Sabtu, 15 Mei 2010

Kenduri Cinta

Ah..bagi yang suka dengan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) tentu tidak asing dengan kata-kata itu. Dialah yang menciptakan kosakata itu sebagai sebuah acara diskusi kerakyatan.

Tentunya, yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh kerakyatan dan yang dibicarakan adalah hal-hal yang ada di sekitar rakyat. Tapi kadang juga banyak yang membicarakan pimpinan yang mendholimi rakyatnya.
Nah, acara Kenduri Cinta yang biasa dilangsungkan pada hari Jumat tiap pekan kedua setiap bulan ini selalu dinanti warga ibukota. Acaranya sendiri mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Tema kali ini sih cukup berat, menawarkan cerita tentang nusantara. Intinya sih menegaskan kalau banyak peninggalan benda-benda kuno di Indonesia yang malah sudah berada di Belanda atau belahan bumi lainnya. Sehingga jika kita mau mencari sumber-sumber sejarah, maka harus mencarinya ke luar negeri.

Di sisi lain, negara kita ternyata sudah banyak mengandalkan dari negara lain. Lihat saja impor Indonesia. Ternyata tidak hanya beras saja, tapi juga singkong hingga garam. Loh?

Itulah buktinya. Padahal negara kita sangat kaya raya. Gemah ripah loh jinawi. Istilahnya tongkat aja saat dilempar bisa menjadi tanaman. Naasnya, sebagai negara maritim hingga agraris, ternyata Indonesia tidak berhasil swasembada, bahkan hanya untuk singkong dan garam.

Ah..kalau ngurus negara tidak becus kayak gini jadi senewen sendiri. Mendingan kita benahi diri kita. Yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan kita demi kemakmuran bersama.

Tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2009 mencapai 4,5%? Dan tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan tertinggi ketiga setelah China dan India?
Itulah kekuatan ekonomi kerakyatan. Di saat negara lain pertumbuhannya minus, tapi Indonesia bisa keluar dari krisis karena ditopang ekonomi domestik.

Nah, di sini perlu lah ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh jiwa wirausaha dari masing-masing warganya. Tapi jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah wirausaha ini memang cenderung kecil, masih 0,18% dari total penduduk Indonesia sebesar 230 juta jiwa.

Ahhh..karena ini diskusi kerakyatan maka sebagai rakyat yang beradab hanyalah dituntut menjadi negara yang baik sesuai aturan yang dikeluarkan. Daripada pusing mikirin impor yang tidak jelas mendingan mikirin bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, apapun itu.

Jangan kalah dengan monyet di Jepang yang menjadi pelayan restoran. Jadi, jangan lah Anda mau disamakan dengan monyet yang mau dibayar murah hanya untuk menjadi pelayan bos Anda.
"Itu sih kata diskusi dari Kenduri Cinta (dini hari ini)," kataku.

Rabu, 12 Mei 2010

Dapat Hadiah Samsung


Eh, dewi fortuna tampaknya berpihak kepadaku lagi hari ini. Setelah beberapa hari lalu mendapat HP Nokia dan Netbook Hewlett Packard, kali ini dapat hadiah lagi berupa HP Samsung GT-E2120.

Nah, kali ini hadiah itu datang dari PaninBank saat acara peluncuran Kredit Pemilikan Mobil (KPM) bekerjasama dengan Mercedez Benz. Murah lo cuy..bunganya cuma 1,68% per tahun. Sayangnya, ini cuma buat nasabah premium bank tersebut.

Nah, biasanya di acara bank tersebut tidak ada doordprize. Gw pun tidak terlalu berharap saat memasukkan kartu nama di fish ball. Karena hal itu gw anggap sebagai tanda perkenalan kepada Public Relationnya. Maklum, gw kan belum kenal dengan bank tersebut.

So, doorprize ini bukan dari hasil undian. Tapi dari hasil lontaran pertanyaan yang diajukan MC. Aduhhh..gw lupa nama MC tersebut. Cuma dia adalah presenter Djarum Black in News. Yang logatnya kebule-bulean gitu...

Nah, gw kebagian pertanyaan nomor tiga. Awalnya sih, gw ogah jawab. Tapi kok gw lihat hadiahnya lumayan gede. Gw sih kagak nebak isinya apa. Tapi iseng-iseng berhadiah aja lah. Lha wong jawabannya juga gampang.

Tanpa cas cis cus lagi, hadiah itu gw masukin ke tas. Pas sampe DPR di komisi XI untuk ngetik berita, gw buka tuh hadiahnya. Eeee..ternyata HP lagi. Itu dia...

Nih, gw copas dari halaman tetangga tentang review HP tersebut..
Nih sumbernya : http://tabloidsinyal.com/2010/02/samsung-gt-e2120-desain-sederhana-suara-membahana

Lagi-lagi Samsung mengeluarkan hape murah meriahnya untuk pasar Tanah Air. Sebelum ini, dipasarkan hape CDMA SCH-B189 yang harganya 400 ribuan. Kini ditawarkan hape GSM Samsung GT-E2120 dengan harga yang tak jauh berbeda.

Desain

Tampilan GT-E2120 ini terlihat tidak berbeda dengan Samsung seri lain yang dibandrol dengan harga tak lebih dari Rp 600 ribuan. Bentuk batangan sederhana yang terlihat monoton dengan dominasi warna hitam memang menjadi ciri khasnya. Hanya sedikit buratan warna merah cerah yang mencoba membuatnya tampil lebih menarik. Mungkin sisi inilah yang menjadi kekurangan Samsung dibanding dengan vendor hape lain yang sama-sama mengeluarkan hape murah namun dengan tampilan yang lebih menarik.

Kesederhanaan yang ada diminimalisir dengan tampilan tombol navigasi bundar bercincin merah silver yang menarik perhatian. Bagian tengahnya terlihat lambang on-off audio player. Ya memang, selain sebagai tombol OK, tombol navigasi tengah juga merupakan pintasan ke menu pemutar musik. Sisi kanan-kirinya tak ubah dengan desain hape Samsung yang sudah-sudah. Sedangkan tombol yang ada di bawahnya tampil dengan bentuk elips yang berusaha lebih dinamis. Bahan karet doff yang dipakai cukup nyaman untuk ditekan dan tak memerlukan tenaga ekstra.

Sisi sekeliling body tampak mulus, hanya terdapat port USB tunggal yang berfungsi ganda, untuk charger dan headset, yang terletak di sisi kiri atas. Pada sisi sebaliknya, kanan atas, terlihat dua lubang pada casing untuk menggantungkan aksesori tambahan. Sisanya, pada sisi atas dan bawah, tampak mulus dengan balutan warna merah menyala.

Musik dan Radio FM

Masuk ke bagian dalam menu tersaji 9 jenis ikon berlatar biru khas Samsung, mulai dari Daftar Panggilan hingga Aplikasi. Dari sekian banyak apilkasi yang ada, Music Player menjadi salah satu unggulannya. Mengapa? Ya, karena suara yang keluar dari speaker terbilang cukup baik, terdengar jernih dan bebas noise yang mengganggu. Sengaja Sinyal mengatur volume hingga maksimal dengan harapan suara sumbang dapat lebih jelas terdengar. Ternyata harapan Sinyal sia-sia, suara yang keluar tetap stabil membahana, tanpa kesan cempreng dan pecah.

Satu keunggulan lainnya adalah Radio FM. Terbenamnya internal antena di dalam hape ini tentu memudahkan pengguna dalam menjalankannya. Akibatnya, tanpa headset fungsi radio dalam berjalan mulus tanpa halangan. Untuk pencarian frekuensi pun tak perlu repot, ada program auto search yang langsung mencari frekuensi radio yang tertangkap hape secara jelas. Radio FM yang terletak di menu Aplikasi ini pun dapat digunakan untuk merekam siaran radio yang tengah diputar. Urusan suara, tentu tak berbeda dengan pemutar musik jika siaran yang tertangkap benar-benar pas frekuensinya.

Internet

Meski dia awal terkesan kurang meyakinkan, namun ternyata hape yang sederhana ini juga dapat mengajak penggunanya asyik berselancar ke dunia maya. Pengaturan koneksi internet juga tak sulit, hanya perlu memilih profil SIM card yang digunakan dalam Internet Setting-nya. Selanjutnya, ya langsung saja, tinggal browsing atau masuk ke situs yang dituju. Mau searching via Google, ngintip email di Yahoo, atau update status via Facebook dan Twitter, semua bisa saja dilakukan. Tapi, ya jangan berharap banyak, mengingat jaringan yang diusung hanya GPRS kelas 10. (Frederica Aditya)

Spesifikasi Samsung GT-E2120
Rilis : November 2009
Harga : Rp 500.000
Dimensi : 105 x 45 x 15 mm
Bobot : 74 gr
Baterai : 1000 mAh
Waktu Bicara : rata-rata 10 jam
Waktu Siaga : rata-rata 560 jam
Memori internal : 9 MB
Memori eksternal : microSD
Messaging : SMS, MMS, Email
Jaringan : GSM 900 / 1800 / 1900
Konektivitas : GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots) 32 – 48 kbps, WAP 2.0/xHTML, USB v2.0
Kamera : VGA
Layar : LCD 1,52 inci 65K colors, 128 x 128 pixel
Isi paket : Handphone, handsfree, baterai, travel charger, manual book, Micro SD 1GB
Aplikasi : Java MIDP 2.0, MP3 Player, Video Player, Radio FM, Voice Recorder, Games, Alarm, Calendar, World Clock, Calculator, Converter, Torch Light

Ringkasnya:
Plus : memiliki internal antenna dan speaker bersuara jernih, keypad empuk dan mudah digunakan

Minus : fitur standar, desain terlalu sederhana dan kurang menarik

Pendapat Kami

Suara terbilang cukup baik untuk hape kisaran harga 500 ribuan dan koneksi internet meski lambat namun dapat berjalan dengan baik. Secara keseluruhan dapat dikatakan cukup memberi hiburan dikala senggang.

Selasa, 11 Mei 2010

Gagal UN Bukan Kiamat

Kementerian Pendidikan Nasional sudah mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMU mulai Senin (26/4/2010) lalu. Hasilnya, tingkat kelulusan tahun ini sebesar 89% atau menurun tipis dari tingkat kelulusan tahun lalu sebesar 92%.

Berarti jumlah peserta UN yang tidak lulus pada tahun ini akan lebih banyak dari pada tahun lalu. Hal itu juga sebagai dampak pengetatan nilai standar kelulusan dari rata-rata 5 menjadi 5,5.
Masalahnya, apakah siswa-siswi yang tidak lulus UN ini sudah siap mental dalam menerima pengumuman tersebut?

Coba simak saja hasil bidikan wartawan yang memberitahukan bahwa ada siswi di Jambi yang menenggak racun pasca ketidaklulusannya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong lagi.
Keluarganya yang mengetahui si anak meregang nyawa di kamar ini hanya menemukan secarik surat yang berisi permohonan maaf atas sikapnya tersebut. Terlebih siswa ini hanyalah satu-satunya siswi yang tidak lulus satu sekolahnya.

Begitu juga ada sebuah sekolah di Nangroe Aceh Darussalam. Lebih dari setengah siswa di sekolah tersebut tidak lulus. Lalu siswa yang tidak lulus ini lantas merusak seluruh fasilitas sekolah.
Lalu siapa yang salah dalam hal ini?

Gw tidak akan menyalahkan siapapun dalam hal ini. Namun sebagai pribadi, gw ingin mengajak semuanya introspeksi. Baik dari lingkungan pemerintah, guru ataupun pelajarnya sendiri.
Di tingkat pemerintah seharusnya bisa mencari solusi untuk menekan angka ketidaklulusan UN. Apapun caranya itu (yang penting halal) dan tidak membocorkan soal maupun lembar jawaban UN.

Mungkin ujian susulan itu bisa menjadi solusi. Asal pemerintah menyosialisasikan secara jelas. Masalahnya, banyak pelajar menganggap bahwa tidak lulus UN berarti kiamat. Mereka berpikir,"Lebih baik mengakhiri hidup daripada menanggung malu."

Sehingga pemerintah harus sedini mungkin menyosialisasikan ujian susulan itu, sambil menyiapkan segala infrastruktur baik secara mental maupun fisik bagi pelajar.

Di sisi guru, tingkat ketidaklulusan pelajar bisa menjadi bahan renungan sendiri. Apakah selama ini cara belajar yang diterapkan sudah benar. Ini bukanlah mengajari bahwa ini yang benar.
Tapi sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, alangkah lebih baik untuk introspeksi diri (sebelum digerebek orang tua siswa akibat gurunya tidak becus mengurus anak didiknya).

Sang guru pun harus menyosialisasikan bahwa akan ada ujian susulan bagi pelajar yang tidak lulus UN. Sehingga pelajar harus menyiapkan mental (jika sampai tidak lulus). Di sini peran guru (termasuk orang tua) harus mendampingi sang anak agar tidak melakukan hal tercela, baik bunuh diri hingga merusak fasilitas sekolah.

Terakhir, siswanya sendiri. Apakah kalian sudah belajar dengan benar? Kesuksesan seseorang bukanlah ditentukan oleh orang lain (baik guru, orang tua atau hasil contekan bocoran hasil jawabab), tapi dari hasil pekerjaan sendiri.

Kita pun harus siap mental jika tidak lulus UN. Ingat, gagal dalam UN bukan kiamat boys and girls!! Masa depan masih panjang. So, kalian harus tetap bersemangat untuk mengejar cita-cita kalian.
Alhamdulillah, adik gw bisa lulus dengan hasil memuaskan. Nilai ebtanas murni (NEM)-nya tertinggi ketiga se-Kabupaten Kediri dan masuk 10 besar se-Jawa Timur! Kini tinggal menunggu hasil tes SIMAK Universitas Indonesia setelah minggu lalu gagal masuk tes Universitas Gajah Mada (UGM). Ganbatte bro!!

Kamis, 29 April 2010

Dapat Hadiah Dari BCA


Alhamdulillah..akhirnya hari ini gw dapat doorprize lagi!!Sebenarnya sih kagak ada feeling sama sekali kalo dapat hadiah. Apalagi hadiah itu benar-benar gw inginkan sejak dulu. Tapi biasanya, setiap acara Bank Central Asia (BCA) memang selalu banjir hadiah. Mulai dari hadiah remeh temeh sampai sepeda motor.

Sebenarnya, gw pas sholat ashar di mushola lantai 10 (dekat Blitz Megaplex Grand Indonesia, selepas acara Bank Danamon), gw berdoa.
"Jika itu memang rejeki gw, maka berikanlah. Semoga berkah," pikirku dalam doa penuh harap.
Lantas gw berjalan menuju Bali Room Hotel Kempinski Indonesia menuju Paparan Publik Kuartal I/2010 dengan biasa aja (tentunya) pukul 15.30.

Sebelum acara dimulai, teman-teman wartawan biasanya ngumpul di lobi, sambil duduk dan ngobrol ringan. Ada juga yang sudah masuk ke ruangan dan makan kudapan.
Gw masih sibuk dengan kerjaan gw. Tadi setelah kirim berita Bank Danamon, gw inisiatif bikin berita laporan keuangan Bank CIMB Niaga pada periode yang sama.

Menjelang pukul 16.00, gw pun registrasi. Seperti biasa, wartawan yang meliput wajib menaruh kartu nama agar bisa mendapatkan doorprize. Maklum, hadiahnya biasanya lumayan!!
Pas setelah registrasi, mbak Dewi (PR eksternal BCA) nyamperin gw sambil salaman. Nih orang supel banget ama wartawan.

Setiap bicara ama gw selalu ceplas ceplos. Biasanya juga pake bahasa Jawa. Lantas dia mempersilahkan dengan gaya bak menyambut pangeran.
"Silahkan masuk, Welcome to BCA," sambutnya sambil membungkukkan badan dan melebarkan tangannya. Sambil basa-basi, kita ngobrol ngalor ngidul di depan meja registrasi dan pintu masuk Bali Romm.
"Eh, udah masukin kartu nama," tanyanya. Gw menjawab sudah.
"Dilihat dari auranya, kayaknya kamu akan mendapat doorprize hari ini," seloroh mbak Dewi sambil tangannya mencoba menerawang wajah gw.
"Amiiiinnn..," jawabku singkat sambil berlalu menuju Ballroom.

Di dalam ballroom pun, kita masih ngobrol sambil makan. Ada kudapan yang enak tuh!! Gw langsung mengambil seonggok anggur plus 2 gelas kolak pisang.
Busyeeettt...nih kolak enak pisan euyyy..sampe gw ambil dua gelas langsung. Rasanya mirip buatan nyokap di rumah. Duh..jadi kangen!

Acara pun dimulai dengan paparan kinerja. Setelah selesai, langsung pengundian doorprize. Nama yang pertama muncul adalah wartawan dari Bali Post.
Sampe di sini gw biasa aja, karena gw sedang sibuk mengetik untuk Okezone. Apalagi ga ada awak Okezone di sini. Tadi gw sempat celingak-celinguk dan tidak menemukan sosok awak okezoners.

Saat gw mencoba mengetik paragraf kedua, tiba-tiba Pak Setijoso memanggil," Didik Purwanto dari Seputar Indonesia," teriaknya.

Gw yang lagi ngetik, kagak sadar begitu nama gw disebut. MC sempat memanggil nama beberapa kali. Teman-teman di samping udah memanggil juga.

"Cieeee...corporate secretary Bank Mutiara Syariah dapet nih," ujar Daru (Detikfinance) dan Ayah Syahid (Vivanews) hampir bersamaan.
Ahhhhh...lega rasanya. Allah cepat sekali mengabulkan doaku hari ini. Semoga hadiah tersebut akan berguna dan tidak menimbulkan fitnah.

Kayaknya hari ini gw mengulang kembali dapat doorprize seperti tahun lalu. Hari itu pas tanggal 11 April 2009, pas gw masih jadi wartawan bursa. Hari itu gw disuruh Mas Tomy untuk liputan ke BCA. Akhirnya..gw dapat Nokia E63.

Hadiah itu pas banget saat gw membutuhkan untuk mengetik hasil kerjaan dan langsung mengirim ke kantor. So, bisa efisien waktu kan?

Nih spesifikasinya :
- Ukuran : 10,1 inch WSVGA anti gores
- Kapasitas : 160 GB, 1024 DDR2 SDRAM
- Fitur : wifi b/g, 3 cell Li-ion, Intel Graphics Media Accelerator, 5 in 1 digital media reader, Intel Atom N450 prosesor 1,66 Ghz, webcam, warna hitam

Kamis, 08 April 2010

HP Baru Hadiah Ultah


Cihuyyyy,,akhirnya tahun ini dapat HP baru lagi. Ini bisa menjadi kado ultah kali ya..

Awalnya sih gw ga menduga dapat hadiah ini. HP ini ku dapat saat acara peluncuran kartu kredit Bank OCBC NISP di kantornya samping Mall Ambassador, Jakarta, Kamis (8/4/2010).

Saat registrasi, gw pun tidak memasukkan kartu nama. Males ah..tinggal sedikit lagi. Lebih baik buat jaga-jaga kalau untuk tukar kartu nama dengan narasumber.

Pas gw masuk dan acara dimulai, MC pun mengumumkan kepada media ataupun peserta yang datang agar segera memasukkan kartu nama ke fish ball. Gw menganggap," ah..ga perlu lahhh..!males..apalagi kartu nama tinggal 10 biji aja," pikirku.

Sang pembawa fish ball berputar-putar mencari peserta yang belum memasukkan kartu nama. Gw pun tergoda ikut mengambil kartu nama dari dalam tas. Apalagi doorprize kali ini cukup banyak. Ada 5 HP Nokia, 5 voucher belanja Carrefour sebesar Rp500 ribu dan 10 voucher juga senilai Rp200 ribu.

"Wah, kalau dapat kupon belanja, lumayan juga,"pikirku.

Tapi si pembawa fish ball terus berjalan menjauh. Aku pun males pergi ke tukang pembawa fish ball itu. Gw duduk aja deh.

Pas MC mengumumkan kepada bu Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP untuk mengambil 5 kartu nama berhadiah Nokia, Bu Parwati langsung menyebut namaku pertama kali. Gw pun terbengong. "Itu beneran gw ya," tanyaku ga percaya. Apalagi gw ga masukin kartu nama.


Ahhahahahaha..kayaknya itu lucky day for me. Sebuah Nokia 1208. Biasa aja sih. tapi lumayan buat nyokap bokap di rumah. Atau dibuat HP ke-5 melengkapi nomor HP-ku. Kayaknya perlu nomor Telkomsel. Wekekekekekek...

Ini Spesifikasinya:

Ponsel NOKIA 1208, Nokia simpel kecil dan harga cukup murah. Nokia 1208 ini tidak menawarkan fitur-fitur banyak, Ponsel ini hanya sekedar cukup buat telpon dan sms. Nah berikut spesifikasi dari nokia 1208.

* GSM 900 / GSM 1800
* Ukuran 102 x 44.1 x 17.5 mm, 67 cc
* Berat 77 g
* Layar CSTN, 65K colors 96 x 68 pixels, 29 x 23 mm
* Memory Phonebook 200 entries
* Records 20 dialed, 20 received, 20 missed calls
* SMS
* Game 3 embedded
* Battery Standard battery, Li-Ion 700 mAh (BL-5CA)
* Stand-by Up to 365 h
* Waktu bicara Up to 7 h

Rabu, 07 April 2010

Ultahku

Barusan dapat sms dari adik gw, Totok Agung Prasetyo yang udah rela menunggu detik jam12 teng untuk ngucapin ultah. Kira-kira begini ucapannya :

Met pagi, met ultah Mas, umurnya udah berkurang, dibagusin semuanya, umur barokah, rejeki lancar, sehat selalu, jodohmu sing arek Bekasi kae segera dilamar. Jo lali traktirane. Hahaha :)

Ada-ada aja tuh anak..

Trus dia sms lagi :
Awalnya kamu tak akan pernah tahu kapan kamu diciptakan dan di mana pula kamu akan hidup. Bahkan tak pernah tahu dengan siapa kamu hidup.

Tapi, semuanya telah terjadi. Allah telah menciptakan kamu di hari ini beberapa tahun lalu.

Di tengah orang-orang yang menyayangimu dan dengan merekalah kamu sekarang hidup. Dan kini kedewasaan telah mengantarkanmu dalam kehidupan baru, kehidupan yang kelak kan membawamu menjadi manusia yang berguna bagi orang lain dan membawa kesuksesan bagi hidupmu. Amin.

Hepi bday Masku, wish u all d best :)

Thanks my little bro..
Semoga kita berdua mampu membahagiakan orang tua kita :)

Memori Kenari 57
7 April 2010
00:10 wib

Senin, 15 Maret 2010

Fokus Pada Keinginan Nasabah

Banyak bank menawarkan produk kepada nasabah. Namun bank kebanyakan lupa bahwa nasabah juga memiliki keinginan yang harus diwujudkan. Bank Permata sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia mampu memenuhi keinginan nasabah tersebut. Salah satunya adalah mengimplementasikan pendekatan customer-centric.

Berikut petikan wawancara dengan Direktur Utama Bank Permata David Martin Fletcher di kantornya pada 10 Maret 2010 lalu yang bercita-cita menginginkan Bank Permata sebagai bank yang fokus ke segmen consumer dan commercial.

Bagaimana performa bisnis Bank Permata selama 2009 lalu?
Secara umum, performa bisnis Bank Permata secara keseluruhan menunjukkan hasil yang positif. Aset kita mencapai Rp56,2 triliun dan masuk Top 10 bank dari segi aset. Serta menempati posisi 9 dalam pencapaian dana pihak ketiga (DPK) versi Bank Indonesia per Desember 2009.

Begitu juga dengan pencapaian kredit perseroan yang naik 18% dari Rp34,85 triliun di 2008 menjadi Rp41,2 triliun di akhir 2009. Pertumbuhan tersebut sudah melampaui pertumbuhan kredit rata-rata secara industri yang hanya naik 10,61%. Hal itu berarti Bank Permata telah menunjukkan komitmennya sebagai bank yang melakukan fungsi intermediasi secara baik.

Dengan pertumbuhan kredit tersebut, bank hasil merger 5 bank (PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Artamedia, PT Bank Patriot dan PT Bank Prima Ekspress pada tahun 2002) ini berhasil membukukan kenaikan pendapatan. Yaitu naik 15% menjadi Rp3,74 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih naik 15% menjadi Rp2,96 triliun dan pendapatan operasional juga naik 15% menjadi Rp785 miliar.

Alhasil, laba operasional naik 19% menjadi Rp740 miliar. Sedangkan laba bersih tumbuh 5% dari Rp461 miliar menjadi Rp486 miliar di akhir 2009.

Namun bila dibandingkan dengan bank lainnya, mengapa laba Bank Permata relativf lebih kecil?
Laba hanyalah salah satu indikator kesuksesan, namun bukan indikator mutlak kesuksesan sebuah bank. Masih banyak indikator lainnya yang patut dilihat, di antaranya laba operasional ataupun pendapatan. Namun kami tetap optimis untuk dapat mengejar ketertinggalan di tahun ini dengan menciptakan strategi tertentu.

Bagaimana prospek industri perbankan di 2010 ini dan khususnya ke Bank Permata?
Kami yakin dengan pertumbuhan yang kuat selama 2009, industri perbankan secara umum akan melanjutkan penguatannya. Namun hal itu harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan harus mendapat dukungan penuh dari pemegang saham. Dalam hal ini kami didukung oleh dua perusahaan papan atas di luar negeri dan di dalam negeri yaitu Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk.

Salah satu komitmennya di tahun ini adalah kami mendapatkan suntikan untuk memperkuat struktur permodalan (tier II) dari Standard Chartered Bank (salah satu pemegang saham Bank Permata) sebesar Rp700 miliar. Suntikan modal yang telah dilakukan pada 8 Maret 2010 tersebut merupakan penerbitan surat utang jangka menengah subordinasi tanpa jaminan oleh Bank Permata. Surat utang itu bertenor 10 tahun dengan tingkat bunga variabel SBI 3 bulan plus 2,75% per tahun.

Bila emisi ini dilakukan di akhir 2009 saat CAR Permata Bank tercatat sebesar 12,2% (setelah memperhitungkan risiko pasar), emisi ini dapat meningkatkan CAR sebesar 140 bps. Hal ini menjadikan CAR Permata Bank menjadi 13,6%, jauh melampaui ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.

Di tahun ini pula, kami yakin bisnis Bank Permata akan selaras dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Begitu juga dengan ekonomi global yang mulai pulih. Permintaan domestik akan masih menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, sebanding dengan peningkatan ekspor di tahun ini.

Bagaimana strategi Bank Permata untuk menghadapi persaingan terhadap perbankan lainnya? Apakah ada target tertentu?
Kami akan melanjutkan apa yang kami capai di tahun lalu dan akan tetap fokus melayani segmen consumer dan commercial (small medium enterprises/SME dan middle market) di tahun ini. Salah satu caranya adalah melakukan pendekatan kepada nasabah (customer-centric approach).

Dengan metode seperti itu, kami akan mengetahui kebutuhan nasabah yang menjadi fokus Bank Permata. Biasanya melalui inovasi produk ataupun menyediakan pelayanan prima kepada nasabah prioritas. Di sisi lain, kami akan melakukan efisiensi untuk mendapatkan profit yang tinggi.

Dengan dukungan dua pemegang saham utama, kami akan tetap melanjutkan sinergi dengan perusahaan papan atas tersebut. Sekaligus meningkatkan bisnis dengan cara penjualan silang (cross selling) melalui bundling product maupun menawarkan harga persahabatan (relationship pricing).

Dalam hal jaringan, kami akan meningkatkan infrastruktur melalui penataan ulang beberapa kantor cabang untuk meningkatkan pelayanan nasabah. Bahkan kami akan merelokasi maupun menutup beberapa cabang untuk meningkatkan produktivitas. Di sisi lain kami juga akan membuka cabang baru, menambah mesin ATM dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Hal itu kami lakukan untuk mendekatkan nasabah yang sudah ada maupun peluang nasabah baru.

Di sisi internal, kami menganggap karyawan adalah salah satu aset perusahaan. Sehingga untuk meningkatkan kemampuannya, kami rutin melakukan pengembangan, pelatihan dan meningkatkan bakat karyawan. Langkah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalisasi resiko perusahaan.

Kami juga semakin yakin dengan fokus ke target nasabah, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menguatkan sinergi dengan pemegang saham, mengoptimalkan jaringan, meminimalisasi resiko perusahaan, melakukan penjualan silang serta mengembangkan karyawan sebagai aset perusahaan adalah strategi untuk memenangkan pertarungan di industri perbankan yang kian ketat.

Anda berpengalaman di dunia perbankan selama kurang lebih 24 tahun. Apakah ada strategi tertentu dalam mengelola Bank Permata ini?
Dunia perbankan di seluruh dunia memiliki basis produk yang relatif sama. Perbedaannya hanyalah bagaimana kita bisa melayani nasabah dengan sebaik-baiknya. Selain itu kita juga harus mampu memberikan inovasi produk sehingga nasabah tertarik dengan produk yang kita tawarkan.

Apalagi karakter penduduk Indonesia begitu unik. Dengan jumlah bank sekitar 122 unit, kami dituntut untuk bisa bersaing dengan banyak bank tersebut. Harapannya, bank-bank tersebut bisa melakukan merger atau konsolidasi sehingga akan membuat perbankan menjadi sehat.

Namun Indonesia justru diuntungkan oleh kekuatan ekonomi domestic. Sehingga tidak banyak akan terpengaruh oleh krisis global yang melanda, seperti yang terjadi dua tahun lalu. Buktinya kami tetap mencatatkan pertumbuhan positif meski diterpa krisis.

Produk apa saja yang akan ditawarkan Permata di tahun ini?
Kami masih fokus ke segmen consumer dan commercial. Di antaranya adalah produk kredit pemilikan rumah (KPR), kredit tanpa agunan (KTA), pengelolaan kas perusahaan (cash management), bancassurance, pengelolaan dana mahal hingga produk Priority.

Khusus produk liabilitas, kami memiliki produk Tabungan seperti Tabungan Bebas, Tabungan Optima, Permata Bintang (untuk anak), Tabunga Masa Depan, giro (individu maupun korporasi) dan deposito. Untuk produk retail banking treasury ada valuta asing dan obligasi. Produk investasi berupa reksadana terproteksi, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksanada kombinasi, ORI hingga sukuk. Serta ada produk bancassurance seperti unitlink.

Produk tersebut kebanyakan sudah ada di tahun lalu. Sehingga tahun ini kami hanya akan melakukan inovasi untuk menjaga loyalitas nasabah lama dan berharap dapat menjaring nasabah baru. Selama ini produk-produk di atas banyak diminati nasabah kami. Agar lebih optimal, kami akan menyosialisasikannya ke seluruh cabang untuk meningkatkan basis nasabah.

Di akhir 2009, Bank Permata meluncurkan produk Priority Banking. Apakah layanan priority banking masih menarik minat nasabah di tengah bayang-bayang krisis global tahun lalu?
Kami percaya bahwa layanan priority banking masih menjanjikan sebagai layanan potensial di tahun ini. Layanan tersebut merupakan peningkatan layanan yang dimiliki perseroan di tahun sebelumnya yaitu Tabungan Permata Kencana. Karena nama tersebut kurang menjanjikan sebagai layanan Priority, maka kami mengubahnya menjadi Priority Banking.

Keunggulan produk tersebut adalah fasilitasnya dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga. Hal itu sejalan dengan visi perseroan yaitu melakukan pendekatan kepada nasabah sesuai kebutuhannya. Layanan tersebut juga akan menjadi kontribusi tertinggi kepada perseroan terutama dalam penghimpunan dana pihak ketiga sekaligus menjadi portofolio investasi. Di sisi lain, layanan ini akan memberikan apresiasi eksklusif bagi nasabah dan anggota keluarganya.

Di Permata Priority, beragam keuntungan yang didapatkan oleh nasabah akan secara langsung dinikmati oleh seluruh keluarganya. Seperti layanan kartu kredit Permata Black yang digabung dengan Mastercard Internasional.

Tapi banyak perbankan lain yang juga menggenjot nasabah Priority. Apa strateginya untuk mendapatkan ceruk sempit tersebut?
Layanan Priority ini fokus ke keluarga karena kami menganggap bahwa keluarga adalah aspek paling penting untuk nasabah kami. Maka kami akan memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus keluarganya.

Saat ini kami menyediakan layanan tersebut melalui 17 Priority Center di tujuh kota utama yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Medan. Di tahun ini, kami menargetkan kepuasan nasabah Priority sekaligus meningkatkan jumlah basis nasabahnya.

Jumlah minimal investasi di layanan tersebut adalah sebesar Rp500 juta. Sayangnya, kami tidak berencana untuk membuka layanan di bawah nilai minimal tersebut.

Berapa potensi dana nasabah kakap tersebut di Indonesia dan berapa target Bank Permata meraih dana potensial tersebut?
Jumlah nasabah Priority terus meningkat setiap tahun yang diikuti oleh pertumbuhan relatif besar di jumlah dana kelolaan. Kami yakin tahun ini akan ada pertumbuhan lebih tinggi lagi, baik jumlah nasabah maupun besaran dananya.

Apakah ada target pertumbuhan dana pihak ketiga dan jumlah pertumbuhan nasabah Bank Permata di tahun ini?
Setiap tahun Bank Permata agresif dalam pertumbuhan bisnis yang direflesikan dari masing-masing target perseroan. Tahun ini, kami juga akan menggenjot dana pihak ketiga terutama dana murah yang banyak ditopang oleh sebagian besar nasabah kami.

Suku bunga acuan BI (BI Rate) akan fluktuasi tahun ini dan imbas krisis global akan masih terjadi. Bagaimana cara Anda untuk meningkatkan loyalitas nasabah?

Dalam melayani produk investasi nasabah, kami harus mengerti profil resiko nasabah, tujuan investasi dan jangka waktu investasinya. Kemudian, kami baru akan menawarkan produk investasi yang sesuai dengan profil dan kebutuhan nasabah.

Selalu Ada peluang Untuk Menang
Apakah ada suka duka dalam dunia bankir?
Justru dunia bankir sangat menyenangkan sehingga saya betah menekuni dunia perbankan selama 25 tahun. Apalagi kami bertugas untuk meningkatkan portofolio investasi nasabah agar menjadi kaya. Itu sangat fantastik. Bahkan saat kami melakukan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) ke pelosok daerah. Hal itu sangat menyenangkan, terutama di China, Hongkong, Singapura bahkan Bangladesh.

Di negara tersebut, saya melihat perbedaan karakteristik nasabah. Tapi pada dasarnya sama, mereka ingin berinvestasi dan sayalah yang bertugas harus membuat mereka bisa kaya dengan produk investasi yang ada di perbankan. Itulah uniknya.

Bagaimana Anda membagi waktu dengan keluarga?

Kebetulan semua keluarga sudah ada di Jakarta dan saya sangat suka dengan Indonesia. Jika ada hari libur ataupun di akhir pekan, kami usahakan selalu ada berkumpul bersama antaranggota keluarga. Di situlah saatnya kami melepas lelah sembari bertukar pikiran berbagi kebahagiaan dan kesedihan yang dialami di dunia kerja. Yang penting adalah mampu membagi waktu antara urusan kerja dan keluarga.

Bagaimana rasanya memimpin perusahaan dengan karakteristik pemegang saham di dua negara?
Ini adalah perusahaan yang besar dengan pemegang saham yang unik, yaitu perpaduan antara perusahaan lokal dan perusahaan asing. Apalagi dua perusahaan tersebut adalah dua perusahaan papan atas di masing-masing negara. Jarang sekali ada perusahaan seperti ini.

Saya yakin selama memimpin perusahaan ini, saya akan menciptakan peluang-peluang baru baik dalam produk maupun penataan kerjasama antar tim. Perusahaan ini akan ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) lokal terbaik. Saya yakin dengan aset karyawan yang ada, ditambah peningkatan kualitas SDM, maka kami akan mampu bersaing dengan perbankan yang lebih dahulu ada. Intinya peluang itu masih ada, dan selama peluang itu ada, selalu ada peluang untuk menang.


Biodata:
Nama : David Martin Fletcher
Tempat/Tanggal lahir : London, 18 Januari 1963
Pendidikan : Menerima Upper Second Class Honours Degree untuk Modern History dari Durham University
Karir :
•Nigeria International Bank Laos Nigeria sebagai Vice President and Country Risk Manager and General Manager, Energy Group (1992-1994)
•Standard Chartered Bank (SCB) London sebagai Corporate Banking Director and Head of Energy Group (1995-1996)
•SCB Shanghai China sebagai Senior Credit Officer (1996-1998)
•SCB Hongkong sebagai Head of Trade Risk and International Trade Management Group (1998)
•SCB Singapura sebagai Regional Credit Officer, South East Asia, India and Australia (1998-2000)
•SCB Singapura sebagai Group Head Portofolio Management and Wholesale Bank (2000-2002)
•SCB Bangladesh sebagai Chief Executive Officer (2002-2004)
•SCB Group sebagai Head of Group Internal Audit (2002-2009)
•Bank Permata sebagai Direktur Utama