Minggu, 06 September 2015

Celana Bekasi Pembawa Rezeki

IMG-20150905-WA0049

Ketekunan terhadap sesuatu bisa mendatangkan rezeki bagi pelakunya. Tak terkecuali yang dilakukan Desta Anggoro yang sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) menyukai celana jeans.

Pria kelahiran Jakarta, 26 tahun lalu tersebut awalnya tak menyangka bisa berwirausaha sesuai minatnya. Ia hanya berpikir menyukai celana jeans dan banyak orang memakai celana tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.

Bedanya, ia lebih menyukai celana jeans yang semakin belel, baik pudar warnanya, rusak jahitannya hingga terlihat lusuh. “Biasanya semakin belel bahan celana jeans tersebut justru semakin trendi dikenakan,” katanya.

Namun sesuai tren, celana denim justru semakin disukai masyarakat. Ia pun  memproduksi celana yang disukai berbagai kalangan. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang celana jeans denim, ia ikut komunitas jeans dalam sebuah forum di internet.

Dari forum tersebut, ia mengetahui pola penjahitan, varian jeans, hingga lokasi pabrik yang memproduksi bahan tersebut. Ia sampai rela memburu bahan jeans tersebut dari Thailand dan Jepang.

Agar lebih profesional, ia menjahitkan bahan baku jeans ke penjahit tertentu sesuai pola atau jenis jeans yang digandrungi masyarakat, khususnya anak muda. Setelah bahan dijahit dan ia yakin produksi jeans diterima masyarakat, penjualan pun baru dilakukan.

“Saya resmi memproduksi celana denim pada akhir 2012 dan melabeli merek jeans tersebut dengan nama TrackON denim,” katanya.

IMG-20150905-WA0042

Untuk memulai usahanya, ia mengandalkan modal sekitar Rp 7 juta dari tabungannya untuk membeli 40 yard bahan denim. Bahan tersebut dapat dijadikan 26 helai celana jeans. “Saya betul-betul nekat berwirausaha itu dan berani membobol tabungan,” katanya.

Ia mengaku tak muluk-muluk mengeluarkan modal besar karena ia awalnya sempat ragu dengan usahanya tersebut. “Kalau sudah mengeluarkan besar tapi barang tidak laku kan saya bisa rugi. Lebih baik modal sedikit-sedikit tapi bisa untung. Modal bisa diputar lagi,” katanya.

Ia mengenalkan produknya melalui media sosial. Khusus produk untuk sasaran kelas menengah atas, Desta memiliki forum khusus Denimfreak. “Media sosial betul-betul membantu proses pengenalan awal produk kepada konsumen. Saya melihat media sosial bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat kapan dan di mana saja,” ujarnya.

Ia mematok celana jeans sekitar Rp 400 ribu-950 ribu tergantung kualitas bahan. TrackON denim mampu menjual minimal 20 produk per bulan. Omzet per tahun mencapai Rp 40 juta. “Keuntungan tidak besar tapi cukup membuktikan bila saya bisa mandiri selama tiga tahun terakhir ini,” tuturnya.

Ke depan ia ingin membuka workshop kecil beserta show room sehingga konsumen dapat mencoba produk secara langsung di tempat tersebut. Cara ini dilakukan untuk memberi pengalaman bagi konsumen. “Saya juga mau membawa nama Bekasi sebagai kota produktif dan kreatif. Kalau bisa menjadi salah satu kota industri fesyen terbesar dengan salah satunya produk celana jeans denim buatan saya,” tuturnya.

IMG-20150905-WA0046

Orangtua Sempat tak Merestui

Setiap bisnis tentu memiliki kendala. Begitu pula yang dialami Desta Anggoro saat menjalankan produksi celana denimnya.

Orangtuanya ingin Desta kerja di kantor terkemuka, kerja dengan waktu yang jelas, karir bagus hingga hidup sukses. Apalagi Desta sudah lulus dari jurusan Teknik di salah satu universitas swasta di Jakarta.

“Orangtua sempat tak merestui bila saya berwirausaha. Apalagi justru memproduksi celana jeans. Sangat jauh dengan ilmu saya di bidang teknik,” katanya.

Namun berbekal keteguhan berbisnis dan usahanya mulai menghasilkan, pandangan orangtua terhadap Desta mulai berubah. “Dengan mental kuat itu saya bisa meluluhkan hati orangtua.  Kita tidak boleh mudah patah semangat,” ujarnya.

Ia mengaku keputusan berwirausaha karena tidak nyaman bekerja di bawah tekanan orang lain. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai pegawai pada perusahaan asuransi. “Tapi saya hanya betah kerja satu tahun. Setelah itu mengundurkan diri dan memulai usaha,” tuturnya.

Ia menilai, setiap aktivitas yang dijalankan membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk mencapai prestasi saat ini. Ia menganggap belajar produksi jeans tidak mudah karena perlu uji coba berkali-kali hingga menemukan komposisi yang tepat.

Ia menilai, proses promosi tahap awal juga sangat berat. Apalagi konsumen lebih menghargai produk luar negeri dibandingkan produk lokal. “Tapi saya tidak mau menyerah meski untuk mengawali usaha terasa sangat sulit. Dengan kemauan keras, semua hal bisa terwujud,” ujarnya.

IMG-20150905-WA0048

Nama                                      : Desta Anggoro

TTL                                          : Jakarta, 01 Desember 1989

Pendidikan Terakhir                : S1 Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Hobi                                         : Traveling

Keterlibatan Organisasi          : Wearhouze Co

Profil

Nama usaha                            : TrackON Denim Co

Alamat                                     : Jl Sejahtera Blok E No 248 Perum Margahayu Jaya Bekasi Timur

Twitter/Facebook/instagram : @trackondenim

Web                                         : www.trackondenim.com

Telepon                                   : +6281299337556

Email                                       : trackondenim@gmail.com



via didikpurwanto.com

Jumat, 04 September 2015

Ojek Pangkalan Melawan Go-Jek

IMG_20150901_125053

Di beberapa sudut Ibu Kota dan daerah, kini mulai terpampang spanduk berisi penolakan ojek pangkalan terhadap ojek online seperti Go-Jek dan GrabBike. Mereka beranggapan, ojek online tersebut telah menggerus pendapatan ojek pangkalan.

Beberapa pengojek pangkalan yang saya temui di Kenari, Salemba, Jakarta Pusat mengaku, untuk mendapatkan penumpang, ojek pangkalan bekerja sama dengan masyarakat sekitar dalam memakai jasa ojek pangkalan.

“Kami kerja sama dengan orang sekitar. Biasanya mengantar anak sekolah atau mengantar warga yang bekerja pagi-pagi,” kata salah satu pengojek.

Kehadiran Go-Jek telah menggerus pendapatan ojek pangkalan. “Biasanya Rp 100 ribu sehari. Sekarang Rp 50 ribu sudah syukur,” ujar dia.

Selain itu, dia pun hingga rela menurunkan tarif hampir 50 persen dari biasanya agar penumpang langganannya tidak beralih. “Kami juga pasang tarif murah tapi kami tidak sanggup terlalu besar karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sekarang mahal,” kata dia.

Cara tersebut dinilai cukup efektif menghalau serbuan ojek online. Masyarakat sekitar pun mendukung aksi tersebut dan membantu mengusir ojek online dari wilayah ojek pangkalan. “Seperti orang tua yang tahu kami sejak lama, mereka mau kerja sama mengusir ojek online,” katanya.

Dia pun tidak dapat bertindak anarki ketika ada ojek online yang datang mengantar penumpang ke areanya. Dia hanya memeringatkan pengojek online untuk tak kembali ke daerah tersebut agar tak menurunkan penghasilan ojek pangkalan. “Kami hanya bisa menegur. Jangan ambil penumpang di sini,” katanya.

Pengojek yang saya temui di sekitar ICE BSD City mengaku datang dari berbagai wilayah, seperti dari Kebayoran Lama. “Kebetulan tadi saya bawa penumpang dari Kebayoran Lama ke sini. Daripada saya balik lagi, saya mengambil penumpang dari sini saja. Ternyata banyak yang ke area pameran sini,” katanya.

Kebetulan saat itu hari Minggu (30/8) yang bertepatan dengan hari terakhir pameran mobil di ICE BSD City. “Tadi mengantar sales personal girls (SPG) dari Kebayoran ke sini. Dia mau membayar Rp 60 ribu karena tarif setelah 25 kilometer akan disesuaikan dengan jarak. Biasanya per kilometer dihitung Rp 4.000,” katanya.

Nah, obrolan tersebut saya ketahui dari ojek online yang hidupnya berubah setelah menjalankan ojek aplikasi. “Meski saya sudah tua, saya harus adaptasi. Kalau tidak seperti ini, saya akan tergilas ojek aplikasi,” katanya.

gojek

Saat mengantar dari ICE BSD City ke Stasiun Serpong, pengojek online tersebut terus bercerita suka duka menjadi pengojek, termasuk ketakutannya saat berhadapan dengan ojek pangkalan. “Intinya, kita sama-sama cari rezeki. Saya juga tidak berniat mengambil rezeki mereka,” katanya.

Saat tiba di Stasiun Serpong, pengemudi Go-Jek tersebut justru menurunkan saya di dekat pangkalan ojek. Tatapan sinis pengojek pangkalan tersebut sudah terjadi sejak melihat helm dan jaket hijau. “Habis ini langsung cabut ya. Jangan ambil penumpang dari sini,” kata pengojek pangkalan tersebut sambil memberi tanda mengusir.

Sopir Go-Jek yang mengantarku tersebut hanya mengangguk dan memutar sepeda motornya. Mereka langsung berlalu, hilang dari pangkalan ojek.

Saya teringat kata-kata dari Novel Filosofi Kopi karya Ibu Suri Dee Lestari di halaman 42. Hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar.

Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus. Kamu, tidak terkecuali kamu, sang pengojek pangkalan.



via didikpurwanto.com

get over here and f%ck me

Send me a F#ckFriends request so we can hook up My usename is SugarFree591 my profile is here TALK S00N

Pelumas Spesial Diakui Internasional

federal

Tidak banyak pabrik di Indonesia yang memproduksi pelumas (oli) bagi sepeda motor. Biasanya, pabrikan selalu impor dan menjual kekhasan produk impornya agar terkesan mewah.

Pemilik sepeda motor yang selalu ditawari pelumas impor biasanya langsung mau karena produknya selalu terjamin. Padahal, tidak semua produk impor itu bagus karena tak mengerti keinginan konsumen dalam negeri.

Federal Oil adalah sebuah pelumas yang diproduksi PT Federal Karyatama yang sudah teruji selama lebih dari 22 tahun. Nah, produsen ini tidak mengkhususkan menyediakan pelumas untuk vendor tertentu, tapi menyediakan pelumas untuk semua jenis kendaraan bermotor dengan segala kapasitas.

Biar tidak bingung mau memakai oli apa yang cocok untuk sepeda motormu bisa mengunjungi Federal Oil. Di laman tersebut, kamu bisa memilih oli sesuai kendaraanmu, yang diklasifikasikan dari jenis kendaraan (matic, bebek, sport), merk (Bajaj, Honda, Kawasaki, LTM, Minerva, Suzuki, TVS, Vespa Piaggio hingga Yamaha). Untuk kapasitasnya bisa dipilih dari 100 cc hingga di atas 250 cc. Nanti akan ketahuan oli dari Federal yang cocok buat motormu.

Ngomong-ngomong, mengapa harus pakai oli dari Federal?

oli

Setiap tahun, pabrikan motor selalu melahirkan sepeda motor dengan mesin-mesin berteknologi baru sehingga sangat perlu membutuhkan oli yang tepat untuk mesin tersebut.

Pelumas menjadi bagian penting kendaraan karena selain menjaga kondisi mesin tetap prima, durabilitas dan performa motor secara keseluruhan juga dipengaruhi dari pemakaian oli berkualitas.

Federal Oil telah mengaplikasikan zat aditif terbaru “Heat Protection Formula” yang mendorong suhu mesin akan tetap dingin dan menjadikan Federal Oil sebagai pelumas spesialis dingin.

Hampir setahun lalu, saya pernah ditawari bengkel langganan di kawasan Slipi untuk memakai Federal Oil. Si pemilik bengkel mengatakan, pelumas yang direkomendasikan cocok buat sepeda motor saya, yaitu Federal Supreme XX Racing.

Pelumas tersebut memiliki keunggulan tarikan mesin motor lebih enteng, temperatur kerja mesin lebih rendah dan kinerja mesin tetap stabil meski untuk pemakaian jarak jauh.

Sebenarnya saya jarang dan hampir tidak pernah touring jarak jauh. Namun kerjaan saya yang harus berkeliling menggunakan sepeda motor mendorong saya lupa harus ke bengkel. Biasanya dua bulan sekali baru ke bengkel. Itu pun kalau ingat. Hahaha..

“Mas ini lama sekali tidak ganti oli. Ini hampir kering olinya,”kata pemilik bengkel yang selalu mengingatkan mengganti oli sebulan sekali.

Setelah memakai pelumas Federal Oil tersebut memang benar tarikan lebih enteng. Apalagi tahu sendiri, di Jakarta jalanan macet. Malah lebih cepat jalan kaki daripada naik motor dalam keadaan macet.

Dengan tarikan yang enteng, kita pun yang mengendarai jadi tidak capek meski harus gas rem gas rem. Dari harga juga bersaing sehingga tak bikin kantong bolong karena harus sering ganti oli. Tapi bagaimana pun, oli menjadi salah satu bagian penting dalam sepeda motor kita untuk menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari.

Dengan tarikan mesin yang enteng mendorong pemakaian bensin jadi lebih irit. Saya pun hanya menghabiskan Rp 20 ribu per minggu untuk mengisi bensin. Kalau harus ada perjalanan agak jauh, biasanya mengisi tiga atau empat hari sekali. Nah, jadi hemat pengeluaran kan? Sisanya bisa untuk ngopi-ngopi atau mentraktir teman.

Tarikan yang enteng tersebut juga diakui pemilik motor lama. Kebetulan saya membeli sepeda motor Honda Supra Fit 2000 bekas. Saya membelinya pada 2008 dari satpam kantor.

Selama enam tahun terakhir saya selalu menumpang pajak motor pada satpam kantor tersebut karena saya belum memiliki KTP Jakarta. Saya malas mengurus balik nama sepeda motor tersebut sehingga selalu titip. Berhubung satpam kantor sudah memiliki lebih dari tiga motor, pajaknya kena tarif progresif. Ia minta STNK dan BPKB diubah menjadi namaku sendiri.

Tahun lalu, saya beranikan balik nama dengan nama sendiri. Saya harus memiliki KTP pemilik lama sebagai syarat mengurus BPKB dan STNK yang baru. “Wah, awet benar sepeda motor saya ini. Padahal sudah tujuh tahun lalu ya,” kata Hermanto, satpam kantor.

Ia juga mencoba sepeda motor itu. “Gila, tarikannya masih enak ya. Jarang loh yang punya motor lama tapi perawatannya masih bagus,” katanya sambil kujawab hanya dengan senyuman.

Sebagai produk nasional, Federal Oil patut dicoba karena ketangguhannya sudah diuji coba anak-anak bangsa.

Di ajang internasional, Federal Oil telah membuktikan dengan turut serta di ajang balap dunia, Moto2. Wujudnya diperlihatkan dengan menggandeng salah satu tim balap berpengalaman yaitu Honda Gresini.

Tim asal Italia ini telah berhasil menelurkan pembalap terbaik sekelas Marco Simoncelli yang berkiprah di MotoGP.

Marco_Simoncelli_Compleanno_Canzone

Di dunia ajang balap nasional, Federal Oil juga turut mendukung Doni Tata Pradita. Pembalap yang pernah merasakan panasnya persaingan di MotoGP 125 cc dan 250 cc ini dinilai satu-satunya pembalap Indonesia yang masih memiliki reputasi baik di dunia balap.

doni-tata-pradita-federal-oil-gresini-moto2-team-201212201833319510

Doni Tata pun resmi bergabung dengan tim Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2) dan telah memulai kembali karir balap internasionalnya di Moto2 musim 2013.

Nah, dunia internasional saja mengakui ketangguhan Federal Oil sebagai produk pelumas yang spesial, masa sebagai anak bangsa malah enggan mencoba produk nasional? Malu doonk…



via didikpurwanto.com

please f#ck me tonite

Send me a F#ckFriends request so we can hook up My usename is PrinceCharming012 my profile is here TALK WITH ME

hungry for a f&ck friend

Send me a F#ckFriends request so we can hook up My usename is BrightEyes054 my profile is here S00N

please f#ck me tonite

Send me a F#ckFriends request so we can hook up My usename is SexyPie606 my profile is here TALK S00N