Selasa, 15 Juni 2010

Blokir Situs Porno

Waduuhh..judulnya kok kejam amat ya? Memblokir situs porno bisa menjadi alternatif untuk menangkal penyebaran video mesum yang selama ini marak beredar. Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Namun hal itu tidak akan semudah seperti membalikkan telapak tangan. Biasanya hal-hal yang dilarang di Indonesia justru malah dicari.

Lihat saja betapa besar transaksi video bajakan di kawasan Glodok, Jakarta. Bahkan untuk video mesum mirip artis ini mampu dibandrol dengan harga minimal Rp25 ribu hingga Rp100 ribu untuk dua video.
Ada juga yang versi murah. Pengguna bisa meminta transferan video di tempat service handphone dengan harga cuma Rp10 ribu. Atau kalau malas ke internet yang bisa kita download sendiri, minimal kita bisa meminta tranfer via bluetooth atau kabel data dari teman. Coba aja tanya teman sebelah, apakah ada yang belum nonton video itu?

Gw juga heran dengan mudahnya mencari video mesum tentu akan berdampak ke psikologis orang yang melihatnya. Jika dia sudah punya pasangan sih tentu tidak masalah. Tentu dia bisa melepas hasratnya ke pasangan. Masalahnya, kalau yang belum punya pasangan, tentu dia akan cari pasangan "tidak resmi" atau mencari kenikmatan "sendiri".

Nah, Menkominfo sendiri juga masih ragu untuk memblokir situs-situs porno itu. Pasalnya, untuk mengawasi situs yang ada saja, pihaknya hanya punya SDM sekitar 40 orang. Bayangkan dengan Cina yang memiliki SDM pemantau situs sekitar 30 ribu.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan pengawasan itu hanya pada log file atau traffic yang diduga melanggar hukum. Dan tidak sampai ke konten seperti di China.
Nah, kalau pemerintah berani memberantas video porno, maka pemerintah kayaknya juga harus berani memblokir situs porno tersebut. Berikut memberantas distribusinya. Dampaknya, distribusi video bajakan di kawasan Glodok memang akan cenderung sepi. Tapi, itu demi kebaikan semua.

Di sisi lain, menurut psikolog Universitas Indonesia Kassandra Putranto menjelaskan orang tua harus mendidik buah hati tentang seks sejak dini. Pasalnya, dengan pemberitaan video mesum yang marak justru membuat rasa ingin tahu anak semakin banyak.

"Video mesum itu apa sih, Ma?" tanya seorang anak.
Coba aja kalau Anda sebagai orang tua ditanya anak Anda tentang itu. Apa jawaban Anda?

Nah, lanjut Kassandra, orang tua harus menanamkan norma sosialm agama atau nilai kepantasan seputar seks pada anak usia 2-5 tahun. Jadi dengan pemberitaan video mesum yang marak maka orang tua bisa menjelaskan bahwa itu perbuatan tak pantas yang tidak boleh ditiru.

Kini, harus ada kemauan keras dari semua pihak terkait hal itu, baik dari pemerintah, aparat keamanan, hingga orang tua dalam memproteksi video mesum itu.

Minggu, 13 Juni 2010

Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat

Setiap pertengahan tahun, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta selalu mengadakan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. PRJ atau istilah kerennya Jakarta Fair ini menyuguhkan pesta diskon untuk beragam produk keperluan rumah tangga, mulai dari makanan, minuman, gadget, pakaian, alat rumah tangga (peralatan elektronik),rokok, otomotif dan sebagainya.

Pesta rakyat ini digelar mulai 10 Juni hingga 11 Juli 2010 di area PRJ Kemayoran. Nah, kayaknya gw selama di Jakarta juga selalu ke acara tersebut.

Naasnya, kali ini agak lain. Pesta yang bertemakan "Together, We Make Wonders" tersebut malah benar-benar membuat gw heran. Apa pasal?

Karena gw baru libur kerja di hari Sabtu/Minggu maka gw hanya berkesempatan mendatangi PRJ tersebut pada hari libur. Tahu sendiri, ternyata harga tiket masuk (HTM) untuk acara tersebut lebih tinggi dibandingkan hari lainnya.

Kebetulan gw ke PRJ dengan membawa sepeda motor. Nah, ternyata saat mau parkir saja sudah dipalakin untuk membayar parkir motor sebesar Rp5 ribu per motor. Gw belum tahu kalau mobil harus bayar berapa. Pastinya lebih tinggi.

Ah, tak apalah. Mungkin saja Harga Tiket Masuk (HTM)-nya gratis. Jadi parkir agak tinggi. So, gw pun melenggang ke pintu masuk yang agak ribet itu.

Nah, saat mau masuk ke area PRJ ternyata ada pintu masuk khusus semacam pintu model Trans Jakarta. Ternyata kita harus membeli HTM lagi. Aduhhhh...parah!!

Sempat gw mengurungkan niat untuk masuk karena harus membayar tiket itu. Sebenarnya sih tidak besar, tapi karena melihat stand yang akan dihadirkan cukup banyak, kenapa harus meminta tiket yang tinggi?

Ya sudahlah..terpaksa karena sudah sampai di sini. Tanggung gitu lah..ternyata tiketnya cukup beragam.
Untuk weekend, HTM dikenakan Rp20 ribu per orang, sementara weekdays cukup Rp15 ribu per orang. Nah, khusus anak kecil berusia 3 tahun ke atas atau minimal dengan tinggi 1 meter pun harus juga membayar penuh. haha..

Nah, tiket ini cukup unik. Kita seperti membeli tiket saat mau masuk Trans Jakarta. So dengan cara ini akan diketahui berapa tiket yang terjual dan berapa banyak pengunjung yang datang.

Nah, coba aja kita hitung. Misalkan yang datang per hari ada 1.000 pengunjung dewasa, maka per hari sudah ada transaksi Rp20 ribu dikalikan 1.000 menjadi Rp20 juta. Jika sebulan bisa mencapai Rp600 juta. Itu kalau penontonnya cuma 1.000 per hari. Bayangkan saja kalau lebih. Itu hanya dari sisi tiket masuk.

"Semoga aja duit itu tidak diambil oleh segelintir orang dan masuk sebagai kas Pemda atau Pemprov. Jadi tidak merugikan rakyat. Jika tidak, maka ini benar-benar pesta rakyat yang tidak merakyat," pikirku.
Itu belum lagi transaksi di masing-masing stand. Biasanya, Pemprov menargetkan transaksi lebih dari Rp2 miliar dalam sebulan. Ah, kayaknya itu pasti tercapai deh.

Sebenarnya kita dapat dua tiket yaitu kartu seperti Trans Jakarta dan satu kertas yang disobek (tradisional). Di tiket tradisional ini, tiket tersebut berisi kupon yang berisi potongan harga di booth yang ada.
Seperti voucher Rp5 ribu untuk makanan di JIExpo Catering. Gw lihat makanannya mulai dari Rp15-50rb berisi ayam bakar dan sebagainya. Ada juga potongan Rp50 ribu untuk semua produk sepatu League. Trus voucher belanja di Picazzo, di sini kita harus berbelanja di sana dengan pembelian tertentu baru tiketnya diundi. Atau dapat free 1 donut di Dunkin Donuts setiap pembelian tertentu.

Lantas, bagi yang ingin mencoba keberuntungan maka bisa mengirimkan sms nomor tiketnya berhadiah 1 unit Suzuki APV dan 12 unit motor Minerva. Ah, itu hanya gimmick saja..

Saat masuk, ternyata sudah sesuai dengan perkiraan semula. Pasti bejibun. Gw tadi sempat lihat status teman di Koprol.com yang baru masuk, ternyata sudah bejibun. Maklum, ini adalah hari Minggu dan cuacanyapun mendung tapi tak hujan.

Okelah, mari kita tengok apa aja isi PRJ kali ini. Tapi jangan bayangkan ada hal spektakuler yang ada di sini, gw pikir ini sih sama saja dengan PRJ tahun sebelumnya.

Tapi karena event ini berbarengan langsung dengan Piala Dunia maka sebagian booth mendekor stand-nya dengan nuansa bola. Bahkan di area pelataran utama sudah disediakan big screen untuk nobar Piala Dunia.
Tapi bagi stand-stand besar seperti produk Otomotif seperti Yamaha, Suzuki, Honda, Minerva, Kawasasi, Bajaj atau sejenisnya mencoba menarik pengunjung dengan stand super gede. Di situ ada arena balapan sepeda motor (maya), game, pamer produk baru dan berbau otomotif lainnya.

Di consumer goods, beberapa stand membuat dekor khusus seperti stand Indofood yang bernuansa Betawi atau rokok Dji Sam Soe yang bergaya club di balon karet.

Ada yang unik juga tuh, produk sandal Sky Way yang antriannya bejibun, bisa sampe ribuan orang hanya untuk membeli sandal. Gw ga tahu apakah itu produknya murah atau tertarik oleh penyanyi yang sengaja didatangkan di depan stand untuk menarik pengunjung. Maklum, busananya mini dan goyangannya yahuuuuud!!

Nah, bagi yang ingin nostalgia dengan kerak telor, di sinilah tempatnya. Bahkan di sepanjang jalan sebelum pintu masuk saja sudah berderet penjual makanan khas betawi itu. Ada juga penjual makanan khas Betawi lainnya macam Laksa, kue-kue tradisional dengan toples jadul. Lumayan mengingatkan masa lalu..

Atau yang ingin punya gadget baru, di sini bisa puas melototin dan mencoba produk-produk tiruan (ponsel cina) yang lumayan gencar promosinya. Nah, bagi yang ingin produk mainstream bisa coba ke stand Nokia yang masih memamerkan produk terbarunya, Nokia C3.

Wah, kalo dibahas di sini satu-satu bisa ga selesai nih. Daripada ribet dan penasaran, langsung aja ke sini. Buka dari jam10-22 wib saban harinye.

Sabtu, 15 Mei 2010

Kenduri Cinta

Ah..bagi yang suka dengan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) tentu tidak asing dengan kata-kata itu. Dialah yang menciptakan kosakata itu sebagai sebuah acara diskusi kerakyatan.

Tentunya, yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh kerakyatan dan yang dibicarakan adalah hal-hal yang ada di sekitar rakyat. Tapi kadang juga banyak yang membicarakan pimpinan yang mendholimi rakyatnya.
Nah, acara Kenduri Cinta yang biasa dilangsungkan pada hari Jumat tiap pekan kedua setiap bulan ini selalu dinanti warga ibukota. Acaranya sendiri mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Tema kali ini sih cukup berat, menawarkan cerita tentang nusantara. Intinya sih menegaskan kalau banyak peninggalan benda-benda kuno di Indonesia yang malah sudah berada di Belanda atau belahan bumi lainnya. Sehingga jika kita mau mencari sumber-sumber sejarah, maka harus mencarinya ke luar negeri.

Di sisi lain, negara kita ternyata sudah banyak mengandalkan dari negara lain. Lihat saja impor Indonesia. Ternyata tidak hanya beras saja, tapi juga singkong hingga garam. Loh?

Itulah buktinya. Padahal negara kita sangat kaya raya. Gemah ripah loh jinawi. Istilahnya tongkat aja saat dilempar bisa menjadi tanaman. Naasnya, sebagai negara maritim hingga agraris, ternyata Indonesia tidak berhasil swasembada, bahkan hanya untuk singkong dan garam.

Ah..kalau ngurus negara tidak becus kayak gini jadi senewen sendiri. Mendingan kita benahi diri kita. Yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan kita demi kemakmuran bersama.

Tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2009 mencapai 4,5%? Dan tahukah Anda kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan tertinggi ketiga setelah China dan India?
Itulah kekuatan ekonomi kerakyatan. Di saat negara lain pertumbuhannya minus, tapi Indonesia bisa keluar dari krisis karena ditopang ekonomi domestik.

Nah, di sini perlu lah ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh jiwa wirausaha dari masing-masing warganya. Tapi jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah wirausaha ini memang cenderung kecil, masih 0,18% dari total penduduk Indonesia sebesar 230 juta jiwa.

Ahhh..karena ini diskusi kerakyatan maka sebagai rakyat yang beradab hanyalah dituntut menjadi negara yang baik sesuai aturan yang dikeluarkan. Daripada pusing mikirin impor yang tidak jelas mendingan mikirin bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, apapun itu.

Jangan kalah dengan monyet di Jepang yang menjadi pelayan restoran. Jadi, jangan lah Anda mau disamakan dengan monyet yang mau dibayar murah hanya untuk menjadi pelayan bos Anda.
"Itu sih kata diskusi dari Kenduri Cinta (dini hari ini)," kataku.

Rabu, 12 Mei 2010

Dapat Hadiah Samsung


Eh, dewi fortuna tampaknya berpihak kepadaku lagi hari ini. Setelah beberapa hari lalu mendapat HP Nokia dan Netbook Hewlett Packard, kali ini dapat hadiah lagi berupa HP Samsung GT-E2120.

Nah, kali ini hadiah itu datang dari PaninBank saat acara peluncuran Kredit Pemilikan Mobil (KPM) bekerjasama dengan Mercedez Benz. Murah lo cuy..bunganya cuma 1,68% per tahun. Sayangnya, ini cuma buat nasabah premium bank tersebut.

Nah, biasanya di acara bank tersebut tidak ada doordprize. Gw pun tidak terlalu berharap saat memasukkan kartu nama di fish ball. Karena hal itu gw anggap sebagai tanda perkenalan kepada Public Relationnya. Maklum, gw kan belum kenal dengan bank tersebut.

So, doorprize ini bukan dari hasil undian. Tapi dari hasil lontaran pertanyaan yang diajukan MC. Aduhhh..gw lupa nama MC tersebut. Cuma dia adalah presenter Djarum Black in News. Yang logatnya kebule-bulean gitu...

Nah, gw kebagian pertanyaan nomor tiga. Awalnya sih, gw ogah jawab. Tapi kok gw lihat hadiahnya lumayan gede. Gw sih kagak nebak isinya apa. Tapi iseng-iseng berhadiah aja lah. Lha wong jawabannya juga gampang.

Tanpa cas cis cus lagi, hadiah itu gw masukin ke tas. Pas sampe DPR di komisi XI untuk ngetik berita, gw buka tuh hadiahnya. Eeee..ternyata HP lagi. Itu dia...

Nih, gw copas dari halaman tetangga tentang review HP tersebut..
Nih sumbernya : http://tabloidsinyal.com/2010/02/samsung-gt-e2120-desain-sederhana-suara-membahana

Lagi-lagi Samsung mengeluarkan hape murah meriahnya untuk pasar Tanah Air. Sebelum ini, dipasarkan hape CDMA SCH-B189 yang harganya 400 ribuan. Kini ditawarkan hape GSM Samsung GT-E2120 dengan harga yang tak jauh berbeda.

Desain

Tampilan GT-E2120 ini terlihat tidak berbeda dengan Samsung seri lain yang dibandrol dengan harga tak lebih dari Rp 600 ribuan. Bentuk batangan sederhana yang terlihat monoton dengan dominasi warna hitam memang menjadi ciri khasnya. Hanya sedikit buratan warna merah cerah yang mencoba membuatnya tampil lebih menarik. Mungkin sisi inilah yang menjadi kekurangan Samsung dibanding dengan vendor hape lain yang sama-sama mengeluarkan hape murah namun dengan tampilan yang lebih menarik.

Kesederhanaan yang ada diminimalisir dengan tampilan tombol navigasi bundar bercincin merah silver yang menarik perhatian. Bagian tengahnya terlihat lambang on-off audio player. Ya memang, selain sebagai tombol OK, tombol navigasi tengah juga merupakan pintasan ke menu pemutar musik. Sisi kanan-kirinya tak ubah dengan desain hape Samsung yang sudah-sudah. Sedangkan tombol yang ada di bawahnya tampil dengan bentuk elips yang berusaha lebih dinamis. Bahan karet doff yang dipakai cukup nyaman untuk ditekan dan tak memerlukan tenaga ekstra.

Sisi sekeliling body tampak mulus, hanya terdapat port USB tunggal yang berfungsi ganda, untuk charger dan headset, yang terletak di sisi kiri atas. Pada sisi sebaliknya, kanan atas, terlihat dua lubang pada casing untuk menggantungkan aksesori tambahan. Sisanya, pada sisi atas dan bawah, tampak mulus dengan balutan warna merah menyala.

Musik dan Radio FM

Masuk ke bagian dalam menu tersaji 9 jenis ikon berlatar biru khas Samsung, mulai dari Daftar Panggilan hingga Aplikasi. Dari sekian banyak apilkasi yang ada, Music Player menjadi salah satu unggulannya. Mengapa? Ya, karena suara yang keluar dari speaker terbilang cukup baik, terdengar jernih dan bebas noise yang mengganggu. Sengaja Sinyal mengatur volume hingga maksimal dengan harapan suara sumbang dapat lebih jelas terdengar. Ternyata harapan Sinyal sia-sia, suara yang keluar tetap stabil membahana, tanpa kesan cempreng dan pecah.

Satu keunggulan lainnya adalah Radio FM. Terbenamnya internal antena di dalam hape ini tentu memudahkan pengguna dalam menjalankannya. Akibatnya, tanpa headset fungsi radio dalam berjalan mulus tanpa halangan. Untuk pencarian frekuensi pun tak perlu repot, ada program auto search yang langsung mencari frekuensi radio yang tertangkap hape secara jelas. Radio FM yang terletak di menu Aplikasi ini pun dapat digunakan untuk merekam siaran radio yang tengah diputar. Urusan suara, tentu tak berbeda dengan pemutar musik jika siaran yang tertangkap benar-benar pas frekuensinya.

Internet

Meski dia awal terkesan kurang meyakinkan, namun ternyata hape yang sederhana ini juga dapat mengajak penggunanya asyik berselancar ke dunia maya. Pengaturan koneksi internet juga tak sulit, hanya perlu memilih profil SIM card yang digunakan dalam Internet Setting-nya. Selanjutnya, ya langsung saja, tinggal browsing atau masuk ke situs yang dituju. Mau searching via Google, ngintip email di Yahoo, atau update status via Facebook dan Twitter, semua bisa saja dilakukan. Tapi, ya jangan berharap banyak, mengingat jaringan yang diusung hanya GPRS kelas 10. (Frederica Aditya)

Spesifikasi Samsung GT-E2120
Rilis : November 2009
Harga : Rp 500.000
Dimensi : 105 x 45 x 15 mm
Bobot : 74 gr
Baterai : 1000 mAh
Waktu Bicara : rata-rata 10 jam
Waktu Siaga : rata-rata 560 jam
Memori internal : 9 MB
Memori eksternal : microSD
Messaging : SMS, MMS, Email
Jaringan : GSM 900 / 1800 / 1900
Konektivitas : GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots) 32 – 48 kbps, WAP 2.0/xHTML, USB v2.0
Kamera : VGA
Layar : LCD 1,52 inci 65K colors, 128 x 128 pixel
Isi paket : Handphone, handsfree, baterai, travel charger, manual book, Micro SD 1GB
Aplikasi : Java MIDP 2.0, MP3 Player, Video Player, Radio FM, Voice Recorder, Games, Alarm, Calendar, World Clock, Calculator, Converter, Torch Light

Ringkasnya:
Plus : memiliki internal antenna dan speaker bersuara jernih, keypad empuk dan mudah digunakan

Minus : fitur standar, desain terlalu sederhana dan kurang menarik

Pendapat Kami

Suara terbilang cukup baik untuk hape kisaran harga 500 ribuan dan koneksi internet meski lambat namun dapat berjalan dengan baik. Secara keseluruhan dapat dikatakan cukup memberi hiburan dikala senggang.

Selasa, 11 Mei 2010

Gagal UN Bukan Kiamat

Kementerian Pendidikan Nasional sudah mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMU mulai Senin (26/4/2010) lalu. Hasilnya, tingkat kelulusan tahun ini sebesar 89% atau menurun tipis dari tingkat kelulusan tahun lalu sebesar 92%.

Berarti jumlah peserta UN yang tidak lulus pada tahun ini akan lebih banyak dari pada tahun lalu. Hal itu juga sebagai dampak pengetatan nilai standar kelulusan dari rata-rata 5 menjadi 5,5.
Masalahnya, apakah siswa-siswi yang tidak lulus UN ini sudah siap mental dalam menerima pengumuman tersebut?

Coba simak saja hasil bidikan wartawan yang memberitahukan bahwa ada siswi di Jambi yang menenggak racun pasca ketidaklulusannya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong lagi.
Keluarganya yang mengetahui si anak meregang nyawa di kamar ini hanya menemukan secarik surat yang berisi permohonan maaf atas sikapnya tersebut. Terlebih siswa ini hanyalah satu-satunya siswi yang tidak lulus satu sekolahnya.

Begitu juga ada sebuah sekolah di Nangroe Aceh Darussalam. Lebih dari setengah siswa di sekolah tersebut tidak lulus. Lalu siswa yang tidak lulus ini lantas merusak seluruh fasilitas sekolah.
Lalu siapa yang salah dalam hal ini?

Gw tidak akan menyalahkan siapapun dalam hal ini. Namun sebagai pribadi, gw ingin mengajak semuanya introspeksi. Baik dari lingkungan pemerintah, guru ataupun pelajarnya sendiri.
Di tingkat pemerintah seharusnya bisa mencari solusi untuk menekan angka ketidaklulusan UN. Apapun caranya itu (yang penting halal) dan tidak membocorkan soal maupun lembar jawaban UN.

Mungkin ujian susulan itu bisa menjadi solusi. Asal pemerintah menyosialisasikan secara jelas. Masalahnya, banyak pelajar menganggap bahwa tidak lulus UN berarti kiamat. Mereka berpikir,"Lebih baik mengakhiri hidup daripada menanggung malu."

Sehingga pemerintah harus sedini mungkin menyosialisasikan ujian susulan itu, sambil menyiapkan segala infrastruktur baik secara mental maupun fisik bagi pelajar.

Di sisi guru, tingkat ketidaklulusan pelajar bisa menjadi bahan renungan sendiri. Apakah selama ini cara belajar yang diterapkan sudah benar. Ini bukanlah mengajari bahwa ini yang benar.
Tapi sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, alangkah lebih baik untuk introspeksi diri (sebelum digerebek orang tua siswa akibat gurunya tidak becus mengurus anak didiknya).

Sang guru pun harus menyosialisasikan bahwa akan ada ujian susulan bagi pelajar yang tidak lulus UN. Sehingga pelajar harus menyiapkan mental (jika sampai tidak lulus). Di sini peran guru (termasuk orang tua) harus mendampingi sang anak agar tidak melakukan hal tercela, baik bunuh diri hingga merusak fasilitas sekolah.

Terakhir, siswanya sendiri. Apakah kalian sudah belajar dengan benar? Kesuksesan seseorang bukanlah ditentukan oleh orang lain (baik guru, orang tua atau hasil contekan bocoran hasil jawabab), tapi dari hasil pekerjaan sendiri.

Kita pun harus siap mental jika tidak lulus UN. Ingat, gagal dalam UN bukan kiamat boys and girls!! Masa depan masih panjang. So, kalian harus tetap bersemangat untuk mengejar cita-cita kalian.
Alhamdulillah, adik gw bisa lulus dengan hasil memuaskan. Nilai ebtanas murni (NEM)-nya tertinggi ketiga se-Kabupaten Kediri dan masuk 10 besar se-Jawa Timur! Kini tinggal menunggu hasil tes SIMAK Universitas Indonesia setelah minggu lalu gagal masuk tes Universitas Gajah Mada (UGM). Ganbatte bro!!

Kamis, 29 April 2010

Dapat Hadiah Dari BCA


Alhamdulillah..akhirnya hari ini gw dapat doorprize lagi!!Sebenarnya sih kagak ada feeling sama sekali kalo dapat hadiah. Apalagi hadiah itu benar-benar gw inginkan sejak dulu. Tapi biasanya, setiap acara Bank Central Asia (BCA) memang selalu banjir hadiah. Mulai dari hadiah remeh temeh sampai sepeda motor.

Sebenarnya, gw pas sholat ashar di mushola lantai 10 (dekat Blitz Megaplex Grand Indonesia, selepas acara Bank Danamon), gw berdoa.
"Jika itu memang rejeki gw, maka berikanlah. Semoga berkah," pikirku dalam doa penuh harap.
Lantas gw berjalan menuju Bali Room Hotel Kempinski Indonesia menuju Paparan Publik Kuartal I/2010 dengan biasa aja (tentunya) pukul 15.30.

Sebelum acara dimulai, teman-teman wartawan biasanya ngumpul di lobi, sambil duduk dan ngobrol ringan. Ada juga yang sudah masuk ke ruangan dan makan kudapan.
Gw masih sibuk dengan kerjaan gw. Tadi setelah kirim berita Bank Danamon, gw inisiatif bikin berita laporan keuangan Bank CIMB Niaga pada periode yang sama.

Menjelang pukul 16.00, gw pun registrasi. Seperti biasa, wartawan yang meliput wajib menaruh kartu nama agar bisa mendapatkan doorprize. Maklum, hadiahnya biasanya lumayan!!
Pas setelah registrasi, mbak Dewi (PR eksternal BCA) nyamperin gw sambil salaman. Nih orang supel banget ama wartawan.

Setiap bicara ama gw selalu ceplas ceplos. Biasanya juga pake bahasa Jawa. Lantas dia mempersilahkan dengan gaya bak menyambut pangeran.
"Silahkan masuk, Welcome to BCA," sambutnya sambil membungkukkan badan dan melebarkan tangannya. Sambil basa-basi, kita ngobrol ngalor ngidul di depan meja registrasi dan pintu masuk Bali Romm.
"Eh, udah masukin kartu nama," tanyanya. Gw menjawab sudah.
"Dilihat dari auranya, kayaknya kamu akan mendapat doorprize hari ini," seloroh mbak Dewi sambil tangannya mencoba menerawang wajah gw.
"Amiiiinnn..," jawabku singkat sambil berlalu menuju Ballroom.

Di dalam ballroom pun, kita masih ngobrol sambil makan. Ada kudapan yang enak tuh!! Gw langsung mengambil seonggok anggur plus 2 gelas kolak pisang.
Busyeeettt...nih kolak enak pisan euyyy..sampe gw ambil dua gelas langsung. Rasanya mirip buatan nyokap di rumah. Duh..jadi kangen!

Acara pun dimulai dengan paparan kinerja. Setelah selesai, langsung pengundian doorprize. Nama yang pertama muncul adalah wartawan dari Bali Post.
Sampe di sini gw biasa aja, karena gw sedang sibuk mengetik untuk Okezone. Apalagi ga ada awak Okezone di sini. Tadi gw sempat celingak-celinguk dan tidak menemukan sosok awak okezoners.

Saat gw mencoba mengetik paragraf kedua, tiba-tiba Pak Setijoso memanggil," Didik Purwanto dari Seputar Indonesia," teriaknya.

Gw yang lagi ngetik, kagak sadar begitu nama gw disebut. MC sempat memanggil nama beberapa kali. Teman-teman di samping udah memanggil juga.

"Cieeee...corporate secretary Bank Mutiara Syariah dapet nih," ujar Daru (Detikfinance) dan Ayah Syahid (Vivanews) hampir bersamaan.
Ahhhhh...lega rasanya. Allah cepat sekali mengabulkan doaku hari ini. Semoga hadiah tersebut akan berguna dan tidak menimbulkan fitnah.

Kayaknya hari ini gw mengulang kembali dapat doorprize seperti tahun lalu. Hari itu pas tanggal 11 April 2009, pas gw masih jadi wartawan bursa. Hari itu gw disuruh Mas Tomy untuk liputan ke BCA. Akhirnya..gw dapat Nokia E63.

Hadiah itu pas banget saat gw membutuhkan untuk mengetik hasil kerjaan dan langsung mengirim ke kantor. So, bisa efisien waktu kan?

Nih spesifikasinya :
- Ukuran : 10,1 inch WSVGA anti gores
- Kapasitas : 160 GB, 1024 DDR2 SDRAM
- Fitur : wifi b/g, 3 cell Li-ion, Intel Graphics Media Accelerator, 5 in 1 digital media reader, Intel Atom N450 prosesor 1,66 Ghz, webcam, warna hitam

Kamis, 08 April 2010

HP Baru Hadiah Ultah


Cihuyyyy,,akhirnya tahun ini dapat HP baru lagi. Ini bisa menjadi kado ultah kali ya..

Awalnya sih gw ga menduga dapat hadiah ini. HP ini ku dapat saat acara peluncuran kartu kredit Bank OCBC NISP di kantornya samping Mall Ambassador, Jakarta, Kamis (8/4/2010).

Saat registrasi, gw pun tidak memasukkan kartu nama. Males ah..tinggal sedikit lagi. Lebih baik buat jaga-jaga kalau untuk tukar kartu nama dengan narasumber.

Pas gw masuk dan acara dimulai, MC pun mengumumkan kepada media ataupun peserta yang datang agar segera memasukkan kartu nama ke fish ball. Gw menganggap," ah..ga perlu lahhh..!males..apalagi kartu nama tinggal 10 biji aja," pikirku.

Sang pembawa fish ball berputar-putar mencari peserta yang belum memasukkan kartu nama. Gw pun tergoda ikut mengambil kartu nama dari dalam tas. Apalagi doorprize kali ini cukup banyak. Ada 5 HP Nokia, 5 voucher belanja Carrefour sebesar Rp500 ribu dan 10 voucher juga senilai Rp200 ribu.

"Wah, kalau dapat kupon belanja, lumayan juga,"pikirku.

Tapi si pembawa fish ball terus berjalan menjauh. Aku pun males pergi ke tukang pembawa fish ball itu. Gw duduk aja deh.

Pas MC mengumumkan kepada bu Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP untuk mengambil 5 kartu nama berhadiah Nokia, Bu Parwati langsung menyebut namaku pertama kali. Gw pun terbengong. "Itu beneran gw ya," tanyaku ga percaya. Apalagi gw ga masukin kartu nama.


Ahhahahahaha..kayaknya itu lucky day for me. Sebuah Nokia 1208. Biasa aja sih. tapi lumayan buat nyokap bokap di rumah. Atau dibuat HP ke-5 melengkapi nomor HP-ku. Kayaknya perlu nomor Telkomsel. Wekekekekekek...

Ini Spesifikasinya:

Ponsel NOKIA 1208, Nokia simpel kecil dan harga cukup murah. Nokia 1208 ini tidak menawarkan fitur-fitur banyak, Ponsel ini hanya sekedar cukup buat telpon dan sms. Nah berikut spesifikasi dari nokia 1208.

* GSM 900 / GSM 1800
* Ukuran 102 x 44.1 x 17.5 mm, 67 cc
* Berat 77 g
* Layar CSTN, 65K colors 96 x 68 pixels, 29 x 23 mm
* Memory Phonebook 200 entries
* Records 20 dialed, 20 received, 20 missed calls
* SMS
* Game 3 embedded
* Battery Standard battery, Li-Ion 700 mAh (BL-5CA)
* Stand-by Up to 365 h
* Waktu bicara Up to 7 h