


3. Tampilan di device manager akan seperti ini.


Android ponsel


4. Anda bisa memilih menderingkan ponsel untuk mengetahui bila ponsel masih ada di kamar atau di rumah. Tekan tombol daya untuk mematikan.


Anda juga bisa mengunci atau menghapus data.


Sumber: Business Insider






via didikpurwanto.com

Kamis, 15 Januari 2015

Orang Terkaya Dunia Kuasai NY Times

carlos-slim-helu Salah satu orang terkaya di dunia asal Meksiko Carlos Slim menjadi pemegang saham terbesar New York Times Co setelah perusahaan menerbitkan waran sebesar 16,8 persen. Pada 2009, Slim pernah berinvestasi sekitar US$ 250 juta.


Total saham Slim bernilai US$ 341,4 juta dari harga saham NY Times US$ 12,28. Ia mengikuti pendiri Amazon Jeff Bezos yang membeli Washington Post pada 2013 dan Warrent Buffet yang telah berinvestasi di beberapa surat kabar.


Slim memeroleh hampir 15,9 juta saham kelas A pada harga US$ 6,36 per saham. Dia sebelumnya memiliki delapan persen saham.


New York Times akan menggunakan dana tunai sekitar US$ 101,1 juta untuk membeli kembali saham kelas A. “Program pembelian kembali tidak harus dilihat sebagai perubahan posisi tentang rencana alokasi modal kami,” kata CEO NY Times Mark Thompson.


NY Times berada dalam tekanan karena iklan di media cetak telah berkurang karena tergerus media elektronik. Apalagi jumlah pelanggan media cetak terus berkurang. November lalu diproyeksikan penjualan iklan terus menurun kuartal ini.


Sumber: Reuters






via didikpurwanto.com

Samsung Siap Beli BlackBerry

17-blackberry-passport Samsung Electronics baru-baru ini menawar membeli BlackBerry Ltd sekitar US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 94,5 triliun. Samsung ingin menguasai perusahaan Kanada tersebut karena tertarik penguasaan pasar korporasi yang selama ini dilakukan BlackBerry.


Sumber Reuters, Samsung menawar pembelian di harga US$ 13,35-15,49 per saham, atau sekitar 60 persen lebih dari harga saham BlackBerry saat ini. Perwakilan kedua perusahaan bertemu pekan lalu untuk membahas transaksi potensial. Namun mereka tidak mau disebarkan karena masih bersifat pembicaraan internal.


Atas kabar tersebut, saham BlackBerry sempat melonjak 30 persen menjadi US$ 12,63. Namun sempat turun kembali sekitar 15 persen setelah BlackBerry membantah rencana akuisisi tersebut.


Samsung juga mengatakan ke Reuters di Seoul bahwa mereka tidak memiliki rencana mengakuisisi BlackBerry. “Laporan-laporan media tentang akuisisi tidak beralasan,” kata juru bicara Samsung.


Secara terpisah, surat kabar Kanada Globe and Mail melaporkan, BlackBerry telah dijauhi beberapa tawaran pengambilalihan investor. BlackBerry tetap bertahan ingin meningkatkan valuasi saham demi kepentingan investor.


Apabila dijual, Dewan Penasihat BlackBerry juga ingin harga akuisisi lebih dari US$ 7 miliar meski turun jauh di bawah nilai aset potensialnya beberapa tahun ke depan. BlackBerry di bawah kendali John Chen berusaha membangkitkan perusahaan dan menahan dari gempuran Apple, Google, dan Samsung.


“BlackBerry berada dalam masa transisi saat ini sehingga setiap investasi telah bertaruh pada masa depan. Saat ini Samsung memangkas sebelum masa depan menjadi kenyataan,” kata analis Morningstar Brian Colello.


Analis BGC Partners Colin Gillis memerkirakan, pengambilalihan BlackBerry akan menjadi terobosan Samsung ke pasar korporasi meski vendor Korea Selatan ini berada di belakang BlackBerry. “Sekarang banyak ponsel Samsung di kantor-kantor. Ini menjadi kesempatan Samsung masuk ke perusahaan,” katanya.


Jika ingin mengakuisisi, Samsung harus mendapat restu Prem Watsa, President Fairfax Financial Holdings Ltd yang menjadi pemegang saham utama BlackBerry. Fairfax juga membantu rekapitulasi utang dan menempatkan Chen menjadi CEO pada November 2013.


Penjualan BlackBerry juga dikhawatirkan karena keamanan negara bisa dipertaruhkan. Misalnya saat rencana Lenovo Group mengakuisisi BlackBerry pada 2013 dikhawatirkan perusahaan China bebas mengacak-acak Kanada. Akhirnya Lenovo justru meminang Motorola Mobility dari tangan Google.


Perdana Menteri Kanada Stephen Harper tidak akan mengomentari laporan tersebut. Tapi sumber terdekat dengan pemerintah Kanada menyebut, pembelian Samsung tidak mungkin menaikkan kekhawatiran tersebut.


Manajer MacNicol & Associates Ross Healy yang memiliki saham kecil di BlackBerry mengatakan, tawaran Samsung dinilai terlalu kecil. “Untuk mendapatkan jaringan BlackBerry dan semua fitur-fiturnya yang aman akan menjadi kudeta bagi Samsung. Padahal BlackBerry ingin membedakan diri dari Apple atau lainnya,” katanya.


Kuartal III-2014, pendapatan BlackBerry jatuh ke US$ 793 juta dari US$ 1,19 miliar tahun sebelumnya, beda tipis dari prediksi analis sebesar US$ 931,5 juta. November lalu, BlackBerry mengumumkan kemitraan keamanan tingkat tinggi dengan Samsung. Kemitraan akan meningkatkan platform keamanan di ponsel Samsung, khususnya seri Galaxy.


Sumber: Reuters






via didikpurwanto.com

Minggu, 11 Januari 2015

Mengintip Sejarah Ponsel Nokia

nokia Merek Nokia pertama kali digunakan di pabrik kertas Grand Duchy Finlandia. Perusahaan ini mengambil nama merek dari Kota Nokia, tempat kedua pabrik tersebut membangun usaha.


Perusahaan ini lantas bekerja sama dengan Finnish Cable Works pada 1922 dan membentuk Nokia Corporation.


Perusahaan patungan ini lantas pindah jalur bisnis ke peralatan komunikasi dan merilis ponsel pertama pada 1987. Rincian infografik sejarah Nokia sejak awal hingga jatuh bisa disimak di sini:


Nokia GSM arena


Perusahaan mencapai puncak pada 2000-an ketika merilis ponsel-ponsel unik, termasuk Nokia 3310, 3650 (ponsel pertama dengan perekam video), 6650 (ponsel 3G pertama di dunia), dan 7710 (ponsel layar sentuh pertama bagi Nokia).


Perusahaan semakin tenggelam seiring peningkatan bisnis iPhone dan Android yang didukung vendor besar merangsek pasar. Nama Nokia kian tenggelam apalagi setelah diakuisisi Microsoft serta memilih platform Windows sebagai sistem operasinya.


Nama Nokia muncul lagi setelah dikabarkan merilis tablet Android pertama, N1, meski merek tersebut hanya lisensi.


Sumber: GSM Arena






via didikpurwanto.com

Minggu, 04 Januari 2015

Rezeki Manis Berbisnis Kaus

IMG_20150104_135530617 (2) Berwirausaha bisa dimulai dari hanya keisengan. Berani mencoba menjadi salah satu hal yang harus dilakukan demi meraih tujuan.


Begitu pula yang dilakukan Peter Krisbianto (33) yang semula hanya iseng mendesain kaus dan hanya dijual ke teman kampus. Tak disangka, kaus produksinya malah ramai peminat.


Semula, usaha yang didirikan sejak 2003 ini hanya untuk mencari penghasilan tambahan sambil menuntut ilmu di Universitas Trisakti. Namun, kaus yang didesain dengan merek Mindchies ini lantas berkembang dengan produk jaket, kemeja, celana, dan beragam aksesoris. “Awal jualan hanya buka gerai menggunakan bagasi mobil di kampus. Ternyata banyak mahasiswa yang minat dan membeli produk saya waktu itu,” kata Peter.


Saat masih kuliah hingga lulus, usaha kaus yang dilakoni belum dijalankan serius. Peter sempat bekerja sebagai asisten koki shushi pada sebuah restoran di Jakarta. Belum rampung satu tahun, ia sudah mengundurkan diri untuk memberi perhatian penuh pada Mindchies.


Alasan lebih memilih Mindchies karena penghasilannya lebih besar. Selama bekerja sebagai asisten koki, penghasilannya hanya Rp 2,5 juta per bulan. Tapi penghasilan dari jual kaus bisa mencapai Rp 4 juta per bulan.

“Sebetulnya, gaji saya sebagai asisten koki lumayan cukup. Tapi buat apa saya lama-lama bekerja sedangkan usaha kaus lebih menghasilkan,” tuturnya.


Keseriusan dibuktikan dengan menyewa sebuah ruko kecil sebagai outlet resmi. Pilihannya di Pamulang, Tangerang Selatan karena wilayah itu belum ramai distro. Terbukti lokasi yang dipilih membawa berkah melimpah. Bahkan, saat ini ruko tersebut justru sudah dibeli jadi milik pribadi.


Sejak membuka outlet, pendapatannya bisa mencapai Rp 40 juta per bulan dengan margin keuntungan sampai 70 persen. Padahal awal modal usaha hanya Rp 300 ribu. Seiring waktu berjalan, ia mampu memekerjakan satu karyawan distribusi, satu pendata, satu desainer, satu admin, dan tiga orang penjaga outlet. “Ternyata keseriusan ini membuahkan hasil menyenangkan. Usaha ini bukan hanya menghidupi saya secara pribadi, tapi juga karyawan yang bekerja,” tuturnya.


Segmen pelanggan Mindchies yaitu mahasiswa dan pekerja dengan rentang usia rata-rata 17-35 tahun. Harga produk Mindchies berkisar Rp 115 ribu sampai Rp 175 ribu untuk kaus. Jaket, kemeja, dan celana dipatok sekitar Rp 175 ribu sampai Rp 300 ribu. “Menentukan segmen pelanggan melalui klasifikasi usia dan pekerjaan sangat penting. Kita jadi bisa menentukan harga jual secara tepat,” ujarnya.


Terkait promosi, ia membuka stand di perhelatan pesta seni (pensi) sekolah-sekolah. Ketika pensi ramai, Mindchies sempat menawarkan sejumlah pakaian ke sejumah band di Pamulang, seperti Loonatic Racoon dan Looser Takes All. Bahkan sempat meluncurkan album musik kompilasi bersama band lain. Saat itu Mindchies betul-betul jadi wadah yang mendukung aspirasi musik lokal.


“Saat itu, strategi promosi saya memang gila-gilaan karena era internet belum masif seperti sekarang. Dari awalnya hanya jualan kaus ternyata jadi supporter utama komunitas musik lokal,” ujarnya.


IMG_20150104_135449659 (2)


Sempat Mati Suri


Menjalankan bisnis pasti ada pasang surut. Tidak setiap saat untung besar bisa diperoleh. Bahkan bisa jadi mengalami rugi berkepanjangan.


Pada 2010 semua distro di dalam negeri mengalami kemunduran penjualan. Saat itu masyarakat mulai meninggalkan belanja di distro. Secara masif produk distro tidak mengalami perkembangan baik secara desain maupun kualitas. “Bisa dibilang Mindchies juga sempat mengalami mati suri. Outlet tetap berdiri tapi tidak ada penjualan,” tuturnya.


Berbagai macam upaya membangkitkan penjualan terus dilakukan. Kunci utamanya membaca ulang selera masyarakat. Saat itu Mindchies lebih banyak memproduksi kaus sesuai pesanan dari pelanggan. Upaya lain yaitu gencar membuat karya kolaborasi dengan distro ternama yang masih bertahan seperti Storm Bridge (Bali) dan Tendencies (Tangerang Selatan). Produk kolektif lantas dijual di masing-masing outlet. Dari kerja sama itu masyarakat bisa melihat lagi produk yang lebih segar.


“Ternyata upaya ini berhasil membangkitkan bisnis distro. Pada 2012, Mindchies mampu memproduksi materi dan melakukan penjualan lagi,” ujarnya.


Ia menilai, sebagai entrepreneur tidak boleh berpikir menyerah dari setiap kegagalan. Pikiran itu akan membawa penyakit turunan yaitu malas. Padahal, malas merupakan musuh besar kesuksesan.

Pengusaha yang malas bisa dibilang tidak bertanggung jawab terhadap nasib karyawan. Padahal karyawan perlu biaya untuk hidup.


“Salah satu pikiran utama saya untuk bangkit dari keruntuhan yaitu nasib karyawan. Saya tidak mau mereka luntang-lantung cari kerjaan kalau Mindchies bangkrut,” katanya.


Seorang entrepreneur juga harus kreatif. Ia memberi contoh, baju tidak boleh lama tersimpan dalam gudang karena akan lapuk dan menimbulkan kerugian. Tapi harus ada inovasi untuk merombak baju itu. Misal jadi sprei ranjang tidur. “Kreatifitas salah satu kunci utama kesuksesan pengusaha. Tanpa modal itu, produk yang dihasilkan akan terus kalah saing,” tuturnya.


Profil:

Nama: Peter Krisbianto

TTL: Jakarta, 3 April 1981

Pendidikan: D3 Jurusan Tourisme di Universitas Trisakti

Hobi: Fotografi dan Kuliner


Nama usaha: Mindchies

Kontak Usaha: Instagram: Mindchiesstore

Email: mindchies@gmail.com

Kontak: 0818-658-741






via didikpurwanto.com