Minggu, 04 Juli 2010

Seumur Hidup Baru Nonton Bola



Hahahaha..keterlaluan!! Emang selama hidup kemana aja, kok bisa ga pernah nonton bola??

Maksud gw, baru kali ini gw nonton bola sampai full, sedetik pun tak terlewatkan. Kok bisa? tadi barusan gw nonton bareng perdelapan final antara Jerman dan Argentina ama Deputi Gubernur Bank Indonesia Mulyaman Darmansyah Hadad dan Budi Rochadi yang digelar di Pier 9 Plaza Senayan Lantai 4.




Gw prediksi semula Jerman bakal menang 2-1 lawan tim asuhan Diego Maradona. Itu feeling aja sih, kagak ada teori apapun. Eh, ternyata malah bisa menang 4-0. Walahhh..temenku sampe gondok karena timnya kalah.

Btw, gw kagak mau berdebat soal menang kalah dalam pertandingan tadi. Siapapun yang menang, toh tidak ada artinya buat gw. Tapi gw cuma pingin share aja, pengalaman gw nobar Piala Dunia tadi.

Ternyata untuk memainkan bola bundar ke gawang itu tidak mudah. Penuh rintangan, mulai dari kena tendang di kaki hingga wajah. Hahaha..Belum lagi dapat kartu kuning hingga kartu merah dan bahkan kena skors ga boleh main dalam pertandingan selanjutnya.

Lalu untuk menggiring bola ke gawang lawan, diperlukan kerjasama antar tim. Di sini keegoisan harus dimimalisir. Dalam pertandingan tadi, gw lihat badan orang Argentina jauh lebih gede dibanding orang Jerman. Namun dengan keegoisan orang Argentina, mereka menggiring bola secara individu. Alhasil, tidak ada satu gol pun yang masuk. Fiuuhhhh..padahal Argentina biasanya bisa masuk semifinal. Kekalahan melawan Jerman tadi bahkan menahbiskan kekalahan terburuk tim Tango selama 36 tahun terakhir sejak 1974. Wow!!



Satu lagi, dukungan dari orang nomor satu di negeri tersebut. Yup!! Kanselir Jerman Angela Merkel pun bersedia menonton tim kesayangannya. Merkel sendiri berencana hadir di Cape Town untuk memberi dukungan langsung. Selain itu, Merkel yang hadir di stadion dengan busana warna merah ini juga akan melakukan pembicaraan politik dengan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Patut ditiru! Ga kayak perseteruan tim Nigeria yang notabene pemerintahnya melarang tim kesayangannya berlaga di tingkat Piala Dunia.

Hmmmhh..hanya dari bola, ternyata semua orang bisa disatukan ya. Termasuk tadi memergoki aktor ganteng Leonardo di Caprio, pemeran Jack di film Titanic berada di tribun sambil mendukung tim de Panzer.



Hahaha..kok baru tahu sekarang ya?

Minggu, 20 Juni 2010

Kisruh Video Ariel-Luna


Ah, sudah lama tidak ngeblog nih. Habis sibuk banget dengan rutinitas. Apalagi sedang sibuk juga mengikuti kasus video mirip artis Ariel Peterporn-Luna Maya-Cut Tari atau 32 artis lainnya yang akan menyusul.

Kasus tersebut lumayan menguras kinerja jurnalis yang selama ini hanya disibukkan dengan kasus Century, mafia pajak, atau hal-hal berbau ekonomi yang sebenarnya saya sendiri juga sudah muak dengan ulah pejabat bangsa yang kian bobrok.

Eh, ternyata kasus yang muncul ini juga tidak kalah bobrok. Gimana bisa video pribadi bisa bocor dan bikin geger se-Indonesia bahkan dunia.

Dunia? iyalah..dalam sebuah blog artis porno di Amerika Serikat sendiri telah membahas kasus ini. Maklum, di Twitter sendiri kata-kata "Ariel Peterporn" sempat populer selama 9 jam tanpa henti. Kasus tersebut ternyata menggegerkan dunia ya..

Lepas dari itu, kini polisi dan kepala sekolah hingga guru dihimbau untuk merazia ponsel milik anak didiknya. Menurut gw, cara seperti ini adalah salah. Justru dengan razia ini, murid-murid malah ingin tahu video tersebut.

Namanya juga teknologi. Kan video itu bisa didapat dengan mudah di internet atau di lapak-lapak penjual vcd bajakan. Bahkan gw aja dapat video itu dari email pribadi dari seorang account executive di kantor gw. Gw sih kagak tahu maksud temen itu apa, kok bisanya kasih gw kayak itu.

Nah, balik lagi, apalagi media seperti televisi, koran atau media elektronik pun jor-joran memberi berita itu dengan porsi besar. Dengan porsi itu tentunya akan membuat rasa ingin tahu seseorang makin besar.

Buktinya, penjual vcd di Glodok pun mampu menjual satu keping video syur tersebut seharga Rp20 ribu, dari harga normal cuma Rp5 ribu. Untungnya 150% cuyyy..

Dengan maraknya situs jejaring sosial pun, pentransferan video ini pun kian cepat. Nah, gw jadi khawatir dengan blow up media sebesar itu justru akan memperbesar kasus serupa akan terjadi kembali.

Coba aja cek di situs esek-esek seperti 17 tahun dan sebagainya. Di situ hampir tiap hari ada upload video esek-esek, mulai dari khas ecek-ecek hingga profesional. Aduhhh...kayaknya video yang sebenarnya untuk pribadi dan privasi ini ternyata bisa bocor. Alhasil, bisa dinikmati oleh semua orang...

Kalo udah begini...bisa sama-sama senang (bisa melihat video itu), tapi juga bagi-bagi dosa (karena melihat dan menyebarkan aib orang lain). Hahahaha..terserah aja deh pake paham yang mana :)

Selasa, 15 Juni 2010

Blokir Situs Porno

Waduuhh..judulnya kok kejam amat ya? Memblokir situs porno bisa menjadi alternatif untuk menangkal penyebaran video mesum yang selama ini marak beredar. Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Namun hal itu tidak akan semudah seperti membalikkan telapak tangan. Biasanya hal-hal yang dilarang di Indonesia justru malah dicari.

Lihat saja betapa besar transaksi video bajakan di kawasan Glodok, Jakarta. Bahkan untuk video mesum mirip artis ini mampu dibandrol dengan harga minimal Rp25 ribu hingga Rp100 ribu untuk dua video.
Ada juga yang versi murah. Pengguna bisa meminta transferan video di tempat service handphone dengan harga cuma Rp10 ribu. Atau kalau malas ke internet yang bisa kita download sendiri, minimal kita bisa meminta tranfer via bluetooth atau kabel data dari teman. Coba aja tanya teman sebelah, apakah ada yang belum nonton video itu?

Gw juga heran dengan mudahnya mencari video mesum tentu akan berdampak ke psikologis orang yang melihatnya. Jika dia sudah punya pasangan sih tentu tidak masalah. Tentu dia bisa melepas hasratnya ke pasangan. Masalahnya, kalau yang belum punya pasangan, tentu dia akan cari pasangan "tidak resmi" atau mencari kenikmatan "sendiri".

Nah, Menkominfo sendiri juga masih ragu untuk memblokir situs-situs porno itu. Pasalnya, untuk mengawasi situs yang ada saja, pihaknya hanya punya SDM sekitar 40 orang. Bayangkan dengan Cina yang memiliki SDM pemantau situs sekitar 30 ribu.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan pengawasan itu hanya pada log file atau traffic yang diduga melanggar hukum. Dan tidak sampai ke konten seperti di China.
Nah, kalau pemerintah berani memberantas video porno, maka pemerintah kayaknya juga harus berani memblokir situs porno tersebut. Berikut memberantas distribusinya. Dampaknya, distribusi video bajakan di kawasan Glodok memang akan cenderung sepi. Tapi, itu demi kebaikan semua.

Di sisi lain, menurut psikolog Universitas Indonesia Kassandra Putranto menjelaskan orang tua harus mendidik buah hati tentang seks sejak dini. Pasalnya, dengan pemberitaan video mesum yang marak justru membuat rasa ingin tahu anak semakin banyak.

"Video mesum itu apa sih, Ma?" tanya seorang anak.
Coba aja kalau Anda sebagai orang tua ditanya anak Anda tentang itu. Apa jawaban Anda?

Nah, lanjut Kassandra, orang tua harus menanamkan norma sosialm agama atau nilai kepantasan seputar seks pada anak usia 2-5 tahun. Jadi dengan pemberitaan video mesum yang marak maka orang tua bisa menjelaskan bahwa itu perbuatan tak pantas yang tidak boleh ditiru.

Kini, harus ada kemauan keras dari semua pihak terkait hal itu, baik dari pemerintah, aparat keamanan, hingga orang tua dalam memproteksi video mesum itu.

Minggu, 13 Juni 2010

Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat

Setiap pertengahan tahun, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta selalu mengadakan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. PRJ atau istilah kerennya Jakarta Fair ini menyuguhkan pesta diskon untuk beragam produk keperluan rumah tangga, mulai dari makanan, minuman, gadget, pakaian, alat rumah tangga (peralatan elektronik),rokok, otomotif dan sebagainya.

Pesta rakyat ini digelar mulai 10 Juni hingga 11 Juli 2010 di area PRJ Kemayoran. Nah, kayaknya gw selama di Jakarta juga selalu ke acara tersebut.

Naasnya, kali ini agak lain. Pesta yang bertemakan "Together, We Make Wonders" tersebut malah benar-benar membuat gw heran. Apa pasal?

Karena gw baru libur kerja di hari Sabtu/Minggu maka gw hanya berkesempatan mendatangi PRJ tersebut pada hari libur. Tahu sendiri, ternyata harga tiket masuk (HTM) untuk acara tersebut lebih tinggi dibandingkan hari lainnya.

Kebetulan gw ke PRJ dengan membawa sepeda motor. Nah, ternyata saat mau parkir saja sudah dipalakin untuk membayar parkir motor sebesar Rp5 ribu per motor. Gw belum tahu kalau mobil harus bayar berapa. Pastinya lebih tinggi.

Ah, tak apalah. Mungkin saja Harga Tiket Masuk (HTM)-nya gratis. Jadi parkir agak tinggi. So, gw pun melenggang ke pintu masuk yang agak ribet itu.

Nah, saat mau masuk ke area PRJ ternyata ada pintu masuk khusus semacam pintu model Trans Jakarta. Ternyata kita harus membeli HTM lagi. Aduhhhh...parah!!

Sempat gw mengurungkan niat untuk masuk karena harus membayar tiket itu. Sebenarnya sih tidak besar, tapi karena melihat stand yang akan dihadirkan cukup banyak, kenapa harus meminta tiket yang tinggi?

Ya sudahlah..terpaksa karena sudah sampai di sini. Tanggung gitu lah..ternyata tiketnya cukup beragam.
Untuk weekend, HTM dikenakan Rp20 ribu per orang, sementara weekdays cukup Rp15 ribu per orang. Nah, khusus anak kecil berusia 3 tahun ke atas atau minimal dengan tinggi 1 meter pun harus juga membayar penuh. haha..

Nah, tiket ini cukup unik. Kita seperti membeli tiket saat mau masuk Trans Jakarta. So dengan cara ini akan diketahui berapa tiket yang terjual dan berapa banyak pengunjung yang datang.

Nah, coba aja kita hitung. Misalkan yang datang per hari ada 1.000 pengunjung dewasa, maka per hari sudah ada transaksi Rp20 ribu dikalikan 1.000 menjadi Rp20 juta. Jika sebulan bisa mencapai Rp600 juta. Itu kalau penontonnya cuma 1.000 per hari. Bayangkan saja kalau lebih. Itu hanya dari sisi tiket masuk.

"Semoga aja duit itu tidak diambil oleh segelintir orang dan masuk sebagai kas Pemda atau Pemprov. Jadi tidak merugikan rakyat. Jika tidak, maka ini benar-benar pesta rakyat yang tidak merakyat," pikirku.
Itu belum lagi transaksi di masing-masing stand. Biasanya, Pemprov menargetkan transaksi lebih dari Rp2 miliar dalam sebulan. Ah, kayaknya itu pasti tercapai deh.

Sebenarnya kita dapat dua tiket yaitu kartu seperti Trans Jakarta dan satu kertas yang disobek (tradisional). Di tiket tradisional ini, tiket tersebut berisi kupon yang berisi potongan harga di booth yang ada.
Seperti voucher Rp5 ribu untuk makanan di JIExpo Catering. Gw lihat makanannya mulai dari Rp15-50rb berisi ayam bakar dan sebagainya. Ada juga potongan Rp50 ribu untuk semua produk sepatu League. Trus voucher belanja di Picazzo, di sini kita harus berbelanja di sana dengan pembelian tertentu baru tiketnya diundi. Atau dapat free 1 donut di Dunkin Donuts setiap pembelian tertentu.

Lantas, bagi yang ingin mencoba keberuntungan maka bisa mengirimkan sms nomor tiketnya berhadiah 1 unit Suzuki APV dan 12 unit motor Minerva. Ah, itu hanya gimmick saja..

Saat masuk, ternyata sudah sesuai dengan perkiraan semula. Pasti bejibun. Gw tadi sempat lihat status teman di Koprol.com yang baru masuk, ternyata sudah bejibun. Maklum, ini adalah hari Minggu dan cuacanyapun mendung tapi tak hujan.

Okelah, mari kita tengok apa aja isi PRJ kali ini. Tapi jangan bayangkan ada hal spektakuler yang ada di sini, gw pikir ini sih sama saja dengan PRJ tahun sebelumnya.

Tapi karena event ini berbarengan langsung dengan Piala Dunia maka sebagian booth mendekor stand-nya dengan nuansa bola. Bahkan di area pelataran utama sudah disediakan big screen untuk nobar Piala Dunia.
Tapi bagi stand-stand besar seperti produk Otomotif seperti Yamaha, Suzuki, Honda, Minerva, Kawasasi, Bajaj atau sejenisnya mencoba menarik pengunjung dengan stand super gede. Di situ ada arena balapan sepeda motor (maya), game, pamer produk baru dan berbau otomotif lainnya.

Di consumer goods, beberapa stand membuat dekor khusus seperti stand Indofood yang bernuansa Betawi atau rokok Dji Sam Soe yang bergaya club di balon karet.

Ada yang unik juga tuh, produk sandal Sky Way yang antriannya bejibun, bisa sampe ribuan orang hanya untuk membeli sandal. Gw ga tahu apakah itu produknya murah atau tertarik oleh penyanyi yang sengaja didatangkan di depan stand untuk menarik pengunjung. Maklum, busananya mini dan goyangannya yahuuuuud!!

Nah, bagi yang ingin nostalgia dengan kerak telor, di sinilah tempatnya. Bahkan di sepanjang jalan sebelum pintu masuk saja sudah berderet penjual makanan khas betawi itu. Ada juga penjual makanan khas Betawi lainnya macam Laksa, kue-kue tradisional dengan toples jadul. Lumayan mengingatkan masa lalu..

Atau yang ingin punya gadget baru, di sini bisa puas melototin dan mencoba produk-produk tiruan (ponsel cina) yang lumayan gencar promosinya. Nah, bagi yang ingin produk mainstream bisa coba ke stand Nokia yang masih memamerkan produk terbarunya, Nokia C3.

Wah, kalo dibahas di sini satu-satu bisa ga selesai nih. Daripada ribet dan penasaran, langsung aja ke sini. Buka dari jam10-22 wib saban harinye.

Sabtu, 15 Mei 2010

Kenduri Cinta

Ah..bagi yang suka dengan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) tentu tidak asing dengan kata-kata itu. Dialah yang menciptakan kosakata itu sebagai sebuah acara diskusi kerakyatan.

Tentunya, yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh kerakyatan dan yang dibicarakan adalah hal-hal yang ada di sekitar rakyat. Tapi kadang juga banyak yang membicarakan pimpinan yang mendholimi rakyatnya.
Nah, acara Kenduri Cinta yang biasa dilangsungkan pada hari Jumat tiap pekan kedua setiap bulan ini selalu dinanti warga ibukota. Acaranya sendiri mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Tema kali ini sih cukup berat, menawarkan cerita tentang nusantara. Intinya sih menegaskan kalau banyak peninggalan benda-benda kuno di Indonesia yang malah sudah berada di Belanda atau belahan bumi lainnya. Sehingga jika kita mau mencari sumber-sumber sejarah, maka harus mencarinya ke luar negeri.

Di sisi lain, negara kita ternyata sudah banyak mengandalkan dari negara lain. Lihat saja impor Indonesia. Ternyata tidak hanya beras saja, tapi juga singkong hingga garam. Loh?

Itulah buktinya. Padahal negara kita sangat kaya raya. Gemah ripah loh jinawi. Istilahnya tongkat aja saat dilempar bisa menjadi tanaman. Naasnya, sebagai negara maritim hingga agraris, ternyata Indonesia tidak berhasil swasembada, bahkan hanya untuk singkong dan garam.

Ah..kalau ngurus negara tidak becus kayak gini jadi senewen sendiri. Mendingan kita benahi diri kita. Yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan kita demi kemakmuran bersama.

Tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2009 mencapai 4,5%? Dan tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan tertinggi ketiga setelah China dan India?
Itulah kekuatan ekonomi kerakyatan. Di saat negara lain pertumbuhannya minus, tapi Indonesia bisa keluar dari krisis karena ditopang ekonomi domestik.

Nah, di sini perlu lah ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh jiwa wirausaha dari masing-masing warganya. Tapi jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah wirausaha ini memang cenderung kecil, masih 0,18% dari total penduduk Indonesia sebesar 230 juta jiwa.

Ahhh..karena ini diskusi kerakyatan maka sebagai rakyat yang beradab hanyalah dituntut menjadi negara yang baik sesuai aturan yang dikeluarkan. Daripada pusing mikirin impor yang tidak jelas mendingan mikirin bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, apapun itu.

Jangan kalah dengan monyet di Jepang yang menjadi pelayan restoran. Jadi, jangan lah Anda mau disamakan dengan monyet yang mau dibayar murah hanya untuk menjadi pelayan bos Anda.
"Itu sih kata diskusi dari Kenduri Cinta (dini hari ini)," kataku.

Rabu, 12 Mei 2010

Dapat Hadiah Samsung


Eh, dewi fortuna tampaknya berpihak kepadaku lagi hari ini. Setelah beberapa hari lalu mendapat HP Nokia dan Netbook Hewlett Packard, kali ini dapat hadiah lagi berupa HP Samsung GT-E2120.

Nah, kali ini hadiah itu datang dari PaninBank saat acara peluncuran Kredit Pemilikan Mobil (KPM) bekerjasama dengan Mercedez Benz. Murah lo cuy..bunganya cuma 1,68% per tahun. Sayangnya, ini cuma buat nasabah premium bank tersebut.

Nah, biasanya di acara bank tersebut tidak ada doordprize. Gw pun tidak terlalu berharap saat memasukkan kartu nama di fish ball. Karena hal itu gw anggap sebagai tanda perkenalan kepada Public Relationnya. Maklum, gw kan belum kenal dengan bank tersebut.

So, doorprize ini bukan dari hasil undian. Tapi dari hasil lontaran pertanyaan yang diajukan MC. Aduhhh..gw lupa nama MC tersebut. Cuma dia adalah presenter Djarum Black in News. Yang logatnya kebule-bulean gitu...

Nah, gw kebagian pertanyaan nomor tiga. Awalnya sih, gw ogah jawab. Tapi kok gw lihat hadiahnya lumayan gede. Gw sih kagak nebak isinya apa. Tapi iseng-iseng berhadiah aja lah. Lha wong jawabannya juga gampang.

Tanpa cas cis cus lagi, hadiah itu gw masukin ke tas. Pas sampe DPR di komisi XI untuk ngetik berita, gw buka tuh hadiahnya. Eeee..ternyata HP lagi. Itu dia...

Nih, gw copas dari halaman tetangga tentang review HP tersebut..
Nih sumbernya : http://tabloidsinyal.com/2010/02/samsung-gt-e2120-desain-sederhana-suara-membahana

Lagi-lagi Samsung mengeluarkan hape murah meriahnya untuk pasar Tanah Air. Sebelum ini, dipasarkan hape CDMA SCH-B189 yang harganya 400 ribuan. Kini ditawarkan hape GSM Samsung GT-E2120 dengan harga yang tak jauh berbeda.

Desain

Tampilan GT-E2120 ini terlihat tidak berbeda dengan Samsung seri lain yang dibandrol dengan harga tak lebih dari Rp 600 ribuan. Bentuk batangan sederhana yang terlihat monoton dengan dominasi warna hitam memang menjadi ciri khasnya. Hanya sedikit buratan warna merah cerah yang mencoba membuatnya tampil lebih menarik. Mungkin sisi inilah yang menjadi kekurangan Samsung dibanding dengan vendor hape lain yang sama-sama mengeluarkan hape murah namun dengan tampilan yang lebih menarik.

Kesederhanaan yang ada diminimalisir dengan tampilan tombol navigasi bundar bercincin merah silver yang menarik perhatian. Bagian tengahnya terlihat lambang on-off audio player. Ya memang, selain sebagai tombol OK, tombol navigasi tengah juga merupakan pintasan ke menu pemutar musik. Sisi kanan-kirinya tak ubah dengan desain hape Samsung yang sudah-sudah. Sedangkan tombol yang ada di bawahnya tampil dengan bentuk elips yang berusaha lebih dinamis. Bahan karet doff yang dipakai cukup nyaman untuk ditekan dan tak memerlukan tenaga ekstra.

Sisi sekeliling body tampak mulus, hanya terdapat port USB tunggal yang berfungsi ganda, untuk charger dan headset, yang terletak di sisi kiri atas. Pada sisi sebaliknya, kanan atas, terlihat dua lubang pada casing untuk menggantungkan aksesori tambahan. Sisanya, pada sisi atas dan bawah, tampak mulus dengan balutan warna merah menyala.

Musik dan Radio FM

Masuk ke bagian dalam menu tersaji 9 jenis ikon berlatar biru khas Samsung, mulai dari Daftar Panggilan hingga Aplikasi. Dari sekian banyak apilkasi yang ada, Music Player menjadi salah satu unggulannya. Mengapa? Ya, karena suara yang keluar dari speaker terbilang cukup baik, terdengar jernih dan bebas noise yang mengganggu. Sengaja Sinyal mengatur volume hingga maksimal dengan harapan suara sumbang dapat lebih jelas terdengar. Ternyata harapan Sinyal sia-sia, suara yang keluar tetap stabil membahana, tanpa kesan cempreng dan pecah.

Satu keunggulan lainnya adalah Radio FM. Terbenamnya internal antena di dalam hape ini tentu memudahkan pengguna dalam menjalankannya. Akibatnya, tanpa headset fungsi radio dalam berjalan mulus tanpa halangan. Untuk pencarian frekuensi pun tak perlu repot, ada program auto search yang langsung mencari frekuensi radio yang tertangkap hape secara jelas. Radio FM yang terletak di menu Aplikasi ini pun dapat digunakan untuk merekam siaran radio yang tengah diputar. Urusan suara, tentu tak berbeda dengan pemutar musik jika siaran yang tertangkap benar-benar pas frekuensinya.

Internet

Meski dia awal terkesan kurang meyakinkan, namun ternyata hape yang sederhana ini juga dapat mengajak penggunanya asyik berselancar ke dunia maya. Pengaturan koneksi internet juga tak sulit, hanya perlu memilih profil SIM card yang digunakan dalam Internet Setting-nya. Selanjutnya, ya langsung saja, tinggal browsing atau masuk ke situs yang dituju. Mau searching via Google, ngintip email di Yahoo, atau update status via Facebook dan Twitter, semua bisa saja dilakukan. Tapi, ya jangan berharap banyak, mengingat jaringan yang diusung hanya GPRS kelas 10. (Frederica Aditya)

Spesifikasi Samsung GT-E2120
Rilis : November 2009
Harga : Rp 500.000
Dimensi : 105 x 45 x 15 mm
Bobot : 74 gr
Baterai : 1000 mAh
Waktu Bicara : rata-rata 10 jam
Waktu Siaga : rata-rata 560 jam
Memori internal : 9 MB
Memori eksternal : microSD
Messaging : SMS, MMS, Email
Jaringan : GSM 900 / 1800 / 1900
Konektivitas : GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots) 32 – 48 kbps, WAP 2.0/xHTML, USB v2.0
Kamera : VGA
Layar : LCD 1,52 inci 65K colors, 128 x 128 pixel
Isi paket : Handphone, handsfree, baterai, travel charger, manual book, Micro SD 1GB
Aplikasi : Java MIDP 2.0, MP3 Player, Video Player, Radio FM, Voice Recorder, Games, Alarm, Calendar, World Clock, Calculator, Converter, Torch Light

Ringkasnya:
Plus : memiliki internal antenna dan speaker bersuara jernih, keypad empuk dan mudah digunakan

Minus : fitur standar, desain terlalu sederhana dan kurang menarik

Pendapat Kami

Suara terbilang cukup baik untuk hape kisaran harga 500 ribuan dan koneksi internet meski lambat namun dapat berjalan dengan baik. Secara keseluruhan dapat dikatakan cukup memberi hiburan dikala senggang.

Selasa, 11 Mei 2010

Gagal UN Bukan Kiamat

Kementerian Pendidikan Nasional sudah mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMU mulai Senin (26/4/2010) lalu. Hasilnya, tingkat kelulusan tahun ini sebesar 89% atau menurun tipis dari tingkat kelulusan tahun lalu sebesar 92%.

Berarti jumlah peserta UN yang tidak lulus pada tahun ini akan lebih banyak dari pada tahun lalu. Hal itu juga sebagai dampak pengetatan nilai standar kelulusan dari rata-rata 5 menjadi 5,5.
Masalahnya, apakah siswa-siswi yang tidak lulus UN ini sudah siap mental dalam menerima pengumuman tersebut?

Coba simak saja hasil bidikan wartawan yang memberitahukan bahwa ada siswi di Jambi yang menenggak racun pasca ketidaklulusannya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong lagi.
Keluarganya yang mengetahui si anak meregang nyawa di kamar ini hanya menemukan secarik surat yang berisi permohonan maaf atas sikapnya tersebut. Terlebih siswa ini hanyalah satu-satunya siswi yang tidak lulus satu sekolahnya.

Begitu juga ada sebuah sekolah di Nangroe Aceh Darussalam. Lebih dari setengah siswa di sekolah tersebut tidak lulus. Lalu siswa yang tidak lulus ini lantas merusak seluruh fasilitas sekolah.
Lalu siapa yang salah dalam hal ini?

Gw tidak akan menyalahkan siapapun dalam hal ini. Namun sebagai pribadi, gw ingin mengajak semuanya introspeksi. Baik dari lingkungan pemerintah, guru ataupun pelajarnya sendiri.
Di tingkat pemerintah seharusnya bisa mencari solusi untuk menekan angka ketidaklulusan UN. Apapun caranya itu (yang penting halal) dan tidak membocorkan soal maupun lembar jawaban UN.

Mungkin ujian susulan itu bisa menjadi solusi. Asal pemerintah menyosialisasikan secara jelas. Masalahnya, banyak pelajar menganggap bahwa tidak lulus UN berarti kiamat. Mereka berpikir,"Lebih baik mengakhiri hidup daripada menanggung malu."

Sehingga pemerintah harus sedini mungkin menyosialisasikan ujian susulan itu, sambil menyiapkan segala infrastruktur baik secara mental maupun fisik bagi pelajar.

Di sisi guru, tingkat ketidaklulusan pelajar bisa menjadi bahan renungan sendiri. Apakah selama ini cara belajar yang diterapkan sudah benar. Ini bukanlah mengajari bahwa ini yang benar.
Tapi sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, alangkah lebih baik untuk introspeksi diri (sebelum digerebek orang tua siswa akibat gurunya tidak becus mengurus anak didiknya).

Sang guru pun harus menyosialisasikan bahwa akan ada ujian susulan bagi pelajar yang tidak lulus UN. Sehingga pelajar harus menyiapkan mental (jika sampai tidak lulus). Di sini peran guru (termasuk orang tua) harus mendampingi sang anak agar tidak melakukan hal tercela, baik bunuh diri hingga merusak fasilitas sekolah.

Terakhir, siswanya sendiri. Apakah kalian sudah belajar dengan benar? Kesuksesan seseorang bukanlah ditentukan oleh orang lain (baik guru, orang tua atau hasil contekan bocoran hasil jawabab), tapi dari hasil pekerjaan sendiri.

Kita pun harus siap mental jika tidak lulus UN. Ingat, gagal dalam UN bukan kiamat boys and girls!! Masa depan masih panjang. So, kalian harus tetap bersemangat untuk mengejar cita-cita kalian.
Alhamdulillah, adik gw bisa lulus dengan hasil memuaskan. Nilai ebtanas murni (NEM)-nya tertinggi ketiga se-Kabupaten Kediri dan masuk 10 besar se-Jawa Timur! Kini tinggal menunggu hasil tes SIMAK Universitas Indonesia setelah minggu lalu gagal masuk tes Universitas Gajah Mada (UGM). Ganbatte bro!!